Vol. 4, No. 1, Juli 2022
p-ISSN 2775-3832 ; e-ISSN 2775-7285
47 matriks.greenvest.co.id
PENGARUH ETIKA, PENGALAMAN, KOMPETENSI, DAN
INDEPENDENSI TERHADAP SKEPTISISME PROFESIONAL
AUDITOR
Rizky Anugra Putri, Kartika Rachma Sari, Yevi Dwitayanti
Jurusan Akuntansi, Politeknik Negeri Sriwijaya
E-mail: anugraputririzky@gmail.com, kartikasyahrul@yahoo.co.id,
yevi_dwitayanti@polsri.ac.id
Diterima:
25 Juni 2022
Direvisi:
5 Juli 2022
Disetujui:
11 Juli 2022
Abstrak
Kasus kegagalan perusahaan yang melibatkan auditor masih
marak terjadi, hal tersebut disebabkan oleh tingkat skeptis
auditor yang rendah. Penelitian ini bertujuan untuk melihat
pengaruh Etika, Pengalaman, Kompetensi, dan Independensi
terhadap Skeptisisme Profesional Auditor. Penelitian ini
merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan data
primer yang diperoleh dengan menyebarkan secara langsung
kuesioner yang telah diuji. Populasi dalam penelitian ini adalah
auditor pada Kantor Akuntan Publik yang berada di wilayah
Kota Palembang. Pengambilan Sampel dalam penelitian ini
menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria auditor
yang pernah terlibat langsung dalam proses pengauditan dan
memiliki pengalaman minimal satu tahun. Model analisis yang
digunakan adalah Analisis Linier Berganda yang menggunakan
bantuan program SPSS 25. Dari proses pengolahan data,
diketahui bahwa secara parsial etika, pengalaman, kompetensi,
dan Independensi memiliki pengaruh yang positif dan signifikan
terhadap Skeptisisme Profesional Auditor, kemudian secara
simultan keempat variabel tersebut memiliki pengaruh yang
positif dan signifikan terhadap Skeptisisme Profesional Auditor.
Kata kunci: Etika, Pengalaman, Kompetensi, Independensi,
Skeptisisme Profesional Auditor.
Abstract
Cases of corporate failure involving auditors are nevertheless
frequent due to the lack of auditor skepticism. The aim of this
study is to ascertain how the degree of professional skepticism
is influenced by ethics, experience, competence, and
independence. This quantitative analysis makes use of primary
data that was gathered by distributing questionnaires to the
office. Auditor employees at KAP in the Palembang City Region
make up the study’s pupolation. With requirements for audtiro
who had been personally involved in the auditing process and
at least one year of experience, a purposive sampling was
employed in this study as a sampling. The analytical model used
is multiple linier analysis with the SPSS 25 application. Through
the analysis of the data, it was found that ethics, experience,
competence, and independence partially have a positive and
significant influence on auditor professional skepticism and that
these four variables simultaneously have a positive and
significant influence on auditor professional skepticism
Pengaruh Etika, Pengalaman, Kompetensi dan
Independensi terhadap Skeptisisme Profesional Auditor
Matriks: Jurnal
Sosial dan Sains
Rizky Anugra Putri, Kartika Rachma Sari, Yevi Dwitayanti 48
Keywords: Ethics, Experience, Competence, Independence,
Professional Skepticism Auditor, Public Accounting
Firm.
Pendahuluan
Profesi auditorl adalah profesi yang memberikan layanan review laporan anggaran,
dan output pekerjaannya digunakan sebagai salah satu bahan evaluasi untuk menentukan
keputusan penting (Hanjani & Rahardja, 2014). Alasan melakukan audit tersebut adalah
untuk menjamin bahwa laporan fiskal yang diberikan oleh pengurus adalah benar, tidak
ada kesalahan material, dan sesuai dengan aturan pembukuan yang sesuai. Sesuai SA
Bagian 240 (IAPI, 2011) dinyatakan bahwa "auditor bertanggung jawab untuk
mendapatkan konfirmasi yang masuk akal tentang apakah laporan anggaran secara umum
dibebaskan dari kesalahan kutipan material yang disebabkan oleh penyajian yang salah".
Namun ternyata tidak semua auditor menjalankan tugasnya dengan baik, masih ada saja
auditor yang lalai sehingga terjadilah kasus-kasus perusahaan yang mengalami kegagalan
(Sunadi, 2022).
Kredibilitas laporan keuangan mungkin dalam bahaya ketika perusahaan gagal karena
kecerobohan auditor. Risiko ini dapat berdampak pada opini publik, terutama di antara
mereka yang mendapatkan laporan keuangan dari laporan audit yang dikeluarkan (Saidi,
DP, & Wahyudi, 2014). Berdarkan berita yang dirangkum dalam CNBC Indonesia (2019),
terdapat empat kasus perusahaaan yang melibatkan KAP. Dari berita tersebut dapat dinilai
bahwa masih maraknya terjadi kasus kegagalan perusahaan yang menjerat Kantor Akuntan
di Indonesia. Kantor akuntan tersebut dikenakan sanksi karena melakukan kesalahan dalam
mengaudit laporan keuangan tahunan (LKT) milik perusahaan publik yang di auditnya.
Dalam wawancara nya, Menteri Keuangan Sri Mulyani (2018) menyebutkan bahwa hal ini
terjadi karena kurangnya skeptisisme profesionall lakuntan lpublik.
Sikap skeptis merupakan sikap dasar yang harus ada pada seorang auditor. Menurut
Wowor (2021: 100) sikap skeptisisme profesional berarti pemeriksa membuat penilaian
kritis dengan pikiran yang selalu mempertanyakan kecukupan dan ketepatan bukti yang
diperoleh selama pemeriksaan. Sikap skeptisisme profesional yang rendah akan
menumpulkan kepekaan dan kesadaran auditor saat melakukan pengumpulan bukti audit.
Auditor yang sikap skeptisisme nya yang rendah akan melewatkan tanda-tanda adanya
kesalahan atau kecurangan.
Ada banyak faktor yang dapat mempengaruhi sikap skeptisis seorang auditor salah
satu nya yaitu Etika. Menurut (Wardani, 2018) faktor etika secara umum merupakan suatu
prinsip moral dan perbuatan yang menjadi landasan bertindaknya seseorang sehingga apa
yang dilakukannya dipandang oleh masyarakat. Auditor dengan etika yang baik dalam
memperoleh informasi mengenai laporan keuangan klien pasti sesuai dengan standar-
standar yang telah ditetapkan. (NOVIANTY, 2022) menyebutkan jika semakin tinggi
tingkat kesadaran etis atau tidak etisnya tindakan yang dipakai dalam pengambilan
keputusan maka akan semakin tinggi skeptisisme profesional auditor”.
Faktor pengalaman audit juga berpengaruh terhadap sikap skeptisis seorang auditor.
Auditor yang berpengalaman memiliki tingkat skeptis lebih tinggi daripada auditor yang
tidak atau kurang berpengalaman. Auditor sendiri harus dapat menemukan kecurangan
dalam laporan klien, dan auditor berpengalaman lebih baik dalam memperbaiki masalah
daripada auditor yang tidak berpengalaman. Menurut (Sari, Wirakusuma, & Ratnadi, 2018)
auditor yang berpengalaman memiliki tingkat selektivitas yang lebih tinggi terhadap
informasi yang relevan, sehingga mempengaruhi seorang auditor untuk memiliki sikap
skeptisisme profesional auditor”. Di dalam SA Seksi 210 (IAI, 2001) juga menegaskan
Vol. 4, No. 1, Juli 2022
p-ISSN 2775-3832 ; e-ISSN 2775-7285
49 matriks.greenvest.co.id
bahwa “meskipun memiliki pengalaman dalam bidang-bidang lain, seperti bidang bisnis
dan keuangan, ia tidak dapat memenuhi persyaratan yang dimaksudkan dalam standar
auditing ini, jika ia tidak memiliki pendidikan serta pengalaman memadai dalam bidang
auditing.
(Attamimi & Riduwan, 2015) mendapati faktor lain yang memengaruhi sikap skeptis
seorang auditor, yaitu kompetensi. “Auditor yang berkompetensi akan memiliki keahlian-
keahlian yang diperoleh dari beberapa seminar atau pelatihan-pelatihan dalam hal
pengauditan, sehingga mempengaruhi auditor untuk memiliki sikap skeptisisme
profesional auditor (WAHYUNI, 2021). Pada SA Bagian 201 (2001) diatur salah satu
standar auditing, yaitu standar umum yang berkaitan dengan kualifikasi auditor serta
kualitas auditor. Kualifikasi dan kualitas tersebut dapat terlihat dalam kemampuan auditor
(Silalahi, 2013). Kemampuan yang unggul memungkinkan auditor untuk melakukan proses
audit secara lebih efektif dan efisien serta meningkatkan kepekaannya dalam menganalisis
laporan keuangan yang telah diaudit.
Independensi juga mempengaruhi sikap skeptis seorang auditor. Menurut (Handayani
& Merkusiwati, 2015) independensi adalah sikap tidak memihak yang ditunjukkan auditor
ketika melaksanakan tugasnya mencerminkan auditor bebas dari pengaruh apapun dan
bersikap jujur kepada kreditur, pihak perusahaan, dan pihak lain yang menaruh
kepercayaan terhadap laporan keuangan yang sudah diaudit. Dalam (Nadirsyah, 2017) juga
mengharuskan auditor untuk menjadi independen. Dengan kata lain, auditor melakukan
tugasnya untuk kepentingan publik dan karena itu kurang rentan dan berbeda dari auditor
yang bertindak sebagai auditor internal. Artinya, auditor tidak berhak membela
kepentingan pihak ketiga dan dapat mempertahankan kebebasan berpendapatnya.
Berdasarkan deskripsi yang telah dijabarkan, penulis terdorong untuk melakukan
penelitian tentang Skeptisisme Profesional Auditor pada auditor di Kantor Akuntan Publik
Kota Palembang, maka judul dari penelitian ini adalah “Pengaruh Etika, Pengalaman,
Kompetensi, dan Independensi terhadap Skeptisisme Profesional Auditor (Studi Kasus
pada Kantor Akuntan Publik di Kota Palembang)”. Penelitian ini bertujuan untuk melihat
pengaruh Etika, Pengalaman, Kompetensi, dan Independensi terhadap Skeptisisme
Profesional Auditor.
Metode Penelitian
Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan data primer yang
diperoleh dengan menyebarkan secara langsung kuesioner yang telah diuji (Pradana, 2018).
Populasi dalam penelitian ini adalah auditor pada Kantor Akuntan Publik yang berada di
wilayah Kota Palembang. Pengambilan Sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik
purposive sampling dengan kriteria auditor yang pernah terlibat langsung dalam proses
pengauditan dan memiliki pengalaman minimal satu tahun. Model analisis yang digunakan
adalah Analisis Linier Berganda yang menggunakan bantuan program SPSS 25.
Untuk melakukan penelitian, penulis menggunakan auditor KAP yang wilayah
kerjanya berada di Kota Palembang. Untuk mengambil sampel, digunakan teknik
purposive sampling. Kriterianya yaitu auditor yang telah terlibat secara langsung dalam
proses auditing serta memiliki pengalaman minimal satu tahun. Data yang diperoleh diuji
dengan berbagai pengujian. Untuk memberikan gambaran data yang diperoleh dilakukan
pengujian statistik deskriptif dan deskriptif data. Untuk memastikan persamaan yang
didapat itu tepat, konsisten dan tidak bias digunakan uji asumsi klasik. Untuk mengetahui
arah dan seberapa besar pengaruh variabel-variabel X terhadap variabel Y digunakan
Analisis Regresi Linier Berganda. kemudian untuk pengujian hipotesis digunakan uji
Koefisien Determinansi (R
2
), uji t (parsial), serta uji F (simultan).
Pengaruh Etika, Pengalaman, Kompetensi dan
Independensi terhadap Skeptisisme Profesional Auditor
Matriks: Jurnal
Sosial dan Sains
Rizky Anugra Putri, Kartika Rachma Sari, Yevi Dwitayanti 50
Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan
kriteria auditor yang pernah terlibat langsung dalam proses pengauditan dan memiliki
pengalaman minimal satu tahun kerja (Prasetyo, 2012).
Hasil dan Pembahasan
Statistik Deskriptif Variabel
Tabel 2. Hasil Statistik Deskriptif
Descriptive Statistics
Min
Max
Mean
Std.
Deviation
Etika
3.83
4.83
4.4233
0.22860
Pengalaman
4.00
5.00
4.4479
0.24381
Kompetensi
4.00
5.00
4.5467
0.23468
Independensi
4.00
4.83
4.4860
0.22499
Skeptisisme Profesional Auditor
3.95
4.90
4.4561
0.24478
Valid N (listwise)
Sumber: Output SPSS diolah, 2022
Berdasarkan tabel 2 diatas, dapat dilihat variabel etika memiliki nilai minimum
3,83 dan maksimum 4,83 dengan nilai rata-rata (mean) sebesar 4,4233 lebih besar dari
standar deviasi (0,22860). Variabel pengalaman memiliki nilai minimum 4,00 dan
maksimum 5,00 dengan nilai rata-rata (mean) sebesar 4,4479 lebih besar dari standar
deviasi (0,24381). Variabel kompetensi memiliki nilai minimum 4,00 dan maksimum 5,00
dengan nilai rata-rata (mean) sebesar 4,5467 lebih besar dari standar deviasi (0,23468).
Variabel independensi memiliki nilai minimum 4,00 dan maksimum 4,83 dengan nilai rata-
rata (mean) sebesar 4,4860 lebih besar dari standar deviasi (0,22499). Kemudian variabel
skeptisisme professional auditor memiliki nilai minimum 3,95 dan maksimum 4,90 dengan
nilai rata-rata (mean) sebesar 4,4561 lebih besar dari standar deviasi (0,24478).
Deskriptif Data
Tabel 3. Frekuensi Jawaban Responden
No
Variabel
Dimensi
Nomor
Pertanyaan
Mean
Kategori
1
Skeptisisme
Profesional
Auditor
Questioning Mind
1 2
4,47
Sangat Baik
Suspension of judgment
3 6
4,43
Sangat Baik
Search for knowledge
7 10
4,50
Sangat Baik
Interpersonal understanding
11 13
4,46
Sangat Baik
Self-esteem
14 16
4,39
Sangat Baik
Autonomy
17 20
4,52
Sangat Baik
2
Etika
Tanggung jawab profesi auditor
21 24
4,40
Sangat Baik
Integritas
25 28
4,40
Sangat Baik
Objektivitas
29 32
4,40
Sangat Baik
3
Pengalaman
Lamanya Bekerja sebagai auditor
33 36
4,40
Sangat Baik
Banyaknya Tugas Audit
37 38
4,50
Sangat Baik
4
Kompetensi
Mutu Personal
39 40
4,54
Sangat Baik
Pengetahuan Umum
41 42
4,55
Sangat Baik
Keahlian Khusus
43 44
4,54
Sangat Baik
5
Independensi
Independensi Program Audit
45 46
4,50
Sangat Baik
Independensi Investigatif
47 48
4,50
Sangat Baik
Independensi Pelaporan
49 50
4,40
Sangat Baik
Sumber: Data yang diolah, 2022
Berdasarkan tabel 3, dapat disimpulkan bahwa semua variabel independen maupun
dependen memiliki dimensi ukur yang dikategorikan sangat baik.
Vol. 4, No. 1, Juli 2022
p-ISSN 2775-3832 ; e-ISSN 2775-7285
51 matriks.greenvest.co.id
Hasil Uji Validitas
Hasil Uji Validitas Skeptisisme Profesional Auditor
Tabel 4. Hasil Uji Validitas Skeptisisme Profesional Auditor
Kode Instrumen
Nilai r tabel
Nilai r hitung
Keterangan
SK1
0,3061
0,629
Valid
SK2
0,3061
0,615
Valid
SK3
0,3061
0,566
Valid
SK4
0,3061
0,777
Valid
SK5
0,3061
0,748
Valid
SK6
0,3061
0,643
Valid
SK7
0,3061
0,584
Valid
SK8
0,3061
0,810
Valid
SK9
0,3061
0,734
Valid
SK10
0,3061
0,682
Valid
SK11
0,3061
0,576
Valid
SK12
0,3061
0,670
Valid
SK13
0,3061
0,687
Valid
SK14
0,3061
0,653
Valid
SK15
0,3061
0,625
Valid
SK16
0,3061
0,552
Valid
SK17
0,3061
0,733
Valid
SK18
0,3061
0,575
Valid
SK19
0,3061
0,564
Valid
SK20
0,3061
0,619
Valid
Sumber: Output SPSS diolah, 2022
Berdasarkan tabel 4, Jika dilihat secara keseluruhan nilai r-hitung variabel skeptisisme
professional auditor lebih besar daripada nilai r-tabel (0,3061), sehingga dapat dinyatakan
bahwa seluruh pertanyaan diatas adalah valid.
Hasil Uji Validitas Etika
Tabel 5. Hasil Uji Validitas Etika
Kode Instrumen
Nilai r tabel
Nilai r hitung
Keterangan
ET1
0,3061
0,543
Valid
ET2
0,3061
0,532
Valid
ET3
0,3061
0,686
Valid
ET4
0,3061
0,569
Valid
ET5
0,3061
0,525
Valid
ET6
0,3061
0,520
Valid
ET7
0,3061
0,518
Valid
ET8
0,3061
0,492
Valid
ET9
0,3061
0,565
Valid
ET10
0,3061
0,704
Valid
ET11
0,3061
0,513
Valid
ET12
0,3061
0,488
Valid
Sumber: Output SPSS diolah, 2022
Pengaruh Etika, Pengalaman, Kompetensi dan
Independensi terhadap Skeptisisme Profesional Auditor
Matriks: Jurnal
Sosial dan Sains
Rizky Anugra Putri, Kartika Rachma Sari, Yevi Dwitayanti 52
Berdasarkan tabel 5, Jika dilihat secara keseluruhan nilai r-hitung variabel etika lebih
besar daripada nilai r-tabel (0,3061), sehingga dapat dinyatakan bahwa seluruh pertanyaan
diatas adalah valid.
Hasil Uji Validitas Pengalaman
Tabel 6. Hasil Uji Validitas Pengalaman
Kode Instrumen
Nilai r tabel
Nilai r hitung
Keterangan
PN1
0,3061
0,652
Valid
PN2
0,3061
0,600
Valid
PN3
0,3061
0,616
Valid
PN4
0,3061
0,616
Valid
PN5
0,3061
0,591
Valid
PN6
0,3061
0,797
Valid
Sumber: Output SPSS diolah, 2022
Berdasarkan tabel 6, Jika dilihat secara keseluruhan nilai r-hitung variabel pengalaman
lebih besar daripada nilai r-tabel (0,3061), sehingga dapat dinyatakan bahwa seluruh
pertanyaan diatas adalah valid.
Hasil Uji Validitas Kompetensi
Tabel 7. Hasil Uji Validitas Kompetensi
Kode Instrumen
Nilai r tabel
Nilai r hitung
Keterangan
KM1
0,3061
0,766
Valid
KM2
0,3061
0,711
Valid
KM3
0,3061
0,732
Valid
KM4
0,3061
0,614
Valid
KM5
0,3061
0,664
Valid
KM6
0,3061
0,599
Valid
Sumber: Output SPSS diolah, 2022
Berdasarkan tabel 7, Jika dilihat secara keseluruhan nilai r-hitung variabel kompetensi
lebih besar daripada nilai r-tabel (0,3061), sehingga dapat dinyatakan bahwa seluruh
pertanyaan diatas adalah valid.
Hasil Uji Validitas Independensi
Tabel 8. Hasil Uji Validitas Independensi
Kode Instrumen
Nilai r tabel
Nilai r hitung
Keterangan
IN1
0,3061
0,877
Valid
IN2
0,3061
0,748
Valid
IN3
0,3061
0,605
Valid
IN4
0,3061
0,763
Valid
IN5
0,3061
0,530
Valid
IN6
0,3061
0,855
Valid
Sumber: Output SPSS diolah, 2022
Vol. 4, No. 1, Juli 2022
p-ISSN 2775-3832 ; e-ISSN 2775-7285
53 matriks.greenvest.co.id
Berdasarkan tabel 8, Jika dilihat secara keseluruhan nilai r-hitung variabel
independensi lebih besar daripada nilai r-tabel (0,3061), sehingga dapat dinyatakan bahwa
seluruh pertanyaan diatas adalah valid.
Hasil Uji Reliabilitas
Menurut Ghozali (2018: 45) reliabilitas sebenarnya adalah alat untuk mengukur suatu
kuesioner yang merupakan indikator dari variabel atau konstruk. Berikut ini hasil dari uji
reliabilitas instrumen yang digunakan dalam penelitian ini.
Tabel 9. Hasil Uji Reliabilitas
No.
Variabel
Jumlah Item
Cronbach’s
Alpha
Keterangan
1.
Skeptisisme Profesional Auditor
20
0,925
Reliabel
2.
Etika
12
0,790
Reliabel
3.
Pengalaman
6
0,708
Reliabel
4.
Kompetensi
6
0,761
Reliabel
5.
Independensi
6
0,826
Reliabel
Sumber: Output SPSS diolah, 2022
Berdasarkan tabel hasil uji reliabilitas diatas masing-masing instrumen dalam
penelitian ini memiliki Cronbach’s Alpha lebih besar dari 0,70 sehingga kriteria untuk uji
reliebelitas terpenuhi dan dapat disimpulkan bahwa semua instrumen dalam penelitian ini
dinyatakan reliabel.
Hasil Uji Asumsi Klasik
Hasil Uji Normalitas
Menurut Ghozali (2018: 161), “Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam
model regresi, variabel pengganggu atau residual memiliki distribusi normal.”.Analisis
dilakukan dengan mengamati sebaran plot pada grafik P-P Plot dengan ketentuan jika data
menyebar disekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis diagonal maka model regresi
memnuhi asumsi normalitas. Berikut hasil dari uji normalitas dalam model penelitian ini.
Gambar 1. Hasil Grafik P-P Plot
Sumber: Output SPSS diolah, 2022
Pengaruh Etika, Pengalaman, Kompetensi dan
Independensi terhadap Skeptisisme Profesional Auditor
Matriks: Jurnal
Sosial dan Sains
Rizky Anugra Putri, Kartika Rachma Sari, Yevi Dwitayanti 54
Berdasarkan gambar 1 dapat dilihat titik-titik menyebar di sekitar garis dan mengikuti
garis diagonal. Maka dapat disimpulkan bahwa model regresi pada penelitian ini layak
dipakai. Untuk mendukung hasil penelitian ini, peneliti juga menggunakan uji
Kolmogorov-smirnov seperti yang dapat dilihat pada tabel 10 berikut.
Tabel 10. Hasil Uji Kolmogoriv-Smirnov
One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test
Unstandardized Residual
N
57
Normal Parameters
a,b
Mean
.0000000
Std. Deviation
2.16148409
Most Extreme Differences
Absolute
.088
Positive
.045
Negative
-.088
Test Statistic
.088
Asymp. Sig. (2-tailed)
.200
c,d
Sumber: Output SPSS diolah, 2022
Hasil pengujian One Sample Kolmogorov-Smirnov Test pada tabel diatas
menunjukkan bahwa nilai probabilitas (p value) residual dalam penelitian ini memiliki nilai
lebih besar dari 0,05 yaitu sebesar 0,200. Maka dapat disimpulkan bahwa data residual
terdistribusi secara normal.
Hasil Uji Multikolinieritas
Menurut Ghozali (2018: 107), “Uji Multikolonieritas bertujuan untuk menguji apakah
model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas (independen)”. Penelitian ini
menggunakan uji multikolonieritas dengan melihat nilai Tolerance dan Variance Inflation
Factor (VIF) pada model regresi. Batas untuk nilai Tolerance adalah ≤0,10 atau sama
dengan nilai VIF ≥ 10. Jika nilai Tolerance 0,10 dan VIF 10 maka menunjukkan adanya
multikolonieritas(Ningsih & Dukalang, 2019). Berikut hasil dari uji multikolinieritas dalam
model penelitian ini.
Tabel 11. Hasil Uji Multikolinieritas
Coefficients
a
Model
Unstandardized
Coefficients
Standardized
Coefficients
t
Sig.
Collinearity
Statistics
B
Std. Error
Beta
Tolerance
VIF
1
(Constant)
-5.126
6.800
-.754
.454
Etika
.348
.147
.194
2.363
.022
.556
1.798
Pengalaman
.952
.451
.285
2.112
.040
.205
4.872
Kompetensi
.820
.385
.236
2.126
.038
.304
3.292
Independensi
1.040
.470
.287
2.214
.031
.222
4.498
a. Dependent Variable: Skeptisisme Profesional Auditor
Sumber: Output SPSS diolah, 2022
Dari tabel diatas dapat dilihat nilai tolerance masing-masing variabel lebih besar dari
0,1 dan nilai VIF lebih kecil dari 10 sehingga dapat dinyatakan bahwa tidak terjadi gejala
multikolinieritas dalam model penelitian ini.
Hasil Uji Heteroskedastisitas
Menurut Ghozali (2018: 137), “Uji heteroskedastisitas bertujuan menguji apakah
dalam model regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residual satu pengamatan ke
pengamatan yang lain”. Jika ada pola tertentu, seperti titik-titik yang ada membentuk pola
Vol. 4, No. 1, Juli 2022
p-ISSN 2775-3832 ; e-ISSN 2775-7285
55 matriks.greenvest.co.id
tertentu yang teratur (bergelombang, melebar kemudian menyempit), maka
mengindikasikan telah terjadi heterokedastisitas. Berikut ini hasil dari uji
heteroskedastisitas dalam model penelitian ini.
Gambar 2. Hasil Uji Heteroskedastisitas
Sumber: Output SPSS diolah, 2022
Berdasarkan gambar 2, dapat diketahui bahwa titik-titik tidak membentuk pola yang
jelas. Titik-titik menyebar di atas dan di bawah angka 0 pada sumbu Y. Hal ini berarti tidak
terjadi masalah heterokedastisitas dalam model regresi, sehingga model regresi layak
dipakai untuk memprediksi Skeptisisme Profesional Auditor berdasarkan variabel
independen Etika, Pengalaman, Kompetensi, dan Independensi.
Hasil Analisis Regresi Linier Berganda
Analisis ini digunakan untuk mencari tahu hubungan antara variabel independen yaitu
etika, pengalaman, kompetensi, dan independensi dengan variabel dependen yaitu
skeptisisme profesional auditor pada KAP di wilayah Kota Palembang tahun
2022(Raihanah, Dewata, & Armaini, 2022). Berikut hasil dari analis regresi berganda
dalam model penelitian ini.
Tabel 12. Hasil Analisis Regresi Berganda
Coefficients
a
Model
Unstandardized Coefficients
Standardized
Coefficients
t
Sig.
B
Std. Error
Beta
1
(Constant)
-5.126
6.800
-.754
.454
Etika
.348
.147
.194
2.363
.022
Pengalaman
.952
.451
.285
2.112
.040
Kompetensi
.820
.385
.236
2.126
.038
Independensi
1.040
.470
.287
2.214
.031
a. Dependent Variable: Skeptisisme Profesional Auditor
Sumber: Output SPSS diolah, 2022
Berdasarkan tabel 12 diatas, maka didapatkan persamaan regresi berganda nya adala
sebagai berikut.
𝒀 = −𝟓, 𝟏𝟐𝟕 + 𝟎, 𝟑𝟒𝟖 𝑿
𝟏
+ 𝟎, 𝟗𝟓𝟐 𝑿
𝟐
+ 𝟎, 𝟖𝟐𝟎 𝑿
𝟑
+ 𝟏, 𝟎𝟒𝟎 𝑿
𝟒
+ e
Pengaruh Etika, Pengalaman, Kompetensi dan
Independensi terhadap Skeptisisme Profesional Auditor
Matriks: Jurnal
Sosial dan Sains
Rizky Anugra Putri, Kartika Rachma Sari, Yevi Dwitayanti 56
Berikut ini penjelasan dari persamaan diatas:
1. Nilai konstanta (α) sebesar -5,127. Nilai yang negatif menunjukkan bahwa apabila
tidak ada variabel etika, pengalaman, kompetensi, dan independensi (bernilai 0),
maka variabel skeptisisme profesional auditor akan mengalami penurunan.
2. Koefisien regresi variabel etika (b1) sebesar 0,348. Nilai yang positif (+) berarti
etika dan skeptisisme profesional auditor mempunyai sifat hubungan yang searah.
Jadi, apabila nilai variabel etika meningkat sebesar 1 maka nilai skeptisisme
profesional auditor akan meningkat sebesar 0,348 dengan asumsi variabel
independen nilainya tetap. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang
dilakukan oleh Putra (2012), Silalahi (2013), Winantyadi (2014) dan Risliana
(2016) yang menemukan bahwa etika berpengaruh positif dan signifikan terhadap
skeptisisme professional auditor.
3. Koefisien regresi variabel pengalaman (b2) sebesar 0,952. Nilai yang positif berarti
pengalaman dan skeptisisme profesional auditor mempunyai sifat hubungan yang
searah. Jadi, apabila nilai variable pengalaman meningkat sebesar 1 maka nilai
skeptisisme profesional auditor akan meningkat sebesar 0,952 dengan asumsi
variabel independen nilainya tetap. Hasil penelitian ini sejalan dengan hasil
penelitian yang dilakukan oleh Putra (2012), Silalahi (2013), Setiawati (2016) dan
Nurkholis (2020) yang menemukan bahwa pengalaman berpengaruh positif dan
signifikan terhadap skeptisisme professional auditor.
4. Koefisien regresi variabel kompetensi (b3) sebesar 0,820. Nilai yang positif berarti
kompetensi dan skeptisisme profesional auditor mempunyai sifat hubungan yang
searah. Jadi, apabila nilai variabel kompetensi meningkat sebesar 1 maka nilai
skeptisisme profesional auditor akan meningkat sebesar 1,051 dengan asumsi
variabel independen nilainya tetap. Hasil penelitian ini sejalan dengan hasil
penelitian yang dilakukan oleh Handayani (2015), Putra (2012), Risliana (2016)
dan Wahyuni (2021) yang menemukan bahwa kompetensi berpengaruh positif dan
signifikan terhadap skeptisisme professional auditor.
5. Koefisien regresi variabel independensi (b4) sebesar 1,040. Nilai yang positif
berarti independensi dan skeptisisme profesional auditor mempunyai sifat
hubungan yang searah. Jadi, apabila nilai variabel independensi meningkat sebesar
1 maka nilai skeptisisme profesional auditor akan meningkat sebesar 1,040 dengan
asumsi variabel independen nilainya tetap. Hasil penelitian ini sejalan dengan hasil
penelitian yang dilakukan oleh Putra (2012), Handayani (2015), Risliana (2016)
dan Wowor (2021) yang menemukan bahwa independensi berpengaruh positif dan
signifikan terhadap skeptisisme professional auditor.
Hasil Uji Hipotesis
Hasil Koefisien Determinansi (R
2
)
Menurut Ghozali (2018: 97) koefisien determinasi (adjusted R²) mengukur seberapa
jauh kemampuan model dalam menerangkan variasi variabel dependen dengan nilai antara
nol sampai satu (0<R²< 1). Nilai adjusted yang kecil berarti kemampuan variabel-
variabel independen dalam menjelaskan variasi variabel dependen sangat terbatas. Nilai
yang mendekati satu menunjukkan bahwa variabel-variabel independen memberikan
hampir semua informasi yang dibutuhkan untuk memprediksi variasi variabel dependen.
Tabel 13. Hasil Koefisien Korelasi
Model Summary
b
Model
R
R Square
Adjusted R Square
Std. Error of the Estimate
1
.897a
.805
.790
2.243
Sumber: Output SPSS diolah, 2022
Vol. 4, No. 1, Juli 2022
p-ISSN 2775-3832 ; e-ISSN 2775-7285
57 matriks.greenvest.co.id
Berdasarkan tabel hasil uji koefisien korelasi di atas, diketahui nilai adjusted R
2
yaitu
sebesar 0,865. Hal ini berarti 79% variasi variabel skeptisisme professional auditor
dipengaruhi oleh variasi etika pengalaman, kompetensi dan independensi, sedangkan
sisanya sebesar 21% dipengaruhi oleh variasi variabel-variabel lain yang tidak dijelaskan
di dalam model ini.
Hasil Uji t
Menurut Ghozali (2018: 98) uji statistik t dilakukan untuk dapat mengetahui pengaruh
masing-masing variabel independen pada variabel dependen.
Tabel 14. Hasil Uji Signifikansi Nilai t
Coefficients
a
Model
Unstandardized Coefficients
Standardized
Coefficients
t
Sig.
B
Std. Error
Beta
1
(Constant)
-5.126
6.800
-.754
.454
Etika
.348
.147
.194
2.363
.022
Pengalaman
.952
.451
.285
2.112
.040
Kompetensi
.820
.385
.236
2.126
.038
Independensi
1.040
.470
.287
2.214
.031
a. Dependent Variable: Skeptisisme Profesional Auditor
Sumber: Output SPSS diolah, 2022
Berikut ini penjelasan dari tabel diatas :
1. Variabel etika memiliki nilai t-hitung 2,363 lebih besar daripada t-tabel (2,006)
dan nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05 sehingga hipotesis pertama diterima
dimana etika berpengaruh positif signifikan terhadap skeptisisme profesional
auditor.
2. Variabel pengalaman memiliki nilai t-hitung 2,112 lebih besar dari t-tabel (2,006)
dan nilail signifikansi lebih kecil dari 0,05 sehingga hipotesis kedua diterima
dimana pengalaman berpengaruh positif signifikan terhadap skeptisisme
profesional auditor.
3. Variabel kompetensi memiliki nilai t-hitung 2,126 lebih besar dari t-tabel (2,006)
dan nilail signifikansi lebih kecil dari 0,05 sehingga hipotesis ketiga diterima
dimana kompetensi berpengaruh positif signifikan terhadap skeptisisme
profesional auditor.
4. Variabel independensi memiliki nilai t-hitung 2,214 lebih besar dari t-tabel
(2,006) dan nilail signifikansi lebih kecil dari 0,05 sehingga hipotesis keempat
diterima dimana independensi berpengaruh positif signifikan terhadap
skeptisisme profesional auditor.
Hasil Uji F
Menurut Ghozali (2018: 98) uji statistik F dilakukan dengan tujuan untuk
menunjukkan semua variabel bebas dimasukkan dalam model yang memiliki pengaruh
secara bersama terhadap variabel terikat.
Tabel 15. Hasil Uji Signifikansi Nilai t
Model
Sum of Squares
df
Mean Square
F
Sig.
Regression
1080.508
4
270.127
53.688
.000b
Residual
261.633
52
5.031
Total
1342.140
56
Sumber: Output SPSS diolah, 2022
Pengaruh Etika, Pengalaman, Kompetensi dan
Independensi terhadap Skeptisisme Profesional Auditor
Matriks: Jurnal
Sosial dan Sains
Rizky Anugra Putri, Kartika Rachma Sari, Yevi Dwitayanti 58
Berdasarkan hasil pengolahan data pada tabel X, dapat dilihat nilai F-hitung adalah
sebesar 53,688 dan tingkat signifikansi sebesar 0,000. Sehingga dapat dinyatakan bahwa
secara simultan variabel etika (X
1
), pengalaman (X
2
), kompetensi (X
3
), dan independensi
(X
4
) secara bersama-sama mempengaruhi variabel dependen skeptisisme profesional
auditor (Y). Tingkat signifikansi sebesar 0,000 < 0,005 sehingga dapat disimpulkan bahwa
secara keseluruhan variabel independen memiliki pengaruh yang signifikan terhadap
variabel dependen. Berdasarkan hasil tersebut maka hipotesis peneliti bahwa etika,
pengalaman, kompetensi dan independensi secara simultan berpengaruh terhadap
skeptisisme profesional auditor (Ha5) dapat diterima.
Kesimpulan
Berikut kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian ini: (1) Etika berpengaruh
positif dan signifikan terhadap skeptisisme profesional auditor, sikap skeptisis auditor akan
semakin meningkat dengan semakin tingginya etika yang dimiliki auditor. (2) Pengalaman
berpengaruh positif signifikan terhadap skeptisisme profesional auditor, sikap skeptis
auditor akan semakin meningkat seiring dengan semakin lamanya pengalaman yang
dimiliki auditor. (3) Kompetensi berpengaruh positif signifikan terhadap skeptisisme
profesional auditor, dengan meningkatnya kompetensi seorang auditor maka sikap
skeptisisnya juga akan meningkat. (4) Independensi berpengaruh positif signifikan
terhadap skeptisme profesional auditor, maka tingkat skeptis akan meningkat seiring
dengan meningkatnya independensi yang dimiliki. (5) Secara bersama-sama etika,
pengalaman, kompetensi, dan independensi berpengaruh positif signifikan terhadap
skeptisisme profesional auditor, maka sikap skeptis auditor akan semakin meningkat jika
diiringi dengan meningkatnya etika, pengalaman, kompetensi, dan independensi yang
dimilikinya.
Bibliography
Attamimi, Fikri Muhammad, & Riduwan, Akhmad. (2015). Faktor-Faktor Yang
Mempengaruhi Skeptisme Profesional Auditor. Jurnal Ilmu Dan Riset Akuntansi
(Jira), 4(7).
Handayani, Komang Ayu Tri, & Merkusiwati, Lely Aryani. (2015). Pengaruh Independensi
Auditor Dan Kompetensi Auditor Pada Skeptisisme Profesional Auditor Dan
Implikasinya Terhadap Kualitas Audit. E-Jurnal Akuntansi, 10(1), 229243.
Hanjani, Andreani, & Rahardja, Rahardja. (2014). Pengaruh Etika Auditor, Pengalaman
Auditor, Fee Audit, Dan Motivasi Auditor Terhadap Kualitas Audit (Studi Pada
Auditor Kap Di Semarang). Fakultas Ekonomika Dan Bisnis.
Nadirsyah, Nadirsyah. (2017). Pengaruh Independensi, Skeptisisme Profesional Auditor,
Penerapan Standar Audit, Dan Etika Audit Terhadap Kualitas Hasil Audit (Studi
Pada Auditor Bpk Ri Perwakilan Provinsi Aceh). Syiah Kuala University.
Ningsih, Setia, & Dukalang, Hendra H. (2019). Penerapan Metode Suksesif Interval Pada
Analsis Regresi Linier Berganda. Jambura Journal Of Mathematics, 1(1), 4353.
Novianty, Lita Patricia. (2022). Evaluasi Kinerja Perbankan Syariah Di Indonesia Dengan
Pendekatan Islamicity Performance Index. Uin Fatmawati Sukarno Bengkulu.
Pradana, Aditya. (2018). Pengaruh Kompetensi Dan Independensi Auditor Terhadap
Kualitas Audit (Survei Terhadap Auditor Yang Bekerja Pada Kantor Akuntan Publik
Di Kota Palembang). Jurnal Riset Akuntansi Jambi, 1(2), 286664.
Prasetyo, Iis. (2012). Teknik Analisis Data Dalam Research And Development. Jurusan
Pls Fip Universitas Negeri Yogyakarta.
Vol. 4, No. 1, Juli 2022
p-ISSN 2775-3832 ; e-ISSN 2775-7285
59 matriks.greenvest.co.id
Raihanah, Widhah, Dewata, Evada, & Armaini, Rosy. (2022). Pengaruh Fee Audit,
Integritas Auditor, Dan Time Budget Pressure Terhadap Kualitas Audit Pada Kantor
Akuntan Publik Di Kota Palembang. Eksistansi, 11(01).
Saidi, Julita, Dp, Emrinaldi Nur, & Wahyudi, Dwi Putra. (2014). Hubungan Etika Profesi,
Keahlian, Pengalaman, Dan Situasi Audit Dengan Ketepatan Pemberian Opini
Dalam Audit Laporan Keuangan Melalui Pertimbangan Materialitas Dan
Skeptisisme Profesional Auditor. Riau University.
Sari, Kadek Gita Arwinda, Wirakusuma, Made Gede, & Ratnadi, Ni Made Dwi. (2018).
Pengaruh Skeptisisme Profesional, Etika, Tipe Kepribadian, Kompensasi, Dan
Pengalaman Pada Pendeteksian Kecurangan. E-Jurnal Ekonomi Dan Bisnis
Universitas Udayana, 7(1), 2956.
Silalahi, Sem Paulus. (2013). Pengaruh Etika, Kompetensi, Pengalaman Audit Dan Situasi
Audit Terhadap Skeptisme Profesional Auditor. Jurnal Ekonomi, 21(03).
Sunadi, Danang. (2022). Pelanggaran Etika Profesi Akuntan Kasus Akuntan Raden Motor.
Jurnal Pusdansi, 2(3).
Wahyuni, S. R. I. (2021). Pengaruh Etika, Kompetensi, Dan Pengalaman Audit Terhadap
Skeptisisme Profesional Auditor (Studi Empiris Pada Kantor Akuntan Publik Kota
Surabaya). Stiesia Surabaya.
Wardani, Widya Kusuma. (2018). Pengaruh Keahlian Forensik, Skeptisme Profesional
Dan Tekanan Waktu Terhadap Pendeteksian Kecurangan (Studi Empiris Pada
Badan Pengawas Keuangan Dan Pembangunan Perwakilan Daerah Istimewa
Yogyakarta).
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-
ShareAlike 4.0 International License.