Rifqa Pratiwi Balqish, Ahmad Albar Tanjung, Irsad Lubis
14
Selanjutnya kontribusi variabel COVID-19 terhadap harga saham pada jangka
pendek periode pertama sebesar 19,83%, lalu naik pada periode kedua dan ketiga menjadi
25,31%. Pada periode ketempat dan kelima mulai turun kembali menjadi 24,89%. Pada
periode kedua puluh satu kontribusi COVID-19 mulai stabil menjadi sebesar 24,83%.
4. Variance Decomposition Response Investasi Riil terhadap Impulse BI rate, PUAB,
Harga Saham, dan COVID-19
Pada jangka pendek periode pertama kontribusi BI rate terhadap investasi riil
sebesar 2,87% selebihnya kontribusi berasal dari variabel COVID-19, PUAB, harga saham,
dan investasi riil itu sendiri. Kontribusi BI rate terus meningkat sampai pada periode kedua
belas mencapai 8,28%. Selanjutnya pada periode kedua puluh lima kontribusinya mulai
stabil menjadi 8,34%. Kemudian kontribusi suku bunga PUAB terhadap investasi riil pada
jangka pendek periode pertama sebesar 12,85% dan meningkat pada periode kedua menjadi
16,46% dan periode ketiga menjadi 19,34%. Pada periode keenam belas kontribusi PUAB
mulai stabil menjadi sebesar 19,47%. Kontribusi harga saham terhadap investasi riil pada
periode pertama sebesar 0,52% dan naik tajam pada periode kedua menjadi 4,27%. Pada
periode ketiga kontribusi harga saham mulai stabil menjadi sebesar 5,82%. Selanjutnya
kontribusi COVID-19 terhadap investasi riil pada periode pertama sebesar 2,37% dan
menurun pada periode kedua dan periode ketiga menjadi 1,92%. Pada periode keempat
kontribusinya mulai naik menjadi 2,46% dan mulai stabil pada periode kedua belas menjadi
sebesar 2,90%.
5. Variance Decomposition Response Output Gap terhadap Impulse BI rate, PUAB,
COVID-19, Harga Saham, dan Investasi Riil
Variabel output gap dalam merespon kontribusi variabel BI rate pada jangka
pendek periode pertama sebesar 2,42% selebihnya kontribusi berasal dari variabel COVID-
19, PUAB, harga saham, investasi riil, dan output gap itu sendiri. Kontribusi BI rate
menurun pada periode kedua menjadi 1,55%. Pada periode ketiga kontribusinya naik tajam
menjadi sebesar 11,29% sampai pada periode kesepuluh menjadi 17,78%. Pada periode
kembilan belas kontribusinya mulai stabil menjadi sebesae 18,62%. Kontribusi yang
diberikan oleh variabel PUAB terhadap variabel output gap pada jangka pendek periode
pertama sebesar 6,27% dan turun pada periode kedua menjadi 3,92%. Padda periode ketiga
kontribusinya mulai naik menjadi 5,72% sampai periode ke delapan belas menjadi 11,05%.
Pada period kesembilan belas kontribusi PUAB mulai stabil menjadi 11,10%. Kemudian
kontribusi yang diberikan oleh variabel harga saham terhadap variabel output gap pada
jangka pendek periode pertama sebesar 7,13% dan turun pada periode kedua menjadi
5,61%. Pada periode ketiga naik tajam menjadi 14,38% dan turun kembali pada periode
selanjutnya sampai pada periode kesepuluh menjadi 12,55%. Pada periode kesebelas
kontribusi harga saham mulai stabil menjadi sebesar 12,42%.
Pada jangka pendek periode pertama output gap merespon kontribusi investasi riil
sebesar 2,44% dan menurun sampai pada periode keempat menjadi 0,96%. Pada periode
kelima kontribusinya naik kembali menjadi 1,12% sampai pada periode kesembilan
menjadi 1,29%. Pada periode kesepuluh kontribusi investasi riil mulai stabil menjadi
1,23%. Selanjutnya kontribusi COVID-19 terhadap investasi riil pada periode pertama
sangat kecil hanya sebesar 0,08% dan naik dengan tajam pada periode kedua menjadi
32,09%, lalu turun pada periode berikutnya sampai pada periode kedua puluh enam
menjadi 18,20%. Pada periode kedua puluh tujuh kontribusi COVID-19 mulai stabil
menjadi 18,19%.
6. Variance Decomposition Response Inflasi terhadap Impulse BI rate, PUAB,
COVID-19, Harga Saham, Investasi Riil, dan Output Gap
Variabel inflasi dalam merespon kontribusi variabel BI rate pada jangka pendek
periode pertama sebesar 17,79% selebihnya kontribusi berasal dari variabel COVID-19,