Vol. 4, No. 1, Juli 2022
p-ISSN 2775-3832 ; e-ISSN 2775-7285
41 matriks.greenvest.co.id
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGKAT PENYERAPAN
ANGGARAN PADA ORGANISASI PERANGKAT DAERAH
KOTA PALEMBANG
Regita Dwi Cahyani
1
, M. Thoyib
2
, Rosy Armaini
3
Jurusan Akuntansi, Politeknik Negeri Sriwijaya
E-mail: regitadwicahyani93@gmail.com, thoyibm12@gmail.com,
rosyarmaini@yahoo.com
Diterima:
25 Juni 2022
Direvisi:
5 Juli 2022
Disetujui:
11 Juli 2022
Abstrak
Penelitian memiliki tujuan mengetahui faktor yang
mempengaruhi tingkat penyerapan anggaran di Kota
Palembang. Pengumpulan data dilakukan dengan membagikan
kuisioner sebanyak 160 responden yang berkaitan dengan
jabatan PA, KPA, PPTK, PPK dan Bendahara Pengeluaran pada
seluruh OPD Pemerintah Kota Palembang. Kusioner yang
dibagikan sebanyak 160, diperoleh kembali sebanyak 108
kuisioner yang dapat diolah. Data diolah kemudian dianalisis
dengan bantuan program SPSS 25 dan menggunakan metode
analisis regresi berganda, uji asumsi klasik dan uji hipotesis.
Hasil pengujian menunjukan bahwa secara silmutan
perencanaan anggaran, pelaksanaan anggaran dan pengadaan
barang dan jasa terhadap penyerapan angggaran. Secara parsial
perencanaan anggaran, pelaksanaan anggaran dan pengadaan
barang dan jasa berpengaruh terhadap tingkat penyerapan
anggaran.
Kata kunci: Penyerapan Anggaran, Perencanaan Anggaran,
Pelaksanaan Anggaran dan Pengadaan Barang dan
Jasa.
Abstract
The research has the aim of knowing the factors that influence
the level of budget absorption in the city of Palembang. Data
collection was carried out by distributing questionnaires to 160
respondents related to the positions of PA, KPA, PPTK, PPK
and Expenditure Treasurer in all OPDs of the Palembang City
Government. 160 questionnaires were distributed, and 108
questionnaires were recovered which could be processed. The
data was processed and then analyzed with the help of the SPSS
25 program and using multiple regression analysis methods,
classical assumption tests and hypothesis testing (t-test and F-
test). The test results show that simultaneously budget planning,
budget execution and procurement of goods and services to
budget absorption. Partially budget planning, budget execution
and procurement of goods and services affect the level of budget
absorption.
Keywords: Budget Absorption, Budget Planning, Budget
Execution and Procurement of Goods and Services
Pendahuluan
Faktor yang Mempengaruhi Tingkat Penyerapan Anggaran
pada Organisasi Perangkat Daerah Kota Palembang
Matriks: Jurnal
Sosial dan Sains
Regita Dwi Cahyani, M. Thoyib, Rosy Armaini 42
Setelah era reformasi banyak perubahan di dalam sistem ekonomi di negara
Indonesia salah satunya dalam bidang keuangan (Maghfuri, 2020). Zaman reformasi
sampai saat ini pengelolaan keuangan cukup membaik. Tetapi ada sebuah fenomena yang
terus terjadi setiap tahun dalam pengelolaan keuangan yaitu tingkat penyerapan anggaran
yang tidak stabil. Kota Palembang merupakan kota yang juga mengalami tingkat
penyerapan anggaran kurang baik pada masa pandemic covid 19 (Meidita, 2022). Informasi
yang diakses dari Sumsel.idn menjelaskan bahwa “serapan anggaran hingga bulan
November 2021 masih 59 persen dari anggaran yang ditetapkan”. Menurut Permenkeu No.
258/PMK.02/tahun 2021 mejelaskan bahwa nilai kinerja penyerapan anggaran paling
sedikit 90% untuk dapat dikategorikan baik”. Sedangkan persentase penyerapan anggaran
di kota Palembang sebesar 76,80 persen pada akhir tahun anggaran informasi yang
diperoleh dari Djpk.kemenkeu LRA belanja daerah kota Palembang tahun 2021. Hal ini
menunjukkan bahwa di akhir tahun kegiatan pelaksanaan anggaran di percepat agar dapat
meningkatkan persentase penyerapan anggaran dan kategori nilai kinerja penyerapan
anggaran dari informasi tersebut pada tahun 2021 adalah dikategorikan cukup.
Faktor utama yang dapat menyebabkan penyerapan anggaran kurang dari 100%
ialah penyusunan perencanaan anggaran yang kurang baik berdasarkan informasi yang di
dapat dari LHP BPK RI atas LKPD kota Palembang tahun 2020 menjelaskan bahwa OPD
kesulitan dalam menentukan prioritas kegiatan sesuai dengan kebutuhan (Puspandoyo,
Adinata, Alfikry, Prasanti, & Yuniar, 2022). Hal ini sangat berdampak juga terhadap
pelaksanaan anggaran, jika perencanaan anggaran tidak kurang baik menyebabkan
banyaknya terjadi revisi program kegiatan anggaran serta memperlambat pelaksanaan
kegiatan anggaran yang telah ditetapkan sehingga terjadinya penumpukkan kegiatan
anggaran di akhir tahun (Negara, Handajani, & Effendy, 2018). Pelaksanaan anggaran
perlu SDM yang mengerti terkait pelaksanaan kegiatan pengadaan barang dan
jasa(Ramdhani & Anisa, 2017). Menurut informasi yang di dapat dari LHP BPK RI atas
LKPD kota Palembang tahun 2020 bahwa dalam kegiatan pengadaan barang dan jasa
tidak dilakukan dengan menerapkan pedoman pengelolaan keuangan daerah dan peraturan
mengenai perikatan pekerjaan”.
Berdasarkan informasi yang telah dirangkum maka peneliti mengamati faktor yang
menjadi pengaruh tingkat penyerapan anggaran diantaranya adalah perencanaan anggaran,
pelasaknaan anggaran dan pengadaan barang dan jasa (Maskikit, 2021). Berdasarkan
fenomena, teori serta dibantu dengan literatur penelitian terdahulu maka peneliti
melakukan penelitian dengan judul Determinan Tingkat Penyerapan Anggaran di Masa
Pandemic Covid 19 pada Organisasi Perangkat Daerah Pemerintah Kota Palembang”.
Penelitian memiliki tujuan mengetahui faktor yang mempengaruhi tingkat penyerapan
anggaran di Kota Palembang.
Metode Penelitian
Penelitian dilakukan dengan metode kuantitatif dengan menyebar kuesioner ke
seluruh OPD Pemerintah Kota Palembang yang berjumlah 32 OPD menurut peraturan
Pemerintah Daerah Kota Palembang No. 12 tahun 2020. Teknik analisisi penelitian uji
statistik deskriptif, uji asumsi klasik, analisis regresi berganda, dan uji hipotesis
(FEBRIANTO, 2021).
Vol. 4, No. 1, Juli 2022
p-ISSN 2775-3832 ; e-ISSN 2775-7285
43 matriks.greenvest.co.id
Hasil dan Pembahasan
A. Statistik Deskriptif
Menurut Ghozali (2018: 19) statistik deskriptif memberikan gambaran atau
deskripsi suatu data yang dilihat dari nilai rata-rata (mean), standar deviasi, varian,
maksimum, minimum, sum, range, kurtosis dan skewess (kemencengan distribusi)
Gambar 1. Tabel Hasil Statistik
Berdasarkan tabel 1 dapat dilihat variabel penyerapan anggaran (Y1) nilai minimal
2,75 dan nilai maksimal 4,75. Nilai rata-rata (mean) jawaban responden adalah 3.8426
lebih besar dibandingkan dengan standar deviasi yaitu 0,47310. Variabel perencanaan
anggaran (X1) memiliki nilai minimum sebesar 3,43 dan nilai maksimum sebesar 4,75.
Nilai rata-rata (mean) jawaban responden adalah 4,1060 lebih besar dibandingkan dengan
standar deviasi yaitu 0,34988. Variabel pelaksanaan anggaran (X2) memiliki nilai
minimum sebesar 2,57 dan nilai maksimum sebesar 4,29. Nilai rata-rata (mean) jawaban
responden adalah 3,4298 lebih besar dibandingkan dengan standar deviasi yaitu
0,37477(Rustianingsih, 2021). Variabel pengadaan barang dan jasa (X3) memiliki nilai
minimum sebesar 3,14 dan nilai maksimum sebesar 4,86. Nilai rata-rata (mean) jawaban
responden adalah 4,0781 lebih besar dibandingkan dengan standar deviasi yaitu 0,37511.
1) Hasil Uji Analisis Regresi Linier Berganda
Tujuan menghubungkan antara dua variabel independen atau lebih (X1, X2,..Xn )
dengan variabel dependen Y”. Hasil uji sebagai berikut:
Gambar 2. Tabel Hasil Analisis Regresi Linier Berganda
Berdasarkan tabel diperoleh nilai konstanta untuk persamaan regresi linear berganda
Faktor yang Mempengaruhi Tingkat Penyerapan Anggaran
pada Organisasi Perangkat Daerah Kota Palembang
Matriks: Jurnal
Sosial dan Sains
Regita Dwi Cahyani, M. Thoyib, Rosy Armaini 42
yaitu 2.754 dan nilai konstanta variabel perencanaan anggaran sebesar 0,137,
Faktor yang Mempengaruhi Tingkat Penyerapan Anggaran
pada Organisasi Perangkat Daerah Kota Palembang
Matriks: Jurnal
Sosial dan Sains
Regita Dwi Cahyani, M. Thoyib, Rosy Armaini 44
pelaksanaan anggaran nilai konstanta sebesar 0,169, sedangkan pengadaan barang dan jasa
nilai konstanta sebesar 0,162 dapat disimpulkan sebagai berikut:
1. Nilai konstanta (α) bernilai positif, yaitu 2,754 menunjukkan bahwa apabila tidak
ada variabel independen (perencanaan anggaran, pelaksanaan anggaran, dan
pengadaan barang dan jasa = 0), maka variabel dependent yaitu penyerapan
anggaran nilainya sebesar 2,754.
2. Variabel perencananan anggaran (X
1
) bernilai positif yaitu 0,137. Nilai koefisien
menunjukkan bahwa untuk setiap 1 kenaikan rencana anggaran, nilai penyerapan
anggaran meningkat yaitu 0,137, dengan asumsi nilai variabel independen adalah
tetap.
3. Variabel pelaksanaan anggaran (X
2
) bernilai positif yaitu 0,169. Nilai koefisien
menunjukan bahwa untuk setiap 1 kenaikan pelaksanaan anggaran sebesar 1 maka
nilai penyerapan anggaran akan meningkat menjadi 0,169 dengan asumsi nilai
variabel independen adalah tetap.
4. Koefisien regresi variabel pengadaan barang dan jasa (X
3
) bernilai positif yaitu
0,162. Nilai koefisien menunjukan bahwa setiap peningkatan pengadaan barang
dan jasa sebesar 1 nilai penyerapan anggaran meningkat menjadi 0,162 dengan
asumsi nilai variabel independen adalah tetap.
B. Pembahasan
1) H1: “Perencanaan Anggaran terhadap Penyerapan Anggaran
Perencanan anggaran berpengaruh secara parsial dan signifikan terhadap variabel
penyerapan anggaran. Hal ini dapat di lihat dari hasil uji t-hitung (1,999) > t-tabel (1,659)
dan nilai signifikansi (0,048) < α (0,05), sehingga dapat dikatakan bahwa secara parsial
variabel perencanaan anggaran berpengaruh positif dan signifikan terhadap penyerapan
anggaran maka Ha1 diterima dan Ho1 ditolak(Padli, 2021). Menurut teori yang dikemukan
oleh para ahli serta dari jawaban responden dapat di ambil kesimpulan untuk dimensi
proses penyusunan dokumen itu perlu adanya evaluasi terlebih dahulu, penyusunan rencana
kerja harus sesuai dengan prinsip dan sesuai dengan kebutuhan setiap organisasi perangkat
daerah serta untuk dimensi pembahasan dokumen responden setuju terkait pernyataan
perencanaan anggaran yang matang akan mendapat persetujuan DPRD sehingga dapat
mempercepat pelaksanaan kegiatan. Sebaliknya untuk perencanaan yang tidak matang
memang memiliki dampak besar selain menunda realisasi anggaran responden banyak
menyetujui pernyataan ini (Maharani, 2020). Hal ini menunjukan bahwa di beberapa OPD
di Kota Palembang masih mengalami kendala baik dalam proses penyusunan anggaran
sampai dengan pembahasan dan persetujuan terkait program kegiatan anggaran
2) H2: “Pelaksanaan Anggaran terhadap Penyerapan Anggaran
Pelaksanaan anggaran berpengaruh secara parsial dan signifikan terhadap variabel
penyerapan anggaran. Hal ini dapat di lihat dari hasil uji t diperoleh nilai t-hitung (2,222)
> t-tabel (1,659) dan nilai signifikansi (0,028) < α (0,05), sehingga dapat dikatakan bahwa
secara parsial variabel pelaksanaan anggaran berpengaruh positif dan signifikan terhadap
penyerapan anggaran maka Ha2 diterima dan Ho2 ditolak. Hasil dari pernyataan para
responden mengenai pelaksanaan anggaran menunjukkan bahwa dimensi internal OPD
sangat berkaitan dengan penyerapan anggaran hal ini ditujukan bahwa adaya permasalahan
dalam kelengkapan dokumen, permasalahan dalam kegiatan yang telah dilaksanakan tetapi
belum diganti melalui ganti uang persediaan dan terlambatnya dalam proses penunjukan
pejabat perbendaharaan (ASMARA, 2017). Sedangkan untuk jawaban responden
mengenai dimensi mekanisme pembayaran menyatakan setuju terhadap pernyataan
menyenai kesulitan dalam menentukan harga perkiraan sendiri.
3) H3: “Pengadaan Barang dan Jasa terhadap Penyerapan Anggaran
Faktor yang Mempengaruhi Tingkat Penyerapan Anggaran
pada Organisasi Perangkat Daerah Kota Palembang
Matriks: Jurnal
Sosial dan Sains
Regita Dwi Cahyani, M. Thoyib, Rosy Armaini 46
Pengadaan barang dan jasa berpengaruh secara parsial dan signifikan terhadap
variabel penyerapan anggaran. Hal tersebut menunjukkan bahwa nilai t-hitung (2,197) > t-
tabel (1,659) dan nilai signifikansi (0,030) < α (0,05), sehingga dapat dikatakan bahwa
secara parsial variabel pengadaan barang dan jasa berpengaruh positif dan signifikan
terhadap penyerapan anggaran maka Ha3 diterima dan Ho3 ditolak. Berdasarkan hasil dari
jawaban responden dapat di ambil kesimpulan bahwa dimensi memahami peraturan,
pembentukan struktur organisasi dan penentuan HPS berkaitan dalam pengadaan barang
dan jasa(Herdianto, 2011). Hasil jawaban responden mengenai dimensi pembentukan
struktur organisasi mengacu dengan permasalahan terbatasnya sumber daya manusia yang
bersertifikat dalam kegiatan pengadaan barang dan jasa (Supriyono, 2018). Responden
memberikan jawaban setuju terhadap pernyataan terbatasnya SDM yang berkompeten
dalam pelaksanaan kegiatan pengadaan barang dan jasa (Adi, 2017). Hasil pengolahan data
sesuai dengan teori mengenai hambatan yang di hadapi oleh setiap OPD
4) H4: “Perencanaan Anggaran, Pelaksanaan Anggaran, dan Pengadaan Barang
dan Jasa terhadap Penyerapan Anggaran”
Berdasarkan hasil pengujian hipotesis yang diperoleh dari uji f menunjukkan bahwa
hasil uji signifikansi simultan memperloeh nilai F-
hitnug
(10,085) > F
tabel
(2,69) dan nilai
signifikan (0,000) < 0,05. Hal ini berarti secara simultan bahwa variabel perencanaan
anggaran, pelaksanaan anggaran, dan pengadaan barang dan jasa berpengaruh signifikan
terhadap penyerapan anggaran maka Ha6 diterima dan Ho6 ditolak. Variabel independen
perencanaan anggaran, pelaksanaan anggaran, dan pengadaan barang dan jasa memiliki
terkaitan hubungan yang sangat erat terhadap variabel dependen hal ini ditunjukkan
berdasarkan hasil pengujian koefisien determinasi diperoleh nilai R squer sebesar 20,3%.
Maka dapat disimpulkan bahwa jika menghasilkan kualitas baik dalam perencanaan
anggaran, pelaksanaan anggaran, dan pengadaan barang dan jasa secara simultan, tingkat
penyerapan anggaran pada organisasi pemerintah daerah Kota Palembang dapat
menghasilkan persentase yang baik(Purwati, Arisyahidin, & Talkah, 2021).
Kesimpulan
Hasil analisis dan pembahasan terkait Determinan tingkat penyerapan anggaran di
masa pandemic covid 19 pada OPD Pemerintah Kota Palembang kesimpulannya adalah
Variabel independen seluruhnya berpengaruh positif dan signifikan terhadap Penyerapan
anggaran di OPD Pemerintah Kota Palembang. Seluruh variabel independen secara
simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap Penyerapan anggaran di OPD
Pemerintah Kota Palembang.
Bibliography
Adi, Cosmas Sakti Wijaya. (2017). Analisis Penerapan E-Procurement Menggunakan
Sistem Pengadaan Secara Elektronik: Studi Kasus pada Layanan Pengadaan Secara
Elektronik (LPSE) Kementerian Keuangan Papua Barat. Indonesian Treasury
Review: Jurnal Perbendaharaan, Keuangan Negara Dan Kebijakan Publik, 2(2), 1
16.
ASMARA, Anton. (2017). Pengaruh Persepsi Perencanaan Anggaran dan Pelaksanaan
Anggaran terhadap Kinerja Anggaran Melalui Penyerapan Belanja Anggaran pada
Dinas Kesehatan Kabupaten Bondowoso.
FEBRIANTO, FEBRIANTO. (2021). TINGKAT KEPATUHAN MASYARAKAT
TERHADAP IMPLEMENTASI PERATURAN WALIKOTA TENTANG
PENANGANAN COVID-19 DI KOTA PALEMBANG (STUDI KECAMATAN
SUKARAMI DAN ILIR TIMUR II). Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik.
Herdianto, Yanuar. (2011). Persiapan Dan Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa
Vol. 4, No. 1, Juli 2022
p-ISSN 2775-3832 ; e-ISSN 2775-7285
45 matriks.greenvest.co.id
Pemerintah Di Sekretariat Dprd Kota Surakarta.
Maghfuri, Amin. (2020). Analisis Kebijakan Pendidikan Islam Pada Awal Era Reformasi
(1998-2004). Tadbir: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 8(1), 1426.
Maharani, Sheilla Nizmah Sri. (2020). Analisis Faktor-faktor yang Mempengaruhi
Realisasi Anggaran pada Pemerintah Provinsi Jawa Barat Periode 2016-2018.
Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Pakuan.
Maskikit, Coleta. (2021). IMPLEMENTASI PENGADAAN BARANG DAN JASA
ALAT TULIS KANTOR PADA BAGIAN UMUM SETDA KABUPATEN
MERAUKE. Madani Jurnal Politik Dan Sosial Kemasyarakatan, 13(03), 205224.
Meidita, Ropikoh Hayati. (2022). PELAKSANAAN PENYUSUNAN DAN PENYERAPAN
ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH TAHUN 2021 DI KOTA
PALEMBANG PROVINSI SUMATERA SELATAN. Institut Pemerintahan Dalam
Negeri.
Negara, Perdana Kusuma, Handajani, Lilik, & Effendy, Lukman. (2018). Studi Kasus
Fenomena Tingkat Serapan Anggaran pada Satuan Kerja Perangkat Daerah. Jurnal
Akuntansi Dan Investasi/Journal of Accounting and Investment, 19(1), 7691.
Padli, Yaopi. (2021). DAMPAK PENGURANGAN PUPUK BERSUBSDI TERHADAP
PENDAPATAN PETANI PADA USAHATANI PADI (Oryza Sativa L) DI
KECAMATAN SIKUR KABUPATEN LOMBOK TIMUR. Universitas Gunung
Rinjani.
Purwati, Indah, Arisyahidin, Arisyahidin, & Talkah, Abu. (2021). Analisis Perencanaan
Dan Pelaksanaan Anggaran, Sumber Daya Manusia, Pengadaan Barang Jasa Dan
Lingkungan Birokrasi Terhadap Penyerapan Anggaran Di Kabupaten Kediri.
Otonomi, 21(2), 244261.
Puspandoyo, Teguh, Adinata, Widha, Alfikry, Laode Atthar, Prasanti, Tyas Ayu, & Yuniar,
Silvi. (2022). Prediksi Kualitas Laporan Keuangan Kementerian Negara/Lembaga
Menggunakan Machine Learning. Jurnal Manajemen Perbendaharaan, 3(1), 1536.
Ramdhani, Dadan, & Anisa, Indi Zaenur. (2017). Pengaruh Perencanaan Anggaran,
Kualitas Sumber daya manusia Dan pelaksanaan anggaran terhadap penyerapan
anggaran pada organisasi perangkat daerah provinsi banten. Jurnal Riset Akuntansi
Terpadu, 10(1).
Rustianingsih, Silvia. (2021). PENGARUH PENGGUNAAN INFORMASI AKUNTANSI,
KARAKTERISTIK WIRAUSAHA, KREATIVITAS DAN MODAL SENDIRI
TERHADAP PENDAPATAN USAHA UKM DI KOTA PEMALANG. Universitas
Pancasakti Tegal.
Supriyono, R. A. (2018). Akuntansi keperilakuan. UGM PRESS.
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-
ShareAlike 4.0 International License.