Vol. 4, No. 1, Juli 2022
p-ISSN 2775-3832 ; e-ISSN 2775-7285
21 matriks.greenvest.co.id
JENIS HISTOPATOLOGI BERDASARKAN STADIUM PADA PASIEN
KANKER PAYUDARA DI RSUCM ACEH UTARA TAHUN 2020
Rizki Alfalah
Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh Lhokseumawe
Diterima:
25 Juni 2022
Direvisi:
5 Juli 2022
Disetujui:
11 Juli 2022
Abstrak
Kanker payudara merupakan salah satu jenis kanker yang paling
banyak di derita oleh perempuan di Indonesia maupun di dunia.
Tingginya angka kejadian kanker payudara di Indonesia tidak
selalu diikuti oleh penentuan stadium klinis dan histopatologi
secara lengkap, padahal penentuan stadium klinis dan
histopatologi diperlukan untuk menentukan diagnosis dan tata
laksana lebih lanjut. Tujuan penelitian ini adalah untuk
mengetahui gambaran jenis histopatologi berdasarkan stadium
pada pasien kanker payudara di RSUCM Aceh Utara Tahun 2020.
Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasional
dengan rancangan cross sectional survey. Sampel dalam penelitian
ini berjumlah 53 pasien kanker payudara yang memenuhi kriteria
inklusi dan eksklusi. Pengambilan sampel menggunakan teknik
purposive sampling. Pengumpulan data melalui data sekunder
dengan menggunakan rekam medik. Analisis data dalam penelitian
ini adalah analisis univariat. Hasil penelitian menunjukkan usia
terbanyak berusia >50 tahun (39,6%), dan jenis kelamin terbanyak
didapatkan yaitu perempuan sebanyak 52 pasien (98,1%).
Berdasarkan stadium didapatkan untuk stadium II sebanyak 8
pasien (15,1%), stadium III sebanyak 39 pasien (73,6%), dan yang
mencapai stadium IV sebanyak 6 pasien (11,3%). Berdasarkan
histopatologi, didapatkan untuk jenis invasive ductal carcinoma
sebanyak 45 pasien (84,9%), invasive lobular carcinoma sebanyak
5 pasien (9,4%), mucinous carcinoma sebanyak 2 pasien (3,8%),
dan metastatic lobular carcinoma sebanyak 1 pasien (1,9%).
Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa pasien kanker
payudara di RSUCM Aceh Utara tahun 2020 sebanyak 53 pasien
dengan sebagian besar mencapai stadium III sebanyak 39 pasien
dan jenis histopatologi kanker payudara terbanyak adalah invasive
ductal carcinoma sebanyak 45 pasien.
Kata kunci: Kanker Payudara, Stadium, Histopatologi
Abstract
Breast cancer is one of the most common types of cancer suffered
by women in Indonesia and in the world. The high incidence of
breast cancer in Indonesia is not always followed by a complete
clinical and histopathological staging, even though clinical and
histopathological staging is needed to determine the diagnosis and
further treatment. The purpose of this study was to describe
histopathological types based on stage in breast cancer patients at
North Aceh General Hospital in 2020. This type of research was a
descriptive observational study with a cross sectional survey
Jenis Histopatologi Berdasarkan Stadium Pada Pasien
Kanker Payudara di RSUCM Aceh Utara Tahun 2020
Matriks: Jurnal
Sosial dan Sains
Rizki Alfalah 22
design. The sample in this study amounted to 53 breast cancer
patients who met the inclusion and exclusion criteria. Sampling
using purposive sampling technique. Collecting data through
secondary data using medical records. Data analysis in this
research is univariate analysis. The results showed that the most
age was >50 years old (39.6%), and the most gender was found to
be female as many as 52 patients (98.1%). Based on the stage
obtained for stage II as many as 8 patients (15.1%), stage III as
many as 39 patients (73.6%), and reaching stage IV as many as 6
patients (11.3%). Based on histopathology, there were 45 patients
(84.9%), invasive lobular carcinoma (5.4%), mucinous carcinoma
2 (3.8%), and 1 metastatic lobular carcinoma. patients (1.9%).
The conclusion of this study showed that breast cancer patients in
North Aceh RSUCM in 2020 were 53 patients with most of them
reaching stage III as many as 39 patients and the most
histopathological type of breast cancer was invasive ductal
carcinoma as many as 45 patients.
Keywords: Breast Cancer, Staging, Histopathology
Pendahuluan
Kanker payudara adalah keganasan sel-sel pada jaringan payudara, bisa berasal dari
komponen kelenjarnya (epitel saluran maupun lobulusnya) seperti jaringan lemak,
pembuluh darah, dan persyarafan jaringan payudara. Kanker payudara kini telah
melampaui kanker paru-paru sebagai kanker yang paling sering didiagnosis di dunia
menurut statistik yang dirilis oleh Badan Internasional untuk Penelitian Kanker pada
Desember 2020.
Berdasarkan data GLOBOCAN (Global Burden of Cancer) 2020, kanker payudara
masih menjadi penyebab utama insiden kanker secara global, dengan perkiraan 2.261.419
juta kasus baru, mewakili 11,7% dari semua kasus kanker didunia dengan jumlah kematian
sekitar 684.996 orang (6.9%). Insidensi kanker payudara di Indonesia menduduki peringkat
pertama sebanyak 65.858 (16.6%) kasus baru dan merupakan satu dari lima jenis kanker
penyebab kematian terbanyak dengan 22.430 kematian. Kanker payudara adalah bentuk
kanker yang paling umum pada wanita. Menurut World Health Organization (WHO) pada
tahun 2018 Sebanyak 2,1 juta wanita terkena kanker payudara. Sebanyak 630.000 kasus
meninggal karena penyakit ini, dikarenakan keterlambatan diagnosis dan kurangnya akses
ke pengobatan yang terjangkau.
Angka kejadian kanker payudara di Indonesia yaitu sebesar 42,1 per 100.000
penduduk dengan rata-rata kematian 17 per 100.000 penduduk. Kejadian kanker payudara
terus mengalami peningkatan dan merupakan masalah kesehatan yang cukup serius di
dunia, termasuk juga di Indonesia. Tingginya kasus kanker payudara di Indonesia tidak
selalu diikuti oleh penentuan stadium klinis dan histopatologi secara lengkap, padahal
penentuan stadium klinis dan histopatologi diperlukan untuk menentukan diagnosis dan
tata laksana lebih lanjut. Di Indonesia, lebih dari 80% kasus ditemukan berada pada
stadium yang lanjut, dimana upaya pengobatan sulit dilakukan. Oleh karena itu perlu
pemahaman tentang upaya pencegahan, diagnosis dini, pengobatan kuratif maupun paliatif
serta upaya rehabilitasi yang baik, agar pelayanan pada penderita dapat dilakukan secara
optimal.
Vol. 4, No. 1, Juli 2022
p-ISSN 2775-3832 ; e-ISSN 2775-7285
23 matriks.greenvest.co.id
Stadium dari kanker payudara dibagi menjadi stadium 0, IA, IB, IIA, IIB, IIIA, IIIB,
IIIC, dan IV (8). Berdasarkan histopatologi dibagi menjadi dua kelompok, yaitu Karsinoma
Non invasif (Karsinoma duktal in situ/ductal carcinoma in situ/DCIS dan karsinoma lobular
in situ/lobular carcinoma in situ/LCIS) dan Karsinoma Invasif (Karsinoma duktal invasif,
karsinoma lobular invasif, karsinoma meduler, karsinoma koloid, karsinoma tubuler dan
tipe lain) (9). Sekitar 7080% kasus termasuk ke dalam kategori invasive ductal carcinoma,
diikuti dengan invasive lobular carcinoma sekitar 5 15%. Invasive lobular carcinoma
sering mengenai perempuan berusia lebih dari 50 tahun, berbeda dengan invasive ductal
carcinoma yang lebih sering mengenai usia muda. Pola metastasis jauh antara keduanya
juga berbeda, dimana pada invasive lobular carcinoma cenderung terjadi penyebaran ke
tulang, saluran pencernaan, meningen, uterus, dan lain-lain. Invasive ductal carcinoma
menyebar lebih sering terjadi ke paru (10). Invasive ductal carcinoma memiliki faktor
risiko yang kompleks, kanker jenis ini sangat berhubungan erat dengan pajanan hormon
estrogen dan juga akibat adanya mutasi gen BRCA1 dan BRCA2. Sedangkan invasive
lobular carcinoma mempunyai faktor risiko berupa adanya kelainan pada reseptor estrogen
& progesteron tapi tidak ada mutasi dari gen HER2 (11).
Berdasarkan hasil rekam medis Rumah Sakit Umum Cut Meutia (RSUCM) Aceh
Utara, terdapat 126 orang pasien kanker payudara yang dirawat inap pada tahun 2020.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran jenis histopatologi berdasarkan
stadium pada pasien kanker payudara di RSUCM Aceh Utara Tahun 2020.
Metode Penelitian
Jenis penelitian yang akan dilakukan merupakan jenis penelitian deskriptif
observasional, dengan desain penelitian yang digunakan adalah desain cross sectional.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana jenis histopatologi berdasarkan
stadium pada pasien kanker payudara yang dirawat di Ruang Rawat Inap di RSUCM Aceh
Utara tahun 2020. Penelitian akan dilakukan di Ruang Rekam Medik RSUCM Aceh Utara.
Waktu penelitian dilaksanakan pada bulan Maret 2022 - April 2022. Populasi dalam
penelitian ini adalah seluruh pasien kanker payudara yang di rawat inap di Ruang Rawat
Inap RSUCM Aceh Utara Periode Januari 2020 sampai Desember 2020 sebanyak 126
orang. Sampel penelitian adalah pasien kanker payudara yang di rawat inap di Ruang Rawat
Inap RSUCM Aceh Utara mulai dari 1 Januari 2020 sampai 30 Desember 2020 yang
memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Data yang sudah diperoleh, dikelompokkan
berdasarkan variabel, diolah dan dianalisis menggunakan program komputer berupa
Statistical Productand Service Solution (SPSS). Selanjutnya disajikan dalam bentuk tabel
dan dideskripsikan. Analisis data pada penelitian ini menggunakan analisis data univariat.
Analisis univariat merupakan analisis terhadap satu variabel. Analisis univariat bertujuan
untuk mendeskripsikan karakteristik setiap variabel penelitian. Pada penelitian ini
mendeskripsikan jenis histopatologi berdasarkan stadium.
Hasil dan Pembahasan
A. Hasil Penelitian
Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret April 2022 dengan sampel sebanyak
53 orang. Sampel penelitian ini adalah seluruh pasien kanker payudara di RSUCM Aceh
Utara tahun 2020 yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditentukan.
Jenis Histopatologi Berdasarkan Stadium Pada Pasien
Kanker Payudara di RSUCM Aceh Utara Tahun 2020
Matriks: Jurnal
Sosial dan Sains
Rizki Alfalah 24
Karakteristik Pasien Kanker Payudara
Hasil penelitian dari 53 orang pasien kanker payudara di RSUCM Aceh Utara
tahun 2020 didapatkan data karakteristik pasien kanker payudara seperti yang ditunjukkan
pada tabel 1.
Tabel 1 Distribusi karakteristik pasien kanker payudara (n=53)
Karakteristik pasien
Frekuensi (n)
Usia (tahun)
30-40 tahun
41-50 tahun
>50 tahun
12
20
21
Total
53
Jenis kelamin
Laki-Laki
Perempuan
1
52
Total
53
Sumber: Data Sekunder, 2020
Hasil penelitian menunjukkan bahwa usia pasien kanker payudara di RSUCM
Aceh Utara tahun 2020 rata-rata berusia 48 tahun, paling banyak yaitu kelompok usia >50
tahun sebanyak 21 orang (39,6%) dan paling sedikit yaitu kelompok usia 31-40 tahun
sebanyak 12 orang (22,6%). Data kejadian kanker payudara berdasarkan jenis kelamin
paling banyak yaitu perempuan sebanyak 52 orang (98,1%) dan hanya 1 kasus dijumpai
pada laki-laki.
Gambaran pasien kanker payudara berdasarkan stadium
Tabel 2 Distribusi stadium pasien kanker payudara (n=53)
Kejadian Kanker Payudara
Stadium II
Stadium III
Stadium IV
Frekuensi (n)
8
39
6
Persentase (%)
15,1
73,6
11,3
Total
53
100
Sumber: Data Sekunder, 2020
Hasil penelitian menunjukkan bahwa stadium pasien kanker payudara di RSUCM
Aceh Utara tahun 2020 paling banyak yaitu pada stadium III sebanyak 39 pasien (73,6%)
dan yang lainnya yaitu stadium II dan IV masing-masing 8 pasien (15,1%) dan 6 pasien
(11,3).
Gambaran pasien kanker payudara berdasarkan jenis histopatologi
Tabel 3 Distribusi jenis histopatologi pasien kanker payudara (n=53)
Jenis Histopatologi
invasive ductal carcinoma
invasive lobular carcinoma
mucinous carcinoma
metastatic lobular carcinoma
Frekuensi (n)
45
5
2
1
Persentase (%)
84,9
9,4
3,8
1,9
Vol. 4, No. 1, Juli 2022
p-ISSN 2775-3832 ; e-ISSN 2775-7285
25 matriks.greenvest.co.id
Total
53
100
Sumber: Data Sekunder, 2020
Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis histopatologi pasien kanker payudara
di RSUCM Aceh Utara tahun 2020 paling banyak yaitu jenis invasive ductal carcinoma
sebanyak 45 orang (84,9%) dan paling sedikit yaitu jenis mucinous carcinoma dan
metastatic lobular carcinoma yang masing-masing sebanyak 2 pasien (3,8%) dan 1 pasien
(1,9%).
Gambaran jenis histopatologi berdasarkan stadium
Tabel 4 Distribusi jenis histopatologi berdasarkan stadium
Stadium
Invasive ductal
carcinoma
Invasive
lobular
carcinoma
Mucinous
carcinoma
Metastatic
lobular
carcinoma
total
II
7
0
1
0
8
III
34
4
1
0
39
IV
4
1
0
1
6
total
45
5
2
1
53
Sumber: Data Sekunder, 2020
Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 45 kasus (84,9%) invasive ductal
carcinoma, paling banyak terdapat pada stadium III yaitu sebanyak 34 pasien (64,6%) dan
4 pasien (7,6%) mencapai stadium IV. Invasive ductal carcinoma juga terdapat pada
stadium stadium II sebanyak 7 pasien (13,3%).
B. Pembahasan
Gambaran Penderita Kanker Payudara Berdasarkan Usia
Hasil penelitian menunjukkan rata-rata pasien berusia 48 tahun, dengan distribusi
paling banyak adalah kelompok usia >50 tahun yaitu berjumlah 21 orang (39,6%) dan usia
pasien paling sedikit yaitu pada kelompok usia 31-40 tahun yang berjumlah 12 orang
(22,6%). Kasus dengan usia paling tua dijumpai pada usia 65 tahun, dan kasus dengan usia
paling muda dijumpai pada usia 30 tahun. Kanker payudara umum terjadi pada kalangan
penduduk muda hingga pra menopause (Kayira et al., 2021), namun kanker payudara
sangat mempengaruhi wanita setelah usia 50 (Jalil et al., 2019).
Kanker payudara merupakan salah satu jenis kanker yang paling umum diseluruh
dunia yang mempengaruhi jutaan orang serta berhubungan dengan penyebab utama
kematian pada wanita. Kejadian kanker payudara dengan puncak 45 dan 65 tahun disebut
dengan penyakit onset dini dan terlambat. Faktor risiko usia adalah suatu faktor yang
ditetapkan untuk pengembangan kanker (Bashirian et al., 2019). Literatur menyatakan
bahwa angka kejadian kanker payudara meningkat seletah usia 30 tahun, kemudian akan
meningkat signifikan pada usia 40 tahun dan memasuki usia puncak 70 sampai 80 tahun.
Hal tersebut dikarenakan terdapat pajanan hormon dan memerlukan pembentukan tumor
serta berlangsung dalam waktu yang lama (Fajar et al., 2020).
Risiko kanker payudara tidak meningkat secara linear seiring bertambahnya usia
(Bashirian et al., 2019). Dengan bertambahnya usia, tidak hanya kejadian kanker payudara
yang meningkat, tetapi juga tampak adanya perubahan karakteristik biologis. Mulai dari
fitur morfologi dasar, wanita yang lebih tua cenderung memiliki tingkat karsinoma lobular
yang relatif lebih tinggi, dan tingkat yang lebih rendah dari jenis yang lebih agresif seperti
Jenis Histopatologi Berdasarkan Stadium Pada Pasien
Kanker Payudara di RSUCM Aceh Utara Tahun 2020
Matriks: Jurnal
Sosial dan Sains
Rizki Alfalah 26
karsinoma meduler karakteristik biologis kanker payudara tampak menunjukkan pola
perubahan dengan bertambahnya usia
(Syed et al., 2021).
Kanker payudara sebagian besar menyerang wanita yang lebih tua, dengan mayoritas
pasien berusia di atas 50 tahun saat didiagnosis, meskipun sekitar 1 dari 5 kanker payudara
didiagnosis sebelum usia 50 tahun. Pasien yang lebih muda berkemungkinan memiliki
penyakit reseptor hormon negatif dan lebih kecil kemungkinannya memiliki penyakit
reseptor hormon positif dibandingkan dengan pasien usia lanjut (Oncology, 2018).
Gambaran Penderita Kanker Payudara Berdasarkan Jenis Kelamin
Hasil penelitian menunjukkan kasus kanker payudara paling banyak terjadi pada
perempuan yaitu berjumlah 52 orang (98,1%) dan terdapat 1 kasus (1,9%) pada laki-laki.
Kanker payudara masih menjadi salah satu masalah kesehatan yang terjadi pada perempuan
di dunia, namun tidak menutup kemungkinan terjadi pada laki-laki. Kanker payudara pada
pria harus diwaspadai sejak dini karena bisa juga mengakibatkan kematian sebagaimana
yang terjadi pada wanita. World health organization (WHO) memasukkan kanker payudara
di International Classification of Disease dengan kode nomor 174 untuk wanita dan 175
untuk pria (Elmika & Adi, 2020). Jenis kelamin mempunyai peranan penting dalam risiko
terjadinya kanker payudara, dimana wanita memiliki hormone esterogen dan progesteron.
Salah satu faktor resiko terjadinya kanker payudara adalah peningkatan hormon esterogen
(Tiehua & Lanjun, 2008).
Kanker payudara pada laki-laki sangat rendah dibandingkan wanita, wanita 100
kali lebih mungkin untuk mengalami kanker payudara (American Cancer Society, 2018).
Hal ini dikarenakan wanita mengalami pajanan dari hormon esterogen lebih banyak seperti
mentruasi, hamil, menyusui dan juga merupakan hormon penting wanita sedangkan pada
pria hormon esterogen tidak terlalu banyak seperti pada wanita relatif sedikit (Weldiani et
al., 2017). Hal tersebut menyebabkan pria jarang sekali mengalami kanker payudara.
Reseptor hormon estrogen sangat banyak dimiliki oleh wanita dibanding pria, sehingga pria
jarang terkena kanker payudara karena reseptor hormon estrogen sangat rendah (Suarfi et
al., 2019).
Gambaran Penderita Kanker Payudara Berdasarkan Stadium
Hasil penelitian menunjukkan bahwa distribusi kejadian kanker payudara paling
banyak dijumpai telah mencapai stadium III sebanyak 39 kasus (73,6%), bahkan stadium
IV mencapai 6 kasus (11,3%). Tingginya frekuensi pada stadium III ini disebabkan
kurangnya pengetahuan dan edukasi serta kesadaran penderita kanker serta alat deteksi
kanker yang memerlukan waktu lama seperti pemeriksaan patologi klinik (Dharmawan,
2017).
Kanker payudara merupakan kanker yang paling banyak didiagnosis pada wanita
dan kematian akibat kanker payudara terkait erat dengan stadium serta prognosis (Gaudette
et al., 1991). Skrining direkomendasikan dapat membantu mengidentifikasi kanker pada
tahap awal ketika kanker payudara paling mungkin untuk merespon pengobatan dan
memiliki potensi untuk menghasilkan hasil yang lebih baik (Hayashi et al., 2021).
Minoritas perempuan cenderung didiagnosis pada usia yang lebih muda, memiliki
hambatan untuk layanan skrining dan hadir dengan stadium penyakit lebih lanjut (Gilmore
et al., 2021).
Mayoritas pasien kanker payudara didiagnosis pada stadium III atau IV,
dikarenakan sebagian besar pasien menunda pengobatan selama lebih dari enam bulan.
Deteksi terlambat dan berkembang menjadi penyakit stadium lanjut pada pasien kanker
payudara. Diagnosis stadium lanjut gagal membedakan tumor yang sudah lanjut pada saat
deteksi. Informasi yang diperoleh kebanyakan pasien berasal dari kontak sosial orang ke
Vol. 4, No. 1, Juli 2022
p-ISSN 2775-3832 ; e-ISSN 2775-7285
27 matriks.greenvest.co.id
orang dan outlet media (Gaudette et al., 1991). Penyebab multifaktorial dengan interval
yang lebih lama antara diagnosis dan pengobatan tang terdiri dari faktor pasien seperti tidak
diasuransikan, gejala payudara, lingkungan, jarak yang jauh dari pusat pengobatan kanker
dan sistem rumah sakit
(Jaiswal et al., 2018).
Gambaran Penderita Kanker Payudara Berdasarkan Jenis Histopatologi
Hasil penelitian menunjukkan bahwa distribusi kejadian kanker payudara
berdasarkan jenis histopatologi didapatkan untuk jenis invasive ductal carcinoma sebanyak
45 orang (84,9%), disusul jenis invasive lobular carcinoma sebanyak 5 orang (9,4%),
sementara yang lain dijumpai kurang dari 5 kasus. Kanker merupakan segolongan penyakit
yang ditandai dengan pembelahan sel yang tidak terkendali dan kemampuan sel-sel tersebut
untuk menyerang jaringan biologis lainnya, baik dengan pertumbuhan langsung di jaringan
yang bersebelahan (Invasi) atau dengan migrasi sel ke tempat yang jauh (metastasis).
Ada beberapa metode yang dapat digunakan dalam mendiagnosis kanker. Tetapi
sampai sekarang yang menjadi gold standard dalam mendiagnosis kanker adalah
pemeriksaan histopatologi. Dimana dalam pemeriksaan ini dapat menentukan jenis kanker
baik ganas maupun jinak. Saat ini kanker payudara merupakan salah satu kanker yang
paling banyak dijumpai diseluruh dunia, dan menjadi penyebab kematian tertinggi akibat
kanker. Maka dari itulah penelitian ini dilakukan guna untuk mencari tahu gambaran
histopatologi kanker payudara (Tanriono et al., 2012). Secara histopatologi kanker
payudara dibagi menjadi karsinoma non invasif dan invasif. Untuk karsinoma non invasif
dibagi menjadi ductal carcinoma in situ (DCIS) dan lobular carcinoma in situ (LCIS).
Untuk karsinoma invasif dibagi menjadi Karsinoma duktal invasif, Karsinoma lobular
invasif dan tipe lain (Kumar et al., 2013). Pemeriksaan histopatologi jaringan payudara
dibutuhkan sebagai diagnosis definitif dalam menentukan jenis kanker payudara serta
derajat histopatologinya(Suarfi et al., 2019).
Gambaran histopatologi yang didefinisikan sebagai morfologi jaringan kanker
secara mikroskopis dari patologi anatomi, merupakan parameter penting dan baku emas
(gold standard) bersama dengan pemeriksaan fisik payudara dan pemeriksaan
ultrasonografi dalam diagnosis kanker payudara. Pada kasus kanker payudara, gambaran
histopatologi yang dominan adalah karsinoma duktal invasif tipe tidak spesifik dengan
batas tumor yang tidak tegas, terdapat invasi ke pembuluh darah, pembuluh limfe dan
sangat sedikit kasus ditemukan karsinoma duktal in situ (Hartaningsih & Sudarsa, 2013).
Sekitar 7080% kasus termasuk ke dalam kategori invasive ductal carcinoma, diikuti
dengan invasive lobular carcinoma sekitar 515%. Invasive lobular carcinoma sering
mengenai perempuan berusia lebih dari 50 tahun, berbeda dengan invasive ductal
carcinoma yang lebih sering mengenai usia muda. Pola metastasis jauh antara keduanya
juga berbeda, dimana pada invasive lobular carcinoma cenderung terjadi penyebaran ke
tulang, saluran pencernaan, meningen, uterus, dan lain-lain. Invasive ductal carcinoma
menyebar lebih sering terjadi ke paru (Rahmatya et al., 2015).
Gambaran jenis histopatologi berdasarkan stadium
Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari semua jenis histopatologi didapatkan untuk
jenis histopatologi terbanyak yaitu adalah jenis invasive ductal carcinoma sebanyak 45
pasien (84,9%) dan paling banyak terdapat pada stadium III yaitu sebanyak 34 pasien
(64,6%), bahkan ada yang telah mencapai stadium IV sebanyak 4 pasien (7,6%). Kanker
payudara merupakan pertumbuhan sel-sel jaringan payudara secara tidak normal yang akan
mengalami perubahan, tumbuh lebih cepat dan tidak terkendali daripada sel-sel normal
serta dapat menyebar kebagian tubuh lain. Indonesia merupakan salah satu negara di Asia,
dengan angka kejadian penyakit kanker payudara tertinggi (Fajar et al., 2020). Tingginya
kasus kanker payudara di Indonesia, tidak selalu diikuti oleh penentuan stadium klinis dan
histopatologi secara lengkap, padahal penentuan stadium klinis dan histopatologi
Jenis Histopatologi Berdasarkan Stadium Pada Pasien
Kanker Payudara di RSUCM Aceh Utara Tahun 2020
Matriks: Jurnal
Sosial dan Sains
Rizki Alfalah 28
diperlukan untuk menentukan diagnosis dan tata laksana lebih lanjut. Pengetahuan
mengenai gambaran stadium dan jenis histopatologi juga menjadi salah satu indikator
penting dalam penentuan prognosis kanker payudara (Wangsa et al., 2018)
Kanker payudara jenis invasive ductal carcinoma memiliki faktor risiko yang
kompleks, kanker jenis ini sangat berhubungan erat dengan pajanan hormone estrogen dan
juga akibat adanya mutasi gen BRCA1 dan BRCA2 (Robbins & Cotran, n.d.). Sedangkan
kanker payudara jenis invasive lobular carcinoma mempunyai faktor risiko berupa adanya
kelainan pada reseptor estrogen & progesteron tapi tidak ada mutasi dari gen HER2.
BRCA1 dan BRCA2 mempunyai fungsi sebagai penekan kanker sehingga kehilangan
kedua fungsi gen ini akan menimbulkan pertumbuhan sel yang tidak normal. HER2
mempunyai fungsi membantu pertumbuhan dari payudara, pembelahan dan perbaikan
sendiri dari sel payudara. Terjadinya kelainan gen HER2 akan membuat sel payudara
tumbuh dan membelah secara tidak terkontrol (Rosai, 2004).
Salah satu faktor yang mempengaruhi gambaran histopatologis pada penderita
kanker payudara adalah kecenderungan mutasi genetic BRCA1 atau BRCA2 yang mana
mutasi pada salah satu gen tersebut akan memberikan kenampakan histopatologi yang
berbeda. Kanker payudara dengan mutasi pada gen BRCA1 memiliki fenotipe
histopatologi yang berbeda dengan kanker payudara pada mutasi gen BRCA2
(Hartaningsih & Sudarsa, 2013). Kanker payudara terkait BRCA1 umumnya
berdiferensiasi lebih buruk, memiliki pola pertumbuhan sinsitium dengan tepi yang
menekan jaringan sekitar, memperlihatkan respons limfositik, dan tidak mengekspresikan
reseptor hormon atau mengekspresikan secara berlebihan HER2. Kanker payudara terkait
BRCA2 tidak memperlihatkan penampilan morfologik yang khas (Robbins & Cotran, n.d.)
Kanker payudara jenis invasive ductal carcinoma memiliki ciri khas teraba padat
hingga keras dengan batas ireguler. Di bagian tengah karsinoma, tampak fokus-fokus kecil
atau bercak-bercak stroma elastotik putih kapur. Jika dipotong atau dikerok biasanya
terdengar suara gemeretak khas (seperti ketika memotong water chesnut). Karsinoma ini
memperlihatkan spektrum penampilan yang luas. Kanker payudara jenis invasive lobular
carcinoma sebagian besar teraba padat sampai keras dengan tepi ireguler. Tanda utama
invasive lobular carcinoma adalah pola sel-sel tumor yang menginfiltrasi secara tunggal,
dan sering hanya memiliki ketebalan satu sel atau dalam lembaran atau kelompok-
kelompok yang tersebar (Robbins & Cotran, n.d.).
Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dijelaskan sebelumnya,
maka dapat diambil kesimpulan bahwa: Berdasarkan kelompok usia, diketahui kelompok
usia paling dominan responden mengalami kejadian kanker payudara adalah pada kisaran
usia >50 tahun yaitu sebanyak 21 responden (39,6%). Berdasarkan jenis kelamin, diketahui
jenis kelamin paling dominan responden mengalami kejadian kanker payudara adalah
perempuan yaitu sebanyak 52 responden (98,1%). Berdasarkan stadium, diketahui stadium
paling dominan responden mengalami kejadian kanker payudara adalah pada stadium III
yaitu sebanyak 39 responden (73,6%). Berdasarkan jenis histopatologi, diketahui jenis
histopatologi paling dominan responden mengalami kejadian kanker payudara adalah
invasive ductal carcinoma yaitu sebanyak 45 responden (84,9%).
Bibliography
American Cancer Society. (2018). Cancer Facts & Figures 2018.
Bashirian, S., Barati, M., Shoar, L. M., Mohammadi, Y., & Dogonchi, M. (2019). Factors
Affecting Breast Self-examination Behavior Among Female Healthcare Workers in
Iran: The Role of Social Support Theory. J Prev Med Public Health, 52(4), 224233.
Vol. 4, No. 1, Juli 2022
p-ISSN 2775-3832 ; e-ISSN 2775-7285
29 matriks.greenvest.co.id
Dharmawan, M. S. (2017). Karakteristik Kanker Payudara pada Geriatri di RSUP
SANGLAH tahun 2015-2017. 9(July), 159.
Dorland, N. (2012). Kamus Kedokteran Dorland (31st ed.). EGC.
Elmika, E., & Adi, M. S. (2020). Gambaran Umur, dan Jenis Kelamin Pasien Kanker
Payudara di RS Ibnu Sina Kota Makassar Elma Elmika. Jurnal Penelitian Kesehatan
Suara Forikes, 11(5), 422424.
Fajar, I. M., Heriady, Y., & Aji, H. W. (2020). Karakteristik Usia , Gambaran Klinis dan
Histopatologi Pasien Kanker Payudara di RSUD Al-Ihsan Provinsi Jawa Barat
Periode Januari. 8591.
Gaudette, L. A., Illing, E. M., & Hill, G. B. (1991). Canadian Cancer Statistics 1991. Health
Reports / Statistics Canada, Canadian Centre for Health Information = Rapports
Sur La Santé / Statistique Canada, Centre Canadien d’information Sur La Santé,
3(2), 107135.
Gilmore, N., Mohile, S., Lei, L., Culakova, E., Mohamed, M., Magnuson, A., Loh, K. P.,
Maggiore, R., Belcher, E., Conlin, A., Weiselberg, L., Ontko, M., & Janelsins, M.
(2021). The longitudinal relationship between immune cell profiles and frailty in
patients with breast cancer receiving chemotherapy. Breast Cancer Research and
Treatment, 23(1), 111.
Hartaningsih, N. M. D., & Sudarsa, I. W. (2013). Kanker Payudara Pada Wanita Usia Muda
di Bagian Bedah Onkologi Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah Denpasar Tahun 2002
2012. Universitas Udayana. https://doi.org/10.1190/segam2013-0137.1
Hayashi, Y., Takei, H., Saito, T., Kai, T., Inoue, K., Kurosumi, M., Ninomiya, J., &
(SBCCSG), S. B. C. C. S. G. (2021). Optimal Treatment Duration of Neoadjuvant
Endocrine Therapy for Women Aged 60 Years or Older with Estrogen Receptor-
Positive, HER2-Negative Invasive Breast Cancer. J Nippon Med Sch, 88(4), 354
360.
Jaiswal, K., Hull, M., Furniss, A. L., Doyle, R., Gayou, N., & Bayliss, E. (2018). Delays in
diagnosis and treatment of breast cancer: A safety-net population profile. JNCCN
Journal of the National Comprehensive Cancer Network, 16(12), 14511457.
https://doi.org/10.6004/jnccn.2018.7067
Jalil, A. T., Dilfi, S. H., & Karevskiy, A. (2019). Survey of Breast Cancer in Wasit Province
, Iraq. Global Journal of Public Health Medicine, 1(2), 3338.
https://doi.org/10.37557/gjphm.v1i2.7
Kayira, A., Chisale, M. R. O., Sinyiza, F. W., Chimbatata, C. S., Kaseka, P. U.,
Kamudumuli, P. S., Wu, J., & Mbakaya, B. C. (2021). Histopathological profile of
breast cancer at a tertiary hospital in Malawi: A retrospective cross-sectional study.
Afr J Reprod Health, 25(1), 7680.
Kumar, V., Abbas, A. K., & Jon C. Aster. (2013). Buku Ajar Patologi Robbins (I. M. Nasar
& S. Cornain (eds.); 9th ed.). Elsevier Saunders.
Mahendra, M. M., & Ardiani, I. G. A. K. S. (2015). Pengaruh Umur, Pendidikan dan
Pendapatan Terhadap Niat Beli Konsumen Pada Produk Kosmetik The Body Shop
Di Kota Denpasar. Fakultas Ekonomi Universitas Udayana(Unud), Bali, Indonesia,
442456.
Oncology, E. S. for M. (2018). What is Breast Cancer ? Let us answer some of your
questions. European Society for Medical Oncology, 155.
Jenis Histopatologi Berdasarkan Stadium Pada Pasien
Kanker Payudara di RSUCM Aceh Utara Tahun 2020
Matriks: Jurnal
Sosial dan Sains
Rizki Alfalah 30
Rahmatya, A., Khambri, D., & Mulyani, H. (2015). Hubungan Usia dengan Gambaran
Klinikopatologi Kanker Payudara di Bagian Bedah Dr. M. Djamil Padang. 7.
Robbins, & Cotran. (n.d.). Payudara (Edisi 7). Penerbit Buku Kedokteran EGC.
Rosai, J. (2004). Breast, in Rosai and Ackerman’s Surgical Pathology. In E. 9 (Ed.),
Philadelphia: elsevier.
Sander, M. A. (2012). Profil Penderita Kanker Payudara Stadium Lanjut Baik Lokal
Maupun Metastasis Jauh Di Rsup Hasan Sadikin Bandung. Farmasains : Jurnal
Farmasi Dan Ilmu Kesehatan, 1(2). https://doi.org/10.22219/far.v1i2.1168
Suarfi, A. S., Anggraini, D., & Nurwiyeni, N. (2019). Gambaran Histopatologi Tumor
Ganas Payudara di Laboratorium Patologi Anatomi RSUP M. Djamil Padang Tahun
2017. Health & Medical Journal, 1(1), 714.
https://doi.org/10.33854/heme.v1i1.213
Syed, B. M., Green, A. R., Rakha, E. A., Morgan, D. A. L., Ellis, I. O., & Cheung, K.-L.
(2021). Age-Related Biology of Early-Stage Operable Breast Cancer and Its Impact
on Clinical Outcome. Cancers (Basel), 13(6), 117.
Tanriono, S., Rotty, L. W. A., & Haroen, H. (2012). Breast Cancer Histopathology For
January 2012 - December 2012. Universitas Sam Ratulangi, 4956.
Tiehua, J., & Lanjun, Z. (2008). Buku Ajar Onkologi Klinis (Edisi 2). Jakarta : Fakultas
Kedokteran UI.
Wangsa, I. G. M. S., Niryana, I. W., Adiputra, P. A. T., & Dewi, N. P. A. P. A. (2018).
Gambaran stadium dan jenis histopatologi kanker payudara di Subbagian Bedah
Onkologi RSUP Sanglah Denpasar tahun 2015-2016. Intisari Sains Medis, 9(1), 80
84. https://doi.org/10.15562/ism.v9i1.165
Weldiani, Y., Nurchayati, S., & Zulfitri, R. (2017). Hubungan pengetahuan Dan
Kemampuan Periksa Payudara Sendiri (sadari) Dengan Stadium Kanker Payudara di
RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau. Universitas Riau.
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-
ShareAlike 4.0 International License.