|
ANALISA KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH
MATEMATIS SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL SEGIEMAPAT DAN SEGITIGA Mila Kamilah Universitas Singaperbangsa Karawang Email: [email protected] |
|
|
Abstrak
Tujuan penelitian
ini untuk menganalisis kemampuan pemecahan masalah matematis siswa dalam menyelesaikan soal segiempat dan segitiga. Penelitian ini menggunakan jenis kualitatif deskriftif. Penelitian dilaksanakan pada semester genap
Tahun ajaran 2019/2020 di
SMPN 1 Lemahabang. Subjek
dalam penelitian ini adalah siswa
kelas VII-F yang berjumlah
29 siswa, subjek dipilih berdasarkan teknik purposive sampling dan berdasarkan
pertimbangan. Data penelitian
ini diperoleh dari tes tulis
dan wawancara. Hasil penelitian
menunjukan bahwa kemampuan pemecahan masalah matematis siswa terbagi menjadi tiga kategori, yaitu tinggi, sedang, rendah. Kemampuan pemecahan masalah matematis siswa tinggi mampu memenuhi semua tahapan pemecahan masalah menurut Polya, mulai dari memahami masalah, menyusun rencana, menyelesaikan rencana dan memeriksa kembali. Kemampuan pemecahan masalah matematis siswa sedang manmpu memenuhi tiga tahapan pemecahan masalah menurut Polya mulai dari
memahami masalah, meyelesaikan rencana, dan memeriksa kembali. Kemampuan pemecahan masalah matematis siswa rendah belum mampu memenuhi
semua tahapan pemecahan masalah menurut Polya. Kata
kunci: Sampling; Polya; Matematis Abstract
The
purpose of this study is to analyze students' mathematical problem-solving
ability in solving quadrilateral and triangular problems. This research uses
a descriptive qualitative type. The research was conducted in the even
semester of the 2019/2020 academic year at SMPN 1 Lemahabang.
The subjects in this study were class VII-F students totaling 29 students,
subjects were selected based on purposive sampling techniques and based on
considerations. The data of this study were obtained from written tests and
interviews. The results showed that students' mathematical problem-solving
abilities are divided into three categories, namely high, medium, low. High
students' mathematical problem-solving ability is able to fulfill all stages
of problem solving according to Polya, starting
from understanding the problem, drawing up a plan, completing a plan and re-examining.
Students' mathematical problem-solving skills are currently able to fulfill
three stages of problem solving according to Polya
starting from understanding problems, completing plans, and re-examining. Low
students' mathematical problem-solving ability has not been able to meet all
stages of problem solving according to Polya. Keywords:
Sampling; Polya; Mathematical |
|
Pendahuluan
Pendidikan merupakan suatu proses perubahan tigkah laku dan kemampuan seseorang menuju kearah yang lebih baik berupa
kemajuan dan peningkatan. Tujuan pendidikan pada umumnya adalah untuk menyiapkan individu yang membentuk manusia berwawasan luas dan berfikir kreatif, sehingga mampu memecahkan permasalahan-permasalahn yang dihadapi
serta dapat memberikan solusi sebuah permasalahan.
Salah satua kemampuan yang perlu dimiliki siswa dalam pembelajaran matematika adalah kemampuan pemecahan masalah. Menurut Ruseffendi (Anhar, Triyanto & Chrisnawa, 2019) kemampuan pemecahan masalah amat penting,
bukan hanya untuk mereka yang akan mendalami atau mempelajari matematika, melaikan juga mereka yang akan menerapkanya dalam ilmu lain dan dalam kehidupan sehari-hari.
Kemampuan
pemecahan masalh merupakan kemampuan dasar yang harus dimiliki oelh setiap
manusia, karena dalam kehidupan sehari-hari selalu berhadapan dengan masalah-masalah dan memecahkan masalah merupakan aktivitas manusia, kemampuan pemecahan masalh tidak dapat
dipisahkan dari pembelajaran matematika karana salah satu tujuan dari pembelajaran
mtemtika adalah mengembangkan kemampuan pemecahan masalh peserta didik. Melalui pembelajaran matematika, peserta didik diharapkan mampu mengindetifikasi unsur-unsur pendukung, serta alternatif solusi yang dapat digunakan dalam memecahkan berbagi permasalahan yang dihadapi Pemecahan masalah matematika sering dijumpai dalam bentuk soal cerita
salam kehidupan sehari-hari. Namu pada kenyataanya siswa menganggap soal cerita adalah soal
yang sulit karena siswa kurang memahami
makna dari bahasa soal cerita
ke dalam model matematika. Hal i ni sejalan dengan
sumarno (Cahyani, 2017) menyatakan bahwa: �keterampilan siswa SMA maupun SMP di Jawa Barat dalam menyelesaikan masalah matematis masih tergolong rendah�.
Langkah-langkah harus yang dilakukan siswa dalam memecahkan
masalh menurut Polya (Anhar, Triyanto,
& Chrisnawa, 2019) antara
lain: (1) memahami masalah,
(2) membuat rencana pemecahan masalah, (3) menjalankan rencana pemecahan masalah, dan (4) memeriksa kembali melalui tahapan-tahapan tersebut siswa dapat memiliki pola pikir yang terstruktur dalam memecahkan masalah
Matematika
sangat penting bagi kegiatan siswa dalam kehidupan sehari-hari, misalnya pada materi segiempat dan segitiga. Segiempat dan segitiga sangat bermanfaat untuk siswa dalam
mempelajari materi yang lainya baik di SMP maupun dijenjang yang lebih tinggi. Pemebelajaran
segiempat dan segitiga bertujuan agar siswa mampu berfikir logis, kritis, analisis, kreatif baik dalam memecahkan
masalah dalam kehidupan sehari-hari.
Dri
uraian diatas penelita tertarik untuk meneliti tentang langkah kemampuan pemecahan masalah siswa kelas
VII dalam menyelesaikan soal segiempat dan segitiga dengan judul: �Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa Dalam Menyelesaikan
Soal Segiempat Dan Segitiga�.
Metode Penelitian
Peneltian
ini dilaksanakan dikelas siswa VII-F SMPN I Lemahabang tahun ajaran 2019/2020 dengan pendekatan kualitatif. Jenis penelitian yang digunakan dalah penelitian deskriftif sedangkan subjek pada penelitian ini adalah siswa kelas
VII-F SMPN I Lemahabang tahun
ajaran 2019/2020 dengan jumlah siswa 29 orang teknik pemilihan subjek dalam pemilihan
ini menggunakan Purposive
Sampling.
Adapun subjek penelitian ini siswa yang sudah memepelajari materi segiemapt dan segitiga, dari 29 orang siswa dipilih sebanyak 3 orang siswa berdasarkan kategori tinggi, sedang, rendah. Siswa yang dipilih yaitu satu orang siswa berkemampuan tinggi, satu orang siswa yag berkemampuan
sedang, satu orang siswa yang berkemamouan rendah. Data hasil penelitian di peroleh dari hasil tes
dan wawancara.
Hasil dan Pembahasan
Penelitian
ini dilakukan di SMPN 1 Lemahabang pada tahun ajaran 2019/2020. Tujuan
peneletian ini yaitu untuk mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah
matematis pada soal segiempat dan segitiga. Sebelum melaksanakan penelitian,
peneliti menguji cobakan instrumen soal pemecahan masalah tersebut ke siswa
kelas VII-C SMPN 1 Lemahabang yang bukan subjek penelitian dengan tujuan
mengetahui bisa tidaknya soal tersebut dapat digukan atau tidaknya untuk penelitian
Dalam
penelitian ini, kelas VII-F yang menjadi subjek penelitian dan jumlah siswa
yang mengikuti penelitian� sebanyak 29
orang siswa. Tes yang diberikan berupa soal pemecahan masalah matematis
Soal pemecahan masalah matematis
segiempat dan segitiga
|
No. |
Indikator Kemampuan Pemecahan Masalah |
Indikator Soal |
Soal |
No Soal |
Jawaban |
Skor |
|
1. |
�
memahami masalah �
merencanakan pemecahan �
melakukan rencanaan masalah �
memeriksa kembali pemecahan |
Menentukan keliling segitiga |
Perhatikan segitiga ABCD dibawah! Dengan m dan n bilangan asli. Jika diketahui
luas segitiga ABC adalah 300 cm2 dan m = n. a.
Bagaimana cara menghitung keliling
segitiga ABC? b.
Bagaimana menunjukan keliling segitiga
ABC yang kamu dapatkan benar? |
1 |
�
Memahami
Masalah Diketahui: Luas segitiga ABC 300 cm2 m = n Ditanyakan: Cara menghitung keliling segitiga ABC �
Merencanakan
Pemecahan �
Melakukan
Rencanaan Masalah Penyelesaian: Mencari nilai m dan n L = � x a x t 300 = � x 8n x 3n 300 = � x 24 n2 300 = 12 n2 n2 = 300/12 n2 = 25 n
= n=
5 Jadi,
m = n = 5 Mencari
keliling segitiga ABC K
= AB + BC + AC K
= 2m+1 + 8n + 2m+1 K
= 2(5)+1 + 8(5) + 2(5)+1 K
= 10+1+40+10+1 K
= 62 cm �
Memeriksa
Kembali Pemecahan Maka
keliling segitiga adalah 62 cm |
3 3 3 2 |
|
2 |
�
memahami masalah �
merencanakan pemecahan �
melakukan rencanaan masalah �
memeriksa kembali pemecahan |
Menentukan keliling segitiga |
Bu Tini mempunyai uang sebesar Rp.
3.295.000-, untuk biaya pemasangan pagar pada sebidang tanah miliknya, tanah
tersebut berbentuk segitiga dengan panjang tiap sisi tanah berturut-turut 6m,
8m, dan 9m. Di sekeliling tanah tersebut akan di pasang pagar dengan biaya
Rp. 125.000-,/m. Cukup, kurang, atau lebihkan uang Bu Tini untuk memasang
pagar? Kemukakan alasanmu. |
|
�
Memahami
Masalah Diketahui: Uang Bu Tini Rp. 3. 295.000-, Panjang sisi tanah 6m, 8m, 9m Biaya pagar Rp. 125.000-,/m Ditanyakan: Cukup, kurang, atau lebihkah uang Bu Tini
untuk memasang pagar. �
Merencanakan
Pemecahan �
Melakukan
Rencanaan Masalah Penyelesaian: K = s + s + s K = 6 + 8 + 9 K = 23 m Kelilingnya adalah 23 m Biaya pagar: Rp. 125.000-, x 23 m = Rp.
2.875.000-, Uang Bu Tini Rp. 3.295.000-, Maka, (Rp. 3.295.000-,) - (Rp. 2.875.000-,)
= Rp. 420.000-, �
Memeriksa
Kembali Pemecahan Jadi, uang yang dimiliki Bu Tini sebesar Rp.
3.295.000-, sedangkan uang yang di perlukan untuk memasang pagar sebesar Rp.
2.875.000-, sehingga uang Bu Tini lebih untuk biaya pemasangan pagar yaitu
sebesar Rp. 420.000-, |
3 3 3 2 |
|
3 |
�
memahami masalah �
merencanakan pemecahan �
melakukan rencanaan masalah �
memeriksa kembali pemecahan |
Menentukan luas segiempat (persegi, persegi
panjang, belahketupat, jajargenjang, trapesium, dan layang-layang) |
Pak Bimo memiliki halaman rumah yang bagian
tengahnya akan ditanami rumput. Jika harga rumput Rp. 18.000-,/meter, bagian
tengahnya halaman tersebut berbentuk belahketupat yang ukuran diagonalnya 12
m dan 18 m. Berapakah biaya yang diperukan untuk menanam rumput?� |
3 |
�
Memahami
Masalah Diketahui: Harga rumput: Rp. 18.000-,/meter Ukuran diagonal: 12 m dan 18 m Ditantakan: Biaya yang diperlukan Pak Bimo untuk menanam
rumput �
Merencanakan
Pemecahan �
Melakukan
Rencanaan Masalah Penyelesaian: Mencari luas halaman yang berbentuk
belahketupat L = � x d1 x d2 L = � x 12 m x 18 m L = � x 216 m L = 108 m2 Luas halaman Pak Bimo 108 m2 Biaya rumput Rp. 18.000-,/meter Maka Rp. 18.000-,/meter x 108 m2 =
Rp. 1.944.000-, �
Memeriksa
Kembali Pemecahan Jadi, biaya yang perlukan Pak Bimo untuk
menanam rumput adalah R. 1.944.000-, |
3 3 3 2 |
|
4 |
�
memahami masalah �
merencanakan pemecahan �
melakukan rencanaan masalah �
memeriksa kembali pemecahan |
Menentukan keliling segiempat (persegi,
persegi panjang, belahketupat, jajargenjang, trapesium, dan layang-layang) |
Sebuah halaman rumah Andi yang berbentuk
persegi panjang dengan panjang sisinya berturut-turut 43m dan 27m.
Disekeliling halaman rumah tersebut akan dipasang pagar dengan biaya
pembuatan pagar yaitu Rp. 35.000-,/m. Tentukan besar biaya yang di perlukan
Andi untuk membuat pagar tersebut. |
6 |
Diketahui: Panjang sisi berturut-turut 43 m dan 27 m Biaya Rp. 35.000-,/m Ditayakan: Biaya yang di perlukan Andi untuk membuat
pagar. Penyelesaian: Rumus keliling persegi panjang K = 2 x (p + l) K = 2 x (43 m + 27m) K = 2 x 70 m K = 140 m Biaya Rp. 35.000-, x 100 m Biaya = Rp. 4.900.000-, Jad, biaya yang di keluarkan Andi untuk
membuat pagar tersebut sebesar Rp. 4.900.000-, |
3 3 3 2 |
|
5 |
�
memahami masalah �
merencanakan pemecahan �
melakukan rencanaan masalah �
memeriksa kembali pemecahan |
Menentukan luas segiempat (persegi, persegi
panjang, belahketupat, jajargenjang, trapesium, dan layang-layang) |
Sebuah lantai kelas berbentuk persegi dengan
panjang sisi 6 m. Lantai tersebut akan dipasang ubin berbentuk persegi
berukuran 30 x 30 cm. Tentukan banyaknya ubin yang dibutuhkan untuk menutupi
lantai kelas. |
7 |
�
Memahami
Masalah Diketahui: Sisi lantai kelas 6 m Ubin 30 x 30 cm Ditanyakan: Banyak ubin yang dibutukan untuk menutupi
lantai kelas �
Merencanakan
Pemecahan �
Melakukan
Rencanaan Masalah Penyelesaian: Rumus luas persegi L = s x s L = 6 m x 6 m L = 36 m2 36 m2 = 36.000 cm2 Luas lantai kelas 36.000 cm2 Luas ubin 30 cm x 30 cm = 900 cm2 Maka ubin yang dibutuhkan adalah: �
Memeriksa
Kembali Pemecahan Jadi,
ubin yang dibutuhkan untuk menutupi lantai kelas sebanyak 400 buah ubin. |
3 3 3 2 |
Hasil
tes soal pemecahan masalah matematis kemudian di kelompokan berdasarkan tingkat
kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang dikategorikan kedalam tiga
tingkatan yaitu tinggi, sedang, dan rendah.
Berdasarkan
hasil tes yang telah dilaksanakan terdapat 4 siswa� yang termasuk kedalam kategori tinggi, 17
siswa termasuk dalam kategori sedang dan 8 siswa termasuk dalam kategori
rendah. Kemudian seluruh siswa dikelompokan berdasarkan kategori tinggi,
sedang, dan rendah. Siswa yang dipilih dari tiap kategori untuk dilakukan
analisis lebih mengenai pemecahan masalahsiswa dalam menyelesaikan soal
mengunakan langkah-langkah Polya. Kemudian subjek pada penelitian diambil
sebnyak 3 orang siswa dari tiap kategori, untuk yang termasuk pada kategori
tinggi sebanyak 1 orang siswa, pada kategori sedang sebanyak 1 orang siswa, dan
pada kategori sedang sebanyak 1 orang siswa
Pemberian
soal tes penelitian dilakukan pada hari rabu, 28 juli 2020 secara online, dan
dilakukan wawancara pada hari kamis 29 juli 2020 secara online. Setelah itu
peneliti menganalisis jawaban tersebut.
Kesimpulan
Berdasarkan
deskripsi dan analisis yang
telah di paparkan kemudian dapat disimpulkan bahwa siswa yang memiliki kemampuan pemecahan masalah matematis tinggi, sedang, dan rendah memiliki kemampuan pemecahan masalah yang berbeda-beda pada setiap tahapan penyelesaian, siswa dengan kategori kemampuan pemecahan masalah matematis tinggi mampu menyelesaikan
soal segiempat dan segitiga sesuai dengan tahapan pemecahan masalah menurut Polya. Yaitu dapat memahami
masalah, menyusun rencana, melaksanakan rencana, dan memeriksa kembali hasil jawaban
yang telah di peroleh.
Kemudian
siswa dengan kategori kemampuan pemecahan masalah matematis sedang mampu menyelesaikan soal segiempat dan segitiga tetapi hanya mencapai 3 tahapan kemampuan pemecahan masalah menurut Polya, yaitu dapat memahami
masalah, menyusun rencana, melaksanakan rencana dan belum mampu memeriksa kembali tahapan-tahapan yang dikerjakan sehingga terdapat kekeliruan dalam proses penyelesaian dan hasil jawaban yang diperoleh kurang tepat. Sedangkan siswa dengan kategori
kemampuan pemecahan masalah matematis rendah belum mampu
menyelesaikan soal segiempat dan segitiga yang sesuai dengan tahapan
kemampuan pemecahan masalah menurut Polya, mulai dari
memahami masalah, menyusun rencana, melaksanakan rencana, dan memeriksa kembali.
Bibliography
Anhar, L. N., Triyanto,
& Chrisnawa, H. E. (2019, Januari). Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah
Matematika Pada Materi Geometri Berdasarkan Langkah Polya Ditinjau Dari
Kemampuan Representasi Matematis Siswa Kelas Vii Smpn 2 Pupuh Tahun 2018/2019.
Jurnal Pendidikan Matematika Dan Matematika (Jpmm), 515-524
Dewi, S. C. (2017).
Analisis Kesulitan Pemahaman Konsep Pada Materi Segiempat Dan Segitiga Di Kelas
Vii Smp Negeri 2 Kembang Tahun Ajaran 2016/2017. Surakarta : Universitas
Muhammadiyah Surakarta.
Ifanila. (2014). Penerapan
Langkah-Langkah Polya Untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Soal
Cerita Pada Siswa Kelas Vii Smp 13 Palu. Jurnal Elektronik Pendidikan
Matematika Taduloko, 1(2).
Kurniawati, w.� (2017). Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah
Menurut Polya Dalam Pembelajaran Problem Based Learning Berdasarkan Gaya
Berfikir Gregorc Siswa Kelas Vii Smp Negeri 1 Gondang Tahun Ajaran 2016/2017.
Surakarta: Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Lestari, K. E., &
Yudhanegara, M. R. (2015). Penelitian Pendidikan Matematika. Bandung: Refika
Aditama.
Mairing. (2018). Pemecahan
Masalah Matematika. Bandung: Alfabeta
Nuharini, & Wahyuni.
(2008). Matematika Konsep Dan Aplikasinya, Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen
Pendidikan Nasional.
Polya. G. (1973). How to
Sove It-At New Aspect Of Mathematical Method (second edition). New Jersey :
Princenton University Press.
Sugiyono. (2012). Metode
Penelitian Pendidikan: Pendidikan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&A.
Bandung: Alfabeta.
Susanto, A. (2016). Teori
Belajar & Pembelajaran Di Sekolah Dasar. Jakarta: Prenadamedia Group
Widjajanti. (2009).
Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Mahasiswa Calon Guru Matematika Apa Dan
Bagaimana Mengembangkanya. Prosidang Seminar Nasional Matematika Dan Pendidikan
Matematika.
Widodo, S. A., &
Sujadi, A. A. (2015, Januari). Analisis Kesalahan Mahasiswa Dalam Memecahkan
Masalah Trigonometri.
.
|
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0
International License. |