
Tanggapan Orang Tua Terhadap Pendidikan Anak Usia
Dini Hubungannya dengan Motivasi Menyekolahkan
Anaknya pada PAUD
Matriks: Jurnal
Sosial dan Sains
keluarga, orang tua terkadang tidak semuanya mengerti tentang pola asuh yang baik
terhadap anak-anaknya. Apabila anak usia dini tersebut salah asuhan seperti yang nampak
terjadi sekarang ini di seluruh pelosok negeri kita akan berakibat fatal bagi perkembangan
jaman. Penanaman mental pondasi bagi manusia penerus bangsa dimanapun adanya
terletak pada anak usia dini dalam rentang usia 0 sampai dengan 6 tahun, disesuaikan
dengan tahapan-tahapan tumbuh kembang anak sesuai usia, maka selamatlah generasi
mendatang yang siap menerima dan memproses iptek dengan mudah dan benar bahkan
bukan hal yang tidak mungkin bahwa generasi tersebut mempunyai daya cipta tepat yang
berhasil guna bagi nusa dan bangsa (Muhria, 2020). Sebaliknya apabila anak usia dini
tersebut kita berikan pendidikan kepribadian ketahanan mental dan sikap yang tidak
benar, maka tunggulah kehancuran generasi yang akan datang yang akan menghancurkan
negara, licik, mementingkan diri sendiri, saling fitnah, menghalalkan segala cara, karena
kebodohannya dalam menyikapi ilmu pengetahuan di berbagai bidang, baik ideologi,
politik sosial ekonomi dan kebudayaan jelas akan direbut orang lain dari negara lain yang
lebih pintar karena mengutamakan dan mengurus secara hati- hati terhadap pendidikan
anak usia dini Namun demikian penerimaan masyarakat terhadap program pendidikan
anak usia dini nampaknya juga belum sepenuhnya seperti yang diharapkan, artinya
tanggapan masyarakat belum memiliki pemahaman terhadap arti pentingnya program
PAUD tersebut bagi masa depan anak (Faiqoh, 2015).
Kenyataan pada saat ini banyak yang menganggap pendidikan baru bisa dimulai
setelah usia sekolah dasar (7 tahun) ternyata tidak benar. Bahkan pendidikan yang
dimulai pada usia Taman Kanak-kanak (4-6 tahun) pun sebenarnya sudah terlambat.
Artinya kalau pada usia tersebut otak anak tidak mendapatkan rangsangan yang
maksimal, maka potensi otak anak tidak akan berkembang secara optimal (Yus, 2015).
Metode Penelitian
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif, yaitu suatu
metode deskriptif digunakan untuk berupaya memecahkan atau menjawab permasalahan
yang sedang dihadapi pada situasi sekarang dilakukan dengan menempuh langkah-
langkah pengumpulan klasifikasi dan analisis / pengolahan data, memuat kesimpulan dan
laporan dengan tujuan utama membuat penggambaran tentang suatu keadaan secara
objektif dalam suatu deskriptif situasi (Soendari, 2012). Penulis menulis metode ini
karena dengan pertimbangan bahwa menggunakan metode deskriptif tidak hanya terbatas
kepada pengumpulan dan pengolahan data saja, tetapi membuat kesimpulan dan membuat
gambaran tentang suatu keadaan secara objektif.
Hasil dan Pembahasan
Untuk mengetahui data tentang tanggapan orang tua terhadap pendididkan anak
usia dini, penulis mengajukan 12 pertanyaan yang dikembangkan dari 6 indikator.
Adapun indicator yang diteliti mengenai tanggapan orang tua terhadap pendidikan anak
usia dini (variabel X) terdiri dari : 1) Penampilan orang tua, 2) Keteladanan orang tua, 3)
Metode yang digunakan orang tua, 4) Memberi motivasi, 5) Memberi nasehat, dan 6)
Memberi hukuman. Kemudian disebarkan kepada 90 responden dengan menyediakan 5
alternatif jawaban yang memiliki skor dimulai dari 5, 4, 3, 2, 1 untuk pertanyaan atau
pernyataan yang positif, dan dimulai dari 1, 2, 3, 4, 5 untuk pertanyaan atau pernyataan
yang negatif.
Hasil yang diperoleh penulis adalah :
• Realitas tanggapan orang tua terhadap pendidikan anak usia dini di Desa
Pamulihan dikategorikan baik. Hal ini berdasarkan dari perhitungan statistik hasil
penyebaran angket yang mengangkat variabel X terhadap 90 responden dari nilai angka