
Analisis Rasio Keuangan Terhadap Kinerja Perusahaan
PT. RN Periode 2013-2017
Matriks: Jurnal
Sosial dan Sains
Pendahuluan
Di tengah kehidupan perkotaan yang sangat padat aktivitas dan rutinitas yang
melelahkan, keberadaan sarana rekreasi yang mencukupi menjadi hal yang sangat
penting. Namun, masih banyak kota di Indonesia yang masih menganak tirikan
pembangunan di bidang sarana rekreasi tersebut (terutama rekreasi alam terbuka)
sehingga indeks angka kebahagiaan penduduk di kota tersebut pun menjadi berkurang.
Oleh karena itu, diperlukan sebuah sarana rekreasi yang positif, yang bukan hanya
menyenangkan, namun dapat pula mengedukasi para pesertanya sekaligus memberikan
mereka kesempatan untuk berinteraksi positif dengan para peserta lainnya dan dapat pula
membuat mereka menjadi lebih dekat dengan alam. Beberapa kriteria di atas kita temukan
di taman bermain tematik (Theme Park).
Theme park sebagai sebuah tempat rekreasi memiliki banyak keunggulan
dibandingkan tempat rekreasi lainnya. Keberadaan theme park di suatu kota merupakan
sesuatu yang jarang (langka) (Agung & Wulandari, 2012). Hanya beberapa kota tertentu
saja yang memilikinya. Dengan keberadaan di suatu kota, maka menaikkan pamor kota
tersebut dan dapat menjadikan landmark baru bagi Kota tersebut, sehingga menarik
berbagai macam wisatawan baik dari dalam maupun luar negeri untuk datang berkunjung.
Dengan banyaknya wisatawan yang berkunjung, maka menaikkan perekonomian kota.
PT. RN adalah perusahaan yang kegiatan utamanya bergerak dibidang jasa taman
hiburan/rekreasi. Salah satu faktor yang sangat menentukan suatu perusahaan dapat
berkembang dengan baik adalah kebijakan perusahaan tersebut dalam mengelola
keuangannya. Dengan kondisi keuangan yang sehat diharapkan pihak seperti manajemen
perusahaan yang bersangkutan, investor, calon investor ataupun pihak-pihak lain yang
berkepentingan terhadap perusahaan akan tertarik untuk ikut serta dalam kelangsungan
hidup perusahaan, sehingga tujuan utama dari perusahaan tersebut terealisasi.
Laporan keuangan menurut (Trianto, 2018) adalah catatan informasi keuangan
suatu perusahaan pada suatu periode akuntansi yang dapat digunakan untuk
menggambarkan kinerja perusahaan tersebut. Menurut Harahap (2016), tujuan pembuatan
laporan keuangan sebagai dasar awal dari struktur teori akuntansi. Laporan keuangan
dapat memberikan gambaran tentang perubahan posisi keuangan serta hasil yang telah
dicapai (Pongoh, 2013). Perkembangan kondisi keuangan dapat diketahui dengan
menganalisis data keuangan perusahaan. Data keuangan yang disajikan dalam bentuk
neraca, laporan laba rugi, laporan perubahan ekuitas, laporan arus kas, dan catatan atas
laporan keuangan.
Agar dapat dipakai sebagai dasar untuk pembuat keputusan, laporan keuangan
tersebut harus dianalisis dengan menggunakan berbagai rasio, antara lain rasio likuiditas,
rasio solvabilitas (laverage), rasio aktivitas dan rasio profitabilitas (Rhamadana &
Triyonowati, 2016). Rasio keuangan menunjukkan perubahan dalam kondisi keuangan.
Tujuan analisis ini digunakan untuk mengetahui sejauh mana perkembangan kinerja
keuangan perusahaan. (Suhendro, 2017)
Rasio likuiditas menurut Fred Weston dikutip dari (Kasmir, 2017) menyebutkan
bahwa rasio likuiditas (liquidity ratio) merupakan rasio yang menggambarkan
kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban (utang) jangka pendek. Rasio
likuiditas digunakan untuk menggambarkan seberapa likuidnya suatu perusahaan serta
kemampuan perusahaan untuk menyelesaikan kewajiban jangka pendek dengan
menggunakan aktiva lancar.(Sopian & Rahayu, 2017) Dengan kata lain, rasio ini
digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan untuk membayar kewajiban yang
segera jatuh tempo.
Menurut Sujarweni (2017), rasio solvabilitas adalah rasio yang digunakan
mengukur kemampuan perusahaan untuk mengetahui seluruh kewajibannya baik jangka