Vol. 1, No. 2, Januari 2020
p-ISSN 2775-3832 ; e-ISSN 2775-7285
49
http://matriks.greenvest.co.id
ANALISIS RASIO KEUANGAN TERHADAP KINERJA PERUSAHAAN
PT. RN PERIODE 2013-2017
Ikhsan Nendi
Politeknik Negeri Bandung Jawa Barat, Indonesia
Diterima:
7 Oktober 2019
Direvisi:
13 November
2019
Disetujui:
17 Desember
2019
Abstrak
Penelitian ini membahas tentang analisis rasio keuangan terhadap
kinerja perusahaan PT. RN periode 2013-2017. Tujuan penelitian ini
yaitu untuk menganalisis kinerja keuangan PT. RN menggunakan
rasio likuiditas berdasarkan rasio lancar (current ratio), rasio
solvabilitas, rasio aktivitas berdasarkan rasio total asset turnover dan
rasio profitabilitas dari tahun 2013-2017 untuk melihat adanya
kenaikan atau penurunan kinerja keuangan perusahaan. Penelitian ini
menggunakan metode deskriptif. Hasil penelitian dan perhitungan
menunjukkan Rasio Likuiditas berdasarkan Rasio Lancar perusahaan
dikatakan baik dengan rasio setiap tahun semakin meningkat. Rasio
solvabilitas berdasarkan rasio total debt to equity dan total debt to
total asset menunjukan hasil yang cukup baik. Rasio aktivitas
berdasarkan total asset turn over kurang baik. Rasio profitabilitas
berdasarkan rasio net profit margin, return on asset, dan return on
equity mendapat hasil cukup baik.
Kata Kunci: Analisis laporan keuangan; Rasio likuditas; Rasio
solvabilitas; Rasio aktivitas; Rasio profitabilitas
Abstract
This research discusses the analysis of the ratio of finance to
performance of PT companies. RN period 2013-2017. The purpose of
this research is to analyze the financial performance of PT. RN uses
liquidity ratio based on current ratio, solvency ratio, activity ratio
based on total asset turnover ratio and profitability ratio from 2013-
2017 to see an increase or decrease in the company's financial
performance. This research uses descriptive methods. The results of
research and calculations show liquidity ratio based on current ratio
of the company is said to be good with the ratio every year is
increasing. Solvency ratio based on total debt to equity ratio and
total debt to total asset showed quite good results. The activity ratio
based on total asset turn over is not good. Profitability ratio based
on net profit margin ratio, return on asset, and return on equity got
quite good results.
Keywords: Analysis of financial statements; Ratio of liquidity;
Solvency ratio; Activity ratio; Profitability ratio
Analisis Rasio Keuangan Terhadap Kinerja Perusahaan
PT. RN Periode 2013-2017
Matriks: Jurnal
Sosial dan Sains
50
Pendahuluan
Di tengah kehidupan perkotaan yang sangat padat aktivitas dan rutinitas yang
melelahkan, keberadaan sarana rekreasi yang mencukupi menjadi hal yang sangat
penting. Namun, masih banyak kota di Indonesia yang masih menganak tirikan
pembangunan di bidang sarana rekreasi tersebut (terutama rekreasi alam terbuka)
sehingga indeks angka kebahagiaan penduduk di kota tersebut pun menjadi berkurang.
Oleh karena itu, diperlukan sebuah sarana rekreasi yang positif, yang bukan hanya
menyenangkan, namun dapat pula mengedukasi para pesertanya sekaligus memberikan
mereka kesempatan untuk berinteraksi positif dengan para peserta lainnya dan dapat pula
membuat mereka menjadi lebih dekat dengan alam. Beberapa kriteria di atas kita temukan
di taman bermain tematik (Theme Park).
Theme park sebagai sebuah tempat rekreasi memiliki banyak keunggulan
dibandingkan tempat rekreasi lainnya. Keberadaan theme park di suatu kota merupakan
sesuatu yang jarang (langka) (Agung & Wulandari, 2012). Hanya beberapa kota tertentu
saja yang memilikinya. Dengan keberadaan di suatu kota, maka menaikkan pamor kota
tersebut dan dapat menjadikan landmark baru bagi Kota tersebut, sehingga menarik
berbagai macam wisatawan baik dari dalam maupun luar negeri untuk datang berkunjung.
Dengan banyaknya wisatawan yang berkunjung, maka menaikkan perekonomian kota.
PT. RN adalah perusahaan yang kegiatan utamanya bergerak dibidang jasa taman
hiburan/rekreasi. Salah satu faktor yang sangat menentukan suatu perusahaan dapat
berkembang dengan baik adalah kebijakan perusahaan tersebut dalam mengelola
keuangannya. Dengan kondisi keuangan yang sehat diharapkan pihak seperti manajemen
perusahaan yang bersangkutan, investor, calon investor ataupun pihak-pihak lain yang
berkepentingan terhadap perusahaan akan tertarik untuk ikut serta dalam kelangsungan
hidup perusahaan, sehingga tujuan utama dari perusahaan tersebut terealisasi.
Laporan keuangan menurut (Trianto, 2018) adalah catatan informasi keuangan
suatu perusahaan pada suatu periode akuntansi yang dapat digunakan untuk
menggambarkan kinerja perusahaan tersebut. Menurut Harahap (2016), tujuan pembuatan
laporan keuangan sebagai dasar awal dari struktur teori akuntansi. Laporan keuangan
dapat memberikan gambaran tentang perubahan posisi keuangan serta hasil yang telah
dicapai (Pongoh, 2013). Perkembangan kondisi keuangan dapat diketahui dengan
menganalisis data keuangan perusahaan. Data keuangan yang disajikan dalam bentuk
neraca, laporan laba rugi, laporan perubahan ekuitas, laporan arus kas, dan catatan atas
laporan keuangan.
Agar dapat dipakai sebagai dasar untuk pembuat keputusan, laporan keuangan
tersebut harus dianalisis dengan menggunakan berbagai rasio, antara lain rasio likuiditas,
rasio solvabilitas (laverage), rasio aktivitas dan rasio profitabilitas (Rhamadana &
Triyonowati, 2016). Rasio keuangan menunjukkan perubahan dalam kondisi keuangan.
Tujuan analisis ini digunakan untuk mengetahui sejauh mana perkembangan kinerja
keuangan perusahaan. (Suhendro, 2017)
Rasio likuiditas menurut Fred Weston dikutip dari (Kasmir, 2017) menyebutkan
bahwa rasio likuiditas (liquidity ratio) merupakan rasio yang menggambarkan
kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban (utang) jangka pendek. Rasio
likuiditas digunakan untuk menggambarkan seberapa likuidnya suatu perusahaan serta
kemampuan perusahaan untuk menyelesaikan kewajiban jangka pendek dengan
menggunakan aktiva lancar.(Sopian & Rahayu, 2017) Dengan kata lain, rasio ini
digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan untuk membayar kewajiban yang
segera jatuh tempo.
Menurut Sujarweni (2017), rasio solvabilitas adalah rasio yang digunakan
mengukur kemampuan perusahaan untuk mengetahui seluruh kewajibannya baik jangka
Vol. 1, No. 2, Januari 2020
p-ISSN 2775-3832 ; e-ISSN 2775-7285
51
http://matriks.greenvest.co.id
pendek maupun jangka panjang. Seberapa efektif perusahaan menggunakan sumberdaya
yang dimiliki, seperti piutang dan modal maupun aktiva. Rasio ini memiliki beberapa
jenis seperti rasio hutang terhadap ekuitas (total debt to equity ratio), rasio hutang
terhadap total aktiva (total debt to total assets ratio), long term debt to total equity ratio,
tangible assets debt coverage, times interest earned ratio.
Fahmi (2011) menjelaskan bahwa rasio aktivitas adalah rasio yang
menggambarkan sejauh mana suatu perusahaan mempergunakan sumber daya yang
dimilikinya guna menunjang aktivitas perusahaan, dimana penggunaan aktivitas ini
dilakukan secara sangat maksimal dengan maksud memperoleh hasil yang maksimal.
Rasio ini bagi banyak praktisi dan analis bisnis menyebutnya juga sebagai rasio
pengelolaan aset (aset management ratio). Jenis-jenis rasio aktivitas antara lain total
assets turnover, receivable turnover, average collection periode, inventory turnover,
working capital turnover, average day’s inventory.
Sujarweni (2017) menjelaskan pengertian dari rasio profitabilitas yaitu rasio yang
digunakan untuk mengukur tingkat imbalan atau perolehan (keuntungan) dibanding
penjualan atau aktiva, mengukur seberapa besar kemampuan perusahaan memperoleh
laba dalam hubungan dengan penjualan, aktiva maupun laba dan modal sendiri. Jenis-
jenis rasio profitabilitas yaitu gross profit margin, net profit margin, earning power of
total invesment, rate or return for the owner, operating income ratio / operating profit
margin, operating ratio, net earning power ratio.
Sebelumnya, terdapat penelitian terdahulu yang relevan dengan penelitian ini, salah
satunya adalah penelitian yang dilakukan oleh (Sari, 2019) dengan judul Analisis Rasio
Keuangan untuk Mengukur Kinerja Keuangan Perusahaan pada PT. Pelabuhan Indonesia
I (Persero) Medan. Penelitian tersebut bertujuan untuk menganalisis rasio keuangan
perusahaan dan mengetahui kinerja keuangan pada PT. Pelabuhan Indonesia I (Persero)
Medan serta untuk mengetahui tingkat kesehatan dan menilai perubahan potensi sumber
daya maka dilakukan dengan penilaian terhadap kinerja perusahaan.
Perbedaannya dengan penelitian ini terletak pada objek penelitiannya dan sumber
pengumpulan data. Dalam penelitian ini sumber data berasal dari laporan tahunan
perusahaan. Sedangkan dalam penelitian sebelumnya sumber pengumpulan data berasal
dari laporan keuangan yang meliputi neraca dan laporan laba-rugi.
Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui Rasio Likuiditas berdasarkan
Current Ratio pada PT. RN periode 2013-2017; mengetahui Rasio Solvabilitas/Laverage
berdasarkan Total Debt to Equity Ratio dan Total Debt to Total Asset Ratio pada PT. RN
periode 2013-2017; mengetahui Rasio Aktivitas berdasarkan Total Asset Turn Over pada
PT RN periode 2013-2017; mengetahui Rasio Profitabilitas berdasarkan Net Profit
Margin, Return on Assset dan Return on Equity pada PT RN periode 2013-2017.
Metode Penelitian
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari metode
observasi yaitu metode yang digunakan untuk mendapatkan hasil yang nyata dengan cara
meneliti langsung kedalam perusahaan dan melakukan pengamatan terhadap
permasalahan-permasalahan yang ada di perusahaan tersebut. Penulisan menggunakan
metode tersebut untuk mengetahui apakah fungsi yang terkait, dokumen yang digunakan
dan prosedur pembelian PT. RN sudah berjalan dengan baik sesuai dengan sistem
informasi akuntansi, studi kepustakaan yaitu teknik pengumpulan data dengan
menganalisis teori-teori yang terdapat dalam buku-buku, catatan dan bacaan lainnya yang
ada hubungannya dengan masalah yang sedang diteliti
Analisis Rasio Keuangan Terhadap Kinerja Perusahaan
PT. RN Periode 2013-2017
Matriks: Jurnal
Sosial dan Sains
52
Hasil dan Pembahasan
A.
Analisis Rasio Likuiditas Berdasarkan Rasio Lancar Periode 2013-2017
Berdasarkan laporan keuangan PT RN selama lima tahun dimulai dari periode
2013-2017. Perhitungan analisis rasio likuiditas berdasarkan rasio lancar (current ratio),
digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban jangka
pendeknya dengan menggunakan aktiva lancar yang dimiliki. Dengan menggunakan
metode analisis horisontal yaitu analisis dengan mengadakan pembandingan laporan
keuangan untuk beberapa periode, maka akan diketahui perkembangannya. Berdasarkan
metode tersebut maka akan didapat hasil sebagai berikut:
Rumus untuk mencari rasio lancar (current ratio) adalah sebagai berikut:
𝐶𝑢𝑟𝑟𝑒𝑛𝑡 𝑅𝑎𝑡i𝑜 =
Aset Lancar
Hutang Lancar
x 100%
Tabel 1. Komponen Laporan Keuangan Rasio Lancar PT RN periode 2013-2017
Komponen
Tahun
Laporan
Keuangan
2013
2014
2015
2016
2017
Aset Lancar
Rp10.673.556
.409
Rp14.790.865
.910
Rp14.323.545
.269
Rp15.408.638
.919
Rp24.161.796.3
15
Hutang Lancar
Rp11.291.172
.897
Rp11.817.570
.990
Rp.10.560.80
4.203
Rp6.099.283.
730
Rp6.004.694.75
3
Sumber: PT RN (data diolah)
Perhitungan Current Ratio 2013-2017 dengan menggunakan rumus di atas, didapatkan
hasil sebagai berikut:
2013 =
Rp 10.673.556.409
x
100% =
94,53%
Rp 11.291.172.897
2014 =
Rp 14.790.865.910
x
100% =
125,16%
Rp 11.817.570.990
2015 =
Rp 14.323.545.269
x
100% =
135,63%
Rp 10.560.804.203
2016 =
Rp 15.408.638.919
x
100% =
252,63%
Rp 6.099.283.730
2017 =
Rp 24.161.796.315
x
100% =
402,38%
Rp 6.004.694.753
Vol. 1, No. 2, Januari 2020
p-ISSN 2775-3832 ; e-ISSN 2775-7285
53
http://matriks.greenvest.co.id
Gambar 1. Grafik Current Ratio PT. RN Periode 2013-2017
Berdasarkan perhitungan yang dilakukan, maka dapat diketahui bahwa kondisi
rasio lancar PT RN pada tahun 2013-2017 mengalami peningkatan setiap tahunnya, rasio
terendah berada di tahun 2013 sebesar 94,53% sedangkan rasio tertingginya berada di
tahun 2017 yaitu sebesar 402,38%. Rasio lancar mengalami kenaikan setiap tahunnya, hal
ini diduga setiap tahunnya perusahaan mampu membayar kewajiban hutang jangka
pendeknya. Apabila rata-rata standar industri untuk rasio lancar adalah 100% maka
current ratio PT RN dapat dikatakan sudah mencukupi pada tahun 2014-2017 karena
rasionya lebih dari 100%, namun di tahun 2013 tidak mencukupi dikarenakan dibawah
100% yaitu sebesar 94,53%, artinya setiap Rp 1 utang lancar perusahaan dijamin
pembayarannya oleh Rp 0,95 aset lancer.
Dalam teori yang dikemukakan oleh (Kasmir, 2017) Rasio likuiditas adalah rasio
modal kerja yang digunakan untuk mengukur seberapa likuidnya suatu perusahaan”.
Caranya adalah dengan membandingkan komponen yang ada di neraca, yaitu total aktiva
lancar dengan total passiva lancar.
B.
Analisis Rasio Solvailitas / Laverage Periode 2013-2017
Berdasarkan laporan keuangan PT RN selama lima tahun dimulai dari periode
2013-2017, penulis akan melakukan analisis terhadap rasio solvabilitas yaitu rasio yang
digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam menggunakan sumberdaya
yang dimiliki, seperti piutang, modal maupun aktiva.
1. Total Debt to Equity Rasio
Berdasarkan neraca PT RN periode 2013-2017, maka dilakukan perhitungan
berdasarkan rasio hutang terhadap ekuitas (total debt to equity ratio). Rasio hutang
terhadap ekuitas adalah rasio perbandingan antara hutang-hutang dan ekuitas dalam
pendanaan perusahaan dan menunjukkan kemampuan modal sendiri untuk
memenuhi seluruh kewajibannya. Berdasarkan metode tersebut maka akan mendapat
hasil yang diperoleh sebagai berikut:Rumus untuk mencari total debt to equity ratio
adalah sebagai berikut:
𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝐷𝑒𝑏𝑡 𝑡𝑜 𝐸𝑞𝑢i𝑡𝑦 𝑅𝑎𝑡i𝑜 =
Total Hutang
Ekuitas Pemegang Saham
x 100%
Current Ratio
600.00%
400.00%
200.00%
0.00%
2013 2014 2015 2016 2017
Current Ratio
Analisis Rasio Keuangan Terhadap Kinerja Perusahaan
PT. RN Periode 2013-2017
Matriks: Jurnal
Sosial dan Sains
54
Total Debt to Equity Ratio
1500.00%
1000.00%
500.00%
0.00%
2013 2014 2015 2016 2017
Total Debt to Equity Ratio
Tabel 2. Komponen Laporan Keuangan Total Debt to Equity Ratio PT RN periode 2013-
2017
Komponen
Tahun
Laporan
Keuangan
2013
2014
2015
2016
2017
Total Hutang
Rp12.901.185
.897
Rp13.728.148
.990
Rp11.539.591
.203
Rp7.207.595.
730
Rp7.598.534.75
3
Total Modal
Rp1.031.714.
261
Rp3.099.389.
397
Rp4.150.197.
879
Rp9.544.871.
997
Rp18.523.109.1
21
Sumber: PT RN (data diolah)
2013 =
Rp 12.901.185.897
x
100% =
1250,46%
Rp 1.031.714.261
2014 =
Rp 13.728.148.990
x
100% =
442,93%
Rp 3.099.389.397
2015 =
Rp 11.539.591.203
x
100% =
278,05%
Rp 4.150.197.879
2016 =
Rp 7.207.595.730
x
100% =
75,51%
Rp 9.544.871.997
2017 =
Rp 7.598.534.753
x
100% =
41,02%
Rp 6.004.694.753
Gambar 2. Garfik Total Debt to Equity Ratio PT RN Periode 2013-2017
Berdasarkan grafik, menunjukkan bahwa total debt to equity ratio PT RN selama
tahun 2013-2017 semakin menurun setiap tahunnya, artinya perusahaan sebagian besar
didanai oleh utang dari kreditor. Rasio total debt to total equity terbesar ada pada tahun
2013 yaitu 1250,46%, dapat diketahui bahwa pada tahun tersebut perusahaan didanai oleh
kreditor sebesar Rp 12,50 untuk setiap Rp 1. Pada tahun 2017 mengalami penurunan
drastis yaitu sebesar 41,02% , artinya perusahaan didanai oleh kreditor sebesar Rp 0,41.
Untuk total debt to total equity ratio secara keseluruhan mengalami penuruan yang cukup
drastis setiap tahunnya, karena disebabkan adanya kenaikan pada modal. Menurut (Hery,
2016), debt to equity ratio merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur besarnya
proposi utang terhadap modal. Rasio ini dihitung sebagai hasil bagi antara total utang
dengan modal. Semakin tinggi rasio ini maka berarti modal sendiri semakin sedikit
dibandingkan dengan hutangnya.
Vol. 1, No. 2, Januari 2020
p-ISSN 2775-3832 ; e-ISSN 2775-7285
55
http://matriks.greenvest.co.id
Total Debt to Total Assets
Ratio
100.00%
50.00%
0.00%
2013 2014 2015 2016 2017
Total Debt to Total Assets Ratio
2. Total Debt to Total Assets Rasio
Berdasarkan neraca PT RN periode 2013-2017, maka penulis akan melakukan
perhitungan berdasarkan rasio hutang terhadap total aktiva (total debt to total assets
ratio), rasio hutang terhadap total aktiva adalah rasio perbandingan antara hutang
lancar dan hutang jangka panjang dan jumlah seluruh aktiva diketahui. Rasio ini
menunjukkan berapa bagian dari keseluruhan aktiva yang bersumber dari hutang.
Rumus untuk mencari total debt to total assets ratio adalah sebagai berikut:
𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝐷𝑒𝑏𝑡 𝑡𝑜 𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝐴𝑠𝑠𝑒𝑡 𝑅𝑎𝑡i𝑜 =
Total Hutang
Total Aktiva
x 100%
Tabel 3. Komponen Laporan Keuangan Total Debt to Total Assets Ratio PT RN periode
2013-2017
Komponen
Laporan
Keuangan
TAHUN
2013
2014
2015
2016
2017
Total Hutang
Rp12.901.185
.897
Rp13.728.148
.990
Rp11.539.591
.203
Rp7.207.595.
730
Rp7.598.534.75
3
Total Aktiva
Rp13.932.900
.158
Rp16.827.538
.387
Rp15.689.789
.082
Rp16.752.467
.727
Rp26.121.643.8
74
Sumber: PT RN (data diolah)
2013 =
Rp 12.901.185.897
x
100% =
92,60%
Rp 13.932.900.158
2014 =
Rp 13.728.148.990
x
100% =
81,58%
Rp 16.827.538.387
2015 =
Rp 11.539.591.203
x
100% =
73,55%
Rp 15.689.789.082
2016 =
Rp 7.207.595.730
x
100% =
43,02%
Rp 16.752.467.727
2017 =
Rp 7.598.534.753
x
100% =
29,09%
Rp 26.121.643.874
Gambar 3. Garfik Total Debt to Total Assets Ratio PT RN Periode 2013-2017
Berdasarkan grafik diatas, dapat diketahui bahwa rasio total debt to asset ratio
PT RN periode 2013-2017 setiap tahunnya mengalami penurunan, hal ini disebabkan
bahwa adanya peningkatan aset setiap tahunnya.
Analisis Rasio Keuangan Terhadap Kinerja Perusahaan
PT. RN Periode 2013-2017
Matriks: Jurnal
Sosial dan Sains
56
Pada tahun 2013 total debt to total asset ratio sebesar 92,60%, setiap Rp 1
dapat menjamin hutang sebesar Rp 0,93. Pada tahun 2017 menurun menjadi 29,09%,
setiap Rp 1 dapat menjamin hutang sebesar Rp 0,30. Perusahaan mengalami
perkembangan yang cukup baik karena setiap tahun mampu mengurangi
ketergantungannya terhadap kreditor.
Debt to Assets Ratio atau yang dikenal dengan debt ratio menurut (Kasmir,
2017) merupakan rasio hutang yang digunakan untuk mengukur perbandingan antara
total hutang dengan total aktiva. Dengan kata lain, seberapa besar aktiva perusahaan
dibiayai oleh hutang atau seberapa besar hutang perusahaan berpengaruh terhadap
pengelolaan aktiva
C.
Analisis Rasio Aktivitas Berdasarkan Rasio Total Asset Turnover Periode 2013-
2017
Berdasarkan laporan keuangan PT RN periode 2013-2017, maka penulis akan
melakukan perhitungan menggunakan salah satu rasio aktivitas yaitu rasio total asset
turnover, sehingga akan diperoleh hasil sebagai berikut:
Berikut perhitungan total assets turnover berdasarkan laporan keuangan PT RN 2013-
2017:
𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝐴𝑠𝑠𝑒𝑡𝑠 𝑇𝑢𝑟𝑛𝑜𝑣𝑒𝑟 =
Penjualan Bersih
Total Aktiva
x 100%
Tabel 4. Komponen Laporan Keuangan Total Assets Turnover PT RN periode 2013-2017
Komponen
Laporan
Keuangan
TAHUN
2013
2014
2015
2016
2017
Penjualan
Bersih
Rp41.946.407
.316
Rp41.538.300
.837
Rp42.224.243
.776
Rp42.687.840
.911
Rp48.619.905.0
17
Total Modal
Rp13.932.900
.158
Rp16.827.538
.387
Rp15.689.789
.082
Rp16.752.467
.727
Rp26.121.643.8
74
Sumber: PT RN (data diolah)
2013 =
Rp 41.946.407.316
x
100% =
301,06%
Rp 13.932.900.158
2014 =
Rp 41.538.300.837
x
100% =
246,85%
Rp 16.827.538.387
2015 =
Rp 42.224.243.776
x
100% =
269,12%
Rp 15.689.789.082
2016 =
Rp 42.687.840.911
x
100% =
254,82%
Rp 16.752.467.727
2017 =
Rp 48.619.905.017
x
100% =
186,13%
Rp 26.121.643.874
Vol. 1, No. 2, Januari 2020
p-ISSN 2775-3832 ; e-ISSN 2775-7285
57
http://matriks.greenvest.co.id
Gambar 4. Garfik Total Assets Tunover PT RN Periode 2013-2017
Berdasarkan grafik diatas, rasio total assets turnover PT. RN peridoe 2013-2017
mengalami perubahan setiap tahunnya. Pada tahun 2017 menunjukkan rasio yang lebih
rendah dari tahun sebelumnya sebesar 186,13% atau 1,9 kali, hal ini menunjukan bahwa
perusahaan belum mampu mengelola aktivanya dalam menghasilkan penjualan pada
tahun tersebut.
Perputaran total aset atau total assets turnover merupakan rasio yang digunakan
untuk mengukur keefektifan total aset yang dimiliki perusahaan dalam menghasilkan
penjualan atau dengan kata lain untuk mengukur berapa jumlah penjualan yang akan
dihasilkan dari setiap rupiah dana yang tertanam dalam total aset. (Hery, 2016)
D.
Analisis Rasio Profitabilitas Periode 2013-2017
Berdasarkan laporan keuangan PT. RN selama lima tahun dimulai dari periode
2013-2017, penulis akan melakukan analisis terhadap rasio profitabilitas yaitu rasio yang
digunakan untuk mengukur tingkat imbalan atau perolehan (keuntungan) dibanding
penjualan atau aktiva, mengukur seberapa besar kemampuan perusahaan memperoleh
laba dalam hubungannya dengan penjualan, aktiva maupun laba dan modal sendiri.
1. Net Profit Margin
Rumus untuk mencari net profit margin adalah sebagai berikut:
𝑁𝑒𝑡 𝑃𝑟𝑜fi𝑡 𝑀𝑎𝑟𝑔i𝑛 =
Laba Setelah Pajak
Penjualan Bersih
x 100%
Tabel 5. Komponen Laporan Keuangan Net Profit Margin PT RN periode 2013-2017
Komponen
Tahun
Laporan
Keuangan
2013
2014
2015
2016
2017
Laba Setelah
Pajak
Rp543.581.02
8
Rp2.067.675.
136
Rp770.288.23
2
Rp5.481.385.
368
Rp9.117.158.87
4
Penjualan
Bersih
Rp41.946.407
.316
Rp41.538.300
.837
Rp42.224.243
.776
Rp42.687.840
.911
Rp48.619.905.0
17
Sumber: PT RN (data diolah)
2013 =
Rp 12.901.185.897
x
100% =
92,60%
Rp 13.932.900.158
2014 =
Rp 13.728.148.990
x
100% =
81,58%
Rp 16.827.538.387
Total Assets Turnover
Ratio
400.00%
200.00%
0.00%
2013 2014 2015 2016 2017
Total Assets Turnover Ratio
Analisis Rasio Keuangan Terhadap Kinerja Perusahaan
PT. RN Periode 2013-2017
Matriks: Jurnal
Sosial dan Sains
58
Net Profit Margin
20.00%
10.00%
0.00%
2013 2014 2015 2016 2017
Net Profit Margin
2015 =
Rp 11.539.591.203
x
100% =
73,55%
Rp 15.689.789.082
2016 =
Rp 7.207.595.730
x
100% =
43,02%
Rp 16.752.467.727
2017 =
Rp 7.598.534.753
x
100% =
29,09%
Rp 26.121.643.874
Gambar 5. Garfik Net Profit Margin PT. RN Periode 2013-2017
Berdasarkan data diatas, dapat disimpulkan bahwa Net Profit Margin
perusahaan PT. RN terihat mengalami penurunan pada tahun 2015. Rasio paling
rendah ada di tahun 2013, rendahnya rasio ini disebabkan oleh kemungkinan
meningkatnya biaya yang relatif tinggi terhadap biaya yang dibebankan pada
penjualan.
Dalam bukunya (Hani, 2021) mengungkapkan bahwa Net Profit Margin,
adalah untuk menunjukkan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dari
tingkat volume usaha tertentu.
Rasio profitabilitas adalah rasio yang mengukur efektivitas manajemen secara
keseluruhan yang ditujukkan oleh besar kecilnya tingkat keuntungan yang diperoleh
dalam hubungannya dengan penjualan maupun investasi. (Fahmi, 2013)
2. Return on Assets
Rumus untuk mencari net profit margin adalah sebagai berikut:
𝑅𝑒𝑡𝑢𝑟𝑛 𝑜𝑛 𝐴𝑠𝑠𝑒𝑡𝑠 =
Laba Sebelum Pajak
Total Aset
x 100%
Tabel 6. Komponen Laporan Keuangan Return to Assets PT RN periode 2013-2017
Komponen
Laporan
Keuangan
TAHUN
2013
2014
2015
2016
2017
Laba Sebelum
Pajak
Rp1.007.362.
249
Rp13.728.148
.990
Rp11.539.591
.203
Rp7.207.595.
730
Rp7.598.534.75
3
Total Aset
Rp13.932.900
.158
Rp16.827.538
.387
Rp15.689.789
.082
Rp16.752.467
.727
Rp26.121.643.8
74
Sumber: PT RN (data diolah)
2013 =
Rp 1.007.362.249
x
100% =
7,23%
Vol. 1, No. 2, Januari 2020
p-ISSN 2775-3832 ; e-ISSN 2775-7285
59
http://matriks.greenvest.co.id
Return on Assets
60.00%
40.00%
20.00%
0.00%
2013 2014 2015 2016 2017
Return on Assets
Rp 13.932.900.158
2014 =
Rp 2.799.821.917
x
100% =
16,64%
Rp 16.827.538.387
2015 =
Rp 1.805.139.041
x
100% =
11,51%
Rp 15.689.789.082
2016 =
Rp 7.258.152.112
x
100% =
43,33%
Rp 16.752.467.727
2017 =
Rp 12.165.700.374
x
100% =
46,57%
Rp 26.121.643.874
Gambar 6. Garfik Return on Assets PT RN Periode 2013-2017
Berdasarkan grafik diatas, rasio return on assets PT RN periode 2013-2017
mengalami perubahan setiap tahunnya, pada tahun 2015 terjadi penurunan dari tahun
sebelumnya, tetapi pada tahun berikutnya terjadi kenaikan yang cukup drastis.
Rendahnya rasio disebabkan oleh menurunnya perolehan laba pada tahun tersebut.
Return on Assets dalam bukunya (Kadim, Suratman, & Muis, 2019) yaitu
perbandingan antara laba bersih dengan total aktiva untuk mengukur tingkat
pengembalian investasi total. Maka jika rasio ini turun atau rendah artinya
perusahaan belum cukup baik dalam memanfaatkan aset dalam meningkatkan laba
perusahaan.
3. Retur non Equity
Rumus untuk mencari net profit margin adalah sebagai berikut:
𝑅𝑒𝑡𝑢𝑟𝑛 𝑜𝑛 𝐸𝑞𝑢i𝑡𝑦 =
Laba Setelah Pajak
Total Modal
x 100%
Tabel 7. Komponen Laporan Keuangan Return to Equity PT RN periode 2013-2017
Komponen
Tahun
Laporan
Keuangan
2013
2014
2015
2016
2017
Laba Setelah
Pajak
Rp543.581.02
8
Rp2.067.675.
136
Rp770.288.23
2
Rp5.481.385.
368
Rp9.117.158.87
4
Total Modal
Rp1.031.714.
261
Rp3.099.389.
397
Rp4.150.197.
879
Rp9.544.871.
997
Rp18.523.109.1
21
Sumber: PT RN (data diolah)
2013 =
Rp 543.581.028
x
100% =
52,69%
Analisis Rasio Keuangan Terhadap Kinerja Perusahaan
PT. RN Periode 2013-2017
Matriks: Jurnal
Sosial dan Sains
60
Return on Equity
100.00%
50.00%
0.00%
2013 2014 2015 2016 2017
Return on Equity
Rp 1.031.714.261
2014 =
Rp 2.067.675.136
x
100% =
66,71%
Rp 3.099.389.397
2015 =
Rp 770.288.232
x
100% =
18,56%
Rp 4.150.197.879
2016 =
Rp 5.481.385.368
x
100% =
57,43%
Rp 9.544.871.997
2017 =
Rp 9.117.158.874
x
100% =
49,22%
Rp 18.523.109.121
Gambar 7. Garfik Return on Equity PT. RN Periode 2013-2017
Berdasarkan grafik diatas, rasio return on equity PT. RN periode 2013-2017
setiap tahunnya mengalami perubahan, rasio paling rendah terjadi pada tahun 2015
dikarenakan terjadi penurunan yang signifikan pada laba yang diperoleh perusahaan.
Return on equity adalah rasio profitabilitas yang mengukur kemampuan
perusahaan untuk menghasilkan laba dari investasi pemegang saham di perusahaan
tersebut. Dengan kata lain, return on equity menunjukkan seberapa banyak keuntungan
yang dapat dihasilkan oleh perusahaan dari setiap satu rupiah yang diinvestasikan oleh
para pemegang saham pada perusahaan yang dinyatakan dengan persentase. (Hery, 2016)
Kesimpulan
Secara umum perusahaan PT RN memiliki nilai rasio yang baik, seperti rasio likuiditas,
perusahaan sudah mampu memaksimalkan rasio ini. Hal ini harus tetap dipertahankan
supaya keadaan perusahaan terus dikatakan lancar dalam memenuhi kewajiban keuangan.
Pada rasio solvabilitas, perusahaan harus lebih berusaha untuk membayar hutang tepat
waktu agar perusahaan dapat memenuhi standar industri. Pada rasio aktivitas, diharapkan
perusahaan dapat memaksimalkan aset yang dimiliki seoptimal mungkin dalam
menunjang kinerja operasi dan keuangan perusahaan. Pada rasio profitabilitas, PT RN
perlu meningkatkan percepatan perputaran aktiva seperti piutang, supaya setiap tahunnya
dapat meningkatkan laba agar minat para investor meningkat.
Bibliografi
Agung, A., & Wulandari, A. (2012). Taman Mini Indonesia Indah Sebagai Bagian Dari
Fenomena Taman Budaya Dunia. Humaniora, 3(2), 455464.
Fahmi, I. (2011). Analisis Laporan Keuangan. Bandung: Alfabeta.
Fahmi, I. (2013). Analisis Laporan Keuangan Bandung: Alfabeta. Cv.
Vol. 1, No. 2, Januari 2020
p-ISSN 2775-3832 ; e-ISSN 2775-7285
61
http://matriks.greenvest.co.id
Hani, S. (2021). [Buku] Laporan Keuangan Ukm Syariah. Kumpulan Berkas
Kepangkatan Dosen.
Harahap, S. S. (2016). Analisis Kritis Atas Laporan Keuangan. Jakarta: Pt Raja Grafindo
Perasada.
Hery, S. E. (2016). Design The Business Plan For Start Up Entrepreneur: Mendesain
Model Bisnis Yang Kompetitif Dan Menyusun Rencana Strategis Yang Solid.
Gramedia Widiasarana Indonesia.
Kadim, A. K. A., Suratman, A., & Muis, M. A. (2019). Analisis Risiko Kebangkrutan
Dengan Metode Altman Z-Score, Springate, Dan Zmijewski Pada Perusahaan
Hiburan Korea Yang Tercatat Di Bursa Korea Tahun 20122016. Jurnal Sekuritas
(Saham, Ekonomi, Keuangan Dan Investasi), 2(2), 141155.
Kasmir. (2017). Analisis Laporan Keuangan. Jakarta: Pt Raja Grafindo Persada.
Pongoh, M. (2013). Analisis Laporan Keuangan Untuk Menilai Kinerja Keuangan Pt.
Bumi Resources Tbk. Jurnal Riset Ekonomi, Manajemen, Bisnis Dan Akuntansi,
1(3), 669679. Https://Doi.Org/10.35794/Emba.V1i3.2135
Rhamadana, R. B., & Triyonowati, T. (2016). Analisis Rasio Keuangan Untuk Menilain
Kinerja Keuangan Pada Pt. Hm Sampoerna Tbk. Jurnal Ilmu Dan Riset Manajemen
(Jirm), 5(7).
Sari, I. D. P. (2019). Analisis Rasio Keuangan Untuk Mengukur Kinerja Keuangan
Perusahaan Pada Pt. Pelabuhan Indonesia I (Persero) Medan.
Sopian, D., & Rahayu, W. P. (2017). Pengaruh Rasio Keuangan Dan Ukuran Perusahaan
Terhadap Financial Distress (Studi Empiris Pada Perusahaan Food And Beverage Di
Bursa Efek Indonesia). Competitive, 1(2).
Suhendro, D. (2017). Analisis Profitabilitas Dan Likuiditas Untuk Menilai Kinerja
Keuangan Pada Pt Siantar Top Tbk. Human Falah: Jurnal Ekonomi Dan Bisnis
Islam, 1(1).
Sujarweni, V. W. (2017). Analisis Laporan Keuangan; Teori, Aplikasi, Dan Hasil
Penelitian. Yogyakarta: Pustaka Baru Press.
Trianto, A. (2018). Analisis Laporan Keuangan Sebagai Alat Untuk Menilai Kinerja
Keuangan Perusahaan Pada Pt. Bukit Asam (Persero) Tbk Tanjung Enim. Jurnal
Ilmiah Ekonomi Global Masa Kini, 8(3), 110.
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0
International License.