
Perbandingan Akhlak Siswa Lulusan Madrasah Ibtidaiyah Matriks: Jurnal
dengan Lulusan Sekolah Dasar di MTs Negeri Pamulihan Sosial dan Sains
Sumedang
Pendahuluan
Manusia adalah mahluk yang diciptakan oleh Allah SWT sempurna (Untari, 2012),
selain keanekaragaman corak, budaya, bahasa, suku bangsa, warna kulit, dan juga
dilengkapi dengan pikiran yang berfungsi sebagai alat berpikir (Hasanah, 2019). Setiap
manusia memiliki potensi-potensi yang tersimpan dalam jiwa manusia (Syarif, 2018),
diantaranya: manusia sebagai makhluk sosial, manusia sebagai makhluk susila, manusia
makhluk yang berkeinginan memiliki, mencintai, menguasai (Yushinta Eka Farida,
2015), dan di samping itu juga manusia memiliki fitrah yang positif untuk mengajak
kepada ajaran kebaikan (Hatim & Sahad, 2020)..
Hakikat manusia sekilas saja kita ketahui, bahwa tugas hidup manusia
(Basyaruddin, 2015) sebelum menjadi hamba Allah yang saleh dan mampu menjadi
wakil tuhan (khalifah) dimuka bumi ini tentu harus di mulai dengan belajar atau menuntut
ilmu, yaitu melalui jalur pendidikan (Novita, 2017).
Islam menempatkan pendidikan sebagai salah satu yang esensial dalam kehidupan
manusia (Anwar, 2018). Melalui pendidikan manusia dapat membentuk kepribadian (Siti
Farida, 2016), selain itu melalui pendidikan manusia dapat memahami dan
menterjemahkan lingkungan yang dihadapi, sehingga dapat menciptakan suatu karya
yang gemilang melalui penelaahan terhadap alam sekitar (Nata, 2014), yang diperoleh
dengan proses pendidikan. Dengan proses pendidikan manusia dapat menghasilkan ilmu
pengetahuan (Jamun, 2018).
Banyak ayat dalam Alquran yang menjadikan pedoman umat Islam yang
mengharuskan umatnya untuk mendalami dan mengembangkan ilmu pengetahuan. Secara
teoritis, ilmu pengetahuan yang dimiliki manusia tidak muingkin dimilikinya tanpa
adanya proses pendidikan (Harahap & Siregar, 2017). Sedangkan pendidikan sendiri
dapat diberi makna sebagai usaha memasukan ilmu pengetahuan dari orang yang
dianggap memilikinya kepada mereka yang dianggap belum memillikinya. Berdasaarkan
pengertian ini maka pendidikan berlangsung dalam tiga proses, proses itu adalah: ilmu,
usaha memasukannya kepada mereka yang belum memilikinya, dan orang yang dianggap
memiliki ilmu (Langgulung, 1988).
Dalam segi istilah pendidikan adalah suatu usaha sadar yang dilakukan orang
dewasa kepada mereka yang dianggap belum dewasa. Pendidikan adalah transformasi
ilmu pengetahuan, budaya, sekaligus nilai-nilai yang berkembang pada satu generasi agar
dapat ditransformasikan pada generasi berikutnya, Dalam pengertian ini, pendidikan tidak
hanya mentrasformasikan ilmu, melainkan budaya dan nilai-nilai yang berkembang di
masyarakat. Pendidikan adalah suatu proses yang menyangkut proses transformasi
informasi (proses pembelajaran), perkembangan pribadi, interaksi sosial dan modifikasi
tingkah laku (Moh Uzer usman, 2011).
Dengan pendidikan manusia bisa bersikap lebih dewasa, berpengetahuan dan
bijaksana, kehidupan lebih terarah dan berkepribadian yang dibekali dengan
keterampilan, sehingga memberikan atau berpeluang untuk sehat baik jasmani maupun
rohani dan menciptakan manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha
Esa. Dalam pencapaian tujuan itu tidak lepas dari peran serta pendidikan. Peran serta
pendidikan merupakan upaya untuk terciptanya kualitas sumberdaya manusia (Aziz,
1993).
Dewasa ini bangsa Indonesia sedang dilanda krisis keterpurukan dalam berbagai
bidang baik material, spiritual, dan akhlak. Oleh karena itu perlu adanya dukungan dari
berbagai pihak untuk mewujudkannya. Salah satunya jlur pendidikan sebagai salah satu
untuk terciptanya sumber daya manusia yang baik. Pembinaan akhlak harus dimulai
semenjak dini, karena pendidikan akhlak diusia kanak-kanak itu lebih efisien dan supaya