Vol. 1, No. 2, Januari 2020
p-ISSN 2775-3832 ; e-ISSN 2775-7285
62
http://matriks.greenvest.co.id
PERBANDINGAN AKHLAK SISWA LULUSAN MADRASAH
IBTIDAIYAH DENGAN LULUSAN SEKOLAH DASAR DI MTs NEGERI
PAMULIHAN SUMEDANG
Ita Lailasari
Institut Agama Islam Bunga Bangsa Cirebon Jawa Barat, Indonesia
Diterima:
5 Oktober 2019
Direvisi:
5 November
2019
Disetujui:
6 Desember
2019
Abstrak
Penelitian ini bertolak dari fenomena yang muncul di MTs Negeri
Pamulihan Kabupaten Sumedang. Tujuan penelitian ini adalah untuk
mengetahui realitas akhlak siswa lulusan Madrasah Ibtidaiyah,
realitas akhlak siswa lulusan Sekolah Dasar, dan realitas perbedaan
akhlak siswa lulusan Madrasah Ibtidaiyah dengan lulusan Sekolah
Dasar. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode
deskristif, adapun teknik pengumpulan data yang digunakan adalah
sebagai berikut: untuk data kualitatif dilakukan dengan teknik
observasi, wawancara dan studi kepustakaan. Sedangkan data
kuantitatif digunakan teknik angket yang disebarkan pada 3 orang
anak lulusan Madrasah Ibtidaiyah dan 27 orang siswa lulusan
Sekolah Dasar yang bertolak pada taraf signifikasi 5%. Dari hasil
analis diperoleh kesimpulan bahwa tidak terdapat perbedaan yang
signifikan antara akhlak siswa lulusan Madrasah Ibtidaiyah dengan
siswa lulusan Sekolah Dasar. Hal ini terbukti dari hasil uji korelasi
product moment di dapat nilai sebesar 0,2, dengan hasil uji t pada
signifikasi 5% menyatakan bahwa thitung < t daftar, yaitu sebesar
1,1<1,89.
Kata kunci: Akhlak; Madrasah Ibtidaiyah; Sekolah
Abstract
This research is based on the phenomenon that appeared in the State
MTs Pamulihan Sumedang. The purpose of this research is to find
out the moral reality of madrasah Ibtidaiyah graduate students, the
moral reality of elementary school graduates, and the reality of
differences in the morality of madrasah Ibtidaiyah graduates with
elementary school graduates. The method used in this study is a
descriptive method, while the data collection techniques used are as
follows: for qualitative data is done with observation techniques,
interviews and literature studies. While quantitative data is used
questionnaire techniques that are distributed to 3 children graduates
madrasah Ibtidaiyah and 27 elementary school graduates who
depart at the level of signification 5%. From the results of the
analysts obtained the conclusion that there is no significant
difference between the morality of students who graduate madrasah
Ibtidaiyah with elementary school graduates This is evident from the
product moment correlation test results can be a value of 0.2, with
the test result t at signification 5% states that thitung < t list, which
is 1.1<1.89.
Keywords: Morals; Madrasah Ibtidaiyah; School
Perbandingan Akhlak Siswa Lulusan Madrasah Ibtidaiyah Matriks: Jurnal
dengan Lulusan Sekolah Dasar di MTs Negeri Pamulihan Sosial dan Sains
Sumedang
Ita Lailasari
Pendahuluan
Manusia adalah mahluk yang diciptakan oleh Allah SWT sempurna (Untari, 2012),
selain keanekaragaman corak, budaya, bahasa, suku bangsa, warna kulit, dan juga
dilengkapi dengan pikiran yang berfungsi sebagai alat berpikir (Hasanah, 2019). Setiap
manusia memiliki potensi-potensi yang tersimpan dalam jiwa manusia (Syarif, 2018),
diantaranya: manusia sebagai makhluk sosial, manusia sebagai makhluk susila, manusia
makhluk yang berkeinginan memiliki, mencintai, menguasai (Yushinta Eka Farida,
2015), dan di samping itu juga manusia memiliki fitrah yang positif untuk mengajak
kepada ajaran kebaikan (Hatim & Sahad, 2020)..
Hakikat manusia sekilas saja kita ketahui, bahwa tugas hidup manusia
(Basyaruddin, 2015) sebelum menjadi hamba Allah yang saleh dan mampu menjadi
wakil tuhan (khalifah) dimuka bumi ini tentu harus di mulai dengan belajar atau menuntut
ilmu, yaitu melalui jalur pendidikan (Novita, 2017).
Islam menempatkan pendidikan sebagai salah satu yang esensial dalam kehidupan
manusia (Anwar, 2018). Melalui pendidikan manusia dapat membentuk kepribadian (Siti
Farida, 2016), selain itu melalui pendidikan manusia dapat memahami dan
menterjemahkan lingkungan yang dihadapi, sehingga dapat menciptakan suatu karya
yang gemilang melalui penelaahan terhadap alam sekitar (Nata, 2014), yang diperoleh
dengan proses pendidikan. Dengan proses pendidikan manusia dapat menghasilkan ilmu
pengetahuan (Jamun, 2018).
Banyak ayat dalam Alquran yang menjadikan pedoman umat Islam yang
mengharuskan umatnya untuk mendalami dan mengembangkan ilmu pengetahuan. Secara
teoritis, ilmu pengetahuan yang dimiliki manusia tidak muingkin dimilikinya tanpa
adanya proses pendidikan (Harahap & Siregar, 2017). Sedangkan pendidikan sendiri
dapat diberi makna sebagai usaha memasukan ilmu pengetahuan dari orang yang
dianggap memilikinya kepada mereka yang dianggap belum memillikinya. Berdasaarkan
pengertian ini maka pendidikan berlangsung dalam tiga proses, proses itu adalah: ilmu,
usaha memasukannya kepada mereka yang belum memilikinya, dan orang yang dianggap
memiliki ilmu (Langgulung, 1988).
Dalam segi istilah pendidikan adalah suatu usaha sadar yang dilakukan orang
dewasa kepada mereka yang dianggap belum dewasa. Pendidikan adalah transformasi
ilmu pengetahuan, budaya, sekaligus nilai-nilai yang berkembang pada satu generasi agar
dapat ditransformasikan pada generasi berikutnya, Dalam pengertian ini, pendidikan tidak
hanya mentrasformasikan ilmu, melainkan budaya dan nilai-nilai yang berkembang di
masyarakat. Pendidikan adalah suatu proses yang menyangkut proses transformasi
informasi (proses pembelajaran), perkembangan pribadi, interaksi sosial dan modifikasi
tingkah laku (Moh Uzer usman, 2011).
Dengan pendidikan manusia bisa bersikap lebih dewasa, berpengetahuan dan
bijaksana, kehidupan lebih terarah dan berkepribadian yang dibekali dengan
keterampilan, sehingga memberikan atau berpeluang untuk sehat baik jasmani maupun
rohani dan menciptakan manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha
Esa. Dalam pencapaian tujuan itu tidak lepas dari peran serta pendidikan. Peran serta
pendidikan merupakan upaya untuk terciptanya kualitas sumberdaya manusia (Aziz,
1993).
Dewasa ini bangsa Indonesia sedang dilanda krisis keterpurukan dalam berbagai
bidang baik material, spiritual, dan akhlak. Oleh karena itu perlu adanya dukungan dari
berbagai pihak untuk mewujudkannya. Salah satunya jlur pendidikan sebagai salah satu
untuk terciptanya sumber daya manusia yang baik. Pembinaan akhlak harus dimulai
semenjak dini, karena pendidikan akhlak diusia kanak-kanak itu lebih efisien dan supaya
Vol. 1, No. 2, Januari 2020
p-ISSN 2775-3832 ; e-ISSN 2775-7285
64
http://matriks.greenvest.co.id
mereka terbiasa. Selain itu berakhlak mulia juga sebagai bekal anak supaya bisa
bersosialisasi dengan baik di waktu dewasa bahkan sebagai bekal untuk bermasyarakat.
Akhlak adalah tingkah laku yang di pengaruhi oleh nilai-nilai yang di yakini oleh
seseorang dan sikap menjadi kebahagiaan dari pada kepribadian nilai dan sikap itu pula
terpancar dari pada konsep dan gambarannya terhadap hidup. Dengan kata lain, nilai-nilai
dan sikap terpancar dari akidahnya yaitu gambaran tentang kehidupan yang dipegang dan
diyakini.
(Latif, 2016) menyebutkan akhlak ialah suatu sifat yang tertanam dalam jiwa.
Daripada jiwa itu, timbul perbuatan-perbuatan dengan mudah tanpa melakukan
pertimbangan. Akhlak adalah suatu daya yang bersemi dalam jiwa seseorang hingga
menimbulkan perbuatan-perbuatan dengan mudah tanpa dipikir atau direnungkan lagi.
(Nafi, 2017).
(Fitri, 2019) mendefinisikan sesuatu yang mencirikan akhlak itu adalah yang di
biasakan maksudnya, sesuatu yang mencirikan akhlak itu kehendak yang di biasakan
artinya kehendak itu membiasakan sesuatu, maka kebiasan itu dinamakan akhlak. (Fitri,
2019) menjelaskan arti kehendak, yaitu ketentuan dari beberapa keinginan manusia.
Sedangkan kebiasaan ialah perbuatan yang di ulang-ulang sehingga mudah
melakukannya. Maka dari itu kehendak dan kebiasaan ini mempunyai kekuatan kearah
menimbulkan apa yang di sebut dengan akhlak (Amin, 1975).
Tidak sedikit yang terjadi dalam praktik kehidupan, akhlak sangat menunjang
untuk kelangsungan hidup sehari-hari, karena akhlak juga manusia bisa berinteraksi
sesama manusia, dan karena akhlak juga manusia bisa saling memusuhi. Maka penerapan
akhlak sangat penting dalam kehidupan. Untuk menumbuhkan suatu akhlak yang baik
perlu ditanamkan semenjak anak-anak, agar menjadi kebiasaan yang bisa dilakukan.
Lebih tepatnya ditanamkan dari usia sekolah dasar karena seusia ini anak sudah bisa
bersosialisasi dengan temannya.
Aspek yang harus paling disoroti disini yaitu akhlak mulia, akhlak yang terpenting
dimiliki oleh setiap manusia, akhlak yang baik menggambarkan keperibadian manusia
yang baik, karena akhlak manusia bisa bersosialisasi dengan orang lain. Pembinaan
akhlak harus dimulai semenjak dini, karena pendidikan akhlak di usia kanak-kanak itu
lebih efisien dan supaya mereka terbiasa. Selain itu berakhlak mulia juga sebagai bekal si
anak supaya bisa bersosialisasi dengan baik di waktu dewasa bahkan sebagai bekal untuk
bermasyarakat.
Di negara Indonesia ada dua institusi pendidikan, yang pertama dibawah
Kementerian Pendidikan dan yang kedua dibawah Kementerian Agama. Yang berada
dibawah institusi kementrian pendidikan diantaranya: TK, SD, SMP, SMA dan yang
berada dibawah institusi Kementerian Agama yaitu: RA, MI, MTs, MA. Kedua institusi
di atas merupakan suati permasalahan yang menarik untuk penulis teliti, yaitu sejauh
mana perbandingan akhlak dari kedua institusi tersebut.
Anak seusia Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah memiliki kecenderungan
mendidik akhlak yang sangat besar dikarenakan anak seusia itu masih terbiasa dengan
lingkungan yang beranekaragam dan si anak sendiri masih belum punya esensi untuk
kedepan. Sedangkan untuk mengetahui akhlak anak dalam kehidupan sehari-hari maka
harus jelas dulu indikator-indikatornya.
Akhlak anak sehari-hari merupakan cerminan akhlak untuk generasi yang akan
datang, bahkan suatu negara akan maju disebabkan oleh sumber daya manusianya yang
berakhlak baik, dan sebaliknya negara hancur disebabkan oleh akhlak manusianya yang
buruk. Oleh karena itu, peneliti tertarik untuk meneliti lebih lanjut tentang masalah ahlak
tersebut. Dan karena luasnya masalah yang diteliti, maka penulis membatasi penelitian
Perbandingan Akhlak Siswa Lulusan Madrasah Ibtidaiyah Matriks: Jurnal
dengan Lulusan Sekolah Dasar di MTs Negeri Pamulihan Sosial dan Sains
Sumedang
Ita Lailasari
masalah tersebut di anak MTs. Yang mana di MTs tersebut ada anak lulusan dari
Madrasah Ibtidaiyah dan anak yang lulusan dari Sekolah Dasar.
Metode Penelitian
Agar penelitian ini dapat berlangsung secara terarah dan efektif maka pendekatan
umunya dapat dilakukan dengan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif. Jenis
data yang diperoleh dalam penelitian ini mencakup data kuantitatif yang merupakan data
pokok dan data kualitatif yang merupakan data tambahan (Arikunto, 1998).
Dalam penelitian ini penulis mengambil lokasi di MTs Negeri Pamulihan
Kecamatan Pamulihan Sumedang. Karena di lokasi ini memudahkan penulis untuk
mendapatkan data yang di perlukan dan mudah dijangkau penulis. Populasi pada
penelitian ini ialah seluruh siswa di MTs Negeri Pamulihan, menurut kepala Madrasah
Sanawiah Negeri Pamulihan jumlah siswa di MTs Negeri Pamulihan adalah 328 Siswa.
Adapun sampel dari penelitian ini, penulis mengambil jumlah keseluruhan dari anak
lulusan Madrasah Ibtidaiyah dan mengambil sebagian dari jumlah anak lulusan sekolah
dasar untuk di lakukan penelitian.
Pengumpulan data menggunakan teknik observasi, angket, tes dan studi
kepustakaan. Setelah data terkumpul secara lengkap, maka langkah selanjutnya
mengadakan analisis data. Untuk data yang bersifat kualitatif akan diolah secara logika,
dan data yangbersifat kuantitatif akan diolah secara logika, dan data kuantitatif akan
dianalisis dengan pendekatan statistik.
Hasil dan Pembahasan
A.
Gambaran Umum MTs Negeri Pamulihan
a)
Sejarah Singkat MTs Negeri Pamulihan
MTs Negeri Pamulihan lembaga pendidikan yang sederajat dengan sekolah
lanjutan tingkat pertama, awal mula berdirinya pada Tahun 1969, waktu itu
bernama PGA. Namun seiring waktu, kemudian mengalami perubahan m,enjadi
Madrasah Tsanawiyah GUPPI Cimasuk, yang pada waktu itu merupakan satu-
satunya sekolah lanjutan pertama yang ada di Desa Pamulihan. Pada Tahun 2009
atas keputusan Kementerian Agama, status dari MTs GUPPI Cimasuk berubah
menjadi MTS Negeri Pamulihan Kabupaten Sumedang.
b)
Letak Geografis MTs Negeri Pamulihan
MTs Negeri Pamulihan merupakan salah satu lembaga pendidikan yang
berada di wilayah Kabupaten Sumedang. Secara Geografis letak MTs Negeri
Pamulihan berada cukup jauh + 3 km dari jalan utama Provinsi. MTs Negeri
Pamulihan beralokasi di jalan Citali-Rancakalong km 3 Desa Pamulihan,
Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang.
c)
Visi dan Misi MTs Negeri Pamulihan
1. Visi
Menuju terwujudnya Madrasah Tsanawiyah (MTs) Negeri Pamulihan
menjadi MTs unggulan di Kabupaten Sumedang yang mengembangkan peserta
didik, sehingga mampu berdaya saing dalam berprestasi dan berkarya yang
dilandasi nilai-nilai keimanan dan ketakwaan, serta nilai-nilai luhur budaya
bangsa.
2. Misi
1)
Membekali pesrta didik dengan budi pekerti luhur berlandaskan pada iman
dan takwa.
Vol. 1, No. 2, Januari 2020
p-ISSN 2775-3832 ; e-ISSN 2775-7285
66
http://matriks.greenvest.co.id
2)
Membekali peserta didik dengan ilmu pengetahuan, teknologi dan
keterampilan untuk berkembang pada jenjang pendidikan diatasnya dan
mampu mengatasi tuntutan hidupnya.
3)
Membina peserta didik untuk mengembangkan dirinya agar dapat berprestasi
sesuai dengan potensi, minat dan bakat yang dimilikinya.
4)
Menumbuhkembangkan peserta didik, sehingga mampu mandiri, berdaya
cipta, belajar sepanjang hayat, untuk mampu beradaptasi dengan
perkembangan zaman dengan tanpa tercerabut dari nilai-nilai akar budaya
bangsa, khususnya budaya sunda
d)
Identitas dan keadaan Guru
Tabel 1. Identitas dan keadaan Guru MTs Negeri Pamulihan
No
Nama Guru
L/P
Guru Bidang Studi
1
Tintin Sunarwati, S.Ag
P
Kepala Madrasah
2
Jejen Jenab, S.Ag
P
SKI
3
Rodi Rusliadi, S.Pd
L
PJOk
4
Yadi M Syarif, Drs
L
Matematika
5
Dato Ismail, S.Pd
L
Bahasa Inggris
6
Suherman, S.Ag
L
Bahasa Arab
7
Taufikurrahman, S.Pdi
L
Fiqh
8
Nining Yuningsih, S.Pdi
P
Fiqh
9
Suhana, S.pd
L
Matematika
10
Mohammad Syamsul A, S.Pd
L
IPS
11
Ratna Rukmana, S.Si
L
IPA
12
Nining Nasifah, S.Pdi
P
Bahasa Inggris
13
Kandar, Drs
L
PJOk
14
Edih Abdul Hafid, S.Ag
L
Bahasa Arab
15
Ida Faridah Ismail, S.Ag
P
Al-Qur'an-Hadits
16
Sofyan Kurniawan, S.Ag
L
SKI
17
Nurul Hidayat, S.Pdi
L
Aqidah Akhlak
18
N.Lilis Solihat, S.Ag
P
Fiqh
19
Siti Nurjannah, S.Pdi
P
Aqidah Akhlak
20
Lina Nuraina, S.Pd
P
Matematika
21
Asep Rusnadi, S.Pdi
L
Al-Qur'an-Hadits
22
Feti Fartimah, S.Pdi
P
Bahasa Inggris
23
Komalasari, S.Pdi
P
SBK
24
Imas perwati, S.Pd
P
BP/BK
25
Eros Rosmiyati, S.Pd
P
PKn
26
Zahrah Siti Nasifah, S.pd
P
Matematika
27
Eni sofiah, S.Pd
P
Bahasa Indonesia
28
Dedi rohadi
L
IPA
29
Zacky Fuad Hasan, S.Pdi
L
BP/BK
B.
Realitas Akhlak Siswa Lulusan Madrasah Ibtidaiyah di MTs Negeri Pamulihan
Pembahasan hasil penelitian ini terbagi kedalam tiga perumusan masalah, dan
dalam perumusan masalah yang pertama diajukan pertanyaan bagaimana realitas
akhlak siswa lulusan Madrasah Ibtidaiyah di MTs Negeri Pamulihan? Untuk
menjawab pertanyaan penelitian di atas, maka dilakukan pengumpulan data dengan
menggunakan teknik angket yang disebarkan kepada 3 orang siswa lulusan
Madrasah Ibtidaiyah di MTs Negeri Pamulihan. Adapun indikator yang di teliti
mengenai faktor lingkungan siswa (variabel X) terdiri dari : 1. Mengucapkan dan
menjawab salam, 2. Melaksanakan ibadah salat, 3. Tolong menolong, 4. Berprilaku
Perbandingan Akhlak Siswa Lulusan Madrasah Ibtidaiyah Matriks: Jurnal
dengan Lulusan Sekolah Dasar di MTs Negeri Pamulihan Sosial dan Sains
Sumedang
Ita Lailasari
baik dan sopan santun, 5. Taat dan turut, 6. Berbakti kepada orang tua. Dari
penyebaran angket tersebut diperoleh jawaban kualitatif, untuk dilakukan
pengolahan dan analisis data sebagaimana langkah-langkah di bawah ini:
a)
Kuantitatif Data
Langkah ini dimaksudkan untuk mengubah data kualitatif (hasil
angket) menjadi data kuantitatif dengan cara memberi skor terhadap
alternatif jawaban siswa pada tiap-tiap item angket. Hasil kuantifikasi data
variabel X dapat disusun dalam tabel sebagai berikut :
Tabel 2. Skor Angket Jawaban Responden pada Variabel X
No
Skor Alternatif Jawaban Item Angket
JML
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
1
4
5
5
5
5
5
5
5
5
5
5
5
5
5
5
74
2
4
3
3
3
3
3
3
3
3
3
5
3
5
3
3
50
3
5
3
5
5
5
5
5
5
5
5
4
5
5
5
5
72
N=3
196
Skor item angket di atas, dapat disusun jumlah skor tiap-tiap responden sebagai berikut:
50
72
74
Data tersebut disusun berdasar nomor urut responden dari kiri kekanan dan
diketahui nilai tertinggi = 74, nilai terendah = 50, dari N = 3 dan jumlah nilai seluruhnya
= 196.
b)
Analisis Parsial (Sub Variabel)
Setelah diketahui skor jawaban responden tiap-tiap item angket,
selanjutnya dilakukan analisis parsial untuk mengetahui realitas akhlak anak
lulusan Madrasah Ibtidaiyah di MTs Negeri Pamulihan, yang terlebih dahulu
di analisis tiap-tiap indikator dengan rumus:
X
fx
N
Kemudian hasil rata-rata (parsial) dikonsultasikan kepada skala likert, sebagai berikut :
1. Mengucapkan dan menjawab salam
Untuk mengetahui mengucapkan dan menjawab salam, dapat dianalisis item angket
nomor 1,2,3 dan 4 di bawah ini :
Tabel 3. Skor Mengucapkan dan Menjawab Salam
Jawaban
Skor (x)
F
fx
A
5
6
30
b
4
2
8
c
3
4
12
d
2
e
1
12
50
X
fx
N
X
50
12
X
4,1
Berdasarkan tabel perhitungan di atas, diperoleh nilai jawaban responden
mengucapkan dan menjawab salam sebesar 4,1. Nilai tersebut apabila dikonsultasikan
Vol. 1, No. 2, Januari 2020
p-ISSN 2775-3832 ; e-ISSN 2775-7285
68
http://matriks.greenvest.co.id
kepada skala likert berada di antara nilai 3,5 4,5 yang dapat ditafsirkan pada kategori
tinggi. Artinya realitas akhlak siswa lulusan Madrasah Ibtidaiyah pada indikator
mengucapkan dan menjawab salam berada pada kategori baik.
2. Melaksanakan Ibadah Sholat fardlu lima waktu
Untuk mengetahui melaksanakan ibadah sholat, dapat dianalisis item angket nomor
5 dan 6 di bawah ini :
Tabel 4. Skor Melaksanakan Ibadah Sholat Fardlu Lima Waktu
Jawaban
Skor (x)
f
fx
a
5
4
20
b
4
c
3
2
6
d
2
e
1
6
26
X
fx
N
X
26
6
X
4,3
Berdasarkan pada perhitungan di atas, diperoleh nilai jawaban responden tentang
pelaksanaaan ibadah salat sebesar 4,3. Nilai tersebut apabila dikonsultasikan kepada skala
likert berada di antara nilai 3,5-4,5 yang dapat ditafsirkan pada kategori tinggi. Artinya
realitasa khlak siswa lulusan Madrasah Ibtidaiyah pada indikator melaksanakan ibadah
salat berada pada kategori baik.
3. Tolong Menolong
Untuk mengetahui tolong menolong, dapat dianalisis item angket nomor 7, 8 dan 9
dibawah ini :
Tabel 5. Skor Tolong Menolong
X
fx
N
X
52
12
X
4,3
Berdasarkan pada perhitungan di atas, diperoleh nilai jawaban responden tentang
tolong menolong sebesar 4,3. Nilai tersebut apabila dikonsultasikan kepada skala likert
berada di antara nilai 3,5 4,5 yang dapat ditafsirkan pada kategori tinggi. Artinya akhlak
siswa lulusan Madrasah Ibtidaiyah pada indikator tolong menolong berada pada kategori
baik.
4. Berprilaku baik dan sopan santun
Untuk mengetahui berprilaku baik dan sopan santun, dapat dianalisis item
angket nomor 10 dan 11 di bawah ini :
Jawaban
Skor (x)
f
Fx
a
5
8
40
b
4
c
3
4
12
d
2
e
1
12
52
Perbandingan Akhlak Siswa Lulusan Madrasah Ibtidaiyah Matriks: Jurnal
dengan Lulusan Sekolah Dasar di MTs Negeri Pamulihan Sosial dan Sains
Sumedang
Ita Lailasari
Tabel 6. Skor Berperilaku Baik dan Sopan Santun
Jawaban
Skor (x)
f
fx
A
5
4
20
b
4
1
4
c
3
1
3
d
2
e
1
6
27
X
fx
N
X
27
6
X
4,5
Berdasarkan pada perhitungan di atas, diperoleh nilai jawaban responden tentang
berprilaku baik dan sopan santun sebesar 4,5. Nilai tersebut apabila dikonsultasikan
kepada skala likert berada di antara nilai 3,5 4,5 yang dapat ditafsirkan pada kategori
tinggi. Artinya akhlak anak lulusan Madrasah Ibtidaiyah pada indikator tolong menolong
berada pada kategori baik.
5. Taat dan Turut
Untuk mengetahui taat dan turut, dapat dianalisis item angket nomor 12
dan 13 di bawah ini:
Tabel 7. Skor Taat dan Turut
X
fx
N
X
28
6
X
4,6
Berdasarkam pada perhitungan di atas, diperoleh nilai jawaban responden tentang
taat dan turut sebesar 4,8. Nilai tersebut apabila dikonsultasikan kepada skala likert
berada di antara nilai 4,5 5,5 yang dapat ditafsirkan pada kategori sangat tinggi. Artinya
akhlak siswa lulusan Madrasah Ibtidaiyah pada indikator tolong menolong berada pada
kategori sangat baik.
6. Berbakti kepada orang tua
Untuk mengetahui berbakti kepada orang tua , dapat dianalisis item angket
nomor 14 dan 15 di bawah ini :
Tabel 8. Skor Berbakti Kepada Orang Tua
Jawaban
Skor (x)
F
fx
a
5
4
20
b
4
c
3
2
6
d
2
e
1
6
26
Jawaban
Skor (x)
F
fx
a
5
5
25
b
4
c
3
1
3
d
2
e
1
6
28
Vol. 1, No. 2, Januari 2020
p-ISSN 2775-3832 ; e-ISSN 2775-7285
70
http://matriks.greenvest.co.id
X
fx
N
X
26
6
X
4,3
Berdasar pada perhitungan di atas, diperoleh nilai jawaban responden tentang
berbakti kepada orang tua sebesar 4,3. Nilai tersebut apabila dikonsultasikan kepada skala
likert berada di antara nilai 3,5 4,5 yang dapat ditafsirkan pada kategori tinggi. Artinya
akhlak siswa lulusan Madrasah Ibtidaiyah pada indikator tolong menolong berada pada
kategori baik.
Setelah diketahui nilai rata-rata indikator yang relatif tinggi, selanjutnya dilakukan
analisis parsial variabel X secara keseluruhan dengan cara perhitungan di bawah ini:
Nilai rata-rata indikator faktor lingkungan siswa diperoleh 4,1 + 4,3 + 4,3 + 4,5 + 4,6 +
4,3 = 26,1. Nilai rata-rata secara parsial variabel X dihitung dengan rumus :
X
fx
N
X
26,1
6
X
4,35
Berdasarkan pada perhitungan di atas maka realitas akhlak anak lulusan Madrasah
Ibtidaiyah di MTs Negeri Pamuluhan diperoleh nilai sebesar 4,35. Nilai tersebut apabila
dikonsultasikan kepada skala penilaian di antara nilai 3,5-4,5 yang ditafsirkan kepada
kategori tinggi. Artinya realitas akhlak siswa lulusan Madrasah Ibtidaiyah di MTs Negeri
Pamulihan berada pada kategori baik.
C.
Realitas Akhlak Siswa Lulusan sekolah Dasar di MTs Negeri Pamulihan
Perumusan masalah yang kedua diajukan pertanyaan bagaimana realitas
akhlaksiswa lulusan Sekolah Dasar di MTs Negeri Pamulihan? Untuk menjawab
pertanyaan penelitian ini, maka dilakukan pengumpulan data dengan menggunakan
teknik angket yang disebarkan kepada 27 orang siswa lulusan Sekolah Dasar di MTs
Negeri Pamulihan. Adapaun indikator yang diteliti mengenai akhlak anak lulusan
Sekolah Dasar di MTs Negeri Pamulihan (variabel Y) terdiri dari mengucapkan dan
menjawab salam, melaksanakan ibadah salat, tolong menolong, berprilaku baik dan
sopan santun, taat dan turut, berbakti kepada orang tua.
Dari penyebaran angket tersebut diperoleh jawaban kualitatif, untuk dilakukan
pengolahan dan analisis data sebagaimana langkah-langkah di bawah ini :
a)
Kuantitatif Data
Langkah ini dimaksudkan untuk mengubah data kualitatif (hasil angket)
menjadi data kuantitatif dengan cara memberi skor terhadap alternatif jawaban
siswa pada tiap-tiap item angket. Hasil kuantifikasi data variabel Y dapat disusun
dalam tabel sebagai berikut:
Tabel 9. Skor Angket Jawaban Responden pada Variabel Y
No
Skor Alternatif Jawaban Item Angket
JML
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
1
5
5
5
5
5
5
3
3
5
5
5
5
5
5
5
71
2
2
5
5
5
3
3
3
5
5
3
4
3
3
4
5
58
3
3
4
3
4
4
5
4
5
5
5
5
5
5
5
5
67
4
2
3
3
5
3
4
3
5
3
4
4
2
5
3
5
54
5
3
3
4
3
3
3
4
5
5
3
5
2
1
4
3
51
6
3
4
4
5
4
5
5
5
3
5
5
4
3
5
5
65
7
3
4
4
4
5
1
4
5
3
5
5
5
2
4
4
52
8
4
3
3
5
5
5
3
5
4
5
5
5
5
3
5
65
9
2
4
3
3
3
5
3
3
3
4
5
3
5
3
2
51
Perbandingan Akhlak Siswa Lulusan Madrasah Ibtidaiyah Matriks: Jurnal
dengan Lulusan Sekolah Dasar di MTs Negeri Pamulihan Sosial dan Sains
Sumedang
Ita Lailasari
10
4
3
5
5
5
5
3
5
5
5
5
3
5
5
5
68
11
4
4
4
5
5
5
5
5
3
3
5
4
3
5
5
65
12
5
3
3
5
5
5
5
5
3
5
5
5
5
5
5
69
13
3
3
5
3
3
5
3
5
3
3
5
4
4
4
4
57
14
4
3
5
5
5
5
3
5
5
3
5
3
3
5
5
64
15
4
3
4
4
4
4
5
5
3
4
5
4
4
5
4
62
16
4
3
5
5
5
5
4
5
5
3
5
3
5
5
5
67
17
5
4
5
5
5
5
5
5
3
3
5
4
5
5
5
69
18
3
3
4
5
5
5
3
3
2
5
5
5
5
3
3
59
19
3
3
3
4
5
5
3
4
3
4
5
3
5
5
5
57
20
3
5
5
5
4
5
4
5
5
5
5
2
5
5
5
68
21
2
3
5
5
4
5
5
5
4
5
5
3
4
3
2
58
22
4
4
5
5
4
5
3
5
3
4
4
3
2
4
4
59
23
3
5
5
5
3
5
5
5
5
5
5
2
3
5
5
66
24
2
2
5
4
2
5
2
5
5
5
5
3
5
5
1
56
25
5
5
5
5
5
5
5
5
3
5
5
3
5
5
5
71
26
2
3
5
3
2
4
3
5
3
3
5
3
2
4
2
49
27
5
3
4
4
5
5
4
3
3
3
4
5
5
5
5
61
N27
1659
Skor item angket di atas, dapat disusun jumlah skor tiap-tiap responden sebagai berikut:
49
51
51
52
54
56
57
57
58
58
59
59
61
62
64
65
65
65
66
67
67
68
68
69
69
71
71
Data tersebut disusun berdasar nomor urut responden dari kiri kekanan dan
diketahui nilai tertinggi = 71, nilai terendah = 49, dari N = 27 dan jumlah nilai seluruhnya
= 1659.
b)
Analisis Parsial (Sub Variabel)
Setelah diketahui skor jawaban responden tiap-tiap item angket,
selanjutnya dilakukan analisis parsial untuk mengetahui realitas akhlak siswa
lulusan Sekolah Dasar d MTs Negeri Pamulihan, yang di analisis terlebih dahulu
tiap-tiap indikator, dengan rumus:
X
fx
N
Kemudian hasil rata-rata (parsial) dikonsultasikan kepada skala likert, sebagai berikut:
1. Mengucapkan dan Menjawab salam
Untuk mengetahui mengucapkan dan menjawab salam, dapat dianalisis item angket
nomor 1,2,3 dan 4 di bawah ini :
Tabel 10. Skor Mengucapkan dan Menjawab Salam
Jawaban
Skor (x)
F
fx
a
5
30
130
b
4
27
108
c
3
40
120
d
2
15
30
e
1
112
388
Vol. 1, No. 2, Januari 2020
p-ISSN 2775-3832 ; e-ISSN 2775-7285
72
http://matriks.greenvest.co.id
X
fx
N
X
388
112
X 3,5
Berdasarkan pada perhitungan di atas, diperoleh nilai jawaban responden tentang
mengucapkan dan menjawab salam sebesar 3,5. Nilai tersebut apabila dikonsultasikan
kepada skala likert berada di antara nilai 3,5 4,5 yang dapat ditafsirkan pada kategori
sangat tinggi. Artinya akhlak siswa lulusan Sekolah Dasar pada indikator mengucapkan
dan menjawab salam dalam kategori sangat baik.
2. Melaksanakan Ibadah Sholat Fardlu Lima Waktu
Untuk mengetahui Melaksanakan Ibadah Solat, dapat dianalisis item angket nomor
5 dan 6 di bawah ini:
Tabel 11.Skor Melaksanakan Ibadah Sholat Fardlu Lima Waktu
X
fx
N
X
244
54
X 4,5
Berdasar pada perhitungan di atas, diperoleh nilai jawaban responden tentang
melaksanakan ibadah sholat fardlu lima waktu sebesar 4,5. Nilai tersebut apabila
dikonsultasikan kepada skala likert berada di antara nilai 3,5 4,5 yang dapat ditafsirkan
pada kategori tinggi. Artinya realitas akhlak siswa lulusan Sekolah Dasar pada indikator
melaksanakan ibadah sholat berada dalam kategori baik.
3. Tolong Menolong
Untuk mengetahui Tolong Menolong, dapat dianalisis item angket nomor 7,8 dan 9
di bawah ini :
Tabel 12. Skor Tolong Menolong
X
fx
N
X
307
80
X 3,8
Berdasar pada perhitungan di atas, diperoleh nilai jawaban responden tentang
tolong menolong sebesar 3,8. Nilai tersebut apabila dikonsultasikan kepada skala likert
berada di antara nilai 3,5 4,5 yang dapat ditafsirkan pada kategori tinggi. Artinya
realitas akhlak siswa lulusan Sekolah Dasar Pada indikator tolong menolongberada pada
kategori baik.
4. Berprilaku Baik dan sopan Santun
Untuk mengetahui Berprilaku Baik dan sopan santun, dapat dianalisis item angket
nomor 10 dan 11 di bawah ini:
Jawaban
Skor (x)
F’
fx
A
5
34
170
b
4
9
36
c
3
8
32
d
2
3
6
e
1
54
244
Jawaban
Skor (x)
f
fx
a
5
33
165
b
4
15
60
c
3
27
81
d
2
4
8
e
1
1
1
80
307
Perbandingan Akhlak Siswa Lulusan Madrasah Ibtidaiyah Matriks: Jurnal
dengan Lulusan Sekolah Dasar di MTs Negeri Pamulihan Sosial dan Sains
Sumedang
Ita Lailasari
Tabel 13. Skor Berprilaku Baik dan Sopan Santun
X
fx
N
X
252
54
X 4,6
Berdasarkan pada perhitungan di atas, diperoleh nilai jawaban responden tentang
berprilaku baik dan sopan santun sebesar 4,6. Nilai tersebut apabila dikonsultasikan
kepada skala likert berada di antara nilai 4,5 5,5 yang dapat ditafsirkan pada kategori
sangat tinggi. Artinya realitas akhlak siswa lulusan Sekolah Dasar pada indikator
Berprilaku baik dan sopan santun berada pada kategori sangat baik.
5. Taat dan Turut
Untuk mengetahui taat dan turut, dapat dianalisis item angket nomor 12 dan 13
dibawah ini:
Tabel 14. Skor Taat dan Turut
X
fx
N
X
254
54
X 4,7
Berdasar pada perhitungan di atas, diperoleh nilai jawaban responden tentang taat
dan turut sebesar 4,7. Nilai tersebut apabila dikonsultasikan kepada skala likert berada di
antara nilai 4,5 5,5 yang dapat ditafsirkan pada kategori sangat tinggi. Artinya realitas
akhlak siswa lulusan Seklah Dasar pada indikator taat dan turut berada pada kategori
sangat baik.
6. Berbakti Kepada Orang Tua
Untuk mengetahui berbakti kepada orang tua, dapat dianalisis item angket nomor
14 dan 15 di bawah ini:
Tabel 15. Nilai berbakti kepada orang tua
Jawaban
Skor (x)
f
fx
a
5
24
120
b
4
4
16
c
3
21
63
d
2
4
8
e
1
1
1
54
208
X
fx
N
X
208
54
X 3,8
Jawaban
Skor (x)
f
fx
a
5
39
195
b
4
12
48
c
3
3
9
d
2
e
1
54
252
Jawaban
Skor (x)
f
fx
a
5
43
215
b
4
6
24
c
3
5
15
d
2
e
1
54
254
Vol. 1, No. 2, Januari 2020
p-ISSN 2775-3832 ; e-ISSN 2775-7285
74
http://matriks.greenvest.co.id
Berdasarkan pada perhitungan di atas, diperoleh nilai jawaban responden tentang
berbakti kepada orang tua sebesar 3,8. Nilai tersebut apabila dikonsultasikan kepada
skala likert berada di antara nilai 4,5 5,5 yang dapat ditafsirkan pada kategori tinggi.
Artinya realitas akhlak siswa lulusan Sekolah Dasar pada Indikator berbakti kepada orang
tua berada pada kategori sangat baik..
Setelah diketahui skor rata-rata indikator yang relatif tinggi, selanjutnya dilakukan
analisis parsial variabel Y secara keseluruhan dengan cara perhitungan di bawah ini:
Skor rata-rata indikator pembiasaan berkerudung diperoleh : 3,5 + 4,5 + 3,8 + 4,6 + 4,7 +
3,8 = 24,9. Skor rata-rata secara parsial variabel Y dihitung dengan rumus :
X
fx
N
X
24,9
6
X
4,15
Berdasarkan pada perhitungan di atas maka realitas akhlak anak lulusan Sekolah
Dasar di MTs Negeri Pamulihan sebesar 4,15. Nilai tersebut apabila dikonsultasikan
kepada skala penilaian di antara nilai 3,5 - 4,5 yang ditafsirkan kepada kategori tinggi.
Artinya realitas akhlak siswa lulusan Sekolah Dasar di MTs Negeri Pamulihan berada
pada kategori baik.
D.
Perbandingan Akhlak Siswa Lulusan Madrasah Ibtidaiyah Dengan Lulusan Sekolah
Dasar
Setelah diketahui realitas variabel X dan variabel Y, pembahasan selanjutnya
adalah menganalisis perbandingan atau perbedaan variabel X akhlak siswa lulusan
Madrasah Ibtidaiyah dengan variabel Y akhlak siswa lulusan Sekolah Dasar di MTs
Negeri Pamulihan. Untuk membuktikan hubungan kedua variabel tersebut,
dilakukan pada tes signifikasi koefisien korelasi sebagaimana langkah-langkah di
bawah ini:
Tabel 16. Distribusi nilai korelasi variabel X dan Variabel Y
No
X
Y
X2
Y2
XY
1
74
71
5476
5041
5254
2
50
58
2500
3364
2900
3
72
67
5184
4489
4824
4
54
2916
5
51
2601
6
65
4225
7
52
2704
8
65
4225
9
51
2601
10
68
4624
11
65
4225
12
69
4761
13
57
3249
14
64
4096
15
62
3844
16
67
4489
Perbandingan Akhlak Siswa Lulusan Madrasah Ibtidaiyah Matriks: Jurnal
dengan Lulusan Sekolah Dasar di MTs Negeri Pamulihan Sosial dan Sains
Sumedang
73
N
X
2
X
2
N
Y
2
Y
2
30
12978
196

1659
30
13160
196
2
30
103069
1659
2
389340 325164
394800 38416 3092070 2752281
64176
356384 339389
17
69
4761
18
59
3481
19
57
3249
20
68
4624
21
58
3364
22
59
3481
23
66
4356
24
56
3136
25
71
5041
26
49
2401
27
61
3721
196
1659
13160
103069
12978
N = 30
XY
= 12978
X
= 196
Y
Y
2
= 1659
X
2
= 13160
rXY 
rXY
rXY 
rXY 
rXY
= 103069
N
XY
X

Y
rXY
64176
347555,5
rXY
0,2
Ita Lailasari
75
64176
1210933629 76
Vol. 1, No. 2, Januari 2020
p-ISSN 2775-3832 ; e-ISSN 2775-7285
76
http://matriks.greenvest.co.id
r n 2
Berdasarkan pada perhitungan korelasi di atas, diperoleh nilai koefisien korelasi
antara variabel X dengan variabel Y sebesar rxy = 0,2. Nilai tersebut apabila
dikonsultasikan kepada indeks korelasi berada di bawah 0,00 0,20.
a)
Uji Hipotesis
1. Menghitung nilai t
t
1 r
2
t
0,2 30
2
1
(0,2)
2
t
0,2(5,29)
1
0,04
t
1,058
0,96
t
1,1020833
t
1,1
Mencari nilai t
daftar
dengan taraf kepercayaan 0,95
dk = n 2
dk = 30 2 = 28
maka t
daftar
nya adalah 1,89
2. Menentukan tarap signifikasi:
Jika t
hitung
> t
daftar
maka korelasi variabel X dengan variabel Y adalah signifikan
Jika t
hitung
< t
daftar
maka korelasi variabel X dengan variabel Y adalah tidak signifikan
Dari hasil perhitungan di atas di peroleh hasil t
hitung
< t
daftar
, pada tarap signifikasi
5% tidak terdapat korelasi yang signifikan, terbukti dengan hasil t
hitung
= 1,1 < t
daftar
=
1,89, maka hipotesisnya Ho di terima dan Ha ditolak. Artinya tidak terdapat perbedaan
yang signifikan antara akhlak siswa lulusan Madrasah Ibtidaiyah dengan lulusan Sekolah
Dasar di MTs Negeri Pamulihan.
Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian mengenai perbandingan akhlak anak lulusan
Madrasah Ibtidaiyah dengan akhlak anak lulusan Sekolah Dasar di MTs Negeri
Pamulihan, dapat disimpulkan bahwa realitas akhlak siswa lulusan Madrasah Ibtidaiyah
berada pada kualifikasi tinggi, hal ini terbukti dengan rata-rata yang diperoleh sebesar
4,35. Angka tersebut berada pada interval 3,5-4,5. Berdasarkan data tersebut dapat
diartikan bahwa akhlak siswa lulusan Madrasah Ibtidaiyah di MTs Negeri Pamulihan
berada pada kategori baik. Realitas akhlak siswa lulusan Sekolah Dasar berada pada
kualifikasi tinggi, hal ini terbukti dengan rata-rata yang di peroleh sebesar 4,15. Angka
tersebut berada pada interval 3,5-4,5. Berdasarkan data tersebut dapat diartikan bahwa
akhlak siswa lulusan Sekolah Dasar di MTs Negeri Pamulihan berada pada kategori baik.
Perolehan angka pada koefisien korelasi perbandingan akhlak siswa lulusan
Madrasah Ibtidaiyah dengan lulusan Sekolah Dasar di MTs Negeri Pamulihan berada
pada kualifikasi sangat rendah sekali . Hal ini berdasarkan pada hasil perhitungan korelasi
product moment di dapat nilai sebesar 0,2, angka tersebut berada diantara 0,00-0,20. Hasil
uji hipotesis dengan db= 28 pada taraf signifikasi 5% sebesar1,89, dari hasil uji hipotesis
di dapat t
hitung
< t
daftar
yaitu 1,7<1,89. Sehingga Ho diterima dan Ha ditolak. Dengan
demikian diketahui tidak terdapat korelasi yang signifikan antara variabel X dengan
Perbandingan Akhlak Siswa Lulusan Madrasah Ibtidaiyah Matriks: Jurnal
dengan Lulusan Sekolah Dasar di MTs Negeri Pamulihan Sosial dan Sains
Sumedang
variabel Y. Artinya tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara akhlak siswa lulusan
Madrasah Ibtidaiyah dengan lulusan Sekolah Dasar di MTs Negeri Pamulihan.
Dari kesimpulan yang didapatkan tersebut maka penulis berharap tidak adanya
perbedaan antara akhlak siswa lulusan Madrasah Ibtidaiyah dengan lulusan Sekolah
Dasar di MTs Negeri Pamulihan ini bisa dipertahankan. Hal ini bisa diusahakan dengan
cara lebih banyak memberikan pendidikan akhlak kepada para siswa dan tentunya bukan
hanya sekedar materi akhlak saja yang diberikan kepada para siswa melainkan seorang
guru harus jadi suri tauladan bagi para anak didiknya.
Bibliografi
Amin, Ahmad. (1975). Etika (Ilmu Akhlak), terj. Farid Ma’ruf, Jakarta: Bulan Bintang. Anwar,
Syaiful. (2018). Pendidikan Islam dalam Membangun Karakter Bangsa di Era
Milenial. Al-Tadzkiyyah: Jurnal Pendidikan Islam, 9(2), 233247. Arikunto,
Suharsimi. (1998). Prosedur penilaian. Jakarta: Rineka Cipta. Aziz, Hartono dan
Armicu. (1993). Ilmu Sosial Dasar. Jakarta: Bumi Aksara.
Basyaruddin, Basyaruddin. (2015). Filsafat bahasa sebagai fundamen kajian bahasa.
Jurnal Bahas Unimed, 26(1), 74497.
Farida, Siti. (2016). Pendidikan karakter dalam prespektif islam. KABILAH: Journal of Social
Community, 1(1), 198207.
Farida, Yushinta Eka. (2015). Humanisme dalam Pendidikan Islam. Tarbawi: Jurnal Pendidikan
Islam, 12(1).
Fitri, Findari Indar. (2019). Aktivitas santri mengikuti program kegiatan Santri Siap Guna (SSG)
hubungannya dengan Akhlak mereka terhadap Allah: Penelitian pada Santri Siap Guna
Daarut Tauhid Angkatan 35. UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
Harahap, Musaddad, & Siregar, Lina Mayasari. (2017). Konsep Pendidikan Islam Dalam
Membentuk Manusia Paripurna. Jurnal Pendidikan Agama Islam Al-Thariqah, 2(2), 148
163.
Hasanah, Nur Alfiatus. (2019). TA: Pengembangan Desain Produk Kace (Rompi Dada) Khas
Ponorogo dengan Bahan Daur Ulang Eceng Gondok (Studi Kasus: Paguyuban Gembon
Kiai Bulak). Institut Bisnis dan Informatika Stikom Surabaya.
Hatim, Ahmad Sahlan Abdul, & Sahad, Mohd Nizam. (2020). Pendekatan Dakwah Kontemporari
Melalui Kesenian. Jurnal Islam Dan Masyarakat Kontemporari, 21(1), 134148.
Jamun, Yohannes Marryono. (2018). Dampak teknologi terhadap pendidikan. Jurnal Pendidikan
Dan Kebudayaan Missio, 10(1), 4852.
Langgulung, Hasan. (1988). Pendidikan Islam menghadapi abad ke-21. Pustaka Al Husna.
Latif, Lukman. (2016). Pemikiran Imam Al-Ghazali Tentang Pendidikan Akhlak.
Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.
Moh Uzer usman. (2011). Menjadi guru professional. Bandung: Remaja Rosdakarya. Nafi,
Muhammad. (2017). Pendidik dalam Konsepsi Imam Al-Ghazali. Deepublish. Nata, H. Abuddin.
(2014). Sejarah Pendidikan Islam. Kencana.
Novita, Mona. (2017). Sumber Daya Manusia yang Berkualitas sebagai Harta yang Berharga dalam
Sebuah Lembaga Pendidikan Islam. Nur El-Islam, 4(1), 4064.
Syarif, M. (2018). Tugas Pendidikan Islam dalam Mengembangkan Fitrah Manusia.
TARBIYA ISLAMIA: Jurnal Pendidikan Dan Keislaman, 7(2), 208222.
Untari, Ida. (2012). Kesehatan otak modal dasar hasilkan SDM handal. Profesi (Profesional Islam):
Media Publikasi Penelitian, 8.
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0
International License.
Ita Lailasari 77