ANALISIS RASIO AKTIVITAS PADA CV. HMZ

Aen Fariah

IAI Bunga Bangsa Cirebon

E-mail: [email protected]

Diterima:

Direvisi:

Disetujui:

Abstrak

CV. HMZ merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang industri retail yang menjual barang berupa busana, nonbusana dan kosmetik. Dengan perkembangan zaman sekarang yang telah berkembang dan seiring majunya teknologi maka perusahaan dituntut harus dapat mengembangkan usahanya dengan semaksimal mungkin. Maka perusahaan dituntut untuk menampilkan yang terbaik dalam segi kinerja dan ditunjang dengan manajamen keuangan yang baik. Selain itu, perusahaan juga memerlukan adanya penganalisisan laporan keuangan untuk mengetahui kemampuan perusahaan dalam mengatasi masalah-masalah yang berkaitan dengan keuangan perusahaan. Tujuan� penelitian ini adalah untuk mengetahui receivable turnover, total aset turnover dan inventory turnover perusahaan periode 2015-2017. Model penelitian yang dilakukan adalah penelitian lapangan (field research). Menganalis laporan keuangan dengan penelitian pustaka (library research). Hasil penelitian menunjukan bahwa rasio aktivitas mengalami penurunan dan peningkatan (tidak stabil) Jika dilihat dari rasio aktivitasnya adalah kurang efisien, hal ini terbukti bahwa perusahaan gagal dalam perencanaan dan pelaksanaan strategi untuk peningkatan keuntungan perusahaan, perusahaan tidak dapat menagih piutangnya dan perusahaan tidak mampu dalam memanfatkan aset aset yang dimilikinya. Hal ini dapat berakibat pada penurunan keuntungan di masa depan. Berdasarkan perhitungan receivable turnover inventory turnover dan total asset tunrover pada setiap tahun mengalami penurunan dibawah minimum standar industri, ini artinya perusahaan terlalu menahan persediaan berlebihan, penagihan piutang yang kurang efektif dan kurangnya pemanfaatan terhadap aset-aset yang tersedia di perusahaan.

Kata Kunci: Rasio aktivitas; Laporan keuangan; Perputaran total aktiva

 

Abstract

CV. HMZ is a company engaged in the retail industry that sells goods in the form of clothing, non-clothing and cosmetics. With the development of today that has developed and along with the advancement of technology, the company is required to be able to develop its business to the maximum extent possible. So the company is required to display the best in terms of performance and supported by good financial management. In addition, the company also needs the analysis of financial statements to know the company's ability to solve problems related to the company's finances. The purpose of this study is to find out the receivable turnover, total asset turnover and inventory turnover of the company in the period 2015-2017. The research model is field research. Analyze financial statements with library research. The results showed that the activity ratio decreased and increased (unstable) When viewed from the ratio of activity is less efficient, it is proven that the company failed in the planning and implementation of strategies to increase the company's profit, the company can not collect its receivables and the company is unable to use its assets. This can result in a decrease in future profits. Based on the calculation of receivable turnover inventory turnover and total asset tunrover in each year decreased below the minimum standard indrusti, this means the company is too restrained oversupply, billing of less effective receivables and lack of utilization of assets available in the company.

Keywords: Activity rate; Financial statements; Total turnover of assets

 

Pendahuluan

Perkembangan perusahaan dunia saat ini telah berkembang pesat baik dengan skala besar maupun kecil (Nugroho, 2020). Dengan bertambahnya pesaing setiap saat, baik yang berorientasi lokal maupun yang berorientasi internasional (Towengke, 2019), maka setiap perusahaan harus berusaha menampilkan yang terbaik dalam segi kinerja perusahaan. Selain itu, perusahaan harus ditunjang dengan manajemen keuangan yang matang (Indryana, 2019). Manajemen keuangan mempunyai peranan yang sangat penting dan berpengaruh terhadap kelangsungan kegiatan suatu perusahaan (Mulyanti, 2017). Manajemen keuangan juga berpengaruh pada setiap individu yang ada di dalam perusahaan tersebut (Chotima, 2015). Oleh karena itu seorang manajer keuangan dituntut untuk mampu menjalankan manajemen keuangan yang baik sehingga perusahaan dapat mengembangkan dan mempertahankan aktivitas serta keberadaan perusahaan (Tumiwa, Tampi, & Sambul, 2016). Melalui penganalisaan laporan keuangan, manajemen dapat mengetahui posisi keuangan, kinerja keuangan, serta kekuatan keuangan (financial strength) yang dimiliki perusahaan (Prihadi, 2019).

Laporan keuangan dengan kualitas yang baik dapat menunjukan kinerja serta perubahan posisi keuangan perusahaan yang bermanfaat bagi sejumlah besar pemakainya baik pihak eksternal maupun internal (Oktadella & Zulaikha, 2011). Rasio aktivitas menunjukan bagaimana sumber daya telah digunakan secara optimal oleh perusahaan (Orniati, 2009). Pemanfaatan aktiva oleh manajemen dapat dianalisis dalam hubungannya dengan tingkat laba yang dirumuskan dengan berbagai aktiva yang akan dipakai dalam memperoleh laba (Setyowati & Andini, 2019). Penulis menggunakan rasio aktivitas pada perusahan ini. Rasio aktivitas yang digunakan adalah receivable turnover (perputaran piutang), total asset turnover (perputaran total aktiva) dan inventory turnover (perputaran persediaan).(Budiang, Pangemanan, & Gerungai, 2017). Receivable turnover adalah rasio keuangan yang digunakan perusahaan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam penagihan piutangnnya. Total asset turnover adalah rasio keuangan yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan untuk menciptakan penjualan dengan menggunakan seluruh aktiva yang dimilikinya (Deitiana, 2013). Inventory turnover adalah rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam memutarkan persediaanya dan menunjukkan hubungan antara persediaan dengan penjualan (Pongoh, 2013).

Laporan keuangan adalah hasil akhir dari proses akuntansi. Sebagai hasil akhir dari proses akuntansi, laporan keuangan menyajikan akuntansi yang berguna untuk pengambilan keputusan oleh berbagai pihak, misalnya; pemilik dan kreditur (Sugiri & Riyono, 2001). Laporan keuangan adalah laporan yang menggambarkan kondisi keuangan dan hasil usaha suatu perusahaan pada saat tertentu atau jangka waktu tertentu (Harahap, 2004). Bermacam-macam laporan yang diterbitkan perusahaan untuk para pemegang saham, laporan keuangan mungkin yang paling penting karena laporan keuangan tersebut memberikan gambaran akuntansi atau operasi dan posisi keuangan perusahaan (Jusriani & Rahardjo, 2013). Data yang terperinci diberikan untuk dua atau tiga tahun terakhir, serta ikhtisar historis dari angka-angka statistik operasi yang penting selama lima atau sepuluh tahun terakhir (Brigham & Houston, 2006). Hasil akhir suatu proses pencatatan keuangan diantaranya adalah laporan keuangan. Laporan keuangan ini merupakan pencerminan dari prestasi menajemen perusahaan pada suatu periode tertentu. Selain sebagai suatu alat pertanggungjawaban, laporan keuangan diperlukan sebagai dasar pengambilan keputusan ekonomi.

Ada lima macam laporan keuangan diantaranya, balance sheet, income statement, laporan perubahan model, laporan arus kas, dan laporan catatan atas laporan keuangan. Laporan keuangan akan memberikan berbagai manfaaat kepada berbagai pihak. (Munawir, 2007) menjelaskan masing-masing pihak mempunyai kepentingan tersendiri terhadap laporan keuangan tersebut (Andarsari, 2016). Adapun pihak-pihak yang berkepentingan terhadap laporan keuangan diantaranya, manajemen, investor, supplier, pemerintah dan karyawan (Munawir, 2007).

Analisis laporan keuangan adalah menguraikan pos-pos laporan keuangan menjadi unit informasi yang lebih kecil (Dewi, 2017) dan melihat hubungannya yang bersifat signifikan atau yang mempunyai makna antara satu dengan yang lain baik antara data kuantitatif (Tiong, 2017) maupun data non-kuantitatif dengan tujuan untuk mengetahui kondisi keuangan lebih dalam yang sangat penting dalam proses menghasilkan keputusan yang tepat (Harahap, 2004). Kemudian menurut Astuti (2004) menyatakan bahwa segala sesuatu yang menyangkut penggunaan informasi akuntansi untuk membuat keputusan bisnis dan investasi.

Berbagai langkah harus ditempuh dalam menganalisis laporan keuangan (Mukhlis, 2013), adapun langkah-langkahnya yaitu memahami latar belakang data keuangan perusahaan, memahami kondisi-kondisi yang berpengaruh pada perusahaan, mempelajari dan memeriksa kembali laporan keuangan, menganalisis laporan keuangan (Prastowo & Julianty, 2005).

Metode dan teknik analisis laporan keuangan merupakan cara bagaimana melakukan analisis. Metode analisis laporan keuangan dapat diklasifikasikan menjadi dua klasifikasi, yaitu metode analisis horizontal (dinamis) dan metode analisis vertikal (statis) (Prastowo & Julianty, 2005).

Penelitian sebelumnya yang relevan dengan penelitian ini salah satunya adalah penelitian yang dilakukan oleh (Jumhana, 2017) dengan judul pengaruh rasio likuiditas dan rasio aktivitas terhadap profitabilitas pada koperasi karyawan PT. Surya Toto Indonesia. Penelitian ini meneliti tentang pengaruh rasio likuiditas dan rasio aktivitas terhadap profitabilitas pada koperasi karyawan PT. Surya Toto Indonesia tahun 2009-2015. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi rasio likuiditas, rasio aktivitas dan profitabilitas.

Sedangkan yang membedakan penelitian ini dengan penelitian sebelumnya ialah dalam penelitian ini hanya berfokus pada rasio aktivitas pada CV. HMZ berdasarkan perhitungan receivable turnover, inventory turnover dan total asset tunrover. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui receivable turnover, total aset turnover dan inventory turnover perusahaan periode 2015-2017.

 

Metode Penelitian

Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi literatur, dan penelitian lapangan (library research). Penulis melakukan studi literatur, dengan membaca buku-buku dan artikel di internet yang berkaitan dengan analisis rasio keuangan sehingga diperoleh landasan teori yang kuat dan relevan mengenai analisis rasio keuangan. Penelitian lapangan dilakukan dengan cara melakukan wawancara dan observasi kepada beberapa karyawan CV. HMZ yang berhubungan langsung dengan data yang akan dijadikan acuan bagi tugas akhir ini.

Adapun waktu penelitian ini mulai dari 15 Desember 2017 sampai dengan selesai yang bertempat di lokasi YR Consultant yaitu di Jl. Kayu Agung I blok C No.38, Turangga, Lengkong, Kota bandung, Jawa Barat 40264.

 

Hasil dan Pembahasan

A.     Analisa Masalah

Laporan keuangan melaporkan aktivitas yang sudah dilakukan perusahaan dalam suatu periode tertentu. Laporan keuangan merupakan hasil kerja akuntan dalam melaporkan realitas ekonomi suatu perusahaan (Prihadi, 2019).

Aktivitas yang telah dilakukan dituangkan dalam angka- angka yang berada dalam laporan keuangan menjadi kurang berarti jika hanya dilihat dari satu sisi saja. Artinya angka-angka ini akan menjadi lebih berarti apabila dibandingkan antara satu komponen dengan komponen lainnya dengan cara membandingkan angka-angka yang ada dalam atau antar laporan keuangan.

Setelah melakukan perbandingan dapat disimpulkan posisi keuangan suatu perusahaan untuk periode tertentu. Pada akhirnya kita dapat menilai kinerja manajemen dalam periode tersebut. Perbandingan ini kita kenal dengan nama analisis rasio keuangan.

a)      Hasil Perhitungan Rasio Aktivitas

Berikut perhitungan rasio aktivitas di CV. HMZ dalam 3 tahun, sehingga dapat diperoleh kesimpulan yaitu perputaran Piutang (Receivable Turnover)

13

Berdasarkan data diatas dapat diketahui bahwa pada tahun 2015, perputaran piutang perusahaan sebesar 13,2 (28 hari ) artinya nilai penjualan dalam setahun adalah 13,2 kali (28 hari) dari nilai piutang pada tahun 2016 perputaran piutang sebesar 6,51 kali (56 hari), artinya nilai penjualan dalam setahun adalah 6,51 kali (56 hari) dan pada tahun 2017 perputaran piutang sebesar 3,2 kali (114 hari), artinya nilai penjualan dalam setahun adalah 3,2 kali (114 hari) dari nilai piutang.

 

Tabel 1. Perputaran piutang (receivable turnover) tahun 2015, 2016 dan 2017

 

No

 

Perputaran Piutang

 

2015

 

2016

 

Kenaikan/ Penurunan

 

2016

 

2017

 

Kenaikan/ Penurunan

1

Perputaran piutang menurut kasmir

13,2

6,5

-6,7

6,5

3,2

-3,3

 

Berdasarkan data datas pada tahun 2016 dan 2017 terjadi penurunan perputaran piutang yang dimana perusahaan hanya melakukan perputaran 6,5 kali (56 hari) dan 3,2 kali (114 hari) dikarenakan perusahaan terlalu banyak melakukan piutang terhadap sesama. Perusahaan dibuat sulit untuk melakukan tagihan piutangnya dibandingkan dengan 2015 dimana perputaran piutang dilaksanakan dengan baik dengan 13,2 kali (28 hari). Menurut (Kasmir, 2017) jika rata-rata untuk perputaran piutang adalah 15 kali (24 hari), maka dapat dikatakan penagihan piutang yang dilakukan manajemen dianggap tidak berhasil karena semakin meningkatnya investasi ke dalam piutang dibandingkan dengan kas.

 

������ Tabel 2. Daftar Piutang Toko

Daftar Toko

2015

2016

2017

Piutang barang mezoya KR

47.287.800

114.528.000

311.534.400

Piutang barang zoya CK

149.560.960

306.386.400

448.394.000

Piutang barang zoya JG 1

 

6.019.200

31.686.600

Piutang barang zoya JG 2

2.237.100

4.474.200

34.579.200

Piutang barang zoya lMG

 

 

877.132.000

Piutang barang zoya BK

28.072.200

56.144.400

137.429.600

 

�         Perputaran persediaan (inventory turnover)

14

Berdasarkan data diatas dapat diketahui bahwa pada tahun 2015, perputaran persediaan perusahaan sebesar 2,1 kali (174 hari), pada tahun 2016 sebesar 1,7 (215 hari) kali dan pada tahun 2017 sebesar 2,7 kali (135 hari). Dapat disimpulkan pada tahun 2015 menunjukan 2,1 kali (174 hari) persediaan dagangan diganti dalam setahun, pada tahun 2016 menunjukan 1,7 kali (215 hari) persediaan dagangan diganti dalam setahun dan pada tahun 2017 menunjukan 2,7 (174 hari) kali persediaan dagangan diganti dalam setahun.

 

Tabel 3. Perputaran persediaan (inventory turnover) tahun 2015, 2016 dan 2017

No

Perputaran persediaan

2015

2016

Kenaikan

/penurunan

2016

2017

Kenaikan/penurunan

1

Perputaran persediaan menurut kasmir

2,1

1,7

-0,4

1,7

2,7

1

 

Tahun 2017 merupakan tahun dimana perusahaan paling rendah melakukan perputaran persediaan dikarenakan perusahaan terlalu banyak menahan persediaan digudang tanpa melakukan penjualan terhadap barang barang yang sudah lama disimpan baik hasil membeli maupun meminjam dari toko lain (tabel 4.2.1) digudang dengan perputaran 1,7 kali (215 hari). Dibandingkan dengan tahun 2016 dan 2018 perusahaan mampu lebih baik melakukan perputaran persediaan dengan 2,1 kali (174 hari) dan 2,7 kali (135 hari). Menurut kasmir jika rata-rata untuk perputaran piutang adalah 20 kali (18 hari), maka dapat dikatakan bahwa perusahaan bekerja tidak efisien dan perusahaan menahan persediaan dalam jumlah yang berlebihan (tidak produktif). Hal ini menyebabkan investasi dalam tingkat pengembalian sangat rendah.

 

���������� Tabel 4. Daftar Hutang Toko

Daftar Toko

2015

2016

2017

Hutang barang mezoya KR

 

280.800

280.800

Hutang barang zoya CK

568.423.200

560.604.564

693.057.400

Hutang barang zoya JG 1

165.730.800

172.624.200

291.302.200

Hutang barang zoya JG 2

129.822.540

129.822.540

229.822.540

Hutang barang zoya BK

 

246.362.520

346.362.496

 

�         Perputaran total aktiva (total assets turn over)

15

 

Berdasarkan data diatas dapat diketahui bahwa pada tahun 2015, perputaran total aktiva perusahaan sebesar 0,7 kali, pada tahun 2016 sebesar 0,5 kali dan pada tahun 2017 sebesar 0,5 kali. Dapat disimpulkan pada tahun 2015 menunjukan 0,7 kali Total aktiva diganti dalam setahun, pada tahun 2016 menunjukan 0,5 kali. Total aktiva diganti dalam setahun dan pada tahun 2017 menunjukan 0,5 kali. Total aktiva diganti dalam setahun.

 

Tabel 5. Perputaran total aktiva (total asset turnover) tahun 2015, 2016 dan 2017

 

No

 

Perputaran Total Aktiva

 

2015

 

2016

 

Kenaikan/ Penurunan

 

2016

 

2017

 

Kenaikan/ Penurunan

1

Perputaran total aktiva menurut kasmir

13,2

6,5

-6,7

6,5

3,2

-3,3

 

Berdasarkan data diatas pada tahun 2016 dan 2017 mengalami penurunan yang stabil karena perusahaan melakukan perputaran Total aktiva dengan sama yaitu 0,5 kali dikarenakan perusahaan terlalu banyak menambahkan aset perusahaan tanpa mampu meningkatkan penjualan dengan baik, dibandingkan dengan tahun 2015 perusahaan ada peningkatan dengan melakukan perputaran total aktiva sebanyak 0,7 kali.

 

B.     Usulan Hasil Analisa

����� Berdasarkan hasil analis diatas maka penulis akan membuat beberapa usulan yaitu:

Receivable turnover merupakan rasio perputaran utang ini biasanya digunakan dalam hubungannya dengan analisis terhadap modal kerja, karena memberikan ukuran kasar tentang seberapa cepat piutang perusahaan berputar menjadi kas (Wijaya & Tjun, 2017). Seharusnya perusahaan dapat mengikuti standar indrusti yakni 15 kali (24hari) untuk receivable turnover jika ingin dilihat perusahaan dalam keadaan baik (efektif). Maka perusahaan harus memfokuskan terhadap penjualan seperti penjulan aksesoris (anting, gelang zoya) dan make up (lipstik, lip balm, mascara dan lain-lain) yang penjualannya masih belum efektif atau jarang mencapai target pemasaran dan perusahaan harus lebih efektif terhadap penagihan piutangnya.

a)      Inventory Turnover

16

Menurut (Kasmir, 2017) perputaran sediaan merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur berapa kali dana yang ditanam dalam sediaan (inventory) ini berputar suatu periode. Seharusnya perusahaan mengikuti standar industri yakni 20 kali (18 hari) untuk inventory turnover jika ingin dilihat perusahaan dalam keadaan baik (efektif). Maka perusahaan harus memfokuskan terhadap penjualan barang barang yang tersimpan digudang seperti baju non busana (kerudung segi empat, �kerudung instan) yang tidak terjual, aksesoris yang tidak terjual dan baju busana (dress) yang tidak terjual tetapi sudah disimpan digudang karena adanya pasokan barang baru atau model keluaran baru, Agar barang yang lama digudang dapat dimanfaatkan dengan baik dan jangan terlalu banyak melakukan hutang barang antar sesama toko. Berikut daftar barang yang tersedia di gudang di CV. hijab.

Berdasarkan data pada tabel 6 bila perusahaan mampu untuk mengeluarkan barang atau menjual barang yang tersedia di gudang (tabel 5) maka dapat dikatakan perusahaan akan mampu untuk meningkatkan penjualan di tahun depan sebanyak 591.307.425 bila menggunakan diskon yang disarankan dan mengurangi resiko terjadinya barang rusak dan barang yang hilang yang dimana dapat mengakibatkan barang sudah tidak dapat dijual kembali dan perusahaan akan mendapatkan kerugian. Maka dapat dikatakan pada tahun depan nanti akan memengaruhi hasil perhitungan inventory turnover.

 

�������� Tabel 6. Daftar barang di gudang Per 31 Desember 2017

Jenis barang

QTY

Rata-rata harga jual

Total harga jual

Diskon

Harga Penjualan

Busana

 

 

 

 

 

Busana perempuan

dewasa

 

1.266

 

234.688

 

297.115.000

 

42,50%

 

170.841.125

Busana laki-laki dewasa

 

776

 

201.573

 

156.421.000

 

42,50%

 

89.942.075

Busana anak-anak

(Boy&girl)

 

863

 

117.684

 

101.561.000

 

42,50%

 

58.397.575

Busana paket

Keluarga

 

403

 

220.278

 

88.772.000

 

42,50%

 

51.043.900

Non Busana

 

 

 

 

 

Kerudung segi

Empat

 

1187

 

212.539

 

252.283.724

 

42,50%

 

145.063.141

Kerudung instans

707

113.326

80.122.000

42,50%

46.070.150

Aksesoris

572

56.483

32.308.276

35%

21.000.379

make-up

331

43.607

14.434.000

38%

8.949.080

 

 

6.105

 

 

1.023.017.000

 

 

591.307.425

 

c)      Total Asset Turnover

Seharunya perusahaan mengikuti standar industri yakni 2 kali untuk total asset turnover jika ingin perusahaan dikatakan baik (efektif). Maka perusahaan harus memfokuskan terhadap penjualan dengan memanfaatkan aset-aset yang ada seperti etalase untuk penyimpanan barang, patung maneken dan komputer untuk menginput data penjualan yang dimana etalase dan patung maneken terlalu banyak tetapi tidak dimanfaatkan yang akhirnya disimpan di tempat penyimpanan barang dan perusahaan seharusnya bisa membuat aset-aset yang ada tersebut menjadi produktif.

 

Kesimpulan

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, maka penulis menyimpulkan bahwa berdasarkan perhitungan perputaran persediaan pada tahun 2015, 2016, dan 2017 mengalami penurunan dibawah minimum atau dibawah standar yang dianjurkan, ini artinya perusahaan menahan persediaan dalam jumlah berlebihan dan jika perusahaan menyimpan persediaan yang berlebihan maka perusahaan akan mengalami kerugian dan sulit untuk mendapatkan laba penjualan.

17

Berdasarkan perhitungan perputaran piutang pada tahun 2015, 2016, dan 2017 mengalami penurunan dibawah minimum atau dibawah standar yang dianjurkan, Ini artinya, penagihan piutang yang dilakukan perusahaan tidak berhasil karena semakin meningkat investasi ke dalam piutang dibandingkan dengan kas. Berdasarkan perhitungan perputaran total asset pada tahun 2015, 2016, dan 2017 mengalami penurunan dibawah minimum atau dibawah standar yang dianjurkan, Ini artinya perusahaan belum memiliki kemampuan penjualan dengan baik, dikarenakan kenaikan penjualan dibarengi dengan kenaikan total aktiva.

Dalam perputaran piutang perusahaan jangan terlalu banyak melakukan hutang piutang dengan sesama toko karena akan sulitnya dalam penagihan piutangnya dan sebaiknya perusahaan dapat menyusun jadwal umur piutang perusahaan atau dengan menggunakan aging schedule untuk memantau piutang dan mengoptimalkan waktu pembayaran agar tidak terjadi keterlambatan dalam pengumpulan piutang. Hal yang terpenting adalah untuk menjaga agar pelanggan/mitra membayar kewajibannya tepat waktu. Dalam penyimpanan persediaan yang berlebihan, perusahaan bisa mengadakan promo atau iklan yang bisa menarik konsumen untuk menjual kembali barang yang tersimpan di gudang agar tidak terjadi penumpukan barang dan sehingga akan mendapatkan keuntungan bagi perusahaan. Dianjurkan agar aktiva-aktiva yang dimiliki oleh perusahaan dapat lebih produktif sehingga dapat meningkatkan jumlah penjualan perusahaan.

 

Bibliography

Andarsari, Pipit Rosita. (2016). Laporan keuangan organisasi nirlaba (lembaga masjid). Jurnal Ekonika: Jurnal Ekonomi Universitas Kadiri, 1(2).

Astuti, Dewi. (2004). Manajemen keuangan perusahaan. Jakarta: Ghalia Indonesia.

Brigham, Eugene F., & Houston, Joel F. (2006). Dasar-dasar manajemen keuangan, edisi 11. Jakarta: Salemba Empat.

Budiang, Feibe Teresa, Pangemanan, Sifrid S., & Gerungai, Natalia Y. T. (2017). Pengaruh Perputaran Total Aset, Perputaran Piutang Dan Perputaran Persediaan Terhadap ROA Pada Perusahaan Sub Sektor Perdagangan Eceran Yang Terdaftar Di BEI. Jurnal EMBA: Jurnal Riset Ekonomi, Manajemen, Bisnis Dan Akuntansi, 5(2).

Chotima, Chusnul. (2015). Pengaruh Pendidikan Keuangan di Keluarga, Sosial Ekonomi Orang Tua, Pengetahuan Keuangan, Kecerdasan Spiritual, dan Teman Sebaya Terhadap Manajemen Keuangan Pribadi Mahasiswa S1 Pendidikan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Surabaya. Jurnal Pendidikan Akuntansi (JPAK), 3(2).

Deitiana, Tita. (2013). Pengaruh Current Ratio, Return on Equity dan Total Asset Turn Over Terhadap Devidend Payout Ratio dan Implikasi pada Harga Saham Perusahaan LQ 45. Jurnal Bisnis Dan Akuntansi, 15(1), 82�88.

Dewi, Meutia. (2017). Penilaian Kinerja Keuangan Perusahaan dengan Menggunakan Metode EVA (Economic Value Added)(Studi Kasus pada PT. Krakatau Steel Tbk Periode 2012-2016). Jurnal Manajemen Dan Keuangan, 6(1), 648�659.

Harahap, Sofyan S. (2004). Analisis Kritis Atas Laporan Keuangan (1st ed.). Jakarta: PT. Raja Grafindo persada.

Indryana, Melfi. (2019). Analisa Rasio Profitabilitas Untuk Menilai Kinerja Keuangan Pada PT. Sinar Meddiamas Selaras Jakarta. Jakarta: Repository Universitas Bina Sarana Informatika (RUBSI).

Jumhana, R. Cheppy Safei. (2017). Pengaruh Rasio Likuiditas Dan Rasio Aktivitas Terhadap Profitabilitas Pada Koperasi Karyawan PT Surya Toto Indonesia. Jurnal SEKURITAS (Saham, Ekonomi, Keuangan Dan Investasi), 1(2).

18

Jusriani, Ika Fanindya, & Rahardjo, Shiddiq Nur. (2013). Analisis Pengaruh Profitabilitas, Kebijakan Dividen, Kebijakan Utang, Dan Kepemilikan Manajerial Terhadap Nilai Perusahaan (Studi Empiris Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Periode 2009�2011). Fakultas Ekonomika dan Bisnis.

Kasmir. (2017). Analisis Laporan Keuangan. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Mukhlis, Mohammad. (2013). Analisis Tren Laporan Keuangan untuk Menilai Kinerja Keuangan Perusahaan pada Kelompok Industri Food & Beverages (Survei pada Perusahaan Food & Beverages Yang Go Public di BEI). Universitas Widyatama.

Mulyanti, Dety. (2017). Manajemen Keuangan Perusahaan. AKURAT| Jurnal Ilmiah Akuntansi FE UNIBBA, 8(2), 62�71.

Munawir. (2007). Analisis Laporan Keuangan, Konsep dan Aplikasi. Yogyakarta.

Nugroho, Hendro. (2020). Perlindungan Hukum Bagi Para Pihak Dalam Transaksi Pinjaman Online. JUSTITIA: Jurnal Ilmu Hukum Dan Humaniora, 7(2), 328�334.

Oktadella, Dewanti, & Zulaikha. (2011). Analisis corporate governance terhadap integritas laporan keuangan. Universitas Diponegoro.

Orniati, Yuli. (2009). Laporan keuangan sebagai alat untuk menilai kinerja keuangan. Jurnal Ekonomi Bisnis, 14(3), 206�213.

Pongoh, Marsel. (2013). Analisis Laporan Keuangan Untuk Menilai Kinerja Keuangan Pt. Bumi Resources Tbk. Jurnal Riset Ekonomi, Manajemen, Bisnis Dan Akuntansi, 1(3), 669�679. https://doi.org/10.35794/emba.v1i3.2135

Prastowo, Dwi, & Julianty, Rifka. (2005). Analisis Laporan keuangan. Konsep dan Aplikasi Edis Kedua (Edisi kedu). Yogyakarta.

Prihadi, Toto. (2019). Analisis Laporan Keuangan. Gramedia Pustaka Utama.

Setyowati, Riris, & Andini, Rita. (2019). Pengaruh Rasio Likuiditas Rasio Solvabilitas Rasio Activity Terhadap Laba Perusahaan dengan Variabel Kinerja Keuangan Sebagai Variabel Intervening (Studi Kasus pada Perusahaan Property dan Real Estate Yang Terdaftar di BEI Periode Tahun 2013-2017). Journal Of Accounting, 5(5).

Sugiri, S., & Riyono, B. .. (2001). Akuntansi Pengantar I. Yogyakarta: UPP AMP YKPN.

Tiong, Piter. (2017). Pengaruh Perputaran Piutang Terhadap Profitabilitas Pada Perusahaan PT Mitra Phinastika Mustika Tbk. SEIKO: Journal of Management & Business, 1(1), 1�25.

Towengke, Rita Inriani. (2019). Analisisrasio Profitabilitas pada Lagiwa Barbershop. Universitas Sintuwu Maroso.

Tumiwa, Aiden, Tampi, J. R. E., & Sambul, S. A. P. (2016). Analisis Profitabilitas pada PT. BFI Finance Indonesia. Jurnal Administrasi Bisnis (JAB), 4(4).

Wijaya, Linda Vania, & Tjun, Lauw Tjun. (2017). Pengaruh Cash Turnover, Receivable Turnover, dan Inventory Turnover Terhadap Return On Asset Perusahaan Sektor Makanan dan Minuman yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2013 –2015. Jurnal Akuntansi, 9(1).

19