|
ANALISIS RASIO AKTIVITAS PADA CV. HMZ Aen Fariah IAI Bunga Bangsa Cirebon E-mail: [email protected] |
|
|
Diterima: Direvisi: Disetujui: |
Abstrak CV. HMZ merupakan perusahaan yang bergerak
dalam bidang industri retail yang menjual barang berupa busana, nonbusana dan
kosmetik. Dengan perkembangan zaman sekarang yang telah berkembang dan
seiring majunya teknologi maka perusahaan dituntut harus dapat mengembangkan
usahanya dengan semaksimal mungkin. Maka perusahaan dituntut untuk
menampilkan yang terbaik dalam segi kinerja dan ditunjang dengan manajamen
keuangan yang baik. Selain itu, perusahaan juga memerlukan adanya
penganalisisan laporan keuangan untuk mengetahui kemampuan perusahaan dalam
mengatasi masalah-masalah yang berkaitan dengan keuangan perusahaan. Tujuan� penelitian ini adalah untuk mengetahui receivable
turnover, total aset turnover dan inventory turnover
perusahaan periode 2015-2017. Model penelitian yang dilakukan adalah penelitian lapangan (field research). Menganalis
laporan keuangan dengan penelitian pustaka (library research). Hasil penelitian menunjukan bahwa
rasio aktivitas mengalami penurunan dan peningkatan (tidak stabil) Jika
dilihat dari rasio aktivitasnya adalah kurang efisien, hal ini terbukti bahwa
perusahaan gagal dalam perencanaan dan pelaksanaan strategi untuk peningkatan
keuntungan perusahaan, perusahaan tidak dapat menagih piutangnya dan
perusahaan tidak mampu dalam memanfatkan aset aset yang dimilikinya. Hal ini
dapat berakibat pada penurunan keuntungan di masa depan. Berdasarkan perhitungan receivable turnover inventory turnover dan total asset tunrover pada setiap tahun mengalami penurunan
dibawah minimum standar industri, ini artinya
perusahaan terlalu menahan persediaan berlebihan, penagihan piutang yang
kurang efektif dan kurangnya pemanfaatan terhadap aset-aset yang tersedia di perusahaan. Kata Kunci: Rasio aktivitas; Laporan
keuangan; Perputaran total aktiva Abstract CV. HMZ is a company engaged in the retail
industry that sells goods in the form of clothing, non-clothing and
cosmetics. With the development of today that has developed and along with
the advancement of technology, the company is required to be able to develop
its business to the maximum extent possible. So the company is required to
display the best in terms of performance and supported by good financial
management. In addition, the company also needs the analysis of financial
statements to know the company's ability to solve problems related to the
company's finances. The purpose of this study is to find out the receivable
turnover, total asset turnover and inventory turnover of the company in the
period 2015-2017. The
research model is field research. Analyze financial statements with library
research. The results showed that the activity ratio decreased and increased
(unstable) When viewed from the ratio of activity is less efficient, it is
proven that the company failed in the planning and implementation of
strategies to increase the company's profit, the company can not collect its
receivables and the company is unable to use its assets. This can result in a
decrease in future profits. Based on the calculation of receivable turnover
inventory turnover and total asset tunrover in each year decreased below the
minimum standard indrusti, this means the company is too restrained
oversupply, billing of less effective receivables and lack of utilization of
assets available in the company. Keywords:
Activity rate; Financial statements; Total turnover of assets |
Pendahuluan
Perkembangan perusahaan dunia saat ini telah
berkembang pesat baik dengan skala besar maupun kecil (Nugroho, 2020). Dengan bertambahnya pesaing setiap saat, baik
yang berorientasi lokal maupun yang berorientasi internasional (Towengke, 2019), maka setiap perusahaan harus berusaha
menampilkan yang terbaik dalam segi kinerja perusahaan. Selain itu, perusahaan harus
ditunjang dengan manajemen keuangan yang matang (Indryana, 2019). Manajemen keuangan mempunyai peranan yang
sangat penting dan berpengaruh terhadap kelangsungan kegiatan suatu perusahaan (Mulyanti, 2017). Manajemen keuangan juga berpengaruh pada
setiap individu yang ada di dalam perusahaan tersebut (Chotima, 2015). Oleh karena itu seorang manajer keuangan dituntut
untuk mampu menjalankan manajemen keuangan yang baik sehingga perusahaan dapat
mengembangkan dan mempertahankan aktivitas serta keberadaan perusahaan (Tumiwa, Tampi,
& Sambul, 2016). Melalui penganalisaan laporan keuangan,
manajemen dapat mengetahui posisi keuangan, kinerja keuangan, serta kekuatan
keuangan (financial strength) yang dimiliki perusahaan (Prihadi, 2019).
Laporan keuangan dengan kualitas yang baik
dapat menunjukan kinerja serta perubahan posisi keuangan perusahaan yang
bermanfaat bagi sejumlah besar pemakainya baik pihak eksternal maupun internal (Oktadella &
Zulaikha, 2011). Rasio aktivitas menunjukan bagaimana sumber
daya telah digunakan secara optimal oleh perusahaan (Orniati, 2009). Pemanfaatan aktiva oleh manajemen dapat
dianalisis dalam hubungannya dengan tingkat laba yang dirumuskan dengan
berbagai aktiva yang akan dipakai dalam memperoleh laba (Setyowati &
Andini, 2019). Penulis menggunakan rasio
aktivitas pada perusahan ini. Rasio aktivitas yang digunakan adalah receivable
turnover (perputaran piutang), total asset turnover (perputaran
total aktiva) dan inventory turnover (perputaran persediaan).(Budiang,
Pangemanan, & Gerungai, 2017). Receivable turnover adalah rasio
keuangan yang digunakan perusahaan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam
penagihan piutangnnya. Total asset
turnover adalah rasio keuangan yang digunakan untuk mengukur kemampuan
perusahaan untuk menciptakan penjualan dengan menggunakan seluruh aktiva yang
dimilikinya (Deitiana, 2013). Inventory
turnover adalah rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan
dalam memutarkan persediaanya dan menunjukkan hubungan antara persediaan dengan
penjualan (Pongoh, 2013).
Laporan keuangan adalah hasil akhir dari proses
akuntansi. Sebagai hasil akhir dari proses akuntansi, laporan keuangan
menyajikan akuntansi yang berguna untuk pengambilan keputusan oleh berbagai
pihak, misalnya; pemilik dan kreditur (Sugiri &
Riyono, 2001). Laporan keuangan adalah laporan yang
menggambarkan kondisi keuangan dan hasil usaha suatu perusahaan pada saat
tertentu atau jangka waktu tertentu (Harahap, 2004). Bermacam-macam laporan yang diterbitkan
perusahaan untuk para pemegang saham, laporan keuangan mungkin yang paling
penting karena laporan keuangan tersebut memberikan gambaran akuntansi atau
operasi dan posisi keuangan perusahaan (Jusriani &
Rahardjo, 2013). Data yang terperinci diberikan untuk dua atau
tiga tahun terakhir, serta ikhtisar historis dari angka-angka statistik operasi
yang penting selama lima atau sepuluh tahun terakhir (Brigham &
Houston, 2006). Hasil akhir suatu proses pencatatan keuangan
diantaranya adalah laporan keuangan. Laporan keuangan ini
merupakan pencerminan dari prestasi menajemen perusahaan pada suatu periode
tertentu. Selain sebagai suatu alat
pertanggungjawaban, laporan keuangan diperlukan sebagai dasar pengambilan
keputusan ekonomi.
Ada lima macam laporan
keuangan diantaranya, balance sheet, income statement, laporan
perubahan model, laporan arus kas, dan laporan catatan atas laporan keuangan.
Laporan keuangan akan memberikan berbagai manfaaat
kepada berbagai pihak. (Munawir, 2007) menjelaskan masing-masing pihak mempunyai
kepentingan tersendiri terhadap laporan keuangan tersebut (Andarsari,
2016). Adapun pihak-pihak yang berkepentingan terhadap laporan keuangan
diantaranya, manajemen, investor, supplier, pemerintah dan karyawan (Munawir, 2007).
Analisis laporan keuangan adalah menguraikan
pos-pos laporan keuangan menjadi unit informasi yang lebih kecil (Dewi, 2017) dan melihat hubungannya yang bersifat
signifikan atau yang mempunyai makna antara satu dengan yang lain baik antara
data kuantitatif (Tiong, 2017) maupun data non-kuantitatif dengan tujuan
untuk mengetahui kondisi keuangan lebih dalam yang sangat penting dalam proses
menghasilkan keputusan yang tepat (Harahap, 2004). Kemudian menurut Astuti (2004) menyatakan bahwa segala sesuatu yang
menyangkut penggunaan informasi akuntansi untuk membuat keputusan bisnis dan
investasi.
Berbagai langkah harus ditempuh dalam
menganalisis laporan keuangan (Mukhlis, 2013), adapun langkah-langkahnya yaitu memahami
latar belakang data keuangan perusahaan, memahami kondisi-kondisi yang
berpengaruh pada perusahaan, mempelajari dan memeriksa kembali laporan
keuangan, menganalisis laporan keuangan (Prastowo &
Julianty, 2005).
Metode dan teknik analisis laporan keuangan
merupakan cara bagaimana melakukan analisis. Metode
analisis laporan keuangan dapat diklasifikasikan menjadi dua klasifikasi, yaitu
metode analisis horizontal (dinamis) dan metode analisis vertikal (statis) (Prastowo &
Julianty, 2005).
Penelitian sebelumnya yang relevan dengan
penelitian ini salah satunya adalah penelitian yang dilakukan oleh (Jumhana, 2017) dengan judul pengaruh rasio likuiditas dan
rasio aktivitas terhadap profitabilitas pada koperasi karyawan PT. Surya Toto
Indonesia. Penelitian ini meneliti tentang pengaruh rasio
likuiditas dan rasio aktivitas terhadap profitabilitas pada koperasi karyawan PT.
Surya Toto Indonesia tahun 2009-2015. Penelitian ini bertujuan
untuk mengetahui kondisi rasio likuiditas, rasio aktivitas dan profitabilitas.
Sedangkan yang membedakan penelitian ini dengan
penelitian sebelumnya ialah dalam penelitian ini hanya berfokus pada rasio
aktivitas pada CV. HMZ berdasarkan perhitungan receivable turnover, inventory turnover
dan total asset tunrover. Tujuan penelitian ini adalah
untuk mengetahui receivable turnover,
total aset turnover dan inventory
turnover perusahaan periode 2015-2017.
Metode Penelitian
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian
ini adalah studi literatur, dan penelitian lapangan (library research). Penulis melakukan studi literatur, dengan membaca
buku-buku dan artikel di internet yang berkaitan dengan analisis rasio keuangan
sehingga diperoleh landasan teori yang kuat dan relevan mengenai analisis rasio
keuangan. Penelitian lapangan dilakukan dengan cara
melakukan wawancara dan observasi kepada beberapa karyawan CV. HMZ yang
berhubungan langsung dengan data yang akan dijadikan acuan bagi tugas akhir
ini.
Adapun waktu penelitian ini mulai dari 15 Desember 2017 sampai dengan
selesai yang bertempat di lokasi YR Consultant yaitu di Jl. Kayu Agung I
blok C No.38, Turangga, Lengkong, Kota bandung, Jawa Barat 40264.
Hasil dan Pembahasan
A. Analisa Masalah
Laporan keuangan melaporkan aktivitas yang
sudah dilakukan perusahaan dalam suatu periode tertentu. Laporan keuangan merupakan hasil kerja akuntan
dalam melaporkan realitas ekonomi suatu perusahaan (Prihadi, 2019).
Aktivitas yang telah dilakukan dituangkan dalam
angka- angka yang berada dalam laporan keuangan menjadi kurang berarti jika
hanya dilihat dari satu sisi saja. Artinya angka-angka ini akan menjadi lebih
berarti apabila dibandingkan antara satu komponen dengan komponen lainnya dengan
cara membandingkan angka-angka yang ada dalam atau antar laporan keuangan.
Setelah melakukan perbandingan dapat
disimpulkan posisi keuangan suatu perusahaan untuk periode tertentu. Pada akhirnya kita dapat
menilai kinerja manajemen dalam periode tersebut. Perbandingan ini kita
kenal dengan nama analisis rasio keuangan.
a)
Hasil Perhitungan Rasio Aktivitas
Berikut perhitungan rasio aktivitas di CV. HMZ
dalam 3 tahun, sehingga dapat diperoleh kesimpulan yaitu perputaran Piutang (Receivable
Turnover)
13
Berdasarkan data
diatas dapat diketahui bahwa pada tahun 2015, perputaran piutang perusahaan
sebesar 13,2 (28 hari ) artinya nilai penjualan dalam setahun adalah 13,2 kali
(28 hari) dari nilai piutang pada tahun 2016 perputaran piutang sebesar 6,51
kali (56 hari), artinya nilai penjualan dalam setahun adalah 6,51 kali (56
hari) dan pada tahun 2017 perputaran piutang sebesar 3,2 kali (114 hari),
artinya nilai penjualan dalam setahun adalah 3,2 kali (114 hari) dari nilai
piutang.
Tabel
1. Perputaran
piutang (receivable turnover) tahun 2015, 2016 dan 2017
|
No |
Perputaran Piutang |
2015 |
2016 |
Kenaikan/ Penurunan |
2016 |
2017 |
Kenaikan/ Penurunan |
|
1 |
Perputaran piutang menurut kasmir |
13,2 |
6,5 |
-6,7 |
6,5 |
3,2 |
-3,3 |
Berdasarkan data datas
pada tahun 2016 dan 2017 terjadi penurunan perputaran piutang yang dimana
perusahaan hanya melakukan perputaran 6,5 kali (56 hari) dan 3,2 kali (114
hari) dikarenakan perusahaan terlalu banyak melakukan piutang terhadap sesama. Perusahaan dibuat
sulit untuk melakukan tagihan piutangnya dibandingkan dengan 2015 dimana
perputaran piutang dilaksanakan dengan baik dengan 13,2
kali (28 hari). Menurut (Kasmir, 2017) jika rata-rata untuk perputaran piutang adalah 15 kali (24
hari), maka dapat dikatakan penagihan piutang yang dilakukan manajemen dianggap
tidak berhasil karena semakin meningkatnya investasi ke dalam piutang
dibandingkan dengan kas.
������ Tabel 2.
Daftar Piutang Toko
|
Daftar Toko |
2015 |
2016 |
2017 |
|
Piutang barang mezoya KR |
47.287.800 |
114.528.000 |
311.534.400 |
|
Piutang barang zoya CK |
149.560.960 |
306.386.400 |
448.394.000 |
|
Piutang barang zoya JG 1 |
|
6.019.200 |
31.686.600 |
|
Piutang barang zoya JG 2 |
2.237.100 |
4.474.200 |
34.579.200 |
|
Piutang barang zoya lMG |
|
|
877.132.000 |
|
Piutang barang zoya BK |
28.072.200 |
56.144.400 |
137.429.600 |
�
Perputaran
persediaan (inventory turnover)
14
Berdasarkan
data diatas dapat diketahui bahwa pada tahun 2015, perputaran persediaan
perusahaan sebesar 2,1 kali (174 hari), pada tahun 2016 sebesar 1,7 (215 hari)
kali dan pada tahun 2017 sebesar 2,7 kali (135 hari). Dapat disimpulkan pada
tahun 2015 menunjukan 2,1 kali (174 hari) persediaan dagangan diganti dalam
setahun, pada tahun 2016 menunjukan 1,7 kali (215 hari) persediaan dagangan
diganti dalam setahun dan pada tahun 2017 menunjukan 2,7 (174 hari) kali
persediaan dagangan diganti dalam setahun.
Tabel 3. Perputaran persediaan (inventory turnover)
tahun 2015, 2016 dan 2017
|
No |
Perputaran persediaan |
2015 |
2016 |
Kenaikan /penurunan |
2016 |
2017 |
Kenaikan/penurunan |
|
1 |
Perputaran persediaan menurut kasmir |
2,1 |
1,7 |
-0,4 |
1,7 |
2,7 |
1 |
Tahun
2017 merupakan tahun dimana perusahaan paling rendah melakukan perputaran
persediaan dikarenakan perusahaan terlalu banyak menahan persediaan digudang
tanpa melakukan penjualan terhadap barang barang yang sudah lama disimpan baik
hasil membeli maupun meminjam dari toko lain (tabel 4.2.1) digudang dengan
perputaran 1,7 kali (215 hari). Dibandingkan dengan
tahun 2016 dan 2018 perusahaan mampu lebih baik melakukan perputaran persediaan
dengan 2,1 kali (174 hari) dan 2,7 kali (135 hari). Menurut
kasmir jika rata-rata untuk perputaran piutang adalah 20 kali (18 hari), maka
dapat dikatakan bahwa perusahaan bekerja tidak efisien dan perusahaan menahan
persediaan dalam jumlah yang berlebihan (tidak produktif). Hal ini menyebabkan
investasi dalam tingkat pengembalian sangat rendah.
���������� Tabel 4.
Daftar Hutang Toko
|
Daftar Toko |
2015 |
2016 |
2017 |
|
Hutang barang mezoya KR |
|
280.800 |
280.800 |
|
Hutang barang zoya CK |
568.423.200 |
560.604.564 |
693.057.400 |
|
Hutang barang zoya JG 1 |
165.730.800 |
172.624.200 |
291.302.200 |
|
Hutang barang zoya JG 2 |
129.822.540 |
129.822.540 |
229.822.540 |
|
Hutang barang zoya BK |
|
246.362.520 |
346.362.496 |
�
Perputaran
total aktiva (total assets turn over)
15
Berdasarkan data diatas dapat diketahui bahwa pada
tahun 2015, perputaran total aktiva perusahaan sebesar 0,7
kali, pada tahun 2016 sebesar 0,5 kali dan pada tahun 2017 sebesar 0,5 kali.
Dapat disimpulkan pada tahun 2015 menunjukan 0,7 kali
Total aktiva diganti dalam setahun, pada tahun 2016 menunjukan 0,5 kali. Total
aktiva diganti dalam setahun dan pada tahun 2017 menunjukan 0,5
kali. Total aktiva diganti dalam setahun.
Tabel
5. Perputaran total
aktiva (total asset turnover) tahun 2015, 2016 dan 2017
|
No |
Perputaran Total Aktiva |
2015 |
2016 |
Kenaikan/ Penurunan |
2016 |
2017 |
Kenaikan/ Penurunan |
|
1 |
Perputaran total aktiva menurut kasmir |
13,2 |
6,5 |
-6,7 |
6,5 |
3,2 |
-3,3 |
Berdasarkan data diatas
pada tahun 2016 dan 2017 mengalami penurunan yang stabil karena perusahaan
melakukan perputaran Total aktiva dengan sama yaitu 0,5 kali dikarenakan
perusahaan terlalu banyak menambahkan aset perusahaan tanpa mampu meningkatkan
penjualan dengan baik, dibandingkan dengan tahun 2015 perusahaan ada
peningkatan dengan melakukan perputaran total aktiva sebanyak 0,7 kali.
B. Usulan Hasil Analisa
����� Berdasarkan hasil analis diatas maka
penulis akan membuat beberapa usulan yaitu:
Receivable turnover
merupakan rasio perputaran utang ini biasanya digunakan dalam hubungannya dengan
analisis terhadap modal kerja, karena memberikan ukuran kasar tentang seberapa
cepat piutang perusahaan berputar menjadi kas (Wijaya & Tjun, 2017). Seharusnya perusahaan
dapat mengikuti standar indrusti yakni 15 kali (24hari) untuk receivable
turnover jika ingin dilihat perusahaan dalam keadaan baik (efektif). Maka perusahaan harus memfokuskan terhadap
penjualan seperti penjulan aksesoris (anting, gelang zoya) dan make up (lipstik,
lip balm, mascara dan lain-lain) yang penjualannya masih belum
efektif atau jarang mencapai target pemasaran dan perusahaan harus lebih
efektif terhadap penagihan piutangnya.
a)
Inventory Turnover
16
Berdasarkan data pada tabel 6 bila perusahaan
mampu untuk mengeluarkan barang atau menjual barang yang tersedia di gudang
(tabel 5) maka dapat dikatakan perusahaan akan mampu untuk meningkatkan
penjualan di tahun depan sebanyak 591.307.425 bila menggunakan diskon yang
disarankan dan mengurangi resiko terjadinya barang rusak dan barang yang hilang
yang dimana dapat mengakibatkan barang sudah tidak dapat dijual kembali dan
perusahaan akan mendapatkan kerugian. Maka dapat dikatakan pada tahun depan
nanti akan memengaruhi hasil perhitungan inventory
turnover.
�������� Tabel 6.
Daftar barang di gudang Per 31 Desember 2017
|
Jenis
barang |
QTY |
Rata-rata harga jual |
Total harga jual |
Diskon |
Harga Penjualan |
|
Busana |
|
|
|
|
|
|
Busana perempuan dewasa |
1.266 |
234.688 |
297.115.000 |
42,50% |
170.841.125 |
|
Busana laki-laki
dewasa |
776 |
201.573 |
156.421.000 |
42,50% |
89.942.075 |
|
Busana anak-anak (Boy&girl) |
863 |
117.684 |
101.561.000 |
42,50% |
58.397.575 |
|
Busana paket Keluarga |
403 |
220.278 |
88.772.000 |
42,50% |
51.043.900 |
|
Non Busana |
|
|
|
|
|
|
Kerudung segi Empat |
1187 |
212.539 |
252.283.724 |
42,50% |
145.063.141 |
|
Kerudung instans |
707 |
113.326 |
80.122.000 |
42,50% |
46.070.150 |
|
Aksesoris |
572 |
56.483 |
32.308.276 |
35% |
21.000.379 |
|
make-up |
331 |
43.607 |
14.434.000 |
38% |
8.949.080 |
|
|
6.105 |
|
1.023.017.000 |
|
591.307.425 |
c)
Total Asset Turnover
Seharunya perusahaan mengikuti standar industri
yakni 2 kali untuk total asset turnover jika ingin perusahaan dikatakan
baik (efektif). Maka perusahaan harus memfokuskan terhadap
penjualan dengan memanfaatkan aset-aset yang ada seperti etalase untuk
penyimpanan barang, patung maneken dan komputer untuk menginput data penjualan
yang dimana etalase dan patung maneken terlalu banyak tetapi tidak dimanfaatkan
yang akhirnya disimpan di tempat penyimpanan barang dan perusahaan seharusnya
bisa membuat aset-aset yang ada tersebut menjadi produktif.
Kesimpulan
Berdasarkan
penelitian yang telah dilakukan, maka penulis menyimpulkan bahwa berdasarkan
perhitungan perputaran persediaan pada tahun 2015, 2016, dan 2017 mengalami
penurunan dibawah minimum atau dibawah standar yang dianjurkan, ini artinya
perusahaan menahan persediaan dalam jumlah berlebihan dan jika perusahaan
menyimpan persediaan yang berlebihan maka perusahaan akan mengalami kerugian
dan sulit untuk mendapatkan laba penjualan.
17
Dalam
perputaran piutang perusahaan jangan terlalu banyak melakukan hutang piutang
dengan sesama toko karena akan sulitnya dalam
penagihan piutangnya dan sebaiknya perusahaan dapat menyusun jadwal umur
piutang perusahaan atau dengan menggunakan aging schedule untuk memantau
piutang dan mengoptimalkan waktu pembayaran agar tidak terjadi keterlambatan
dalam pengumpulan piutang. Hal yang terpenting adalah untuk
menjaga agar pelanggan/mitra membayar kewajibannya tepat waktu. Dalam
penyimpanan persediaan yang berlebihan, perusahaan bisa mengadakan promo atau
iklan yang bisa menarik konsumen untuk menjual kembali barang yang tersimpan di
gudang agar tidak terjadi penumpukan barang dan sehingga akan
mendapatkan keuntungan bagi perusahaan. Dianjurkan agar
aktiva-aktiva yang dimiliki oleh perusahaan dapat lebih produktif sehingga
dapat meningkatkan jumlah penjualan perusahaan.
Bibliography
Andarsari, Pipit
Rosita. (2016). Laporan keuangan organisasi nirlaba (lembaga masjid). Jurnal
Ekonika: Jurnal Ekonomi Universitas Kadiri, 1(2).
Astuti,
Dewi. (2004). Manajemen keuangan perusahaan. Jakarta: Ghalia Indonesia.
Brigham,
Eugene F., & Houston, Joel F. (2006). Dasar-dasar manajemen keuangan, edisi
11. Jakarta: Salemba Empat.
Budiang,
Feibe Teresa, Pangemanan, Sifrid S., & Gerungai, Natalia Y. T. (2017).
Pengaruh Perputaran Total Aset, Perputaran Piutang Dan Perputaran Persediaan
Terhadap ROA Pada Perusahaan Sub Sektor Perdagangan Eceran Yang Terdaftar Di
BEI. Jurnal EMBA: Jurnal Riset Ekonomi, Manajemen, Bisnis Dan Akuntansi,
5(2).
Chotima,
Chusnul. (2015). Pengaruh Pendidikan Keuangan di Keluarga, Sosial Ekonomi Orang
Tua, Pengetahuan Keuangan, Kecerdasan Spiritual, dan Teman Sebaya Terhadap
Manajemen Keuangan Pribadi Mahasiswa S1 Pendidikan Akuntansi Fakultas Ekonomi
Universitas Negeri Surabaya. Jurnal Pendidikan Akuntansi (JPAK), 3(2).
Deitiana,
Tita. (2013). Pengaruh Current Ratio, Return on Equity dan Total Asset Turn
Over Terhadap Devidend Payout Ratio dan Implikasi pada Harga Saham Perusahaan
LQ 45. Jurnal Bisnis Dan Akuntansi, 15(1), 82�88.
Dewi,
Meutia. (2017). Penilaian Kinerja Keuangan Perusahaan dengan Menggunakan Metode
EVA (Economic Value Added)(Studi Kasus pada PT. Krakatau Steel Tbk Periode
2012-2016). Jurnal Manajemen Dan Keuangan, 6(1), 648�659.
Harahap,
Sofyan S. (2004). Analisis Kritis Atas Laporan Keuangan (1st ed.).
Jakarta: PT. Raja Grafindo persada.
Indryana,
Melfi. (2019). Analisa Rasio Profitabilitas Untuk Menilai Kinerja Keuangan
Pada PT. Sinar Meddiamas Selaras Jakarta. Jakarta: Repository Universitas
Bina Sarana Informatika (RUBSI).
Jumhana,
R. Cheppy Safei. (2017). Pengaruh Rasio Likuiditas Dan Rasio Aktivitas Terhadap
Profitabilitas Pada Koperasi Karyawan PT Surya Toto Indonesia. Jurnal
SEKURITAS (Saham, Ekonomi, Keuangan Dan Investasi), 1(2).
18
Kasmir.
(2017). Analisis Laporan Keuangan. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
Mukhlis,
Mohammad. (2013). Analisis Tren Laporan Keuangan untuk Menilai Kinerja
Keuangan Perusahaan pada Kelompok Industri Food & Beverages (Survei pada
Perusahaan Food & Beverages Yang Go Public di BEI). Universitas
Widyatama.
Mulyanti,
Dety. (2017). Manajemen Keuangan Perusahaan. AKURAT| Jurnal Ilmiah Akuntansi
FE UNIBBA, 8(2), 62�71.
Munawir.
(2007). Analisis Laporan Keuangan, Konsep dan Aplikasi. Yogyakarta.
Nugroho,
Hendro. (2020). Perlindungan Hukum Bagi Para Pihak Dalam Transaksi Pinjaman
Online. JUSTITIA: Jurnal Ilmu Hukum Dan Humaniora, 7(2), 328�334.
Oktadella,
Dewanti, & Zulaikha. (2011). Analisis corporate governance terhadap
integritas laporan keuangan. Universitas Diponegoro.
Orniati,
Yuli. (2009). Laporan keuangan sebagai alat untuk menilai kinerja keuangan. Jurnal
Ekonomi Bisnis, 14(3), 206�213.
Pongoh,
Marsel. (2013). Analisis Laporan Keuangan Untuk Menilai Kinerja Keuangan Pt.
Bumi Resources Tbk. Jurnal Riset Ekonomi, Manajemen, Bisnis Dan Akuntansi,
1(3), 669�679. https://doi.org/10.35794/emba.v1i3.2135
Prastowo,
Dwi, & Julianty, Rifka. (2005). Analisis Laporan keuangan. Konsep dan
Aplikasi Edis Kedua (Edisi kedu). Yogyakarta.
Prihadi,
Toto. (2019). Analisis Laporan Keuangan. Gramedia Pustaka Utama.
Setyowati,
Riris, & Andini, Rita. (2019). Pengaruh Rasio Likuiditas Rasio Solvabilitas
Rasio Activity Terhadap Laba Perusahaan dengan Variabel Kinerja Keuangan
Sebagai Variabel Intervening (Studi Kasus pada Perusahaan Property dan Real
Estate Yang Terdaftar di BEI Periode Tahun 2013-2017). Journal Of Accounting,
5(5).
Sugiri,
S., & Riyono, B. .. (2001). Akuntansi Pengantar I. Yogyakarta: UPP
AMP YKPN.
Tiong,
Piter. (2017). Pengaruh Perputaran Piutang Terhadap Profitabilitas Pada
Perusahaan PT Mitra Phinastika Mustika Tbk. SEIKO: Journal of Management
& Business, 1(1), 1�25.
Towengke,
Rita Inriani. (2019). Analisisrasio Profitabilitas pada Lagiwa Barbershop.
Universitas Sintuwu Maroso.
Tumiwa,
Aiden, Tampi, J. R. E., & Sambul, S. A. P. (2016). Analisis Profitabilitas
pada PT. BFI Finance Indonesia. Jurnal Administrasi Bisnis (JAB), 4(4).
Wijaya,
Linda Vania, & Tjun, Lauw Tjun. (2017). Pengaruh Cash Turnover, Receivable
Turnover, dan Inventory Turnover Terhadap Return On Asset Perusahaan Sektor
Makanan dan Minuman yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2013
–2015. Jurnal Akuntansi, 9(1).
19