Vol. 2, No. 1, Juli 2020
p-ISSN 2775-3832 ; e-ISSN 2775-7285
40
http://matriks.greenvest.co.id
PEMAHAMAN SISWA TERHADAP MATERI AKIDAH AKHLAK
HUBUNGANNYA DENGAN PERILAKU MEREKA SEHARI-HARI
Oriza Aditya
Institut Agama Islam Bunga Bangsa Cirebon Jawa Barat, Indonesia
Diterima:
Direvisi:
Disetujui:
Abstrak
Dalam pendidikan Islam, akidah yang kuat dan akhlak yang
baik merupakan tujuan utama yang harus dicapai. Tujuan dari
penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pemahaman
siswa Pesantren Persatuan Islam 96 Banyuresmi terhadap
materi akidah akhlak dengan perilaku mereka sehari-hari.
Metode penelitian yang digunakan meliputi metode deskriptif.
Jenis data yang digunakan data kualitatif dan kuantitatif.
Teknik pengumpulan data yang digunakan dengan melakukan
tes serta memberikan angket kepada responden. Hasil
penelitian menunjukkan hubungan pemahaman siswa terhadap
materi akidah akhlak dengan perilaku siswa sehari-hari
ditunjukan oleh koefisien korelasinya pada kualifikasi sedang
dengan skor 0,50 (interval 0,40 0,60), hipotesisnya diterima
berdasarkan t
hitung
sebesar 3,56 sedangkan t
tabel
sebesar 2,024,
artinya semakin tinggi pemahaman siswa terhadap materi
akidah akhlak, semakin baik pula perilaku siswa sehari-hari,
pemahaman siswa terhadap materi akidah akhlak memiliki
pengaruh sebesar 13% terhadap perilaku siswa sehari-hari.
Kata Kunci: Akidah Akhlak, Perilaku siswa, Pemahaman
siswa
Abstract
In Islamic education, strong beliefs and good morals are the
main objectives that must be achieved. The purpose of this
study is to find out the relationship of students' understanding
of Islamic Boarding School 96 Banyuresmi to the material of
moral beliefs with their daily behavior. The research methods
used include descriptive methods. The type of data used
qualitative and quantitative data. Data collection techniques
used by conducting tests and giving questionnaires to
respondents. The results showed the relationship of students'
understanding of moral material with the behavior of everyday
students is demonstrated by their correlation coefficient on
moderate qualifications with a score of 0.50 (intervals 0.40
0.60) the hypothesis is accepted based on thitung of 3.56 while
the ttabel of 2,024, meaning that the higher the student's
understanding of the material of moral beliefs, the better the
behavior of students on a daily basis, the understanding of
students to the material of moral beliefs has an influence of
13% on the behavior of students on a daily basis.
Keywords: Akhlak Beliefs, Student Behavior, Student
Understanding
Prosedur Konfirmasi Piutang Usaha di PT. KDI
Matriks: Jurnal
Sosial dan Sains
41
Pendahuluan
Manusia adalah makhluk ciptaan Tuhan yang memiliki banyak kelebihan
dibandingkan dengan makhluk ciptaan Tuhan lainnya. Manusia dapat tumbuh dan
berkembang menuju kedewasaan melalui pendidikan. Pendidikanlah yang mampu
membimbing dan mengarahkan manusia menjadi seorang mukmin, muslim, muhsin dan
muttaqin melalui proses tahap demi tahap. Menurut (Elihami & Syahid, 2018) pendidikan
ialah proses mengembangkan seluruh kemampuan dan perilaku manusia melalui
pengajaran. Menurut Dalyono (2012) pendidikan dalam arti luas dan representatif dapat
diartikan seluruh tahapan pengembangan kemampuan dan perilaku manusia juga proses
penggunaan hampir seluruh pengalaman kehidupan.
Dari pendapat di atas dapat dipahami bahwa manusia dengan proses pendidikan
akan dapat mengembangkan seluruh potensi yang dimilikinya seperti potensi berilmu,
potensi untuk berkembang dan potensi untuk membentuk dirinya. Dalam pendidikan
manusia membutuhkan orang lain sebagai pembimbing, motivasi dan arahan, sehingga
potensi ini dapat tumbuh dan berkembang secara optimal.
Menurut (Pane & Dasopang, 2017) belajar adalah proses perubahan tingkah laku
dan ilmu pengetahuan. Proses belajar menjadi satu sistem dalam perubahan tingkah
lakunya. Perubahan yang didapat dari belajar berupa kemampuan kognitif, kemampuan
afektif dan kemampuan psikomotor. Salah satu aspek kemampuan kognitif adalah
pemahaman yang diartikan kemampuan memahami yang terkandung di dalamnya,
kemampuan menafsirkan dan kemampuan ekstrapolasi, yaitu kesanggupan melihat baik
yang tertulis, tersirat dan tersurat. Perkembangan kognitif merupakan salah satu aspek
terpenting (Bujuri, 2018).
Lembaga pendidikan mempunyai peranan yang cukup penting dalam membentuk
kepribadian dan tingkah laku moral siswa (Hakim, 2012). Sikap biasanya dikaitkan
dengan perilaku. Perilaku merupakan manifestasi dari respon atau reaksi seseorang
terhadap stimulus lingkungan sosial tertentu. Oleh karena itu, internalisasi nilai-nilai
agama Islam kepada anak perlu dilakukan sedini mungkin (Bermi, 2016).
Aktivitas beragama bukan hanya terjadi ketika seseorang melakukan perilaku ritual
(beribadah) saja tetapi juga pada sikap dan perilakunya (Muhamad, 2020). Agama telah
mengatur pola hidup manusia baik dalam hubungannya dengan Tuhannya maupun
berinteraksi dengan sesamanya. Agama selalu mengajarkan yang terbaik dan tidak pernah
menyesatkan penganutnya (Riyadi, 2013).
Perilaku yang baik merupakan suatu yang sangat berharga bagi umat Islam.
Perilaku siswa memiliki hubungan dengan tingkat pemahaman siswa terhadap mata
pelajaran agama, khususnya akidah akhlak. (Firdausita, 2018) mengatakan bahwa
semakin baik tingkat pemahaman agama, maka perilakunya akan lebih baik.
Pendidian akhlak Islam merupakan suatu proses mendidik, memelihara,
membentuk dan memberikan latihan mengenai akhlak dan kecerdasan berfikir baik yang
bersifat formal maupun informal yang didasarkan pada ajaran-ajaran Islam (M Khusaini
basir, 2019).
Menurut (Dzakki, 2017) mengatakan bahwa pemahaman materi pendidikan agama
islam memiliki hubungan dengan perilaku keagaman siswa. Pemahaman tentang materi
akidah akhlak (tawadu, ikhlas, tawakkal, khauf, raja’) dalam hal ini sangat penting
apalagi dalam menentukan nilai baik dan buruknya perilaku siswa dalam kehidupan
sehari-hari. Pemberian materi mata pelajaran khususnya pelajaran akidah akhlak adalah
salah satu metode yang positif. Karena mata pelajaran akidah akhlak adalah salah satu
mata pelajaran yang membahas tentang keimanan, akhlak terpuji dan akhlak tercela.
(Syafi’i, 2014).
Vol. 2, No. 1, Juli 2020
p-ISSN 2775-3832 ; e-ISSN 2775-7285
42
http://matriks.greenvest.co.id
Lingkungan berperan penting dalam perkembangan perilaku manusia khususnya
lingkungan pondok pesantren. Sebab dari lingkungan pondok pesantren, siswa diharapkan
dapat merubah perilakunya sesuai dengan yang diajarkan guru akidah akhlak kepada
siswanya (Peterria & Suryani, 2016). Korelasi antara lingkungan dengan perilaku yang
siswa cukup baik dan disiplin yang dikatakan baik disebabkan karena pemahaman siswa
terhadap mata pelajaran agama juga baik (Arianto, 2015). Hal itu tergantung pada kondisi
dan situasi lingkungan sekitar siswa.
Berdasarkan hasil observasi dan wawancara dengan kepala sekolah dan para guru
di Pesantren Persatuan Islam 96 Banyuresmi - Garut diperoleh informasi bahwa sebagai
institusi pendidikan formal Pesantren Persatuan Islam 96 Banyuresmi Garut dalam
pengembangan belajarnya didasarkan atas kurikulum Departemen Agama (Depag).
Pesantren Persatuan Islam 96 Banyuresmi - Garut sangat menekankan pendidikan akhlak
terhadap siswa-siswinya karena pendidikan akhlak itu merupakan bagian terpenting bagi
manusia pada umumnya.
Materi akidah akhlak yang diajarkan di Pesantren Persatuan Islam 96 Banyuresmi -
Garut diantaranya tawadu, ikhlas, tawakal, khauf dan raja’. Materi akidah akhlak tersebut
senantiasa diajarkan oleh gurunya dihadapan para siswanya pada jam pelajaran tertentu.
Materi tersebut diterjemahkan satu persatu kemudian maksudnya dijelaskan secara
berurut. Materi tentang akidah akhlak tersebut disajikan dengan cara persuasif sehingga
terjalin interaksi belajar mengajar yang harmonis.
Namun kenyataannya menunjukkan bahwa materi akidah akhlak tersebut kurang
dijadikan sebagai kerangka dasar dalam berperilaku baik seperti masih ditemukannya
siswa yang kurang rendah hati kepada yang lainnya, kurangnya mengikuti peraturan yang
ada di sekolah, yang pulang sebelum waktunya dan lain sebagainya.
Terdapat penelitian terdahulu yang relevan dengan penelitian ini. Salah satunya
adalah penelitian yang dilakukan oleh (Zaenudin, 2020) dengan judul Pemahaman Siswa
Terhadap Materi Berperilaku Jujur Hubungannya dengan Akhlak Mereka Sehari-hari.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pemahaman siswa terhadap materi
berperilaku jujur, akhlak siswa sehari-hari, pemahaman siswa terhadap materi berperilaku
jujur hubungannya dengan akhlak mereka sehari-hari. Penelitian ini didasari pada suatu
pemikiran bahwa pemahaman yang dimiliki individu terhadap sesuatu khususnya materi
berperilaku jujur akan berdampak pada perilakunya dengan kata lain semakin tinggi
pemahaman siswa terhadap materi berperilaku jujur maka akhlak atau perilaku yang
dilakukannya kepada orang tua, guru, ataupun teman di sekolah akan semakin baik.
Berbeda dengan penelitian sebelumnya yang hanya meneliti satu indikator yakni
materi berperilaku jujur terhadap akhlak sehari-hari, pada penelitian ini penulis meneliti
hubungan pemahaman siswa Pesantren Persatuan Islam 96 Banyuresmi Garut terhadap
materi akidah akhlak dengan perilaku mereka sehari-hari. Artinya, penelitian ini akan
mencakup lebih luas karena dalam mata pelajaran akidah akhlak terdapat banyak
indikator pengajaran yang nantinya akan diteliti hubungannya dengan perilaku sehari-
hari.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pemahaman siswa
Pesantren Persatuan Islam 96 Banyuresmi Garut terhadap materi akidah akhlak dengan
perilaku mereka sehari-hari. Penelitian ini penting untuk dilakukan sebagai bahan
evaluasi dan tolak ukur guru ataupun Ustaz pengajar akidah akhlak untuk pengajaran
yang lebih baik kedepannya.
Metode Penelitian
Penelitian ini digunakan metode deskriptif dengan jenis data yang akan
dikumpulkan untuk memecahkan permasalahan adalah data kuantitatif dan kualitatif.
Prosedur Konfirmasi Piutang Usaha di PT. KDI
Matriks: Jurnal
Sosial dan Sains
43
Penelitian ini akan dilaksanakan di tingkat madrasah sanawiah Pesantren Persatuan Islam
Nomor 96 Banyuresmi, Garut.
Adapun yang menjadi populasi dari penelitian ini adalah siswa-siswi tingkat
sanawiah di MTs Pesantren Persatuan Islam 96 Banyuresmi Garut. Berdasarkan
keterangan sementara salah seorang guru bahwa jumlah siswa tingkat sanawiah
seluruhnya berjumlah 211. Teknik pengumpulan data yang digunakan dengan melakukan
tes serta memberikan angket kepada responden untuk menjawab memilih alternatif
jawaban yang telah tersedia kemudian hasil jawabannya dikembalikan untuk diolah.
Bentuk angket yang digunakan adalah angket terstruktur dengan bentuk jawaban
tertutup, angket dengan alat ukur berupa pengajuan 15 item angket yang pengukurannya
dilakukan dengan jalan memberikan skor pada item tersebut. Data kualitatif dianalisis
dengan pendekatan logika sedangkan data kuantitatif dianalisis dengan pendekatan
statistik melalui dua tahap, pertama analisis parsial perindikator dan analisis
korelasioner.
Analisis parsial perindikator X menggunakan rumus:
fi𝑥i
X =
fi
Analisis korelasi anatara variabel X dan Y menggunakan rumus:
𝑛
X𝐼𝑌𝐼 (
𝑥i)(
𝑦i)
𝑟 =
{
𝑛
𝑥i
2
𝑛
X𝐼
2
}{
𝑛
𝑌𝐼
2
𝑌𝐼
}
Selanjutnya dilakukan uji hipotesis dengan langkah-langkah sebagai berikut:
Menghitung nilai t
hitung
, yaitu:
𝑡 = 𝑟
𝑛−2
√1−𝑟
2
Mencari nilai tabel dengan taraf signifikasi 5%
Pengujian hipotesis dengan ketentuan sebagai berikut :
Hipotesis diterima jika t
hitung
> t
tabel
dan hipotesis diterima jika t
hitung
< t
tabel
Menafsirkan harga koefisien korelasi dengan kriteria sebagai berikut:
0,00 - 0,20 Hampir tidak ada korelasi
0,21 - 0,40 Korelasi rendah
0,41 - 0,60 Korelasi sedang
0,61 - 0,80 Korelasi tinggi
0,81 - 1,00 Korelasi sempurna.
Untuk menyatakan ada tidaknya korelasi antar kedua variabel X dan Y, rumus
yang digunakan adalah:
B = 100 (K - 1) dimana K 
Hasil dan Pembahasan
A.
Kondisi Objektif Pesantren Persatuan Islam 96 Banyuresmi, Garut
Berawal dari kegiatan belajar mengajar di madrasah diniyah dan benyaknya minat
orang tua yang menyekolahkan putra-putrinya ke madrasah di Pesantren Persatuan Islam
96 Banyuresmi Garut, khususnya mereka yang berasal dari daerah Warungpeuteuy dan
sekitarnya. Sementara kondisi masyarakat mayoritas dari kalangan menengah ke bawah,
maka dengan para pelopor pendiri Madrasah Sanawiah Pesantren Persatuan Islam 96
Banyuresmi, Garut seperti Ustaz H.E Saefudin, Ustaz Drs. Sodikin dan Ustaz Rohmadin
yang mana mereka ini masih satu keluarga, serta atas anjuran dari Ustaz K.H. Syihabudin
(Alm) yang pada saat itu beliau sebagai pimpinan Pesantren Persis Rancbogo, Tarogong
Garut untuk segera mendirikan pesantren di daerah Warungpeuteuy. Tujuannya untuk
menampung putra-putri jamaah Persis yang berdomisili disekitar Warungpeuteuy yang
1
r
2
Vol. 2, No. 1, Juli 2020
p-ISSN 2775-3832 ; e-ISSN 2775-7285
44
http://matriks.greenvest.co.id
berminat menyekolahkan anaknya ke Pesantren Persis sehingga keadaan pesantren ini
dapat membantu meringankan beban orang tua dalam pembiayaannya.
Untuk lebih jelasanya berikut dilampirkan profil MTs. Persatuan Islam 96
Banyuresmi Garut, yaitu:
Nama Sekolah :MTs. Persis 96 Banyuresmi Garut
Tahun Didirikan 1986
Nomor SK : Wi/HK.008/609/91
Alamat Sekolah : Jalan Raya Warungpeuteuy Garut
Status Sekolah : Diakui
Nama Kepala Sekolah : Drs. Dede Sodikin
NIP. Kepala Sekolah : -
Jumlah Guru : 11 orang (Perempuan)
: 12 orang (Laki-laki)
Jumlah Siswa T.A 2011/2012 : Laki-laki : 90 orang
Perempuan : 121 orang
Tabel 1. Jumlah Siswa MTs. Persatuan Islam 96 Banyuresmi
No
Kelas
Jumlah Kelas
Jumlah Siswa
1.
I
3
75
2.
II
2
40
3.
III
3
96
Jumlah
8
211
B.
Realitas Pemahaman Siswa MTs Persatuan Islam 96 terhadap materi Akidah
Akhlak
Untuk mengetahui data pemahaman siswa Pesantren Persatuan Islam 96
Banyuresmi Garut melalui penyebaran tes objektif pada 40 responden. Pertanyaan
yang diajukan berjumlah 15 item yang dikembangkan dari indikator-indikator.
Pemahaman terjemahan, pemahaman penafsiran dan pemahaman isi kandungan
materi akidah akhlak. Tes yang disebarkan kepada responden berupa pilihan siswa
dengan tiga alternatif jawaban a, b dan c. Untuk keperluan analisisnya yang
menjawab benar diberi nilai 5 dan bila jawaban salah diberi nilai 0. Dengan
demikian total seluruh jawaban adalah 75 (15 x 5).
a)
Analisis Indokator
Indikator Pemahaman Terjemahan
Pada indikator ini ditanyakan tentang arti mufradat Tawadu dan menerjemahkan
ayat yang bersangkutan, dengan nomor item 1, 2, 3, 4 dan 5. Dalam item ini
mempertanyakan arti kata rendah hati berasal dari kata bahasa Arab pada materi akidah
akhlak yaitu tawadu. Diperoleh jawaban 28 siswa menjawab benar dan 12 orang siswa
menjawab salah. Sehinggga rata-rata jawaban yang diperoleh sebesar 52,5%,angka 52,5%
berada pada interval 5l - 62 yang berarti termasuk kategori tinggi. Dari item ini terdapat
12 siswa atau sekitar 22,5% yang menjawab dengan salah.
Item nomor 2 tentang ikhlas, mempertanyakan tentang arti kata ikhlas pada materi
akidah akhlak yakni tulus dan bersih. Diperoleh jawaban 32 siswa yang menjawab
dengan benar dan 8 siswa yang menjawab salah. Sehingga diperoleh rata-rata jawaban
60%, ini termasuk kategori tinggi karena berada pada interval 5l - 62 pada realitasnya
terdapat 8 siswa atau sekitar 15% yang menjawab dengan salah.
Item nomor 3 tentang tawakkal, mempertanyakan arti berserahdiri kepada Allah,
dari pertanyaan ini diperoleh jawaban 37 siswa menjawab dengan benar dan 3 siswa
Prosedur Konfirmasi Piutang Usaha di PT. KDI
Matriks: Jurnal
Sosial dan Sains
45
menjawab salah. Sehingga diperoleh rata-rata jawaban sebesar 69,37% angka ini
termasuk kategori sangat tinggi karena berada pada interval 63 - 75. Pada realitasnya
terdapat 3 siswa atau sekitar 5,62% yang menjawab dengan jawaban salah.
Item nomor 4 tentang khauf, mempertanyakan tentang lafaz yang menyatakan takut
kepada sesuatu yang akan tetapi yakni khauf. Diperoleh jawaban 23 siswa menjawab
dengan benar dan 17 siswa menjawab dengan jawaban salah, sehingga diperoleh rata-rata
jawaban 43,12%, angka 43,12 berada pada interval 39 - 50 berarti termasuk kategori
cukup. Dari item ini terdapat 17 siswa atau sekitar 31,87% yang menjawab dengan
jawaban salah.
Item nomor 5 tentang Raja‟, mempertanyakan terjemahan laa taqnatu min
rrahmatillaahi, diperoleh jawaban 36 siswa menjawab dengan benar dan 4 siswa
menjawab dengan salah, sehingga di peroleh rata-rata jawaban sebesar 64,5%. Angka
64,5 berada pada interval 63-75 berarti termasuk kategori sangat tinggi, pada realitasnya
terdapat 4 siswa atau sekitar 7,5% yang menjawab dengan jawaban salah.
Dari keseluruhan item pada indikator pemahaman terjemahan diperoleh skor
(52,5% + 60% + 69,37% + 43,12% + 67,5% ): 5 = 58,49%. Angka 58,49 tersebut berada
pada interval 51-62 berarti termasuk kategori tinggi dan pada realitasnya terdapat sekitar
16,51% siswa yang menjawab salah. Sehingga menjadi suatu permasalahan apakah hal
tersebut karena siswa kurang ingin belajar? Ataukah karena kurangnya bimbingan dari
guru dan orang tua?.
Indikator Pemahaman Penafsiran
Pada indikator ini ditunjukan tentang tafsir terhadap materi akhak dengan nomor
item 6, 7, 8, 9, 10. Indikator pertama dengan nomor item 6, tentang tawadu
mempertanyakan materi akidah akhlak yang berlawanan dengan sifat sombong yakni
tawadu’ dari item ini diperoleh jawaban 30 siswa menjawab dengan benar dan l0 siswa
menjawab dengan jawaban salah, sehingga diperoleh rata-rata jawaban sebesar 56,25%.
Angka tersebut berada pada interval 50 - 62 berarti termasuk kategori tinggi dan pada
realitasnya masih ada sebanyak 20 siswa atau sekitar 18,75% menjawab dengan jawaban
salah.
Nomor item 7 tentang ikhlas, mempertanyakan akhlak terpuji yang berlawanan
dengan sifat keterpaksaan adalah ihklas karena ikhlas salah satu syarat diterimanya
ibadah. Dari item ini diperoleh jawaban 27 siwa menjawab dengan benar dan 13 siswa
menjawab dengan salah, sehingga diperoleh rata-rata jawaban sebesar 50,62%. Angka
50,62 terdapat pada interval 50 - 62 berarti termasuk kategori tinggi,dan pada realitasnya
masih ada sebanyak 13 siswa atau sekitar 24,37% menjawab dengan jawaban salah.
Nomor item 8 tawakal, mempertanyakan tafsiran ayat “wamanyatawakkal
„alallahipahua hasbuh” yakni tentang tawakal. Dari item ini diperoleh jawaban 37 siswa
menjawab dengan benar dan 3 siswa menjawab dengan jawaban yang salah. Sehingga
diperoleh rata-ratajawaban sebesar 69,37%. Angka 69,37 berada pada interval 63-75
berarti termasuk kategori sangat tinggi. Dan pada realitasnya masih ada sebanyak 3 siswa
atau skitar 5,2% menjawab dengan jawaban salah.
Nomor item 9 khauf, menyatakan tentang penafsiran tentang ayat falaa takhaafuu
wakhaafuuni inkungtum mu‟miniina” yakni tentang khauf. Dari item ini diperoleh
jawaban 23 siswa menjawab dengan benar dan 17 siswa menjawab salah, sehingga
diperoreh rata-rata jawaban sebesar 43,12%. Angka 43,12 berada pada interval 39 50
berarti termasuk kategori sedang. Dan pada realitasnya masih ada sebanyak l7 siswa atau
sekitar 3l,87% menjawab dengan salah.
Nomor item 10, raja‟, mengenai maksud ayat “laataqnatuumirrahmatillaahi”
yaitu tentang raja‟. Dari item ini didapat jawaban siswa sebanyak 32 yang menjawab
benar, sehingga rata-rata jawaban sebesar atau sekitar 60%. Angka tersebut berada pada
Vol. 2, No. 1, Juli 2020
p-ISSN 2775-3832 ; e-ISSN 2775-7285
46
http://matriks.greenvest.co.id
interval 5l 62 berarti termasuk kategori tinggi. Namun pada realitasnya masih ada
sebanyak 8 siswa menjawab dengan salah atau sekitar 15% menjawab dengan jawaban
salah.
Dari keseluruhan item pada indikator pemahaman penafsiran diperoleh skor akhir
sebesar (56,25% +50,62% + 69,37% + 43,12% +60%): 5 = 55,87 angka tersebut berada
pada interval 5l - 62 berarti termasuk kategori tinggi. Namun secara khusus ternyata
masih terdapat sekitar 19,12% siswa yang menjawab salah dalam menjawab.
Indikator kedua yakni pemahaman penafsiran. Dalam hal ini timbul permasalahan
yang sehingga muncul pertanyaan, mengapa masih banyak siswa yang belum memahami
materi akhlak? apakah hal tersebut dikarenakan siswa tidak memahami secara utuh
ataukah dikarenakan belum mempelajarinya?
Indikator Pemahaman terhadap Isi Kandungan
Pada lndikator ini ditanyakan sub indikator tentang isi kandungan atau uraian
materi yang terdapat dalam materi pelajaran akhlak dengan nomor item 11,12,13,14 dan
l5. Sub Indikator dengan nomor item 11 tentang tawadu.
Mempertanyakan tentang isi kandungan materi akhlak, yaitu sikap tawadu perlu
ditumbuhkan karena kesadaran akan kehidupan di dunia bahwa kehidupan di dunia tidak
sendiri dan memerlukan bantuan dari orang lain. Pernyataan tersebut mengandung arti
tawadu terhadap manusia. Dari item ini diperoleh jawaban 31 siswa menjawab benar dan
9 siswa menjawab dengan salah, sehingga diperoleh rata-rata jawaban sebesar 58,l2%.
Angka tersebut berada pada interval 5l-62 berarti termasuk kategori tinggi,dan pada
realitasnya masih ada sebanyak 9 siswa atau sekitar16,88% menjawab dengan jawaban
salah.
Nomor item 12 tentang ikhlas. Mempertanyakan tentang isikandungan pada suatu
ayat materi akidah akhlak yaitu “laayaqbalulloohuminal‟amaliillaamaa kaana lahu
khaalisan wabtughiya bihi wajhahu” makna yang terkandung di dalamnya adalah Allah
hanya menerima setiap amal yang dilakukan dengan ikhlas. Dari item ini diperoleh
jawaban 32 siswa menjawab dengan benar dan 8 siswa menjawab dengan salah sehingga
diperoleh rata-rata jawaban sebesar 60%. Angka tersebut berada pada interval 5l - 62
berarti termasuk kategori tinggi. Dan pada realitasnya masih ada sebanyak 8 siswa atau
sekitar 15% menjawab dengan jawaban salah.
Nomor item 13 tentang tawakal, mempertanyakan isi kandungan materi akhlak,
yaitu seseorang yang tidak mengsiswalkan kemampuan berusaha, namun tetap
mengsiswalkan pertolongan dan bantuan kekuatan dari Allah SWT dalam meraih tujuan
hal tersebut termasuk tawakal. Dari item ini diperoleh jawaban 9 siswa menjawab dengan
benar dan 3l siswa menjawab dengan salah. Sehingga diperoleh rata-rata jawaban sebesar
16,87%.Angka tersebut berada pada interval 27 - 38 berarti termasuk kategori rendah.
Dan pada realitasnya masih ada sebanyak 31 siswa atau sekitar 58,13% menjawab dengan
jawaban salah.
Nomor item 14 tentang khauf. Mempertanyakan tentang takut kepada Allah
SWT, berbeda dengan takut terhadap binatang, jika takut kepada binatang mencoba
menjauhinya, takut kepada Allah akan lebih dekat maka pernyataan tersebut merupakan
kandungan dari sifat khauf. Dari item ini diperoleh jawaban 16 siswa menjawab dengan
benar dan 24 siswa menjawab dengan salah, sehingga diperoleh rata-rata jawaban sebesar
30%. Angka tersebut berada pada interval 27 - 38 berarti termasuk kategori rendah. Dan
pada realitasnya masih ada sebanyak 24 siswa atau sekitar 45% menjawab dengan salah.
Nomor item 15 tentang raja‟. Mempertanyakan mengenai salah satu bentuk
perilaku terpuji adalah penuh pengharapan atau optimis terhadap apa-apa yang dijanjikan
Allah SWT kepada umatnya yang bertaqwa. Dari item ini diperoleh jawaban 36 siswa
menjawab dengan benar dan 4 siswa menjawab salah, sehingga diperoleh rata-
Prosedur Konfirmasi Piutang Usaha di PT. KDI
Matriks: Jurnal
Sosial dan Sains
47
ratajawaban sebesar 67,5%. Angka tersebut berada pada interval 63 75, berarti termasuk
kategori sangat tinggi. Dan pada realitanya masih ada sebanyak 4 siswa atau sekitar 7,5%
menjawab dengan jawaban salah.
Dari keseluruhan item pada indikator pemahaman terhadap isi kandungan materi
akidah akhlak diperoleh skor akhir sebesar (58,l2% + 60%,+ 16,87%+ 30% + 67,5%: 5 =
46,49%.Angka 46,49. berada pada interval 39 - 50 berarti termasuk kategori sedang dan
pada realitasnya masih ada sebanyak 28,51% menjawab dengan jawaban salah
b)
Uji Normalitas
Setelah dilakukan perhitungan pada variabel ini diperoleh rata-rata sebesar 53,48
dan standar deviasi 12,06 dan chi kuadrat 6,78 dengan derajat kebebasan 3. Apabila
disesuaikan dengan ketentuan data yang berdistribusi normal atau tidak maka X2 hitung
harus lebih kecil dari pada X2 tabel, maka data tersebut dikatakan berdistribusi normal.
Karena nilai X2 hitung: 6,78 lebih kecil dari pada X2 tabel: 7,81 maka data variabel X
berdistribusi normal.
c)
Interpretasi atau Penafsiran Variabel X
Setelah diketahui tiap-tiap indikatornya, langkah-langkah selanjutnya adalah
mengetahui kondisi pemahaman siswa terhadap materi akidah akhlak. Rumus yang
digunakan untuk itu adalah: M FiXi /N= 2139/40 = 53,48. Angka 53,48 berada pada
interval 51-62 dan tergolong kategori tinggi. Dengan demikian disimpulkan bahwa
pemahaman siswa terhadap materi akidah akhlak termasuk kualifikasi tinggi.
C.
Realitas Perilaku Siswa Pesantren Persatuan Islam 96 Banyuresmi, Garut
a)
Analisis Rata-rata per Item
Untuk mengetahui perilaku siswa sehari-hari, maka dalam penelitian ini diajukan
sejumlah angket berstruktur. Skala penilaian mengacu kepada rentang antara nilai
terendah 1 dan nilai tertinggi 5, item angket yang disebarkan berisi sejumlah pertanyaan
yaitu perilaku tawadu: taat, tidak sombong, berlaku sopan; perilaku ikhlas: tanpa pamrih,
tolong-menolong; perilaku tawakal: giat bekerja percaya terhadap orang lain; perilaku
khauf: patuh, berhati-hati dalam bekerja; perilaku raja‟ :optimis terhadap belajar, optimis
terhadap bekerja, optimis terhadap ibadah.
Untuk mengetahui secara jelas tentang perilaku mereka sehari-hari sebagai berikut:
Perilaku tawadu
Pada indikator ini peneliti menunjukan 3 item pertanyaan. Item nomor l.
Mempertanyakan ketika melaksanakan sholat zuhur, apakah siswa berusaha
melaksanakan di awal waktu. Dari item ini diperoleh data 2 responden menjawab (a), 13
responden menjawab (b), 23 menjawab (c), 2 menjawab (d). Sehingga diperoleh rata-rata
jawaban (2 x 5) + (13 x 4)+ (23 x 3) + (2 x 2): 40= 3,7. Angka tersebut termasuk
kualifikasi tinggi karena berada diantara 3,5 - 4,5.
Item nomor 2 mempertanyakan tentang ketika siswa mendapat prestasi baik,
apakah siswa rendah diri terhadap temannya. Dari item ini diperoleh data l0 responden
menjawab (a), 12 responden menjawab (b), 16 responden menjawab (c), 2 responden
menjawab (d). Sehingga diperoleh rata- rata jawaban (10 x 5) + (12 x 4) + (16 x 3) + (2 x
2) :40 = 3,8.Angka tersebut termasuk kualifikasi tingg karena berada diantara 3,5 -4,5.
Item nomor 3 ketika siswa berbicara dengan orang tua, guru, kakaknya, apakah
siswa bertutur kata dengan baik? Dari item ini diperoleh data 37 responden menjawab (a),
1 responden menjawab (b) 2 responden menjawab (c) sehingga diperoleh rata-
ratajawaban (37 x 5) + (1 x 4) + (2 x 3) : 40 = 4,8 angka tersebut termasuk kualifikasi
sangat tinggi karena beradadiantara 4,5 - 5,5.
Vol. 2, No. 1, Juli 2020
p-ISSN 2775-3832 ; e-ISSN 2775-7285
48
http://matriks.greenvest.co.id
Nilai rata-rata dari keempat pertanyaan di atas adalah (3,7 + 3,8 +4,8) : 3 =
4,1.Sehingga dapat disimpulkan perilaku siswa Pesantren Persatuan Islam 96 Banyuresmi
Garut pada Indikator perilaku tawadhu terolong tinggi karenaberada antara 3,5 - 4,5.
Perilaku lkhlas
Pada Indikator ini peneliti menunjukan 3 item pertanyaan. Item nomor4
mempertanyakan apabila orang tua siswa menyuruh melakukan sesuatu kepada siswa,
apakah siswa mengharapkan imbalan. Dari item ini diperoleh data 2 responden
menjawab (b), 20 menjawab (c), 12 menjawab (d) dan 6 menjawab (e). Sehingga
diperoleh rata-rata jawaban (2 x 4 + 20 x 3) + (12 x 2)+ (6 x 1) : 40 = 2,5. Angka tersebut
termasuk kualifikasi rendah karena berada diantara 1,5 - 2,5.
Item nomor 5 mempertanyakan mengenai ketika teman siswa memerlukan sebuah
buku, apakah siswa menolongnya. Dari item ini diperoleh data 7 responden menjawab (a),
16 responden menjawab (b), 17 menjawab (c), 1 menjawab (d) dan 1 menjawab (e),
sehingga diperoleh rata-rata jawaban (7 x 5) + (16 x 4) + (17 x 3) + (l x 2) + (l x l) : 40 =
3,8. Angka tersebut termasuk kualifikasi tinggi karena berada diantara 3,5 - 4,5.
Item nomor 6 mempertanyakan apabila ada tetangga siswa yang kurang mampu
apakah siswa membantunya. Dari item ini diperoleh data 1 responden menjawab (a), 3
responden menjawab (b), l0 menjawab (c), 16 menjawab (d) dan 10 menjawab (e).
sehingga diperoleh rata-rata jawaban (1 x 5)+(3 x 4)+(l0 x 3)+(16 x 2)+(10 x l): 40=
2,3.Angka tersebut termasuk kualifikasi sangat kurang karena berada diantara 1,5 -2,5.
Nilai rata-rata dari pertanyaan di atas adalah (3,8 + 2,3 + 2,5) : 3 = 2,9. Angka
tersebut termasuk kualifikasi sedang karena berada pada interval antara 2,5 - 3,5.
Sehingga dapat dikatakan bahwa perilaku siswa Pesantren Persatuan Islam 96
Banyuresmi - Garut tentang perilaku ikhlas.
Perilaku Tawakal
Pada indikator ini peneliti menunjukan 3 item pertanyaan. Item nomor7
mempertanyakan mengenai pada ketika siswa ingin mencapai suatu cita-cita apakah
siswa giat dalam bekerja untuk mencapainya. Dari item ini diperoleh data 4 responden
menjawab (a), 14 responden menjawab (b), 21 menjawab (c), 1 menjawab (d). Sehingga
diperaoleh rata-rata jawaban (4 x 5) + (14 x 4) + (21 x 3) + (l x 2): 40 = 3,6. Angka
tersebut termasuk kualifikasi tinggi karena berada diantara 3,5 - 4,5.
Item nomor 8 mempertanyakan tentang apabila siswa ingin mendapatkan nilai yang
bagus, apakah siswa suka bersungguh-sungguhdalam belajar. Dari item ini diperoleh data
18 responden menjawab (a),l0 responden menjawab (b), 11 menjawab (c), 2 menjawab
(d). Sehingga diperoleh rata-rata jawaban (18 x 5) + (10 x 4) + (11 x 3) + (2 x 2) : 40 =
4,2. Angka tersebut termasuk kualifikasi tinggi karena beradadiantara 3,5 - 4,5.
Item nomor 9 mempertanyakan mengenai apabila ada teman siswa berjanji akan
memberi buku yang dimilikinya, apakah siswa mempercayainya. Dari item ini diperoleh
data 13 responden menjawab (a), 14 responden menjawab (b), 11 menjawab (c), 2
menjawab (d). Sehingga diperoleh rata-rata jawaban (13 x 5) + (14 x 4) + (11 x 3) + (2 x
2) : 40= 3,9. angka tersebut terrnasuk kualifikasi tinggi karena berada diantara 3,5 - 4,5.
Nilai rata-rata dari pertanyaan di atas adalah (3,6 + 4,2 + 3,9 : 3= 3,9.Angka
tesebut termasuk kualifikasi tinggi karena berada pada interval antara 3,54,5. Sehingga
dapat dikatakan bahwa perilaku siswa Pesantren Persatuan Islam 96 Banyuresmi - Garut
tentang perilaku tawakal tergolong tinggi.
Perilaku Khauf
Pada indikator ini peneliti menunjukan 3 item pertanyaan. Item nomor 10
mempertanyakan tentang ketika siswa sedang berada dilingkungan sekolah, apakah siswa
mematuhi peraturan yang berlaku. Dari item ini diperoleh data 10 responden menjawab
(a), 16 responden menjawab (b), 9 menjawab (c), 5 menjawab (d). sehingga diperoleh
Prosedur Konfirmasi Piutang Usaha di PT. KDI
Matriks: Jurnal
Sosial dan Sains
49
rata-rata jawaban (10 x 5) + (16 x 4) + (9 x 3) + (5 x 2) : 40 + 3,8. Angka tersebut
termasuk kualifikasi tinggi karena berada diantara 3,5 - 4,5.
Item nomor 11 mempertanyakan mengenai ketika Siswa mengetahui perintah Allah
SWT dalam Alquran mengenai kebersihan, apakah Siswa melaksanakannya. Dari item ini
diperoleh data 5 responden menjawab(a), 4 responden menjawab (b), 14 menjawab (c),
14 menjawab (d) dan 3 menjawab (e). sehingga diperoleh rata-rata jawaban (5 x 5) + (4 x
4) +(14 x 3) + (14 x 2) + (3 x 1):40 = 2,9. Angka tersebut termasuk kualifikasi sedang
karena berada diantara 2,5 - 3,5.
Item nomor 12 mempertanyakan ketika Siswa melakukan suatu pekerjaan, apakah
siswa melakukannya dengan hati-hati. Dari item ini diperoleh data 9 responden menjawab
(a),9 responden menjawab (b), 17 menjawab (c), 5 menjawab (d). Sehingga diperoleh
rata-rata jawaban (9 x 5) + (9 x 4) + 17 x 3) + (5 x 2) :40 = 3,6. Angka tersebut termasuk
kualifikasi tinggi karena berada diantara 3,5 - 4,5.
Nilai rata-rata dari pertanyaan diatas adalah (2,9 + 3,8 + 3,6) : 3 = 3,4. Angka
tesebut termasuk kualifikasi sedang karena berada pada interval antara 2,5 - 3,5. Sehingga
dapat dikatakan bahwa perilaku siswa Pesantren Persatuan Islam 96 Banyuresmi - Garut
tentang khauf tergolong sedang.
Perilaku Raja’
Pada indikator ini peneliti mengajukan 3 item pertanyaan. Item nomor 13
mempertanyakan mengenai ketika siswa belajar dengan giat, apakah Siswa optimis
dengan hasilnya. Dari item ini diperoleh data l0 responden menjawab (a),7 responden
menjawab (b), 9 menjawab (c), l0 menjawab (d) dan 4 menjawab (e). Sehingga diperoleh
rata-rata jawaban(10 x 5) + (7 x 4) + 9 x 3) + (10 x 2) + (4 x l) : 40 = 3,3. Angka tersebut
termasuk kualifikasi sedang karena berada di antara 2,5 - 3,5.
Item nomor 14 mempertanyakan mengenai apabila Siswa bekerja di suatu tempat,
apakah siswa optimis dengan hasil pekerjaan siswa. Dari item ini diperoleh data 15
responden menjawab (a),5 responden menjawab (b), l8 menjawab (c), 2 menjawab (d).
Sehingga diperoleh rata-rata jawaban (15 x 5) + (5 x 4) + (18 x 3) + 2 x 2): 40 = 3,83.
Angka tersebut termasuk kualifikasi tinggi karena berada diantara 3,5 - 4,5.
Item nomor 15 mempertanyakan ketika siswa memberikan sedekah kepada orang
miskin, apakah siswa optimis akan dibalas dengan pahala dari Allah SWT. Dari item ini
diperoleh data 13 responden menjawab (a), 6 responden meqiawab (b), 19 menjawab (c),
2 menjawab (d). Sehingga diperoleh rata-rata jawaban (13 x 5) + (6 x 4) + (19 x 3) + (2 x
2):40 = 3,8. Angka tersebut termasuk kualifikasi tinggi karena berada diantara3,5 - 4,5.
Nilai rata-rata dari pertanyaan di atas adarah (3,9 + 3,3 + 3,8) : 3 = 3,7 Angka
tersebut termasuk kualifikasi tinggi karena berada pada interval antara 3,5 - 4,5. Sehingga
dapat dikatakan bahwa perilaku siswa Pesantren Persatuan Islam 96 Banyuresmi - Garut
tentang raja’ tergolong tinggi.
b)
Uji Normalitas
Setelah dilakukan perhitungan pada variabel ini diperoleh rata-rata sebesar 53 dan
standar deviasi 6,43 dan chi kuadrat 2,53 dengan derajat kebebasan 3. Apabila
disesuaikan dengan ketentun data yang berdistribusi normal atau tidak maka X2 hitung
harus lebih kecil dari pada X2 tabel maka data tersebut dikatakan berdistribusi normal,
karena nilai X2 hitung = 2,53 lebih kecil dari pada X2 tabel = 7,81, maka data variabel Y
berdistribusi normal.
c)
Interpretasi atau Penafsiran Variabel Y
Setelah diketahui tiap-tiap indikatornya langkah-langkah selanjutnya adalah
mengetahui kondisi perilaku siswa sehari-hari. Rumus yang digunakan untuk itu adalah
:M FiXi/N= 53 dibagi jumlah item angket (15) : 3,54. Angka tersebut berada pada
Vol. 2, No. 1, Juli 2020
p-ISSN 2775-3832 ; e-ISSN 2775-7285
50
http://matriks.greenvest.co.id
interval 3,5 - 4,5 dan tergolong kategori tinggi. Dengan demikian dapat disimpulkan
bahwa perilaku siswa tersebut dalam kehidupan sehari-hari tergolong tinggi.
D.
Realitas Hubungan Pemahaman Siswa Terhadap Materi Akidah Akhlak
dengan Perilaku Mereka Sehari-hari
Langkah-langkah yang ditempuh untuk mengetahui dan membuktikan ada atau
tidak adanya korelasi dan seberapa besarnya pengaruh pemahaman siswa terhadap materi
akidah akhlak dengan perilaku siswa sehari-hari akan dibahas dalam sub bab ini.
Berdasarkan perhitungan, menunjukan bahwa variabel yang diteliti antara variabel X dan
Y ternyata berdistribusi normal dan beregresi linier.
Kesimpulan ini didasarkan pada hasil perhitungan Ftc hitung sebesar -2,56 F¬tc
tabel= 2,27. Artinya angka ini menunjukan bahwa hubungan pemahaman siswa terhadap
materi akidah akhlak dengan perilaku siswa sehari-hari memiliki regresi yang linier.
Setelah diketahui bahwa perhitungan masalah yang diteliti menunjukan regresi linier,
maka untuk perhitungan koefisien korelasi (terlampir) diperoleh data koefesien korelasi
itu sebesar 0,50. dan dari perhitungan korelasi tersebut termasuk kategori sedang karena
berada pada interval 0,40 - 0,60 kemudian untuk memperkuat perhitungan data tersebut
penyusun melanjutkan perhitungan uji signifikansi korelasi dengan taraf interpolasi
dengan ketentuan jika t hitung lebih besar dari t tabel maka hipotesis diterima dan jika t
hitung t tabel maka hipotesis ditolak pada penelitian ini diperoleh t hitung= 3,56 t
tabel= 2,024. Dengan demikian ditolak, pada penelitian ini diperoleh t hitung= 3,56 t
tabel= 2,024. Dengan demikian dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat
korelasi antara yang diteliti (Variabel X dan Y).
Perhitungan selanjutnya menentukan inti permasalahan dalam penelitian yaitu
mencari besarnya hubungan atau pengaruh variabel X terhadap variabel Y. Setelah
dilakukan perhitungan diketahui bahwa efisien pengaruh mencapai 13% sebaliknya
diketahui bahwa tidak adanya pengaruh sebesar 87%. Dengan demikian pemahaman
siswa terhadap materi akidah akhlak berpengaruh terhadap perilaku siswa sehari-hari
sebesar 13% dan masih ada 87% faktor lain yang memengaruhi perilaku siswa sehari-
hari. Adapun langkah-langkah yang ingin ditempuh dalam pengolahan data ini sebagai
berikut:
a)
Uji Normalis terhadap Variabel X
Mengurut nilai yang diperoleh dari hasil test sebagai berikut :
Tabel 2. Hasil nilai tes
Menetukan rentang (R)
R = Xt Xr
= 70 20
= 50
Menentukan kelas interval (k)
K = 1+ 3,3 log n
= 1 +3,3 lop 40
= 1 + 3,3 log (1,60
20
30
30
35
40
45
45
45
45
45
50
50
50
50
50
50
50
55
55
55
55
55
55
55
60
60
60
60
60
60
65
65
65
65
65
65
70
70
70
70
Prosedur Konfirmasi Piutang Usaha di PT. KDI
Matriks: Jurnal
Sosial dan Sains
51
= 6,29 (diambil 6)
Menentukan panjang kelas interval
P =
K
R
=
50
6
= 8,3 (diambil 8)
Membuat tabel distribusi variabel X:
Tabel 3. Distribusi Variabel X
Nilai
Fi
Xi
Xi
2
Fi.Xi
Fi.Xi
2
20 - 28
1
24
576
24
576
29 - 37
3
33
1089
99
3267
38 - 46
6
42
1762
252
10584
47 - 55
14
51
2601
714
36414
56 - 64
6
60
3600
360
21600
65 - 73
10
69
4761
690
47610
Jumlah
40
2139
120051
Mencari rata-rata (Ẍ)
=
Fi.Xi
∑Fi
=
2139
40
= 53,48
Mencarai stsiswar deviasi
SD =
n∑Fi.Xi
2
−(∑Fi.Xi)
2
n(n−1)
=
40.10051−2139
2
40(40−1)
= 12,06
Membuat tabel frekuensi observasi dan ekspektasi variabel X
Tabel 4. Frekuensi Obdervasi dan Ekspektasi Variabel X
Kelas
Interval
F(Oi) BK Z baku Z tabel L Ei
19,5 -2,82 0,4976
20 28 1 0,1068 0,7
28,5 -2,07 0,4808
29 - 37 3 0,0726 2,9
37,5 -1,33 0,4082
38 - 46 6 0,1892 7,6
46,5 -0,58 0,2190
47 - 55 14 0,2865 11,5
55,5 0,17 0,0675
56 - 64 6 0,2511 10,0
64,5 0,91 0,3186
Vol. 2, No. 1, Juli 2020
p-ISSN 2775-3832 ; e-ISSN 2775-7285
50
52
http://matriks.greenvest.co.id
65 - 73
10
0,1329
5,3
73,5
1,66
0,4515
Mencari nilai chi kuadrat
X
2
=
∑(oi –Ei)
2
Ei
=
(1 0,7)
2
+
(3 2,9)
2
+
(6 7,6)
2
+
(14 11,5)
2
+
(6 10,0)
2
+
(10 5,3)
2
0,7
= 6,78
2,9
7,6
11,5
10,0
5,3
Menentukan derajat kebebasan
db = k-3
= 6-3
= 3
Menentukan nilai chi kuadrat dari tabel dengan taraf signifikasi 5 % dan db = 3
didapat X
2
(0,95) (3) = 7,81
Menentukan normalitas dengan ketentuan; jika X
2
hitung
kurang dari X
2
tabel
, maka
data dikatakan normal dan jika X
2
hitung
lebih dari X
2
maka data dikatakan
tidak normal, karena nilai X
2
hitung
= 6,78 <X
2
tabel
= 7,81 maka data variabel X
berdistribusi normal.
Uji mormalis terhadap Variabel Y
tabel
Mengurut nilai yang diperoleh dari hasil tes sebagai berikut :
Tabel 5. Hasil tes
Menetukan rentang (R)
R = Xt Xr
= 66 41
= 25
Menentukan kelas interval (k)
K = 1+ 3,3 log n
= 1 +3,3 lop 40
= 1 + 3,3 log (1,60
= 6,29 (diambil 6)
Menentukan panjang kelas interval
P =
K
R
=
25
6
= 4,16 (diambil 5)
Membuat tabel distribusi variabel X:
Tabel 6. Distribusi Variabel X
Nilai
Fi
Xi
Xi2
Fi.Xi
Fi.Xi2
40 - 44
3
42
1764
126
5292
45 - 49
10
47
2209
470
22090
50 - 54
12
52
2704
624
32448
61
50
61
53
50
58
55
62
46
58
47
49
61
45
57
51
50
56
48
53
48
47
56
41
46
58
60
52
52
54
53
44
66
43
62
46
49
53
64
54
Prosedur Konfirmasi Piutang Usaha di PT. KDI
Matriks: Jurnal
Sosial dan Sains
51
2 2 2 2 2 2
55 - 59
7
57
3249
399
2743
60 - 64
7
62
3844
434
26908
65 - 69
1
67
4489
67
4489
Jumlah
40
2120
113970
Mencari rata-rata (Ẍ)
=
Fi.Xi
∑Fi
=
2120
40
= 53
Mencarai stsiswar deviasi
SD =
n∑Fi.Xi
2
−(∑Fi.Xi)
2
n(n−1)
=
40.(113970)−(2120)
2
40(40−1)
= 6,43
Membuat tabel frekuensi observasi dan ekspektasi variabel Y
Tabel 5. Frekuensi Observasi Dan Ekspektasi Variabel Y
Mencari nilai chi kuadrat
X
2
=
∑(oi Ei)
2
Ei
=
(3 3,07)
+
(10 8,0)
+
(12 11,9)
+
(7 10,1)
+
(7 4,8)
+
(1 1,3)
3,0
= 2,53
8,0
11,9
10,1
4,8
1,3
Menentukan derajat kebebasan
db = k-3
= 6-3
= 3
Oriza Aditya
53
Kelas
Interval
F(Oi)
BK
Z baku
Z tabel
L
Ei
39,5
-2,10
0,4821
40 - 44
3
0,0755
3,0
44,5
-1,32
0,4066
45 - 49
10
0,2012
8,0
49,5
-0,54
0,2054
50 - 54
12
0,2984
11,9
54,5
-2,23
0,0910
55 - 59
7
0,2528
10,1
59,5
1,01
0,3438
60 - 64
7
0,1195
4,8
64,5
1,79
0,633
65 - 69
1
0,0316
1,3
69,5
2,57
0,4949
Vol. 2, No. 1, Juli 2020
p-ISSN 2775-3832 ; e-ISSN 2775-7285
54
http://matriks.greenvest.co.id
Menentukan nilai chi kuadrat dari tabel dengan taraf signifikasi 5% dan db = 3
didapat X2 (0,95) (3) = 7,81
Menentukan normalitas dengan ketentuan; jika X
2
hitung
kurang dari X
2
tabel
, maka
data dikatakan normal dan jika X
2
hitung
lebih dari X
2
tabel
maka data dikatakan
tidak normal, karena nilai X
2
hitung
= 2,53 <X
2
= 7,81 maka data variabel Y
berdistribusi normal.
c) Analisis regresi dan korelasi
tabel
Dari perhitungan diketahui nilai X = 2145 Y = 2145 X
2
= 120375 Y
2
= 120375
XY 117700. Kemudian menentukan persamaan regresi adalah:
Menentukan persamaan regresi linier, dengan rumus :
Y = a + bx
a =
(
∑Xi
)
(∑i
2
)−
(
∑Xi
)
(∑XiYi)
(∑X
2
∑Xi)
2
=
(120375)(2145)−(2145)(117700
40(120375)(2145)
2
= 26,82
b =
n.∑XiYi−(∑Xi)(∑Yi)
n∑Xi
2
(∑Xi)
2
=
40(117700)− (2145)(2145)
40(120375)−(2145)
2
= 0,50
Jadi persamaan regresinya adalah Y = 26,82 + 0,50 X
Uji Linieritas regresi
- Menghitung jumlah kuadrat regresi a, yaitu :
Jk a =
(∑Yi)
2
n
=
(2145)
2
40
= 115025,63
- Menghitung jumlah kuadrat regresi b terhadap a dengan rumus :
Jk = b *∑Xi𝑌i
(KiFi)−(∑Ki)(∑Fi)
}
𝑛
= 0,50{117700
(2145)−(2145)
}
40
= 1337,19
-
Menghitung jumlah kuadrat residu (JK res) dengan rumus :
Jkr =
{
∑𝑌i
}
Jk a − Jk b/a
= 12037 115025,63 1337,19
= 1012,18
-
Menghitung jumlah kuadrat kekeliruan dengan rumus :
Jk
kk
=
(∑𝑌i
(∑Fi)
2
)
𝑛
= 3039,34
-
Menghitung jumlah kuadrat ketidakcocokan
Jk
tc
=Jkr JK
kk
= 1012,18 3039,34
= -2077,16
-
Menghitung derajat kebeasan kekeliruan
d bkk = N K
= 40 10
= 30
-
Menghitung derajat kebebasan ketidakcocokan
Prosedur Konfirmasi Piutang Usaha di PT. KDI
Matriks: Jurnal
Sosial dan Sains
55
d btc = K -2
= 10 -2
= 8
-
Menghitung rat-rata kuadrat kekeliruan
RK
kk
= Jk
kk
; d bkk
= 3039,34 : 30
= 101,31
-
Menghitung rata-rata kuadrat ketidakcocokan
RK
tc
= JK
tc
: dbtc
= 2077,16 : 8
= -259,65
-
Menghitung nilai F ketidakcocokan
Ftc = RKtc : RKkk
= -259,65 :103,31
= 2,56
-
Menghitung nilai F dari daftar dengan menggunakan α = 5%, akan dicari
F 0,05 (d btc / d bkk) = F 0,05 (8/30) = 2,27
-
Jika Ftc kurang dari F
tabel
, maka regresi linier dan jika Ftc lebih dari
F
tabel
= maka regresinya tidak linier. Dari hasil perhitungan, ternyata Ftc
= -2,56 < F
tabel
= 2,27 dengan demikian regresi tersebut linier.
Menghitung koefisien korelasi
n∑xy − (∑x)(∑y)
rxy =
√[n(∑x
2
)
(
∑x)
2
]
[n
(
∑y
2
)
(∑y)
2
]
=
40(117700)− (2145)(2145)
[40(2120375)−(2145)
2
][ 40(120375)−(2145)
2
= 0,50
Menguji hipotesis dengan langkah-langkah
- Menghitung nilai t
t =
r
n−2
√1−r
2
=
0,50
40−2
√1−0,50
2
= 3,56
- Mencari t+tabel
d b = n -2
= 40 -2
= 38
Dengan α = 5% dan d b = 38 akan dicari t ( 1 ½ α)
db
ternyata t 0,975 (38) tidak
terdapat dalam daftar, sehingga dicari dengan cara interpolasi sebagai berikut ;
𝑡 0,975(30)=2,04
𝑡 0,975(40)=2,02
= 2,04
8
(
0,02
)
10
= 2,024
- Pegujian Hipotesis
Hipotesis diterima jika t
hitung
lebih dari t
tabel
dan hipotesisi ditolak jika t
hitung
kurang dari t
tabel
, dari hasil perhitungan, didapat t
hitung
= 3,56 > t
tabel
= 2,024 sehingga
hipotesis yang diajukan diterima dan dapat dikatakan bahwa terdapat korelasi antara
variabel yang diteliti.
Menafsirkan harga kofesien korelasi
𝑡} t 0,975(38)
Vol. 2, No. 1, Juli 2020
p-ISSN 2775-3832 ; e-ISSN 2775-7285
56
http://matriks.greenvest.co.id
Berdasarkan hasil perhitungan di atas, diketahui bahwa harga koefisien korelasi
sebesar 0,50, harga tersebut termasuk ke dalam kriteria korelasi sedang karena berada
interval 0,40 0,60.
Uji pengaruh variabel X terhadap Y
Untuk mengetahui besar kecilnya hubungan antara variabel X dan Variabel Y, maka
terlebih dahulu harus diketahui derajat tidak adanya korelasi dengan meggunakan rumus :
K = √1 r
2
=
1 0,50
2
= 0,87
Setelah diketahui derajat tidak adanya korelasi, maka dilakukan perhitungan untuk
mengetahui berapa tinggi rendahnya tingkat hubungan antara pemahaman siswa terhadap
materi akidah akhlak dengan perilaku siswa sehari-hari.
E = 100% (1- K)
= 100% (1 - 0,87)
= 13%
Jadi hubungan atau pengaruh pemahaman siswa terhadap materi akidah akhlak
dengan perilaku siswa sehari-hari adalah 13%, ini berarti masih ada faktor lain yang
mempengaruhi perilaku siswa sehari-hari selain pemahamannya terhadap materi akidah
akhlak, baik itu faktor internal maupun eksternal, yang tidak diteliti oleh penulis pada
kesempatan ini.
Kesimpulan
Berdasarkan tinjauan hasil penelitian mengenai pemahaman siswa terhadap materi
akidah akhlak dan hubungannya dengan perilaku siswa sehari-hari dapat ditarik
kesimpulan bahwa pemahaman siswa terhadap materi akidah akhlak termasuk kualifikasi
tinggi, hal ini ditunjukan oleh nilai rata-rata pemahaman mereka sebesar 53,48.Angka
tersebut berada pada interval 51 62. Perilaku siswa Pesantren Persatuan Islam 96
Banyuresmi - Garut termasuk kualifikasi tinggi hal ini ditunjukan oleh nilai rata-rata 53
jika dibagi oleh jumlah item (15)diperoleh angka 3,54 angka tersebut bila dikonsultasikan
pada skala penilaian berada pada interval 3,5 - 4,5.
Hubungan pemahaman siswa terhadap materi akidah akhlak dengan perilaku siswa
sehari-hari menunjukan bahwa koefisien korelasi termasuk pada kualifikasi sedang, yaitu
dengan skor 0,50 (interval 0,40 - 0,60). Hipotesisnya diterima berdasarkan t
hitung
sebesar
3,56 sedangkan t
tabel
sebesar 2,024. Artinya semakin tinggi pemahaman siswa terhadap
materi akidah akhlak maka semakin tinggi pula perilaku siswa. Pemahaman Siswa
terhadap materi akidah akhlak memiliki pengaruh sebesar 13% terhadap perilaku mereka
sehari-hari dan sisanya (87%) masih ada faktor lain.
Bibliografi
Arianto, M. R. (2015). Pengaruh Lingkungan Keluarga, Lingkungan Sekolah, Dan
Motivasi Belajar Terhadap Perilaku Belajar Siswa Jurusan Administrasi
Perkantoran Di SMK Masehi PSAK Ambarawa. UNIVERSITAS NEGERI
SEMARANG.
Bermi, W. (2016). Internalisasi Nilai-Nilai Agama Islam untuk Membentuk Sikap dan
Perilaku Siswa Sekolah Dasar Islam Terpadu Al-Mukminun Ngrambe Ngawi. AL-
LUBAB: Jurnal Penelitian Pendidikan Dan Keagamaan Islam, 2(1), 118.
Bujuri, D. A. (2018). Analisis perkembangan kognitif anak usia dasar dan implikasinya
dalam kegiatan belajar mengajar. LITERASI (Jurnal Ilmu Pendidikan), 9(1), 3750.
Dalyono, M. (2012). Psikologi Pendidikan. Jakarta: PT. Rineka Cipta.
Dzakki, K. U. (2017). Hubungan pemahaman materi pendidikan agama Islam dengan
Prosedur Konfirmasi Piutang Usaha di PT. KDI
Matriks: Jurnal
Sosial dan Sains
57
perilaku keagamaan siswa kelas XI di SMA Rifa‟iyah Rowosari Kendal tahun
ajaran 2016/2017. UIN Walisongo.
Elihami, E., & Syahid, A. (2018). Penerapan Pembelajaran Pendidikan Agama Islam
Dalam Membentuk Karakter Pribadi Yang Islami. Edumaspul: Jurnal Pendidikan,
2(1), 7996.
Firdausita, R. S. (2018). Pengaruh pemahaman agama dan lingkungan terhadap perilaku
perempuan hamil di luar nikah di Kecamatan Pucuk Kabupaten Lamongan. UIN
Sunan Ampel Surabaya.
Hakim, L. (2012). Internalisasi Nilai-Nilai Agama Islam dalam Pembentukan Sikap dan
Perilaku Siswa Sekolah Dasar Islam Terpadu Al-Muttaqin Kota Tasikmalaya.
Jurnal Pendidikan Agama Islam-Ta‟lim, 10(1), 6777.
M Khusaini Basir, M. (2019). Hubungan Pemahaman Materi Aqidah Akhlak Dengan
Perilaku Asertif Siswa Mts Surban Pacet. Universitas Islam Majapahit Mojokerto.
Muhamad, N. (2020). Pengaruh Pembelajaran Materi Studi Islam Terhadap Perilaku
Beragama Mahasiswa Di Ma‟had Al-Jami‟ah Uin Raden Intan Lampung. Uin
Raden Intan Lampung.
Pane, A., & Dasopang, M. D. (2017). Belajar dan pembelajaran. Fitrah: Jurnal Kajian
Ilmu-Ilmu Keislaman, 3(2), 333352.
Peterria, V., & Suryani, N. (2016). Pengaruh Lingkungan Sekolah, Cara Belajar, Dan
Motivasi Belajar Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Mengelola
Peralatan. Economic Education Analysis Journal, 5(3), 860.
Riyadi, T. (2013). Hubungan Pemahaman Pendidikan Agama Islam Dan Perilaku
Keagamaan Siswa Kelas XI Di SMA N 3 Sukoharjo Tahun Ajaran 2011/2012.
Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Syafi’i, A. (2014). Pengaruh Materi Mata Pelajaran Aqidah Akhlak Terhadap
Kecerdasan Spiritual Siswa Kelas VIII di MTs Al Ma‟arif Tulungagung Tahun
Ajaran 2013/2014.
Zaenudin, I. K. (2020). Pemahaman siswa terhadap materi berperilaku jujur
hubungannya dengan akhlak mereka sehari-hari. UIN Sunan Gunung Djati
Bandung.
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0
International License.