Vol. 2, No. 2, Januari 2021
p-ISSN 2775-3832 ; e-ISSN 2775-7285
70
http://matriks.greenvest.co.id
PENGGUNAAN APLIKASI BRAINLY DALAM MENINGKATKAN
PEMAHAMAN SISWA DALAM PROSES PEMBELAJARAN
Labisal Fitri Al Qolbi
Institut Agama Islam Bunga Bangsa Cirebon Jawa Barat, Indonesia
Diterima:
9 Oktober 2020
Direvisi:
10 November 2020
Disetujui:
16 Desember 2020
Abstrak
Dalam pembelajaran buku tidak lagi menjadi satu satunya alat,
media dan sumber dalam pembelajaran karena seiring
berkembangnya zaman, penggunaan teknologi semakin
digandrungi masyarakat khususnya dalam bidang pendidikan.
Sehingga buku elektronik menjadi jalan pintas untuk sumber
belajar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui
seberapa jauh sebuah aplikasi pembelajaran mampu membantu
pemahaman siswa terhadap mata pelajaran dalam proses
pembelajaran. Metode yang digunakan adalah metode
penelitian kualitatif dengan teknik literatur review atau kajian
pustaka. Hasil dari penlitian ini adalah aplikasi Brainly
menjadi website dan aplikasi terfavorit untuk pelajar dalam
membantu pemahaman pada suatu materi pembelajaran.
Penggunaan aplikasi Brainly sudah terbukti dengan banyaknya
masyarakat yang menggunakan aplikasi Brainly sekitar 23 juta
orang diseluruh dunia menggunakan aplikasi ini. Maka
penggunaan aplikasi Brainly untuk menunjang pembelajaran
dikatakan efektif. Karena fitur fitur dan bahasa yang terdapat
di aplikasi Brainly sangat sederhana dan mudah dipahami.
Kata Kunci: Pembelajaran; Peserta didik; Brainly;
Pemahaman
Abstract
In book learning is no longer the only tool, medium and
resource in learning. because with the development of the
times, the use of technology is increasingly embraced by the
community, especially in the field of education. So that
electronic books become a shortcut to learning resources. The
purpose of this research is to find out how far a learning
application is able to help students understand the subjects in
the learning process. The method used is qualitative research
metode with literature review techniques or literature studies.
The result of this research is brainly application to become
wbsite and favorite application for students in helping
understanding of a learning material. The use of Brainly
application has been proven by the number of people who use
brainly application around 23 million people around the world
using this application. Therefore, the use of Brainly
application to support learning is said to be effective. Because
the features and language found in the Brainly app are very
simple and easy to understand.
Keywords: Learning; Learners; Brainly; Understanding
Penggunaan Aplikasi Brainly dalam Meningkatkan
Pemahaman Siswa dalam Proses Pembelajaran
Matriks: Jurnal
Sosial dan Sains
71
Pendahuluan
Pendidikan adalah hal yang wajib ditempuh demi kelangsungan hidup seseorang
dimasa sekarang dan masa yang akan datang (Darmadi, 2019). Pendidikan dibagi
kedalam tiga bentuk yaitu pendidikan formal, non formal, dan informal (Hendayani,
2012). Pendidikan formal adalah pendidikan sistem persekolahan, sedangkan pendidikan
non formal (Hidayat, Anwar, & Hidayah, 2017) menurut UU No.20 Tahun 2003 Pasal 1
ayat 2 tentang SISDIKNAS adalah jalur pendidikan di luar pendidikan formal yang dapat
dilaksanakan secara berjenjang dan terstruktur, dan pendidikan informal adalah
pendidikan yang dilaksanakan secara mandiri oleh keluarga.
Dalam pendidikan ada yang dinamakan dengan pembelajaran, dimana pengertian
pembelajaran itu sendiri adalah suatu proses perubahan individu dalam aspek kognitif
yang dilakukan karena pengaruh lingkungan sehingga terjadi perubahan yang bertahap
dan menetap (Hamdu & Agustina, 2011).
Pembelajaran dikatakan berhasil apabila materi yang diberikan dapat dipahami dan
diimplementasikan oleh siswa dalam kehidupan sehari-hari (Gazali, 2016). Karena pada
hakikatnya proses pembelajaran itu dilakukan agar seseorang mampu memahami sesuatu
yang dipelajarinya (Yaumi, 2017). Maka dengan itu seorang pendidik wajib mengerahkan
segala kemampuannya untuk mencapai tujuan tersebut. Tahapan proses pembelajaran
dapat dilakukan dengan mempersiapkan materi yang akan dibahas (Nurhaeni, 2011) dan
disampaikan kepada peserta didik. Ini dapat dituangkan dalam bentuk RPP (Rancangan
Proses Pembelajaran) yang didalamnya terdapat berbagai komponen sehingga
pembelajaran terencana dan terlaksanakan secara sistematis dan efektif.
Dalam prosesnya pembelajaran yang dilakukan untuk lebih efektif dan efisien
(Nurdin, 2016), pendidik menggunakan media dan alat pendidikan sebagai penunjang
peserta didik untuk memahami materi dalam suatu rumpun mata pelajaran tertentu
(Abdullah, 2017). Media dan alat yang populer dan sering digunakan dikalangan pendidik
dan peserta didik adalah buku, baik itu buku paket ataupun LKS (Lembar Kerja Siswa)
sebagai sumber pembelajaran. Namun seiring berkembangnya zaman, penggunaan buku
tidak lagi menjadi satu satunya sumber dan media belajar (Jamun, 2018), karena dengan
semakin canggihnya teknologi media belajar beralih kepada media elektronik seiring
dengan banyaknya buku buku elektronik yang bisa didapat oleh peserta didik hanya
dengan bermodalkan internet. Hal ini dikatakan lebih efektif dan efisien jika
dibandingkan harus mencari satu persatu buku di besarnya rak perpustakaan. Selain buku
elektronik, dengan kecanggihan teknologi peserta didik juga bisa mengakses aplikasi atau
media web pembelajaran. Salah satu yang selalu digunakan oleh peserta didik adalah
media web atau aplikasi Brainly.
Menurut aplikasi Brainly adalah suatu aplikasi yang dikeluarkan oleh suatu
perusahaan pendidikan yang berbasis teknologi digital juga merupakan sistus web yang
memudahkan pengguna untuk sharing atau saling melempar pertanyaan dan jawaban
mengenai berbagai mata pelajaran sekolah secara bebas dan dapat diakses oleh siapapun
dimanapun dan kapanpun. Kepopuleran aplikasi dan situs web Brainly memperlihatkan
bahwa ini sangat membantu siswa dalam memahami materi pelajaran disekolah, karena
aplikasi dan web ini layaknya pelatih sebaya namun berbasis teknologi digital.
Berdasarkan pemaparan tesebut, maka penulis merasa sangat tertarik untuk
menganalisis bagaimana penggunaan aplikasi brainly dalam proses pembelajaran
sehingga dapat meningkatkan pemahaman siswa. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui seberapa jauh sebuah aplikasi pembelajaran mampu membantu pemahaman
siswa terhadap mata pelajaran dalam proses pembelajaran.
Vol. 2, No. 2, Januari 2021
p-ISSN 2775-3832 ; e-ISSN 2775-7285
72
http://matriks.greenvest.co.id
Metode Penelitian
Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode penelitian kualitatif, dimana
penelitian kualitatif adalah suatu metode penelitian yang objeknya adalah suatu fenomena
alamiah sehingga dapat ditafsirkan dengan peneliti sebagai instrumen kunci (Anggito &
Setiawan, 2018). Pengumpulan data untuk penelitian ini adalah dengan menggunakan
teknik kajian pustaka (Sari & Asmendri, 2020), dimana data yang dikumpulkan
bersumber dari buku, jurnal, artikel dan dokumen lainnya yang terkait. Kemudian data
yang dikumpulkan dianalisis dengan cara melakukan scanning (Ghozali & Sugiharto,
2017) mengelompokan data, mereview, menyimpulkan, lalu ditulis dengan menggunakan
paragraf deduktif sehingga menghasilkan tulisan yang diharapkan.
Hasil dan Pembahasan
A.
Pemahaman Peserta Didik Terhadap Pembelajaran
Pendidikan memiliki tujuh unsur yang satu sama lain saling berkaitan.
Unsur tersebut diantaranya adalah pendidik, peserta didik, materi pendidikan,
media dan alat pendidikan, lingkungan pendidikan, dan evaluasi pendidikan, dari
ketujuh unsur tersebut peserta didik merupakan unsur yang menjadi titik pusat
dalam pendidikan. Peserta didik adalah individu yang memiliki potensi dalam
dirinya sejak lahir dan memerlukan bimbingan untuk mengembangkan potensi
tersebut melalui proses pendidikan yang bertujuan unttuk mencerdasakan
kehidupan bangsa dan menjadikan insan kamil (Karwati, 2019). Seorang
pendidikan dalam melaksanakan pembelajaran yang menjadi tujuan dan point
pentingnya adalah peserta didik mampu memahami materi yang disampaikan
oleh pendidik. Terlebih peserta didik mampu melaksanakan evaluasi
pembelajaran secara maksimal sesuai dengan yang diharapkan oleh pendidik.
Pemahaman yaitu suatu proses atau cara yang menggambarkan seseorang
memahami sesuatu, misal dalam pembelajaran adalah memahami materi yang
disampaikan oleh pendidik. Jika dilihat dari aspek kognitif, maka pemahaman
memiliki tingkatan lebih tinggi jika dibandingkan dengan pengetahuan, karena
peserta didik yang mengetahui materi belum tentu mampu memahami materi
tersebut, dan sebaliknya. Karena dalam pembelajaran pemahaman adalah
tingkatan yang lebih tinggi yang diharapkan. Dalam pembelajaran juga tingkat
pemahaman dibagi kedalam tiga kategori, yaitu diantaranya (Sukmana, Adstya
Purnamasari, 2019) tingkat rendah dalam pemahaman yaitu menerjemahkan,
diaman peserta didik mampu menerjemahkan arti dari materi yang disampaikan
dan memaknainya serta mampu menerapkan prinsip dalam kesehariannya.
Tingakatan kedua adalah penafsiran, dimana peserta didik selain mampu
menerjemahkan teori, mampu juga dalam mengaitkan suatu kejadian dengan teori
yang ada.Tingkatan ketiga adalah pemahaman dalam bentuk ekstrapolasi, dimana
peserta didik mampu menemukan solusi terkait fenomena atau temuan yang
berdasarkan konsep dan teori yang dipahami.Pemahaman peserta didik dalam
proses pembelajaran tentu dipengaruhi beberapa faktor yang berasal dari dalam
diri peserta didik itu sendiri maupun dari luar seperti dari pendidiknya atau dari
lingkungan kelas atau bahkan dari keluarganya. Berikut faktor yang
memengaruhi pemahaman peserta didik terhadap pembelajaran, yaitu diantaranya
(Hanik, 2015) ;
1)
Faktor Internal
Merupakan faktor yang berasal dari dalam diri peserta didik, faktor
tersebut diantaranya faktor yang bersifat fisik dari peserta didik tersebut,
seperti sakit dan cacat tubuh yang menyebabkan peserta didik tidak
Penggunaan Aplikasi Brainly dalam Meningkatkan
Pemahaman Siswa dalam Proses Pembelajaran
Matriks: Jurnal
Sosial dan Sains
73
konsentrasi dalam belajar sehingga tidak memahami materi yang
disampaikan. Faktor yang bersifat psikis dari peserta didik tersebut, seperti
intelegensi atau kecerdasan, bakat, minat, motivasi, kebiasaan,
karakteristik.
2)
Faktor Eksternal
Merupakan faktor yang berasal dari luar peserta didik tersebut,
seperti keluarga, sekolah, teman dan lainnya
a)
Keluarga,
Faktor ini merupakan salah satu faktor yang sangat penting. Karena
keluarga merupakan pendidikan pertama seorang anak sehingga akan
menentukan bagaimana kecerdasan anak, minat, bakat dan kebiasaan.
Kedekatan anak dengan keluarga juga sangat memengaruhi mental anak,
karena jika mentalnya terganggu, peserta didik akan kesulitan memahami
apa yang disampaikan oleh pendidik. Selain itu faktor ekonomi dalam
keluarga juga akan memengaruhi pembelajaran anak.
b)
Sekolah
Sekolah merupakan tempat kedua setelah rumah bagi peserta didik,
hampir lebih 8 jam anak menghabiskan waktunya disekolah. Perangkat
sekolah yang paling sering berinteraksi dengan peserta didik adalah guru
atau pendidik itu sendiri, apalagi dalam proses pembelajaran yang mana
didalamnya terjadi proses interaksi transfer ilmu yang dilakukan oleh
pendidik kepada peserta didik, sehingga besar kemungkinan faktor yang
memengaruhi pemahaman peserta didik dalam pembelajaran itu adalah
kualitas dari seorang pendidik tersebut. Selain kulitas hubungan yang
harmonis yang dapat dibangun oleh pendidik dan peserta didik akan
membangun kenyamanan peserta didik dalam belajar.
Terlepas dari pendidik dan peserta didik, media atau alat dan
kurikulum pendidikan yang digunakan juga memengaruhi, misal alat dan
media yang kurang mumpuni seperti gedung sekolah yang rusak dan
tidak nyaman, alat peraga tidak memadai maka pemahaman peserta didik
terhadap apa yang dipelajari akan sangata berbeda dengan pembelajaran
yang didukung dengan media dan alat yang bagus.
3)
Faktor sosial
Faktor sosial adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan kehidupan
sosial peserta didik, bagaimana dia bergaul, bagaimana dia memilah dan
memilih buku buku yang dibaca dan kehidupan sosial lainnya. Handphone
yang dimiliki oleh peserta didik juga akan memengaruhi bagaimana dia
dalam pembelajaran, karena jika peserta didik tidak bijak dalam
penggunaan handphone maka yang terjadi adalah terbengkalainya tugas dia
sebagai seorang pelajar. Faktor-faktor tersebut dapat diupayakan agar
mampu berpengaruh baik terhadap tingkat pemahaman peserta didik dalam
proses pembelajaran. Upaya pertama yang dapat dilakukan yaitu dari
pendidiknya itu sendiri yang merupakan pengendali dalam proses
pembelajaran. Dalam upaya yang harus dilakukan oleh pendidik untuk
mampu meningkatkan pemahaman peserta didik dalam pembelajaran atau
dalam mempelajari suatu materi dalam mata pelajaran tertentu adalah
dengan cara memperbaiki cara mengajar seorang pendidik, diadakannya
proses bimbingan belajar, menumbuhkan waktu belajar, diadakannya
umpan balik, tumbuhkan motivasi belajar, dan remedial teaching.
Vol. 2, No. 2, Januari 2021
p-ISSN 2775-3832 ; e-ISSN 2775-7285
74
http://matriks.greenvest.co.id
B.
Penggunaan Aplikasi Brainly dalam Meningkatkan Pemahaman Peserta
Didik dalam Pembelajaran
Dalam proses pembelajaran, seorang pendidik memiliki kekuasaan penuh
dalam mengendalikan pembelajaran. Pendidik memiliki kemampuan untuk
menggunakan variasi media dan alat untuk menunjang kemudahan jalannya
pembelajaran. Media dan alat pendidikan menjadi komponen penting untuk
tercapainya tujuan pembelajaran, karena dengan menggunakan alat dan media
pendidikan, maka peserta didik akan lebih mudah memahami materi yang
disampaikan oleh pendidik. Begitu juga dalam pengajaran, penggunaan alat dan
media pendidikan menjadi sesuatu yang mempermudah penyampaian materi
kepada peserta didik. Alat dan media juga sekaligus sebagai sumber pendidikan
yang sering digunakan dalam pembelajaran adalah buku. Buku dijadikan sebagai
yang paling efektif dan efisien digunakan untuk menjalin keharmonisan proses
belajar mengajar didalam kelas, sehingga tujuan pembelajaran yang sudah
ditetapkan dalam kurikulum tercapai dengan mudah. Namun seiring
berkembangnya zaman, dimana zaman sekarang dianamakan era revolusi 4.0
dimana seluruh aspek kehidupan manusia sudah beralih dengan menggunakan
teknologi, bahkan pabrik pabrik sudah lebih banyak menggunakan teknologi jika
dibandingkan menggunakan tenaga manusia, sehingga sumber daya manusia
sudah hampir punah karena tergantikan oleh kecanggihan teknologi yang lebih
efektif dan efisien. Begitu juga keberadaan buku sebagai alat, media dan juga
sumber pembelajaran sudah mulai tergantikan eksistensinya dengan teknologi.
Salah satu teknologi yang sedang booming dikalangan peserta didik karena
seringnya digunakan untuk membantu pemahaman peserta didik dalam
pembelajaran adalah aplikasi dan website Brainly. Aplikasi Brainly adalah
aplikasi yang diciptakan oleh salah satu perusahaan pendidikan yang berasal dari
Polandia. Aplikasi ini diciptakan untuk memberikan kemudahan kepada
pengguna dalam menyelesaikan pekerjaan sekolah. Dalam aplikasi ini pengguna
satu dengan pengguna lainnya bisa saling bertukar pertanyaan dan jawaban.
Dengan kata lain aplikasi Brainly ini adalah sebuah platform media sosial
berbasis pendidikan yang menghubungkan pengguna satu dengan pengguna
lainnya dengan hanya memanfaatkan internet. Mellihat banyaknya peserta didik
yang menggunakan aplikasi Brainly untuk membantu dalam pemahaman
pembelajaran sekitar 23 juta pengguna di seluruh dunia dan 1,5 juta orang asia,
itu berarti aplikasi ini memang sangat efektif digunakan untuk membantu peserta
didik dalam memahami mata pelajaran. Bahasa yang digunakan dalam aplikasi
Brainly juga tidak berbelat-belit sehingga mudah dipahami oleh semua kalangan
pelajar.
Aplikasi Brainly juga tidak membatasi penggunanya untuk mata pelajaran
tertentu, fitur-fitur yang sederhana juga menjadikan aplikasi sangat menarik di
kalangan pelajaran. Brainly tersedia dalam dua bentuk yaitu aplikasi dan website
yang keduanya sama-sama mempermudah pengaksesannya. Namun meski
penggunaan aplikasi Branily ini dapat membantu meningkatkan pemahaman
peserta didik kepada suatu mata pelajaran, jangan sampai menjadi ketergantungan
bagi peserta didik dengan tidak memanfaatkan media dan sumber lain sebagai
bahan pembelajaran.
Kesimpulan
Pembelajaran ditargetkan untuk mencapai suatu pemahaman sehingga peserta didik
mampu mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari hari, sehingga terciptanya
Penggunaan Aplikasi Brainly dalam Meningkatkan
Pemahaman Siswa dalam Proses Pembelajaran
Matriks: Jurnal
Sosial dan Sains
75
insan kamil. Penggunaan aplikasi Brainly sudah terbukti dengan banyaknya masyarakat
yang menggunakan aplikasi Brainly sekitar 23 juta orang diseluruh dunia menggunakan
aplikasi ini. Maka penggunaan aplikasi Brainly untuk menunjang pembelajaran dikatan
efektif. Karena fitur fitur dan bahasa yang terdapat di aplikasi Brainly sangat sederhana
dan mudah dipahami
Bibliografi
Abdullah, R. (2017). Pembelajaran dalam perspektif kreativitas guru dalam pemanfaatan media
pembelajaran. Lantanida Journal, 4(1), 3549.
Anggito, A., & Setiawan, J. (2018). Metodologi penelitian kualitatif. CV Jejak (Jejak Publisher).
Darmadi. (2019). Pengantar Pendidikan Era Globalisasi: Konsep Dasar, Teori, Strategi dan
Implementasi dalam Pendidikan Globalisasi. An1mage.
Gazali, R. Y. (2016). Pengembangan bahan ajar matematika untuk siswa SMP berdasarkan teori
belajar ausubel. Pythagoras: Jurnal Pendidikan Matematika, 11(2), 183184.
Ghozali, M. I., & Sugiharto, W. H. (2017). Analisa Pola Belanja Menggunakan Algoritma Fp
Growth, Self Organizing Map (Som) Dan K Medoids. Simetris: Jurnal Teknik Mesin,
Elektro Dan Ilmu Komputer, 8(1), 317326.
Hamdu, G., & Agustina, L. (2011). Pengaruh motivasi belajar siswa terhadap prestasi belajar IPA
di sekolah dasar. Jurnal Penelitian Pendidikan, 12(1), 9096.
Hanik, A. N. (2015). Faktor-Faktor Penyebab Kesulitan Belajar Pengolahan Makanan
Kontinental Siswa Kelas XI Di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 3 Wonosari. Universitas
Negeri Yogyakarta.
Hendayani, E. S. (2012). Pemanfaatan Alat Permainan Edukatif (APE) Dalam Pembelajaran
PAUD Seatap Margaluyu Kecamatan Cipatat Kabupaten Bandung Barat.
EMPOWERMENT: Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Luar Sekolah, 1(2), 92104.
Hidayat, M. A., Anwar, A., & Hidayah, N. (2017). Pendidikan Non Formal Dalam Meningkatkan
Keterampilan Anak Jalanan. EDUDEENA: Journal of Islamic Religious Education, 1(1).
Jamun, Y. M. (2018). Dampak teknologi terhadap pendidikan. Jurnal Pendidikan Dan
Kebudayaan Missio, 10(1), 4852.
Karwati, E. dan D. J. P. (2019). Manajemen Kelas. Bandung: Penerbit Alfabeta.
Nurdin, A. (2016). Inovasi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di Era Information and
Communication Technology. TADRIS: Jurnal Pendidikan Islam, 11(1), 4964.
Nurhaeni, Y. (2011). Meningkatkan pemahaman siswa pada konsep listrik melalui pembelajaran
kooperatif tipe jigsaw pada siswa kelas IX SMPN 43 Bandung. Jurnal Penelitian Pendidikan,
12(1), 7789.
Sari, M., & Asmendri, A. (2020). Penelitian Kepustakaan (Library Research) dalam Penelitian
Pendidikan IPA. Natural Science: Jurnal Penelitian Bidang IPA Dan Pendidikan IPA, 6(1),
4153.
Sukmana, Adstya Purnamasari, D. (2019). Upaya Meningkatkan Pemahaman Peserta Didik pada
Materi Dampak Globalisasi melalui Pembelajaran Discovery Learning. Prosising Seminar
Nasional Pendidikan STKIP Kusuma Negara, 001.
Yaumi, M. (2017). Prinsip-prinsip desain pembelajaran: Disesuaikan dengan kurikulum 2013
edisi Kedua. Jakarta: Kencana.
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0
International License.