
Vol. 2, No. 2, Januari 2021
p-ISSN 2775-3832 ; e-ISSN 2775-7285
http://matriks.greenvest.co.id
Metode Penelitian
Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode penelitian kualitatif, dimana
penelitian kualitatif adalah suatu metode penelitian yang objeknya adalah suatu fenomena
alamiah sehingga dapat ditafsirkan dengan peneliti sebagai instrumen kunci (Anggito &
Setiawan, 2018). Pengumpulan data untuk penelitian ini adalah dengan menggunakan
teknik kajian pustaka (Sari & Asmendri, 2020), dimana data yang dikumpulkan
bersumber dari buku, jurnal, artikel dan dokumen lainnya yang terkait. Kemudian data
yang dikumpulkan dianalisis dengan cara melakukan scanning (Ghozali & Sugiharto,
2017) mengelompokan data, mereview, menyimpulkan, lalu ditulis dengan menggunakan
paragraf deduktif sehingga menghasilkan tulisan yang diharapkan.
Hasil dan Pembahasan
A.
Pemahaman Peserta Didik Terhadap Pembelajaran
Pendidikan memiliki tujuh unsur yang satu sama lain saling berkaitan.
Unsur tersebut diantaranya adalah pendidik, peserta didik, materi pendidikan,
media dan alat pendidikan, lingkungan pendidikan, dan evaluasi pendidikan, dari
ketujuh unsur tersebut peserta didik merupakan unsur yang menjadi titik pusat
dalam pendidikan. Peserta didik adalah individu yang memiliki potensi dalam
dirinya sejak lahir dan memerlukan bimbingan untuk mengembangkan potensi
tersebut melalui proses pendidikan yang bertujuan unttuk mencerdasakan
kehidupan bangsa dan menjadikan insan kamil (Karwati, 2019). Seorang
pendidikan dalam melaksanakan pembelajaran yang menjadi tujuan dan point
pentingnya adalah peserta didik mampu memahami materi yang disampaikan
oleh pendidik. Terlebih peserta didik mampu melaksanakan evaluasi
pembelajaran secara maksimal sesuai dengan yang diharapkan oleh pendidik.
Pemahaman yaitu suatu proses atau cara yang menggambarkan seseorang
memahami sesuatu, misal dalam pembelajaran adalah memahami materi yang
disampaikan oleh pendidik. Jika dilihat dari aspek kognitif, maka pemahaman
memiliki tingkatan lebih tinggi jika dibandingkan dengan pengetahuan, karena
peserta didik yang mengetahui materi belum tentu mampu memahami materi
tersebut, dan sebaliknya. Karena dalam pembelajaran pemahaman adalah
tingkatan yang lebih tinggi yang diharapkan. Dalam pembelajaran juga tingkat
pemahaman dibagi kedalam tiga kategori, yaitu diantaranya (Sukmana, Adstya
Purnamasari, 2019) tingkat rendah dalam pemahaman yaitu menerjemahkan,
diaman peserta didik mampu menerjemahkan arti dari materi yang disampaikan
dan memaknainya serta mampu menerapkan prinsip dalam kesehariannya.
Tingakatan kedua adalah penafsiran, dimana peserta didik selain mampu
menerjemahkan teori, mampu juga dalam mengaitkan suatu kejadian dengan teori
yang ada.Tingkatan ketiga adalah pemahaman dalam bentuk ekstrapolasi, dimana
peserta didik mampu menemukan solusi terkait fenomena atau temuan yang
berdasarkan konsep dan teori yang dipahami.Pemahaman peserta didik dalam
proses pembelajaran tentu dipengaruhi beberapa faktor yang berasal dari dalam
diri peserta didik itu sendiri maupun dari luar seperti dari pendidiknya atau dari
lingkungan kelas atau bahkan dari keluarganya. Berikut faktor yang
memengaruhi pemahaman peserta didik terhadap pembelajaran, yaitu diantaranya
(Hanik, 2015) ;
1)
Faktor Internal
Merupakan faktor yang berasal dari dalam diri peserta didik, faktor
tersebut diantaranya faktor yang bersifat fisik dari peserta didik tersebut,
seperti sakit dan cacat tubuh yang menyebabkan peserta didik tidak