Vol. 2, No. 2, Januari 2021
p-ISSN 2775-3832 ; e-ISSN 2775-7285
90
http://matriks.greenvest.co.id
PENGARUH LATAR BELAKANG PENDIDIKAN SISWA PAKET B
TERHADAP PRESTASI BELAJAR PADA PELAJARAN PAI
Abdullah
Universitas Swadaya Gunung Jati Cirebon Jawa Barat, Indonesia
Email: Abdullahkhudor[email protected]
Diterima:
7 Oktober 2020
Direvisi:
7 November 2020
Disetujui:
8 Desember 2020
Abstrak
Masalah pendidikan tidak akan pernah selesai untuk dibicarakan.
Karena soal pendidikan akan selalu terkait dengan
konstektualitas kehidupan umat manusia sepanjang zaman.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak pendidikan
siswa paket B dengan hasil prestasi belajar di mata Pelajaran
Pendidikan Agama Islam (PAI). Penelitian ini dilakukan dengan
metode uji normalitas. Sebagai contoh, siswa yang mempunyai
latar belakang pendidikan dari Madrasah Ibtidaiyah (MI)
sebaiknya atau idealnya melanjutkan ke Madrasah Tsanawiyah
(MTs), sedangkan bagi siswa yang mempunyai latar belakang
pendidikan dari Sekolah Dasar (SD) sebaiknya atau idealnya
melanjutkan ke Sekolah Menengah Tingkat Pertama (SMP)
ataupun ke lembaga pendidikan non formal seperti PKBM Paket
B Hidayatul Mubtadiin. Akan tetapi dalam kenyataannya, tidak
seluruh siswa itu dapat melanjutkan sekolah sesuai dengan latar
belakang pendidikannya. Hal ini disebabkan oleh beberapa
alasan.Apabila salah satu faktor di atas mengalami hambatan,
maka hasil belajar siswa pun terpengaruhi.
Kata Kunci: Pengaruh; Pendidikan; Prestasi
Abstract
Education issues will never be finished to talk about. Because the
question of education will always be related to the context of
human life throughout the ages. This study aims to find out the
impact of student education package B with the results of
learning achievements in islamic religious education subjects
(PAI). This study was conducted by normality test method. For
example, students who have an educational background from
Madrasah Ibtidaiyah (MI) should or ideally continue to
Madrasah Tsanawiyah (MTs), while for students who have an
educational background from elementary school (SD) should or
ideally continue to junior high school (SMP) or to non-formal
educational institutions such as PKBM Package B Hidayatul
Mubtadiin. However, in reality, not all students can continue
their schooling according to their educational background. This
is due to several reasons. If any of the above factors are
subjected, then the student's learning outcomes are affected.
Keywords: Influence; Education; Achievement
Pengaruh Latar Belakang Pendidikan Siswa Paket B
Terhadap Prestasi Belajar pada Pelajaran PAI
Matriks: Jurnal
Sosial dan Sains
91
Pendahuluan
Masalah pendidikan tidak akan pernah selesai untuk dibicarakan (Amrozi, 2019).
Karena soal pendidikan akan selalu terkait dengan konstektualitas kehidupan umat
manusia sepanjang zaman (Makhmudah, 2020). Setiap perkembangan peradaban umat
manusia sudah barang tentu selalu diikuti oleh berbagai dimensi kehidupan manusia itu
sendiri (Munib & Ismail, 2018). Dengan demikian masalah pendidikan ini mempunyai
arti dan definisi serta istilah yang berbeda-beda. Salah satunya adalah apa yang dikatakan
Makna “mendidik” dan “Pendidikan” dewasa ini sudah dipergunakan dalam arti yang
sangat luas yaitu untuk menyebutkan semua upaya untuk mengembangkan tiga hal, yakni
pandangan hidup, sikap hidup serta keterampilan hidup pada diri seseorang atau
kelompok orang (Syarbini, 2014). Kalau suatu tindakan sejak semula dirancang untuk
mengembangkan ketiga hal ini (Muljono, 2007), maka tindakan itu kita sebut pendidikan
formal atau pendidikan non formal (Ahmad, 2015), sebaliknya kalau suatu tindakan
sebenarnya tidak dirancang untuk secara sengaja mendorong perkembangan pandangan
hidup (Muljono, 2007), sikap hidup dan keterampilan hidup melainkan berdampak
demikian, maka peristiwa ini disebut informal (Maftuh, 2017).
Pendidikan merupakan bagian penting yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan
manusia (Hendra & Putra, 2019), perjuangan kemerdekaan, dan pembangunan.
Keberadaan pendidikan, pada hakikatnya, adalah usaha sadar untuk mengembangkan
kepribadian dan kemampuan di dalam dan di luar sekolah dan berlangsung seumur hidup
(Mukodi, 2018).
Menurut (Hendriana & Jacobus, 2017) pendidikan itu merupakan usaha orang
dewasa secara sadar untuk membimbing dan mengembangkan kepribadian serta
kemampuan dasar anak didiknya dalam bentuk pendidikan formal dan non formal (Darlis,
2017). Mengenai penyelenggaraan pendidikan, telah diatur dalam Undang-Undang
Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 1
ayat 10 dan ayat 11 sebagai berikut :
“(10) satuan pendidikan adalah kelompok layanan yang menyelenggarakan pendidikan
pada jalur formal, non formal dan informal pada setiap dan jenis pendidikan.(11)
pendidikan formal adalah jalur pendidikan yang terstruktur yang terdiri atas pendidikan
dasar,pendidikan menengah, dan pendidikan tinggi. (UU RI No. 14 tahun 2005 tentang
Guru dan Dosen serta UU RI No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional,
2006 : 75). Sekolah merupakan pendidikan formal. Tugasnya adalah mengembangkan
kemampuan, bakat, dan minat anak atau siswa secara optimal sesuai dengan potensinya
(Bangun, 2019) . Dengan pengembangan tersebut, siswa menjadi manusia yang berguna
baik bagi dirinya maupun bagi orang lain atau lingkungannya.
Untuk mengembangkan kemampuan, bakat dan minat anak secara optimal, sekolah
melaksanakan berbagai kegiatan, baik di dalam maupun di luar kelas (Kamaluddin,
2011). Kegiatan sekolah yang paling pokok adalah kegiatan belajar mengajar. Hal ini
sebagaimana dikemukakan oleh (Kartika, Husni, & Millah, 2019) “Dalam konteks
pendidikan formal di sekolah kegiatan belajar mengajar merupakan fungsi pokok dalam
usaha yang strategis guna mewujudkan tujuan intruksional yang diemban oleh lembaga
tersebut”. Pencapaian tujuan pendidikan di atas tidak semudah membalikan telapak
tangan (Annisya & Asmaranti, 2016). Hal ini disebabkan faktor yang memengaruhi
proses belajar mengajar di sekolah, baik secara langsung maupun tidak langsung
(Susanto, 2012). Faktor-faktor itu diantaranya: tujuan, guru, metode, media, administrasi,
kondisi siswa, latar belakang pendidikan dan sebagainya.Apabila salah satu faktor di atas
mengalami hambatan, maka hasil belajar siswa pun terpengaruhi. Dengan demikian,
hasilnya tidak sesuai dengan yang diharapkan. Berkenaan dengan hal itu, latar belakang
pendidikan siswa memengaruhi motivasi belajar yang bersangkutan.
Vol. 2, No. 2, Januari 2021
p-ISSN 2775-3832 ; e-ISSN 2775-7285
92
http://matriks.greenvest.co.id
Oleh karena itu, setiap anak yang akan melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih
tinggi, membutuhkan penyesuaian diri dengan latar belakang pendidikan yang dia tempuh
sebelumnya (Rahmawati, 2015). Sebagai contoh, siswa yang mempunyai latar belakang
pendidikan dari Madrasah Ibtidaiyah (MI) sebaiknya atau idealnya melanjutkan ke
Madrasah Tsanawiyah (MTs), sedangkan bagi siswa yang mempunyai latar belakang
pendidikan dari Sekolah Dasar (SD) sebaiknya atau idealnya melanjutkan ke Sekolah
Menengah Tingkat Pertama (SMP) ataupun ke lembaga pendidikan non formal seperti
PKBM Paket B Hidayatul Mubtadiin. Akan tetapi dalam kenyataannya, tidak seluruh
siswa itu dapat melanjutkan sekolah sesuai dengan latar belakang pendidikannya. Hal ini
disebabkan oleh beberapa alasan.
Dari studi pendahuluan yang dilakukan di PKBM Paket B Hidayatul Mubtadiin di
desa Pasirwaru, kecamatan Limbangan-Garut diperoleh data tidak semua siswanya
mempunyai latar belakang pendidikan dari Madrasah Ibtidaiyah, banyak diantara mereka
yang berlatar belakang pendidikan Sekolah Dasar. Dengan latar belakang pendidikan
siswa dari Sekolah Dasar (SD), mereka selalu mengalami kesulitan di dalam mengikuti
kegiatan belajar PAI (Yuhana & Aminy, 2019). Mereka dihadapkan pada beberapa mata
pelajaran yang tidak pernah dipelajari secara khusus, seperti mata pelajaran PAI
khususnya pada mata pelajaran Aqidah Ahlak. Kenyataan empiris di PKBM Paket B
Hidayatul Mubtadiin didesa Pasirwaru kecamatan Limbangan-Garut cukup menarik
untuk dipermasalahkan pada siswa yang berjumlah 269 orang, yang terbagi dalam 6
rombel. Dari jumlah siswa yang berlatar belakang Madrasah Ibtidaiyah (MI) 30 orang dan
dari siswa yang berlatar belakang Sekolah Dasar (SD) 30 orang. Dengan latar belakang
pendidikan siswa yang bervariasi tersebut prestasi belajar mereka pada mata pelajaran
Pendidikan Agama Islam bervariasi pula. Dari fenomena di atas maka penulis akan
mencoba mengkaji permasalahan tersebut dalam suatu penelitian dengan judul “Pengaruh
Latar Belakang Pendidikan Formal Siswa Terhadap Prestasi Belajar pada Mata Pelajaran
Pendidikan Agama Islam(Penelitian di PKBM Paket B Hidayatul Mubtadiin Hidayatul
Mubtadiin Ds. Pasirwaru Limbangan Kabupaten Garut)
Metode Penelitian
Penelitian ini dilakukan dengan metode uji normalitas, yang dilakukan di PKBM
Paket B Hidayatul Mubtadiin desa Pasirwaru Limbangan Kab.Garut, terletak kira-kira 3
km dari ibu kota Kecamatan Limbangan atau tepatnya di Kp. Citamiang RT.02/09 desa
Pasirwaru Kecamatan Bl.Limbangan Kabupaten Garut. Dengan pertimbangan yaitu di
lokasi tersebut, terdapat variasi latar belakang pendidikan siswa dan variasi prestasi
belajar dalam Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam. Lokasi tersebut, dekat dengan
tempat tinggal penulis sehingga memudahkan teknik penelitian
Hasil dan Pembahasan
Kondisi Objektif PKBM Paket B Hidaayatul Mubtadiin Limbangan
PKBM Paket B Hidaayatul Mubtadiin Limbangan merupakan kelas jauh dari
PKBM As-Shibyan, yang ada di Kampung Batukarut RT 01 RW 10 desa Limbangan
Timur Kabupaten Garut. PKBM As-Shibyan ini salah satu dari tujuh PKBM yang berada
di wilayah Kecamatan Bl.Limbangan, mulai beroperasi pada tahun 2004 dan pada tahun
2007. PKBM As-Shibyan mendapatkan Surat Keputusan pendirian dengan Akta Notaris
nomor : PEM-0000502ER/WPJ.09/PK.1603/2007 dari Kanwil Dinas Provinsi Jawa
Barat. Pada saat itu PKBM As-Shibyan dikepalai oleh Bapak Samsudin S.PdI sekaligus
sebagai Kepala Sekolah Pertama. Yang melatar belakangi berdirinya PKBM Hidaayatul
Mubtadiin karena pada waktu itu di desa Pasirwaru belum ada satu pun lembaga
pendidikan seperti PKBM, mengatasi anak putus sekolah, dari anak usia SD, SMP, dan
Pengaruh Latar Belakang Pendidikan Siswa Paket B
Terhadap Prestasi Belajar pada Pelajaran PAI
Matriks: Jurnal
Sosial dan Sains
93
SMU dikarenakan faktor biaya yang menghambat, dan jarak yang jauh menuju sekolah,
mengatasi warga buta aksara di wiayah desa Pasirwaru. Karena masih banyak warga
Pasirwaru yang belum bisa membaca, membantu mensejahterakan warga Pasirwaru,
dengan adanya bimbingan ekonomi dan koperasi. Agar dapat menciptakan lapangan kerja
dan berwirausaha.
Mengingat hal-hal tersebut di atas, para tokoh masyarakat merasa terpanggil
hatinya untuk mendirikan PKBM. Pada tanggal 14 Juni 2004 tokoh masyarakat beserta
pengurus yang ada di desa Pasirwaru Kecamatan Bl. Limbangan mengadakan
musyawarah untuk merencanakan berdirinya PKBM Hidaayatul Mubtadiin Limbangan,
pada waktu itu pula dibentuklah panitia pendirian madrasah tersebut.
Letak Geografis PKBM Paket B Hidaayatul Mubtadiin Limbangan
PKBM Paket B Hidaayatul Mubtadiin Limbangan Garut merupakan salah satu
lembaga pendidikan formal yang berada di lingkungan Kementerian Pendidikan
Nasional. PKBM ini terletak di Jalan Raya desa Pasirwaru tepatnya di Kp. Citamiang
RT.02/09 desa Pasirwaru Kecamatan Bl.Limbangan Kabupaten Garut.
PKBM Paket B Hidaayatul Mubtadiin dibangun di atas tanah seluas 400 m
2
, suatu
areal yang cukup luas untuk lingkungan pendidikan dan letaknya yang strategis, tanahnya
tersebut merupakan tanah wakaf. Dengan jarak + 35 km dari pusat ibu kota Kabupaten
Garut dan 2 km dari ibukota Kecamatan Bl.Limbangan. Lokasi ini dipandang strategis,
karena dapat terjangkau oleh kendaraan roda empat, maupun kendaraan roda dua, karena
letaknya dipinggir Jalan raya.
PKBM Paket B Hidaayatul Mubtadiin Limbangan Kabupaten Garut memiliki
batas-batas adalah sebelah selatan berbatasan dengan Jalan Raya, sebelah Barat
berbatasan dengan rumah-rumah penduduk, sebelah Utara berbatasan dengan rumah-
rumah penduduk, sebelah Timur berbatasan dengan perkebunan penduduk.
Batas geografis sekolah ini hampir dikelilingi rumah-rumah penduduk sekitarnya ,
kecuali sebelah selatan. Proses belajar mengajar dapat berlangsung dengan baik apabila
ditunjang oleh berbagai sarana yang cukup memadai.
Tabel 1. Frekuensi diharapkan dan Pengamatan Kelompok I
Batas Kelas
(X
1
)
Z untuk batas
kelas
Luas tiap kelas
interval
Frekeunsi
diharapkan (Ei)
Frekuensi
pengamatan
1
2
3
4
5
22,5
-2,30
0,4893
1,5
2
24,5
-1,54
0,4382
6,3
7
26,5
-0,78
0,2823
4,8
5
28,5
0,01
0,0040
8,4
8
Batas Kelas
(X
1
)
Z untuk batas
kelas
Luas tiap kelas
interval
Frekeunsi
diharapkan (Ei)
Frekuensi
pengamatan
30,5
0,75
0,2734
8,1
8
32,5
1,52
0,4357
4,8
5
34,5
2,28
0,3997
6,0
7
1,2
2
Vol. 2, No. 2, Januari 2021
p-ISSN 2775-3832 ; e-ISSN 2775-7285
92
94
http://matriks.greenvest.co.id
Batas Kelas
(X
1
)
Z untuk batas
kelas
Luas tiap kelas
interval
Frekeunsi
diharapkan (Ei)
Frekuensi
pengamatan
1
2
3
4
5
22,5
-2,30
0,4893
1,5
2
24,5
-1,54
0,4382
6,3
7
26,5
-0,78
0,2823
4,8
5
28,5
0,01
0,0040
8,4
8
Batas Kelas
(X
1
)
Z untuk batas
kelas
Luas tiap kelas
interval
Frekeunsi
diharapkan (Ei)
Frekuensi
pengamatan
30,5
0,75
0,2734
8,1
8
32,5
1,52
0,4357
4,8
5
34,5
2,28
0,3997
6,0
7
1,2
2
Catatan : X2 = 28,5 dan S2 = 2,66
Untuk uji normalitas data siswa kelas I yang berlatar belakang pendidikan
Sekolah Dasar tentang keikutsertaan dalam mencapai prestasi belajar pada mata pelajaran
PAI (X2) digunakan rumus X2 (Chi Kuadrat), yaitu:
Σ
k
Oi
Ei
2
X2
(Sudjana, 1986: 270)
Ei
dk = (K
normal jika X2 hitung < X2 tabel.
Dengan menggunakan data tabel 14, maka rumus tersebeut di atas dapat dihitung
sebagai berikut:
𝑥
2
=
(7−6,3)
2
+
(8−8,4)
2
+
(8−8,1)
2
+
(7−6)
2
6,3
8,4
8,1 6
= 0,777 + 0,0190 + 0,0012 + 0,1666 = 0,2645 = 0,27
nyata
Dari perhitungan di atas, diperoleh X2 hitung = 0,27 sedangkan X2 tabel taraf
3) atau X2 0,99 (3) = 11,3. Ternyata X2 hitung lebih
kecil dari X2 tabel. Dengan demikian data keikutsertaan siswa yang berlatar belakang
pendidikan Sekolah Dasar dalam mencapai prestasi belajar pada mata pelajaran PAI
berdistribusi Normal.
2. Tes Homoginitas Dua Variansi
(1)
Mencari Nilai F (hitung) dengan rumus:
Vb = Variansi besar
Vk = Variansi kecil
V = Standar deviasi (S)2
Maka diperoleh F (hitung)
(2)
Menentukan derajat kebebasan, dengan rumus:
db1 = n1 1
db2 = n2 1 (Nugraha, 1994)
db1 = Derajat kebebasan pembilang
Pengaruh Latar Belakang Pendidikan Siswa Paket B
Terhadap Prestasi Belajar pada Pelajaran PAI
Matriks: Jurnal
Sosial dan Sains
95
db2 = Derajat kebebasan penyebut
mpel yang variansinya besar
n2 = Ukuran sampel yang variansinya kecil
Maka diperoleh derajat kebebasan
db1 = 30 1 = 29 (variansi 2,662)
db2 = 30 = 1 = 29 (variansinya 2,422)
(3)
Menentukan nilai F dari tabel
Dari perhitungan di atas, diperoleh derajat kebebasan (29 / 29) F tabel pada taraf
nyata = 0,01 atau F 0,01 (29/29), karena tidak terdapat pada tabel, maka dilakukan
intervolasi sebagai berikut :
F 0,01 (24/29 = 2,47
F 0,01 (29/29) = 2,47 ½ - (0,6)
F 0,01 (30/29) = 2,41 = 2,47 0,3
= 2,17
Dari perhitungan di atas, diperoleh F hitung = 1,20 sedangkan F tabel F 0,01 (29/29) =
2,17. Kriteria kedua variasi homogen, jika F hitung < F tabel. Hasil perhitungan di atas
ternyata 1,20 < 2,27. Dengan demikian kedua variasi tersebut homogen.
3. Penggunaan Tes
(1)
Mencari standar deviasi gabungan, dengan rumus:
dsg 
(29)7,07 (29) 5,85
58
6,46
2,56
(2)
Mencari t hitung dengan rumus:
t
X
1
X
2
dsg
1
1
n1 n2
34,5
28,5
2,54
1
1
30 30
6
2,54
2
30
6
2,54 x 0,26
6
0,66
9,09
(3)
Menentukan derajat kebebasan, dengan rumus:
(n1
1) V1
(n2
1) V2
n1
n2
2
(30 1) 2,66
2
(30 1)2,42
2
30 30 2
Vol. 2, No. 2, Januari 2021
p-ISSN 2775-3832 ; e-ISSN 2775-7285
(Endi Nughraha, 1995; 25)
(4)
Menentukan nilai t dari daftar
Dari hasil perhitungan di atas, diperoleh derajat bebas 58, t tabel pada taraf nyata
= 0,01 atau t 0,995 (58) pada tabel tidak ada, maka dilakukan interpolasi sebagai berikut:
t 0,995 (40) = 2,70
t 0,995 (58) = 2,70 ½ - (0,4)
t 0,995 (60) = 2,66 = 2,70 0,20
= 2,50
4. Pengujian Hipotesis
Sesuai dengan hipotesis yang penulis ajukan; yaitu ada hubungan positif
signifikan antara latar belakang pendidikan formal anak / siswa dengan prestasi belajar
pada mata pelajaran PAI. Selain itu diduga bahwa keikutsertaan siswa yang berlatar
belakang pendidikan Madrasah Ibtidaiyah dalam mencapai prestasi belajar pada mata
pelajaran PAI lebih baik, dari pada keikutsertaan siswa yang berlatar belakang
pendidikan Sekolah Dasar dalam mencapai prestasi belajar pada mata pelajaran PAI.
Kesimpulan
Setelah penulis mengadakan penelitian, maka hasilnya dapat disimpulkan bahwa
latar belakang pendidikan siswa di PKBM Paket B Hidaayatul Mubtadiin Limbangan
Kab. Garut bervariasi, yaitu yang berasal dari Madrasah Ibtidaiyah sebanyak 30 orang
(47,62%), dan berasal dari Sekolah Dasar sebanyak 33 orang (52,38%). Dan ternyata
keikutsertaan siswa yang berasal dari Madrasah Ibtidaiyah lebih baik dibandingkan
dengan siswa yang berasal dari Sekolah Dasar dalam mencapai prestasi belajar pada mata
pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) Hal itu dibuktikan dengan rata-rata hasil angket
(X1) sebesar 34,5 dan (X2) sebesar 28,5 atau 34,5 dan 28,5.
Prestasi belajar pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) siswa
PKBM Paket B Hidaayatul Mubtadiin Limbangan Kab. Garut, juga bervariasi dan
ternyata siswa yang berlatar belakang pendidikan Madrasah Ibtidaiyah lebih baik
dibandingkan dengan siswa yang berlatar belakang pendidikan Sekolah Dasar dalam
mencapai prestasi belajar pada mata pelajaran tersebut. Hal ini terbukti dari hasil tes
prestasi belajar yang dilakukan bahwa nilai rata-rata untuk siswa yang berasal dari
Madrasah Ibtidaiyah (Y1) sebesar 29,26 dari nilai tertingi 34 dan terendah 24. Adapun
nilai rata-rata untuk siswa yang berasal dari Sekolah Dasar (Y2) sebesar 22,6 dan nilai
tertinggi 28 dan terendah 17. Bahwa latar belakang pendidikan memiliki pengaruh
terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Hal
itu dibuktikan dengan harga korelasi untuk variabel latar belakang pendidikan Madrasah
Ibtidaiyah dengan variasi prestasi belajar pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam
(PAI) sebesar 0,94 dan harga korelasi variabel latar belakang pendidikan Sekolah Dasar
dengan variabel prestasi prestasi belajar pada bidang studi PAI sebesar 0,99. Dengan
pengujian hipotesis melalui tes, diperoleh t (hitung) untuk r X1Y1 sebesar 14,61 dan
untuk rX2Y2 sebesar 27,43. adapun t (tabel) 0,95 (28) = 1,70. dan ternyata t (hitung)
lebih besar dari t (tabel). Dengan demikian hipotesis yang penulis ajukan yaitu hubungan
positif yang signifikan antara latar belakang pendidikan formal siswa dengan prestasi
belajar mereka pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) dapat
diterima.simpulan
96 http://matriks.greenvest.co.id
db
=
n1 + n2 2
=
30 + 30 2
=
58
Pengaruh Latar Belakang Pendidikan Siswa Paket B
Terhadap Prestasi Belajar pada Pelajaran PAI
Matriks: Jurnal
Sosial dan Sains
97
Bibliografi
Ahmad, Fandi. (2015). Pemikiran KH Ahmad Dahlan tentang pendidikan dan implementasinya di
SMP Muhammadiyah 6 Yogyakarta tahun 2014/2015. Profetika: Jurnal Studi Islam, 16(2),
144154.
Amrozi, Shoni Rahmatullah. (2019). Formulasi Kepemimpinan Pendidikan (Perspektif Teori
Kepemimpinan dalam Dokrtin Al-Qur’an). JIEMAN: Journal of Islamic Educational
Management, 1(1), 2340.
Annisya, Mafiana, & Asmaranti, Yuztitya. (2016). Pendeteksian Kecurang Laporan Keuangan
Menggunakan Fraud Diamond. Jurnal Bisnis Dan Ekonomi, 23(1).
Bangun, Sabaruddin Yunis. (2019). Peran Pelatih Olahraga Ekstrakurikuler Dalam
Mengembangkan Bakat Dan Minat Olahraga Pada Peserta Didik. Jurnal Prestasi, 2(4), 29
37.
Darlis, Ahmad. (2017). Hakikat Pendidikan Islam: Telaah Terhadap Hubungan Pendidikan
Informal, Non Formal dan Formal. Jurnal Tarbiyah, 24(1).
Hendra, Jhony, & Putra, Ghazali Indra. (2019). Mengembangkan Keterampilan Gerak Dasar
Manipulatif bagi Anak Melalui Permainan Olahraga di Taman Kanak-Kanak. Jurnal Muara
Pendidikan, 4(2), 438444.
Hendriana, Evinna Cinda, & Jacobus, Arnold. (2017). Implementasi pendidikan karakter di
sekolah melalui keteladanan dan pembiasaan. JPDI (Jurnal Pendidikan Dasar Indonesia),
1(2), 2529.
Kamaluddin, H. (2011). Bimbingan dan konseling sekolah. Jurnal Pendidikan Dan Kebudayaan,
17(4), 447454.
Kartika, Sinta, Husni, Husni, & Millah, Saepul. (2019). Pengaruh Kualitas Sarana Dan Prasarana
Terhadap Minat Belajar Siswa Dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Jurnal
Penelitian Pendidikan Islam,[SL], 7(1), 113126.
Maftuh, Maftuh. (2017). Sekolah dan Problem Pemberdayaan Masyarakat. MIYAH: Jurnal Studi
Islam, 11(1), 6370.
Makhmudah, Siti. (2020). Konsep Pendidikan Islam dan Perkembangannya dalam Menghadapi
Problem Pendidikan. Tafhim Al-Ilmi, 11(2), 176199.
Mukodi, Mukodi. (2018). Tela’ah Filosofis Arti Pendidikan dan Faktor-Faktor Pendidikan dalam
Ilmu Pendidikan. Jurnal Penelitian Pendidikan, 10(1), 1426 1438.
Muljono, Pudji. (2007). Learning society, penyuluhan dan pembangunan bangsa. Jurnal
Penyuluhan, 3(1).
Munib, Munib, & Ismail, Ismail. (2018). Sinerjitas Pesantren Dan Perguruan Tinggi STAI
Nazhatut Thullab Sampang Dalam Pemberdayaan Masyarakat Perspektif Manajemen.
KABILAH: Journal of Social Community, 3(1), 8899.
Nugraha, Endi. (1994). Statistik Untuk Penelitian. Bandung: VC. Permadani.
Rahmawati, Yuli. (2015). Pengaruh Kondisi Ekonomi Orang Tua, Lingkungan Sekolah, dan
Prestasi Belajar Terhadap Minat Melanjutkan Pendidikan Tinggi. Jurnal Pendidikan
Akuntansi (JPAK), 3(2).
Susanto, Hary. (2012). Faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja guru sekolah menengah kejuruan.
Jurnal Pendidikan Vokasi, 2(2).
Syarbini, Amirulloh. (2014). Model Pendidikan Karakter Dalam Keluarga. Elex Media
Komputindo.
Yuhana, Asep Nanang, & Aminy, Fadlilah Aisah. (2019). Optimalisasi peran guru pendidikan
agama Islam sebagai konselor dalam mengatasi masalah belajar siswa. Jurnal Penelitian
Pendidikan Islam,[SL], 7(1), 7996.
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0
International License.