|
Program Studi
Manajemen Agribisnis Sekolah Vokasi IPB University, Indonesia E-mail: [email protected],
[email protected], [email protected],
[email protected], [email protected] ,
[email protected], [email protected] |
|
|
Abstrak Penelitian ini dilakukan di Grosir Fernando yang
berada di Cikondang, Kec. Citamiang, Kota Sukabumi. Grosir Fernando adalah
toko ritel yang menyediakan dan menjual kebutuhan sehari hari seperti
sembako, makanan dan minuman ringan dan lainnya. Penelitian berfokus pada
permasalahan tata letak Grosir Fernando. Metode Activity Relationship Chart
(ARC) dan Total Closeness Rating (TCR) adalah metode yang diterapkan dalam
penelitian ini dengan menggunakan pendekatan kualitatif untuk mengevaluasi
tata letak Grosir Fernando. Tata letak yang tidak optimal seperti
keterbatasan ruang menyebabkan penumpukan barang dan kesulitan dalam
manajemen alur pergerakan. Penataan tidak optimal menyebabkan ruang gerak
yang sempit antara konsumen dan karyawan, potensi kerugian karena barang yang
tertumpuk dan tidak terjual dengan cepat. Kesimpulan penelitian ini adalah
agar mengubah tata letak Grosir Fernando, yang dihasilkan melalui metode
analisis Activity Relationship Chart (ARC) dan Total Closeness Rating (TCR).
Perubahan tata letak mencakup area etalase, ruang karyawan, dan gudang.
Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi masalah tata letak, memberikan
rekomendasi solusi memaksimalkan penggunaan ruang, meningkatkan pengalaman
berbelanja konsumen dan produktivitas bagi karyawan. Penelitian ini juga
diharapkan grosir Fernando Sukabumi dapat meningkatkan kepuasan pelanggan. Kata
Kunci: tata letak,
kepuasan pelanggan, masalah tata letak, grosir fernando Abstract This research
was conducted at Grosir Fernando located in Cikondang, Citamiang District,
Sukabumi City. Fernando Wholesale is a retail store that provides and sells
daily necessities such as groceries, food and soft drinks and others. The
research focuses on the layout problems of Fernando Wholesale. The Activity
Relationship Chart (ARC) and Total Closeness Rating (TCR) methods are the
methods applied in this study using a qualitative approach to evaluate the
layout of Fernando Wholesale. Non-optimal layouts such as limited space cause
stacking of goods and difficulties in movement flow management. Non-optimal
arrangement causes narrow space between consumers and employees, potential
losses due to goods that are piled up and not sold quickly. The conclusion of
this study is to change the layout of Fernando Wholesale, which is generated
through the analysis method of Activity Relationship Chart (ARC) and Total
Closeness Rating (TCR). The layout changes include storefront areas, employee
lounges, and warehouses. The purpose of this study is to identify layout
problems, provide recommendations for solutions to maximize space usage,
improve consumer shopping experience and productivity for employees. This
research is also expected to increase customer satisfaction. Keywords: layout, customer
satisfaction, layout issues, grosir fernando |
|
Pendahuluan
Penataan
fasilitas perusahaan atau disebut sebagai tata letak perusahaan adalah metode
yang digunakan untuk mengatur fasilitas-fasilitas yang ada di perusahaan agar
dapat mendukung kelancaran proses produksi serta meningkatkan kenyamanan bagi
pelanggan. Penyusunan tata letak ini melibatkan penggunaan ruang secara efisien
untuk menempatkan sarana produksi seperti mesin, penyimpanan bahan bahan, dan
fasilitas lainnya. Penentuan layout perusahaan
mencakup susunan departemen, tempat kerja, dan peralatan yang digunakan dalam
perusahaan. Yakub et. al., (2019)
menyatakan layout perusahaan sangat
beragam dalam memiliki pengaruh strategis pada pengelolaan operasional. Hal ini
karena layout yang optimal dan tepat
dapat mencerminkan pada citra perusahaan yang produktif, efisien dan kenyamanan
konsumen. Prinsip tersebut juga berlaku di industri ritel termasuk bisnis
supermarket, minimarket, toko swalayan dan sejenisnya, yang dimana layout yang optimal menjadi kunci
keberhasilan dalam memberikan pengalaman belanja yang baik bagi pelanggan.
Menurut
Sunyoto et. al., (2022), ritel adalah
aktivitas bisnis yang meliputi jual beli produk dan layanan jasa pada konsumen
untuk keperluan individu, keluarga, atau rumah tangga. Grosir Fernando
merupakan salah satu toko ritel di Sukabumi, terletak di Cikondang, Kecamatan
Citamiang, Kota Sukabumi. Grosir Fernando sama halnya seperti supermarket
umumnya. Grosir Fernando menyediakan berbagai macam bahan sembako dan kebutuhan
masyarakat lainnya. Grosir Fernando dapat mampu bersaing dengan menawarkan
barang dagangannya yang berkualitas dengan harga terjangkau untuk konsumen.
Hasil observasi menunjukkan bahwa tata letak Grosir Fernando belum menerapkan
aturan perusahaan seperti tata letak yang tidak terstandarisasi dan tidak
efisien. Tata letak etalase di Grosir Fernando juga kurang nyaman karena
penataan layout yang tidak efisien yang berpengaruh pada ruang bagi konsumen
untuk bergerak dan berbelanja dengan nyaman. Chairul et, al,. (2021) menyatakan bahwa layout yang efisien adalah bagaimana keterkaitan antara karyawan,
aliran barang, aliran informasi, dan prosedur kerja yang dapat dioptimalkan.
Berdasarkan hal tersebut, Grosir Fernando perlu terus memperbaiki penataan
layout display dan fasilitasnya. Metode Activity
Relationship Chart (ARC) dan Total
Closeness Rating (TCR) digunakan dalam penelitian ini agar menyusun ulang layout dengan lebih optimal.
Analisis
metode ARC dan TCR ini bertujuan agar dapat merancang ulang layout atau tata letak Grosir Fernando
supaya menciptakan pengalaman berbelanja yang lebih baik bagi konsumen. Adanya
desain layout yang efisien dan nyaman
berpengaruh pada peningkatan penjualan, memperbaiki operasional internal, dan
memastikan bahwa barang-barang dapat diakses dengan mudah oleh konsumen. Tujuan
dari hal tersebut adalah untuk meningkatkan keseluruhan kinerja toko grosir dan
kepuasan konsumen.
Metode Penelitian
Metode Activity
Relationship Chart (ARC) dan Total
Closeness Rating (TCR) adalah metode yang diterapkan dalam penelitian ini
dengan menggunakan pendekatan kualitatif untuk mengevaluasi tata letak Grosir
Fernando. ARC digunakan untuk memvisualisasikan hubungan antara aktivitas yang
terjadi di dalam grosir, sedangkan TCR digunakan untuk menilai kedekatan antara
aktivitas-aktivitas tersebut. Kombinasi dari kedua metode ini bertujuan untuk
memahami bagaimana aliran aktivitas berinteraksi di dalam ruang Grosir Fernando
dan mengidentifikasi potensi perbaikan dalam tata letaknya.
Penelitian dilaksanakan dalam waktu dua bulan yaitu bulan
April sampai Mei 2024. Grosir Fernando yang terletak di Cikondang, Kecamatan
Citamiang, Kota Sukabumi. Penelitian ini menggunakan dua jenis sumber data
yaitu data primer dan data sekunder. Data primer berasal dari pengamatan
langsung di Grosir Fernando dan wawancara dengan karyawan grosir. Data sekunder
mengulas tentang tata letak Grosir Fernando, referensi jurnal yang membahas
tentang ARC dan TCR serta studi sebelumnya yang relevan dengan topik
penelitian. Hasil analisis metode ARC dan TCR kemudian digunakan untuk menarik
kesimpulan tentang efektivitas tata letak yang ada dan memberikan rekomendasi
perbaikan yang mungkin diperlukan untuk meningkatkan efisiensi operasional dan
pengalaman berbelanja pelanggan.
Hasil dan Pembahasan
Grosir
Fernando menjadi solusi bagi konsumen yang mencari kebutuhan sehari hari.
Grosir Fernando menyediakan makanan pokok, makanan ringan dan juga perlengkapan
lainnya untuk memenuhi kebutuhan konsumen. Grosir Fernando terletak di Sukabumi
tepatnya di Cikondang. Bangunan Grosir Fernando hanya terdiri dari satu lantai
saja dengan fasilitas yang disediakan seperti area penjualan yang terdiri dari
beberapa rak etalase untuk mengelompokkan berbagai macam produk kebutuhan
sehari-hari, juga terdapat kasir, area parkir, toilet, gudang dan ruang
karyawan. Layout awal dari Grosir
Fernando dapat dilihat pada Gambar 1.
Gambar 1. Layout Grosir Fernando
Perancangan
tata letak ulang bertujuan agar meningkatkan kepuasan pelanggan dengan
pengalaman berbelanja yang lebih nyaman dan efisien. Selain itu, memperlancar
kegiatan pengadaan produk dengan cara memisahkan jalur jalan masuk pengadaan
produk dari jalan masuk konsumen. Hal ini tentu dapat mengoptimalkan alur kerja
dan pergerakan barang di dalam grosir untuk meningkatkan efisiensi operasional
dengan memanfaatkan sumber daya dan ruang secara maksimal guna meningkatkan
produktivitas dan profitabilitas Grosir Fernando. Sumber daya yang dimaksud
seperti tenaga kerja, peralatan, fasilitas, informasi dan barang. Berdasarkan
Gambar 1 diatas, kendala yang dialami pada akses masuk untuk kegiatan pengadaan
produk dan akses bagi konsumen berbelanja sama-sama melalui pintu utama,
sehingga kurang efektif dan berpotensi menimbulkan kemacetan dan kurangnya
ruang gerak di area kasir, sehingga menimbulkan antrian panjang. Solusi untuk
mengatasi hal tersebut, dengan melakukan penataan ulang tata letak agar
optimal. Langkah langkah yang dilakukan dalam perencanaan ulang tata letak yang
pertama dilakukan adalah membuat analisis derajat hubungan antara fasilitas
dengan menentukan tingkat kedekatan antar fasilitas berdasarkan frekuensi
interaksi dan pentingnya hubungan�
tersebut.
Gambar
2. Activity Relationship Chart (ARC
Kode
dan Alasan Simbol dan Keterangan
1: Kemudahan Akses��� A: Mutlak Penting
2: Kenyamanan Pelanggan������� E: Sangat Penting
3: Kemudahan Pencarian
Barang���������� I: Penting
4: Kemudahan Pengawasan������ O: Biasa Saja
5: Tidak Berhubungan� U: Tidak Penting
X: Sangat Tidak Penting
Gambar
2 menunjukkan hubungan antara berbagai fasilitas di Grosir Fernando. Kode huruf
dalam gambar menunjukkan hubungan fasilitas secara kualitatif, sedangkan kode
angka derajat menunjukkan alasan pemilihan kode huruf. Berikut disajikan tabel
interpretasi yang membantu menentukan ulang tata letak Grosir Fernando
berdasarkan analisis menggunakan metode Activity
Relationship Chart (ARC), dengan tujuan untuk memprioritaskan dan
memudahkan akses serta kenyamanan bagi para konsumen.
Tabel 1. Interpretasi metode Activity Relationship Chart (ARC)
|
No. |
Nama Fasilitas |
Derajat Keterkaitan |
|
1. |
Parkir |
(U = Tidak Penting), tidak ditempatkan dekat dengan kasir, gudang dan
ruang karyawan. (X = Sangat tidak penting), dijauhkan dengan toilet dan etalase. |
|
2. |
Kasir |
(A = Mutlak penting), ditempatkan dekat dengan etalase. (O = Biasa saja), didekatkan dengan toilet. (I = Penting), ditempatkan dekat dengan gudang dan ruang karyawan. (U = Tidak penting), dijauhkan dengan parkiran |
|
3. |
Etalase |
(O = Biasa saja), ditempatkan dekat dengan toilet. (A = Mutlak penting), ditempatkan dekat dengan gudang dan kasir. (I = Penting), ditempatkan dekat dengan ruang karyawan. (X = Sangat tidak penting), dijauhkan dengan parkiran |
|
4. |
Toilet |
(O = Biasa saja), ditempatkan dekat 5.dengan g6.udang, etalase dan kasir. (I = Penting), ditempatkan dekat dengan ruangan karyawan. (X = Sangat tidak penting), dijauhkan dengan parkiran. |
|
|
Gudang |
(E = Sangat penting), ditempatkan dekat dengan ruang karyawan. (O = Biasa saja), ditempatkan dekat dengan toilet. (A = Mutlak
penting), didekatkan dengan etalase. (I = Penting), ditempatkan dekat dengan
kasir. (U = Tidak penting), dijauhkan dengan parkir. |
|
|
Ruang Karyawan |
(E = Sangat penting), ditempatkan dekat dengan gudang. (I = Penting), ditempatkan dekat dekat dengan toilet, etalase, kasir. (U = Tidak penting), dijauhkan dengan parkiran. |
Hasil
analisis pada Tabel 1 menunjukkan beberapa kesimpulan terkait fasilitas Grosir
Fernando, sebagai berikut:
a. Parkir: pada layout
Grosir Fernando penempatan are parkir sudah cukup memadai namun tidak perlu
didekatkan dengan kasir, gudang, ruang karyawan, toilet dan etalase.
b. Kasir: pada layout
Grosir Fernando sudah tepat ditempatkan dekat dengan etalase, toilet, ruang
karyawan.
c. Etalase: pada layout
Grosir Fernando letak etalase, dapat mengurangi jumlah etalase yang
terdapat di dekat kasir lalu etalase di belakang kasir dapat diletakkan sejajar
dengan kasir.
d. Toilet: pada layout
Grosir Fernando letak toilet sudah tepat karena ditempatkan dekat dengan
etalase, gudang dan kasir.
e. Gudang: pada layout
Grosir Fernando penempatan gudang di bagian depan belum cukup sesuai karena
jauh dari etalase lebih baik untuk dipindah ruang karyawan menjadi gudang agar
memudahkan kegiatan pendistribusian barang.
f. Ruang karyawan: pada layout
Grosir Fernando penempatan gudang lebih baik di belakang gudang, agar lebih
memudahkan dan nyaman bagi karyawan
Perhitungan Total
Closeness Rating (TCR)
Tahapan
selanjutnya setelah metode Activity
Relationship Chart (ARC) adalah melakukan perhitungan dengan Total Closeness Rating (TCR). Tujuan
perhitungan Total Closeness Rating untuk
melihat bagaimana hubungan keterkaitan antara fasilitas satu dengan fasilitas
lainnya di Grosir Fernando. Tabel 2 menunjukkan hasil perhitungan TCR yang
didapatkan oleh peneliti.
Fasilitas
yang terdapat di Grosir Fernando meliputi tempat parkir, kasir, etalase, toilet,
gudang, dan ruang karyawan. Berdasarkan hasil perhitungan (TCR) Total Closeness
Rating pada Tabel 2, diperoleh hasil perhitungan TCR tertinggi sebesar 120 pada
fasilitas gudang. Hal tersebut menunjukkan bahwa gudang merupakan fasilitas
yang paling penting dan strategis di Grosir Fernando. Hal ini karena gudang
berperan dalam penyimpanan dan pengelolaan stok barang, sehingga kedekatannya
dengan fasilitas lain menjadi sangat penting. Desain tata letak yang optimal
perlu memprioritaskan kemudahan akses ke gudang dari area lain, seperti kasir,
etalase, dan area penerimaan barang agar meminimalisir waktu dan tenaga kerja
yang dibutuhkan. Hasil perhitungan TCR terendah sebesar 0 pada fasilitas parkir
yang menunjukkan bahwa tempat parkir tidak harus berdekatan dengan fasilitas
lain, namun tetap harus mudah diakses oleh konsumen dan kendaraan pengangkut
barang serta kapasitas parkir harus memadai untuk menampung jumlah pengunjung
yang datang.
Hasil
perhitungan TCR fasilitas kasir sebesar 102 dan etalase sebesar 96 menunjukkan
kedekatan yang erat dengan gudang. Hal ini penting untuk memudahkan proses
transaksi dan penyajian produk kepada konsumen. Fasilitas kasir dan etalase di
area yang berdekatan dengan gudang, namun tetap memiliki ruang yang cukup untuk
pergerakan konsumen dan karyawan.
Hasil
perhitungan TCR fasilitas toilet sebesar 102 dan fasilitas ruang karyawan
sebesar 64. Hal ini menunjukkan toilet di area yang mudah dijangkau dari
berbagai bagian Grosir Fernando, sedangkan ruang karyawan dapat ditempatkan di
area yang lebih terpisah untuk menjaga privasi. Hasil perhitungan TCR yang sama
antara fasilitas toilet dan kasir sebesar 102. Hal ini menunjukkan keseimbangan
antara kebutuhan akses untuk toilet dan kasir yang artinya keduanya tidak boleh
terlalu dekat untuk menghindari percampuran area dan potensi antrian, tetapi
juga tidak boleh terlalu jauh untuk memudahkan akses. Penempatan kasir dan
toilet perlu mempertimbangkan estetika dan kenyamanan. Toilet idealnya
ditempatkan di area yang terpisah dari kasir untuk menjaga privasi dan
kebersihan.
Layout Solution
Berdasarkan
hasil perhitungan dengan menggunakan Activity
Relationship Chart (ARC) dan Total
Closeness Rating (TCR), dihasilkan solusi tata letak untuk Grosir Fernando.
Solusi tata letak ini dapat digunakan sebagai rekomendasi bagi perusahaan untuk
mengembangkan dan mengevaluasi usaha di bidang ritel, khususnya pada Grosir
Fernando sebagai subjek penelitian. Solusi tata letak yang diusulkan oleh
peneliti dapat dilihat pada Gambar 4. Hasil perhitungan dengan metode Activity Relationship Chart (ARC) dan Total Closeness Rating (TCR) dapat
menghasilkan desain tata letak baru bagi Grosir Fernando. Hal tersebut menjadi
solusi tata letak yang bermanfaat dalam rekomendasi perusahaan terutama pada
Grosir Fernando untuk mengembangkan dan mengevaluasi bisnis ritel. Solusi tata
letak dapat dilihat pada Gambar 4.
Gambar 4. Layout Solution Grosir Fernando
Melihat
solusi tata letak pada Gambar 4, proses pengadaan produk ritel dan aktivitas
belanja konsumen dapat berlangsung dengan lebih teratur dan efisien. Hal ini
dicapai melalui beberapa perubahan alternatif pada area perbelanjaan. Salah
satu perubahannya yaitu perluasan area perbelanjaan yang terletak setelah area
parkir dengan mengurangi penggunaan etalase di tengah ruangan. Hal ini
memberikan lebih banyak ruang bagi konsumen untuk bergerak dan berbelanja
dengan nyaman.
Penempatan
gudang juga telah dipindahkan lebih dekat dengan area perbelanjaan. Perubahan
ini bertujuan agar karyawan Grosir Fernando dapat dengan mudah mengakses gudang
untuk kegiatan restock barang.
Fasilitas gudang yang lebih dekat maka proses restock barang menjadi lebih cepat dan efisien serta mengurangi
waktu yang diperlukan untuk membawa barang dari gudang ke rak penjualan.
Penempatan
fasilitas lainnya juga telah dinilai tepat dengan memastikan bahwa semua elemen
penting berada pada posisi yang strategis untuk mendukung kelancaran operasi
harian. Desain area alternatif telah dirancang untuk memberikan kesan yang
lebih efektif dan nyaman, menciptakan lingkungan belanja yang lebih
menyenangkan bagi konsumen.
Kesimpulan
Berdasarkan
hasil dan pembahasan penelitian, dapat disimpulkan agar mengubah tata letak
Grosir Fernando, yang dihasilkan melalui metode analisis Activity Relationship Chart (ARC) dan Total Closeness Rating (TCR). Perubahan tata letak mencakup area
etalase, ruang karyawan, dan gudang. Tujuan dari perubahan ini adalah untuk
meningkatkan kenyamanan konsumen dan memudahkan akses dalam aktivitas ritel,
seperti proses pengadaan produk. Saran perubahan tata letak ini didasarkan pada
hasil analisis ARC dan perhitungan TCR. Berdasarkan perhitungan TCR gudang
memperoleh penilaian tertinggi, sementara parkir memperoleh penilaian terendah.
Layout solution diharapkan dapat
meningkatkan kepuasan konsumen yang berbelanja Grosir Fernando tanpa mengganggu
aktivitas lainnya. Aktivitas lainnya yang dimaksud seperti operasional toko
mencakupi proses penjualan, pengelolaan persediaan, dan interaksi antara
karyawan dengan pelanggan. Hal ini bertujuan agar semua aktivitas ritel di toko
dapat berjalan lebih efektif, efisien, dan optimal.
Bibliography
�Azizah,
N. F., Apriani, R. A., Pratama, F. M., Zizo A, M. Z., Pradana, F. A., &
Azzam, A. (2023). Analisis Perancangan Tata Letak Menggunakan Metode Activity Relationship Chart (ARC) dan
Computerized Relationship Layout Planning (CORELAP). Jurnal Teknik Industri: Jurnal Hasil Penelitian Dan Karya Ilmiah Dalam
Bidang Teknik Industri, 9(1), 86.
https://doi.org/10.24014/jti.v9i1.21902
Amelia Putri, A., Sarwati, A.,
Fesyahputra*, D., & Serli Selvia. (2023). Perancangan Tata Letak Fasilitas
Bisnis Retail dengan Pendekatan ARC dan TCR di Kota Depok. Jurnal Teknologi, 16(1),
62�67. https://doi.org/10.34151/jurtek.v16i1.4321
Adiasa, I., Suarantalla, R., Rafi,
M. S., & Hermanto, K. (2020). Perancangan Ulang Tata Letak Fasilitas Pabrik
Di CV. Apindo Brother Sukses Menggunakan Metode Systematic Layout Planning
(SLP). Performa: Media Ilmiah Teknik
Industri, 19(2), 151�158. https://doi.org/10.20961/performa.19.2.43467
Cahyono Putra, A., Adik Rudiyanto,
M., & Pudji Estiasih, S. (2021). Proceeding
Seminar Nasional Waluyo Jatmiko 2021 Relayout Mengunakan Metode ARC (Activity
Relationship Chart) dan Pendekatan BPR (Business Process Reenginering).
159�166.
Hartini, S. (2023). Desain Tata Letak Gudang untuk Meminimalkan
Ongkos Material Handling pada PT. Rotaryana Prima. 5(2). https://doi.org/10.32877/ef.v4i1.454
Maulana, Y. (2024). Perancangan Tata Letak Proses Produksi Kursi
Furnitur Menggunakan
Metode
Activity Relationship Chart ( ARC ) di PT . Rama Teknik. 10(01), 61�68.
Mei, V. N., Zaini, M. E., Fauziah,
J. R., Meilani, A., Dwi, R., Pebi, N.,
Sembiring, R., Setiawan, P. F.,
Oktariza, W., Ainun, T. N., No, J. K.,
Rw, R. T., Tengah, K. B., Bogor, K.,
Om, B., Dramaga, A., & Barat, B. (2024). Perancangan Ulang Tata Letak untuk Pengoptimalisasian Ruang pada Bebeke
Om Aris Dramaga Kota Bogor. 2(3).
Mella Nur Alifa, Nu�man, A. H.,
& Bachtiar, I. (2024). Perancangan Ulang Tata Letak Fasilitas di Departemen
Produksi PT Thursina Mediana Utama. Bandung
Conference Series: Industrial Engineering Science, 4(1), 152�161. https://doi.org/10.29313/bcsies.v4i1.10650
Nur Aziz, F., & Kurnia, Y.
(2023). PERANCANGAN ULANG TATA LETAK FASILITAS DENGAN METODE ARC GUNA
MEMAKSIMALKAN PROSES PRODUKSI PADA PEMBUATAN
ALAS KARET SANDAL (CV. Nugraha
Rubber Ampera). Jurnal Industrial Galuh,
5(1), 45�54. https://doi.org/10.25157/jig.v5i1.3062
Pratiwi, Z. Y., Pratiwi, H.,
Khairunnisa, H., & Oktariza, W. (2024). Optimalisasi
Seating Space Layout pada Groovy Space Coffee and Kitchen di Kota Bogor. 2(3).
Safitri, N. D., Ilmi, Z., &
Amin, M. (2018). Analisis Perancangan Tata Letak Fasilitas Produksi menggunakan
Metode Activity Relationship Chart (ARC).��������� Jurnal� Manajemen,���� 9(1),���� 38.
https://doi.org/10.29264/jmmn.v9i1.2431
Suardi, et.al,. (2019). Penerapan Data Mining Pengaturan Pola Tata Letak
Barang Pada Berkah Swalayan Untuk Strategi Penjualan Menggunakan Algoritma
Apriori. In Jurnal Teknologi Sistem Informasi dan Sistem Komputer TGD. (Vol.2,
No.1, 2019, pp.69-75).
Sihombing, E. I. N. T., Manik, Y.,
& Siboro, B. A. H. (2021). Perancangan Tata Letak Fasilitas Pada Rumah
Produksi Taman Eden 100. JISI: Jurnal���� Integrasi��������� Sistem� Industri,���������� 8(2), 77.
https://doi.org/10.24853/jisi.8.2.77-86
Syams, R. R. (2024). Analisis Efektivitas Tata Letak pada Excelso
di Gress Mall Gresik. 2(2).
Yulistio, A., & Basuki, M.
(2022). Perancangan Ulang Tata Letak Display Retail Fashion Menggunakan
Activity Relationship Chart (ARC). In Jurnal Ilmiah Teknik Industri (Vol. 10,
Issue 1)
|
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0
International License. |